MODUL
MODUL
PPIC Game 2012
PPIC Game 2012
DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI
DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, 2012
DEPOK, 2012
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL... iii... iii
DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR... iv... iv BAB I BAB I... 1... 1 DASAR TEORI DASAR TEORI... 1... 1
I.1 DIVISI PPIC DALAM PERUSAHAAN ... 1
I.1 DIVISI PPIC DALAM PERUSAHAAN ... 1
I.2 PUSH SYSTEM VS PULL SYSTEM ... 3
I.2 PUSH SYSTEM VS PULL SYSTEM ... 3
I.3 TENDER... 4
I.3 TENDER... 4
I.4 METODE PERHITUNGAN UNTUK PERENCANAAN PRODUKSI ... 4
I.4 METODE PERHITUNGAN UNTUK PERENCANAAN PRODUKSI ... 4
I.4.A Moving Average ... 4
I.4.A Moving Average ... 4
I.4.B Exponential Smoothing... 4
I.4.B Exponential Smoothing... 4
I.4.C Safety Stock ... 5
I.4.C Safety Stock ... 5
I.4.D Economic Order Quantity ... 6
I.4.D Economic Order Quantity ... 6
I.4.E PPIC Tools ... 6
I.4.E PPIC Tools ... 6
I.5 I.5 ALIRAN ALIRAN MATERIAL MATERIAL DAN DAN DOKUMEN DOKUMEN SECARA SECARA UMUM ...UMUM ... ... 1010 I.5.A Aliran Material ... 10
I.5.A Aliran Material ... 10
I.5.B Aliran Dokumen... 11
I.5.B Aliran Dokumen... 11
BAB II BAB II...12...12
MODEL SISTEM PPIC MODEL SISTEM PPIC...12...12
II.1 PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN ... 12
II.1 PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN ... 12
II.2 KONDISI SISTEM ... 12
II.2 KONDISI SISTEM ... 12
II.2.A Profil Perusahaan ... 12
II.2.A Profil Perusahaan ... 12
II.2.B Produk Perusahaan ... 16
II.2.B Produk Perusahaan ... 16
II.2.C Supplier ... 17 II.2.C Supplier ... 17 II.3 DIVISI ... 17 II.3 DIVISI ... 17 II.4 DOKUMEN ... 19 II.4 DOKUMEN ... 19 II.5 LAYOUT ... 22 II.5 LAYOUT ... 22 BAB III BAB III...23...23 PROSEDUR PERMAINAN PROSEDUR PERMAINAN...23...23
III.1 KEADAAN AWAL SISTEM ... 23
III.1 KEADAAN AWAL SISTEM ... 23
III.2 LANGKAH PERMAINAN ... 23
III.2 LANGKAH PERMAINAN ... 23
III.3 III.3 ALIRAN ALIRAN MATERIAL MATERIAL DAN DAN DOKUMEN PADA DOKUMEN PADA DIVISI PRODUKSI ...DIVISI PRODUKSI ... ... 2626 III.4 III.4 ALIRAN ALIRAN MATERIAL MATERIAL DAN DAN DOKUMEN PADA DOKUMEN PADA DIVISI PURCHASING ...DIVISI PURCHASING ... ... 2727 III.5 III.5 SISTEM SISTEM OPERASIONAL OPERASIONAL TENDER TENDER PENGADAAN PENGADAAN BARANG ...BARANG ... 27... 27
BAB IV BAB IV...28...28
PERATURAN
PERATURAN...28...28
IV.1 PERATURAN PERMAINAN ... 28
IV.1 PERATURAN PERMAINAN ... 28
IV.2 PERATURAN OVERTIME ... 30
IV.2 PERATURAN OVERTIME ... 30
IV.3 PENJELASAN PENALTI... 31
IV.3 PENJELASAN PENALTI... 31
IV.4 PERATURAN KHUSUS TENDER PENGADAAN BARANG ... 35
IV.4 PERATURAN KHUSUS TENDER PENGADAAN BARANG ... 35
LAMPIRAN A LAMPIRAN A...37...37
LAMPIRAN B LAMPIRAN B...39...39
iii iii
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Perbedaan Push System dan Pull System ... 3
Tabel 1 Perbedaan Push System dan Pull System ... 3
Tabel 2 Daftar Safety Factors... 5
Tabel 2 Daftar Safety Factors... 5
Tabel 3 Format Umum Production Plan ... 6
Tabel 3 Format Umum Production Plan ... 6
Tabel 4 Format Umum MPS ... 8
Tabel 4 Format Umum MPS ... 8
Tabel 5 Format Umum MRP ... 8
Tabel 5 Format Umum MRP ... 8
Tabel 6 Data Historis Permintaan Masing-masing Produk ... 13
Tabel 6 Data Historis Permintaan Masing-masing Produk ... 13
Tabel 7 Data Historis Breakdown Mesin ... 15
Tabel 7 Data Historis Breakdown Mesin ... 15
Tabel 8 Supplier Perusahaan ... 17
Tabel 8 Supplier Perusahaan ... 17
Tabel 9 Workstation Pabrik Tamiya ... 18
Tabel 9 Workstation Pabrik Tamiya ... 18
Tabel 10 Keterangan Aliran ... 25
Tabel 10 Keterangan Aliran ... 25
Tabel 11 Jenis Penalti ... 31
Tabel 11 Jenis Penalti ... 31 Tabel 12
Tabel 12 Data Biaya, Lead Data Biaya, Lead Time dan Time dan InventInventory Awal ory Awal ... ... 3737 Tabel
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Aliran Material dan Dokumen Secara Umum... 10
Gambar 1 Aliran Material dan Dokumen Secara Umum... 10
Gambar 2 Contoh Layout Perusahaan Push system ... 22
Gambar 2 Contoh Layout Perusahaan Push system ... 22
Gambar 3 Aliran Material dan Dokumen Pada PPIC Games ... 25
Gambar 3 Aliran Material dan Dokumen Pada PPIC Games ... 25
Gambar 4 Production Plan ... 39
Gambar 4 Production Plan ... 39
Gambar 5 Master Production Schedule ... 39
Gambar 5 Master Production Schedule ... 39
Gambar 6 Bill of Materials ... 39
Gambar 6 Bill of Materials ... 39
Gambar 7 Material Requirements Planning... 40
Gambar 7 Material Requirements Planning... 40
Gambar 8 Job Order GBB ... 41
Gambar 8 Job Order GBB ... 41
Gambar 9 Job Order WS 1 ... 41
Gambar 9 Job Order WS 1 ... 41
Gambar 10 Job Order WS 2 ... 42
Gambar 10 Job Order WS 2 ... 42
Gambar 11 Job Order WS 3 ... 42
Gambar 11 Job Order WS 3 ... 42
Gambar 12 Formulir Permintaan Material ... 43
Gambar 12 Formulir Permintaan Material ... 43
Gambar 13 Purchase Order Supplier 1 ... 44
Gambar 13 Purchase Order Supplier 1 ... 44
Gambar 14 Purchase Order Supplier 2 ... 45
Gambar 14 Purchase Order Supplier 2 ... 45
Gambar 15 Delivery Slip Supplier 1 ... 46
Gambar 15 Delivery Slip Supplier 1 ... 46
Gambar 16 Delivery Slip Supplier 2 ... 47
Gambar 16 Delivery Slip Supplier 2 ... 47
Gambar 17 Delivery Slip GBJ... 48
Gambar 17 Delivery Slip GBJ... 48
Gambar Gambar 18 18 Inventory Inventory Status Status Finished Finished Goods Goods (GBJ-Sales) ...(GBJ-Sales) ... 48... 48
Gambar Gambar 19 19 Inventory Inventory Status Status Finished Finished Goods Goods (GBJ-PPIC) ...(GBJ-PPIC) ... 49... 49
Gambar 20 Inventory Status Material ... 49
Gambar 20 Inventory Status Material ... 49
Gambar 21 WS 1 Report ... 50 Gambar 21 WS 1 Report ... 50 Gambar 22 WS 2 Report ... 50 Gambar 22 WS 2 Report ... 50 Gambar 23 WS 3 Report ... 50 Gambar 23 WS 3 Report ... 50
Gambar 24 Order Receipt (Sales-GBJ) ... 51
Gambar 24 Order Receipt (Sales-GBJ) ... 51
Gambar 25 Order Receipt (Sales-PPIC) ... 51
Gambar 25 Order Receipt (Sales-PPIC) ... 51
Gambar 26 Gambar 26 Formulir Formulir Keputusan Keputusan Peserta (Peserta (Hari-H Hari-H Disediakan Panitia) ...Disediakan Panitia) ... 52.. 52
Gambar 27 Form Tender (Hari-H Disediakan Panitia) ... 53
Gambar 27 Form Tender (Hari-H Disediakan Panitia) ... 53 Gambar 2
1 1
BAB I
BAB I
DASAR TEORI
DASAR TEORI
I.1 DIVISI PPIC DALAM PERUSAHAAN
I.1 DIVISI PPIC DALAM PERUSAHAAN
Di dalam operasional perusahaan, terdapat suatu divisi yang mengatur perencanaan Di dalam operasional perusahaan, terdapat suatu divisi yang mengatur perencanaan produksi dan inventory. Faktanya, beberapa perusahaan membagi dua peran ini. Jadi ada divisi produksi dan inventory. Faktanya, beberapa perusahaan membagi dua peran ini. Jadi ada divisi Production Planning Control (PPC) sebagai perencana produksi dan divisi Inventroy Control Production Planning Control (PPC) sebagai perencana produksi dan divisi Inventroy Control (IC) sebagai pengatur kebutuhan material produksi. Beberapa perusahaan lainnya (IC) sebagai pengatur kebutuhan material produksi. Beberapa perusahaan lainnya menggabungkan kedua divisi tersebut menjadi satu divisi, yaitu divisi Production Planning menggabungkan kedua divisi tersebut menjadi satu divisi, yaitu divisi Production Planning Inventory Control (PPIC) yang dipimpin oleh seseorang PPIC manager.
Inventory Control (PPIC) yang dipimpin oleh seseorang PPIC manager.
Di dalam sebuah perusahaan manufaktur sering terjadi pertentangan antara divisi Di dalam sebuah perusahaan manufaktur sering terjadi pertentangan antara divisi sales, marketing, finance dan production dalam memproduksi suatu produk. Pertentangan sales, marketing, finance dan production dalam memproduksi suatu produk. Pertentangan tersebut terjadi akibat tiap divisi tersebut memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda. tersebut terjadi akibat tiap divisi tersebut memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda.
Tujuan divisi sales dan marketing adalah : Tujuan divisi sales dan marketing adalah :
Mempunyai persediaan barang jadi dalam jumlah besar Mempunyai persediaan barang jadi dalam jumlah besar Menginterupsi produksi bila tidak ada persediaan
Menginterupsi produksi bila tidak ada persediaan
Memiliki gudang untuk stok dan sistem distribusi dengan jaringan yang luas Memiliki gudang untuk stok dan sistem distribusi dengan jaringan yang luas
Tujuan divisi finance adalah : Tujuan divisi finance adalah :
o
o Mengurangi persediaanMengurangi persediaan o
o Mengurangi investasi pabrik, mesin, gudang dan disribusiMengurangi investasi pabrik, mesin, gudang dan disribusi o
o Memproduksi hanya untuk memenuhi customer orderMemproduksi hanya untuk memenuhi customer order
Tujuan divisi production adalah : Tujuan divisi production adalah : Memproduksi dala
Memproduksi dalam volume yang tetap m volume yang tetap untuk satu produk untuk satu produk Mendapatkan persediaan raw material dan WIP yang
Divisi PPIC berfungsi sebagai penengah dari pertentangan-pertentangan tersebut Divisi PPIC berfungsi sebagai penengah dari pertentangan-pertentangan tersebut dengan mempertemukan kepentingan dan tujuan dari masing-masing divisi tersebut untuk dengan mempertemukan kepentingan dan tujuan dari masing-masing divisi tersebut untuk mencapai tujuan bersama perusahaan.
mencapai tujuan bersama perusahaan.
Tugas utama divisi PPIC adalah mengeluarkan rute dan jadwal untuk produksi yang Tugas utama divisi PPIC adalah mengeluarkan rute dan jadwal untuk produksi yang memastikan utilisasi maksimal dari material, pekerja dan mesin. Kegunaan dan fungsi dari PPIC memastikan utilisasi maksimal dari material, pekerja dan mesin. Kegunaan dan fungsi dari PPIC adalah sebagai berikut :
adalah sebagai berikut :
o
o menyeimbangkan dan menjembatani keempat divisi, yaitu divisi sales, marketing, financemenyeimbangkan dan menjembatani keempat divisi, yaitu divisi sales, marketing, finance
dan production dan production
o
o melakukan koreksi dan penjadwalan ulang jika terjadi perubahan permintaan dalammelakukan koreksi dan penjadwalan ulang jika terjadi perubahan permintaan dalam
jangka waktu tertentu jangka waktu tertentu
o
o mengendalikan aliran material, kapasitas mesin, dan alokasi tenaga kerja sebaik mungkin.mengendalikan aliran material, kapasitas mesin, dan alokasi tenaga kerja sebaik mungkin.
Kegiatan utama dari divisi ini adalah : Kegiatan utama dari divisi ini adalah :
Merencanakan produksi. Perencanaan produksi ini dilakukan dengan membuat forecasting Merencanakan produksi. Perencanaan produksi ini dilakukan dengan membuat forecasting (peramalan), master planning, Material Requirements Planning (MRP) dan capacity (peramalan), master planning, Material Requirements Planning (MRP) dan capacity planning.
planning.
Implementasi dan kontrol. Bertanggung jawab untuk menjalankan rencana produksi. Implementasi dan kontrol. Bertanggung jawab untuk menjalankan rencana produksi. Kegiatan ini dilakukan melalui production activity control dan pembelian barang melalui Kegiatan ini dilakukan melalui production activity control dan pembelian barang melalui divisi purchasing.
divisi purchasing.
Inventory management. Inventory merupakan material yang ada ditangan untuk dijual Inventory management. Inventory merupakan material yang ada ditangan untuk dijual ataupun material untuk masuk ke proses produksi. Inventory merupakan divisi dari proses ataupun material untuk masuk ke proses produksi. Inventory merupakan divisi dari proses perencanaan dan penyediaan buffer untuk mengatasi perbedaan antara tingkat permintaan perencanaan dan penyediaan buffer untuk mengatasi perbedaan antara tingkat permintaan dan tingkat produksi.
dan tingkat produksi.
PPIC yang baik memiliki ciri sebagai berikut : PPIC yang baik memiliki ciri sebagai berikut :
o
o meningkatnya output pabrik meningkatnya output pabrik o
o berkurangnya “waste” produksiberkurangnya “waste” produksi o
o berkurangnya penolakan dari pelanggan akibat ketidaksesuaian spesifikasi dan waktuberkurangnya penolakan dari pelanggan akibat ketidaksesuaian spesifikasi dan waktu
pengiriman pengiriman
o
o berkurangnya ketegangan intern antara divisi-divisi dalam perusahaanberkurangnya ketegangan intern antara divisi-divisi dalam perusahaan o
o berkurangnya jumlah stok bahan baku, tanpa resiko kekuranganberkurangnya jumlah stok bahan baku, tanpa resiko kekurangan o
o lebih cepatnya keputusan dilakukanlebih cepatnya keputusan dilakukan o
o lancarnya arus kas perusahaanlancarnya arus kas perusahaan o
3 3 Penilaian terhadap PPIC dapat dilihat dari beberapa kategori, yaitu :
Penilaian terhadap PPIC dapat dilihat dari beberapa kategori, yaitu : inventory turnover
inventory turnover
jumlah inventory yang tersedia jumlah inventory yang tersedia delivery lead time
delivery lead time
persentase dari waktu untuk memenuhi permintaan konsumen persentase dari waktu untuk memenuhi permintaan konsumen
persentase dari ketidakmampuan memnuhi kebutuhan konsumen karena persentase dari ketidakmampuan memnuhi kebutuhan konsumen karena ketidaktersediaan material
ketidaktersediaan material jumlah pengeluaran
jumlah pengeluaran biaya rata-rata per unit biaya rata-rata per unit
I.2 PUSH SYSTEM VS PULL SYSTEM
I.2 PUSH SYSTEM VS PULL SYSTEM
Sistem produksi yang digunakan dalam industri
Sistem produksi yang digunakan dalam industri sekarang ini dapat digsekarang ini dapat digolongkan menjadiolongkan menjadi 2 macam yaitu push system dan pull system. Pada push system peranan sentral dipegang oleh 2 macam yaitu push system dan pull system. Pada push system peranan sentral dipegang oleh divisi PPIC yang bertugas menentukan kapasitas dan rencana produksi. Penentuan ini divisi PPIC yang bertugas menentukan kapasitas dan rencana produksi. Penentuan ini menggunakan berbagai macam proses perhitungan yang disesuaikan dengan kondisi dan menggunakan berbagai macam proses perhitungan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan perusahaan. Contoh industri yang biasanya menggunakan push system adalah kebijakan perusahaan. Contoh industri yang biasanya menggunakan push system adalah industri consumer goods. Sedangkan untuk pull system, yang biasa dilakukan dengan metode industri consumer goods. Sedangkan untuk pull system, yang biasa dilakukan dengan metode kanban, peranan sentral tidak dipegang oleh divisi PPIC karena kekuatan utama dari sistem ini kanban, peranan sentral tidak dipegang oleh divisi PPIC karena kekuatan utama dari sistem ini adalah system JIT (Just In Time) yang mengusahakan terciptanya zero inventory. Contoh adalah system JIT (Just In Time) yang mengusahakan terciptanya zero inventory. Contoh industri yang biasanya menggunakan pull system adalah industri otomotif. Perbedaan yang industri yang biasanya menggunakan pull system adalah industri otomotif. Perbedaan yang lebih jelas antara kedua system ini
lebih jelas antara kedua system ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
TABEL 1 PERBEDAAN PUSH SYSTEM DAN PULL SYSTEM TABEL 1 PERBEDAAN PUSH SYSTEM DAN PULL SYSTEM
POIN
POIN PUSH SYSTEM PUSH SYSTEM PULL PULL SYSTEMSYSTEM
Fokus
Fokus Memproduksi Memproduksi Barang Barang Customer Customer SatisfactionSatisfaction Perubahan Jadwal
Perubahan Jadwal Produksi
Produksi
Respon
Respon Cepat Cepat Respon Lambat Respon Lambat Lot
Lot Size Size Besar Besar KecilKecil Penjadwalan
Penjadwalan Produksi Produksi Berdasarkan Berdasarkan forecast forecast Berdasarkan Berdasarkan orderorder Waktu
Waktu Operasi Operasi Dapat Dapat berjalan berjalan sesuai sesuai dengandengan rencana yang telah ditetapkan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya
sebelumnya
Sesuai dengan order atau Sesuai dengan order atau permintaan
permintaan Aliran
Aliran Material Material Dari Dari depan, depan, dari dari workstationworkstation pertama
pertama
Dari belakang, dari workstation Dari belakang, dari workstation terakhir
terakhir Supplier
Supplier Banyak Banyak Tertentu Tertentu sajasaja Lokasi
Lokasi Supplier Supplier Bisa Bisa terletak terletak jauh jauh daridari lingkungan pabrik
lingkungan pabrik
Biasanya terletak di lingkungan Biasanya terletak di lingkungan yang sama
yang sama Inventory
Inventory Cost Cost Besar Besar KecilKecil
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
I.3 TENDER
I.3 TENDER
Dalam perkembangan industri saat ini, terkadang terdapat permintaan dari konsumen Dalam perkembangan industri saat ini, terkadang terdapat permintaan dari konsumen diluar permintaan normal yang biasanya ada. Permintaan ini muncul dalam jumlah tertentu diluar permintaan normal yang biasanya ada. Permintaan ini muncul dalam jumlah tertentu dan jangka waktu tertentu. Perusahaan-perusahaan yang berencana untuk memenuhi dan jangka waktu tertentu. Perusahaan-perusahaan yang berencana untuk memenuhi permintaan ini akan melakukan kesepakatan dengan konsumen dalam bentuk kontrak kerja. permintaan ini akan melakukan kesepakatan dengan konsumen dalam bentuk kontrak kerja. Kontrak kerja ditawarkan dalam bentuk tender.
Kontrak kerja ditawarkan dalam bentuk tender.
Tender itu sendiri adalah tawaran mengajukan harga untuk memborong suatu Tender itu sendiri adalah tawaran mengajukan harga untuk memborong suatu pekerjaan, untuk mengadakan barang-barang atau untuk menyediakan jasa. pengertian tender pekerjaan, untuk mengadakan barang-barang atau untuk menyediakan jasa. pengertian tender mencakup tawaran mengajukan harga untuk memborong atau melaksanakan suatu pekerjaan, mencakup tawaran mengajukan harga untuk memborong atau melaksanakan suatu pekerjaan, mengadakan barang atau jasa, membeli barang atau jasa, atau menjual barang atau jasa. mengadakan barang atau jasa, membeli barang atau jasa, atau menjual barang atau jasa. Peserta tender akan menawarkan barangnya dengan harga termurah dan kualitas terbaik. Peserta tender akan menawarkan barangnya dengan harga termurah dan kualitas terbaik. Konsumen akan memilih pemenang tender dan menyepakati kontrak kerja. Perusahaan yang Konsumen akan memilih pemenang tender dan menyepakati kontrak kerja. Perusahaan yang memenangkan tender akan memperoleh tambahan keuntungan dari hasil pemenuhan tender. memenangkan tender akan memperoleh tambahan keuntungan dari hasil pemenuhan tender. Namun jika perusahaan tidak dapat memenuhi tender yang telah ditetapkan dalam kontrak, Namun jika perusahaan tidak dapat memenuhi tender yang telah ditetapkan dalam kontrak, perusahaan akan mendapatkan penalti dan juga kehilangan kepercayaan dari konsumen.
perusahaan akan mendapatkan penalti dan juga kehilangan kepercayaan dari konsumen.
I.4 METODE PERHITUNGAN UNTUK PERENCANAAN PRODUKSI
I.4 METODE PERHITUNGAN UNTUK PERENCANAAN PRODUKSI
Dalam perencanaan produksi digunakan beberapa metode perhitungan sebagai dasar Dalam perencanaan produksi digunakan beberapa metode perhitungan sebagai dasar dalam menentukan jumlah produksi dan pembelian barang. Berikut adalah beberapa metode dalam menentukan jumlah produksi dan pembelian barang. Berikut adalah beberapa metode perhitungan yang digunakan.
perhitungan yang digunakan.
I.4.A MOVING AVERAGE
I.4.A MOVING AVERAGE
Metode moving average merupakan salah satu metode forecasting. Metode ini Metode moving average merupakan salah satu metode forecasting. Metode ini menggunakan rata-rata dari beberapa data observasi periode yang lalu untuk meramalkan menggunakan rata-rata dari beberapa data observasi periode yang lalu untuk meramalkan periode
periode berikutnya. Bobot yang seimbang diberikan kepada seluruh berikutnya. Bobot yang seimbang diberikan kepada seluruh data, baik data paling laludata, baik data paling lalu maupun yang terbaru.
maupun yang terbaru.
I.4.B EXPONENTIAL SMOOTHING
I.4.B EXPONENTIAL SMOOTHING
Metode exponential smoothing adalah metode forecast yang memperhitungkan Metode exponential smoothing adalah metode forecast yang memperhitungkan keseluruhan data masa lalu dan data aktual terbaru. Dalam perhitungannya, data aktual keseluruhan data masa lalu dan data aktual terbaru. Dalam perhitungannya, data aktual terbaru mendapat bobot yang lebih besar daripada data masa lalu.
5 5 Keterangan:
Keterangan:
α
α(smoothing constanta)(smoothing constanta) = smoothing constanta= smoothing constanta
Yaitu kecenderungan bobot (makin mendekati 1 berarti bobot terhadap latest actual sebagai Yaitu kecenderungan bobot (makin mendekati 1 berarti bobot terhadap latest actual sebagai patokan pertimbangan forecast periode berikutnya makin besar)
patokan pertimbangan forecast periode berikutnya makin besar)
latest actual
latest actual = permintaan aKtual pada = permintaan aKtual pada periode sebelumnyaperiode sebelumnya
previous forecast
previous forecast = forecast p= forecast permintaan periode sebelumermintaan periode sebelumnyanya
Masih banyak pola permintaan dan metode forecasting selain yang disebutkan diatas seperti Masih banyak pola permintaan dan metode forecasting selain yang disebutkan diatas seperti seasonal forecasting, Winter
seasonal forecasting, Winter’’s, dll.s, dll.
I.4.C SAFETY STOCK
I.4.C SAFETY STOCK
Safety stock adalah perhitungan yang digunakan untuk menghitung sejumlah material Safety stock adalah perhitungan yang digunakan untuk menghitung sejumlah material atau barang jadi yang disediakan perusahaan sebagai tindakan preventif terhadap fluktuasi atau barang jadi yang disediakan perusahaan sebagai tindakan preventif terhadap fluktuasi perusahaan. Hal ini diperlukan untuk memenuhi permintaan yang melebihi rata-rata.
perusahaan. Hal ini diperlukan untuk memenuhi permintaan yang melebihi rata-rata.
Safety stock = sigma x safety factor Safety stock = sigma x safety factor Keterangan:
Keterangan:
Sigma
Sigma22= = Avg. LeaAvg. Lead Td Time ime * (Standard * (Standard Deviation Deviation of of Demand)Demand)22 + (Avg. Demand)+ (Avg. Demand)22 * (Standard* (Standard
Deviation of Lead Time) Deviation of Lead Time)22
Sigma
Sigma == 22
Safety factor
Safety factor = Faktor keamanan yang dipilih berdasarkan service level yang diharapkan= Faktor keamanan yang dipilih berdasarkan service level yang diharapkan
TABEL 2 DAFTAR SAFETY FACTORS TABEL 2 DAFTAR SAFETY FACTORS
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
se
servrvicice leve level (el (%)%) SaSafefety Fty Facactotorr 5 500 00..0000 7 755 00..6677 8 800 00..8844 8 855 11..0044 9 900 11..2288 9 944 11..5566 9 955 11..6655 9 966 11..7755 9 977 11..8888 9 988 22..0055 9 999 22..3333 9 999..8866 33..0000 9 999..9999 44..0000
I.4.D ECONOMIC ORDER QUANTITY
I.4.D ECONOMIC ORDER QUANTITY
Economic Order Quantity (EOQ) merupakan jumlah pembelian materia
Economic Order Quantity (EOQ) merupakan jumlah pembelian material yang paling l yang paling ekonomisekonomis untuk satu periode. EOQ
untuk satu periode. EOQ (kuantitas pesanan eko(kuantitas pesanan ekonomis dalam satuanomis dalam satuan unit) dihitung dengan:n unit) dihitung dengan: Bila diketahui dalam unit
Bila diketahui dalam unit
Bila diketahui
Bila diketahui dalam dollarsdalam dollars
Keterangan : Keterangan : Au
Au = = PemakaiaPemakaian n tahunan tahunan dalam dalam satuan satuan unit unit Ad
Ad = = PemakaiaPemakaian n tahunan tahunan dalam dalam satuan satuan dollardollar S
S = = Biaya Biaya pemesanan pemesanan untuk untuk satu satu kali kali order order dalam dalam satuan satuan dollardollar
ii = Carrying cost rate dinyatakan dalam bentuk decimal atau persentase= Carrying cost rate dinyatakan dalam bentuk decimal atau persentase
cc = Harga unit dalam satuan dolla= Harga unit dalam satuan dollarr
I.4.E PPIC TOOLS
I.4.E PPIC TOOLS
Dalam menentukan jadwal produksi dan permintan barang, divisi PPIC menggunakan Dalam menentukan jadwal produksi dan permintan barang, divisi PPIC menggunakan beberapa tools berupa Production Plan, MPS, dan MRP.
beberapa tools berupa Production Plan, MPS, dan MRP.
Production PlanProduction Plan
TABEL 3 FORMAT UMUM PRODUCTION PLAN TABEL 3 FORMAT UMUM PRODUCTION PLAN
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
Baris
Baris forecast forecast diisi dengan forecast yang telah ditentukan sebelumya melalui metodediisi dengan forecast yang telah ditentukan sebelumya melalui metode forecasting.
forecasting. Baris
Baris production production diisi dengan jumlah yang akan diproduksi di masing-masing periode.diisi dengan jumlah yang akan diproduksi di masing-masing periode. Angka tersebut diperoleh dari :
Angka tersebut diperoleh dari :
Period Period 11 22 33 44 55 66 77 88 Forecast Forecast Production Production Ending Inventory Ending Inventory
7 7
Baris
Barisending inventory ending inventory diisi dengan inventory pada akhir periode yang diisi dengan inventory pada akhir periode yang diperolediperoleh dari :h dari :
Ending inventory = opening inventory + production
Ending inventory = opening inventory + production ––demand demand
Master Production Schedule (MPS)Master Production Schedule (MPS)
TABEL 4 FORMAT UMUM MPS TABEL 4 FORMAT UMUM MPS
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
Jumlah yang tertera pada baris
Jumlah yang tertera pada bariscustomer order customer order didapatkan dari metode didapatkan dari metode forecasting.forecasting. Jumlah yang tertera pada baris
Jumlah yang tertera pada barisMPS MPS berkaitan dengan Production Plan.berkaitan dengan Production Plan. Jumlah yang tertera pada baris
Jumlah yang tertera pada baris ATP ATP (Available To Promise) diperoleh dari :(Available To Promise) diperoleh dari :
ATP period 1 = on
ATP period 1 = on hand hand ––customer order customer order due due before next before next MPS MPS
ATP period n+1 =MPS
ATP period n+1 =MPS scheduled receipt scheduled receipt ––customer orders due before next MPS customer orders due before next MPS
Material Requirements Planning (MRP)Material Requirements Planning (MRP)
TABEL 5 FORMAT UMUM MRP TABEL 5 FORMAT UMUM MRP
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
Baris
Baris gross gross requirement requirement diisi dengan total kebutuhan material untuk terlaksananyadiisi dengan total kebutuhan material untuk terlaksananya produksi pada periode tertentu sesuai dengan MPS.
produksi pada periode tertentu sesuai dengan MPS. Baris
Baris scheduled receipt scheduled receipt diisi dengan jumlah unit yang sebelumnya telah dijadwalkandiisi dengan jumlah unit yang sebelumnya telah dijadwalkan untuk datang pada periode tertentu.
untuk datang pada periode tertentu.
Period Period 11 22 33 44 55 66 77 88 Customer orders Customer orders MPS MPS ATP ATP Period Period 11 22 33 44 55 66 77 88 Gross Requirement Gross Requirement Schedule Receipt Schedule Receipt Projected Availble Projected Availble Net Requirement Net Requirement Planned Order Receipt Planned Order Receipt Planned Order Release Planned Order Release
9 9 Baris
Baris projected projected availableavailable diisi dengan jumlah unit yang tersedia di inventori gudang.diisi dengan jumlah unit yang tersedia di inventori gudang. Angka tersebut diperoleh dari:
Angka tersebut diperoleh dari: PA
PAperiode nperiode n = PA= PAperiode (n-1)periode (n-1)+ SR+ SRperiode nperiode n+ POReceipt + POReceipt periode nperiode n––GRGRperiode nperiode n
Keterangan: Keterangan: PA
PA = = Projected Projected AvailableAvailable SR
SR = Scheduled = Scheduled Receipt Receipt PO
PO = = Planned Planned OrderOrder GR
GR = = Gross Gross Requirement Requirement Baris
Baris net requirement net requirement diisi dengan total penambahan material yang dibutuhkan untuk diisi dengan total penambahan material yang dibutuhkan untuk dapat m
dapat memenuhi gross emenuhi gross requirement periode tertentu requirement periode tertentu di saadi saat scheduled receipt t scheduled receipt dandan inventori projected available tidak mampu memenuhinya pada periode tersebut. Angka inventori projected available tidak mampu memenuhinya pada periode tersebut. Angka tersebut diperoleh dari:
tersebut diperoleh dari: NR
NRperiode nperiode n= Gross Requirement = Gross Requirement periode nperiode n––PAPAperiode (n-1)periode (n-1)––Scheduled Receipt Scheduled Receipt periode nperiode n
Baris
Baris planned planned order order receipt receipt diisi dengan jumlah unit yang dijadwalkan untuk datangdiisi dengan jumlah unit yang dijadwalkan untuk datang pada periode tertentu dalam rangka memenuhi net requirement yang muncul pada pada periode tertentu dalam rangka memenuhi net requirement yang muncul pada periode yang sama tersebut. Jadi, planned order receipt muncul hanya jika terdapat net periode yang sama tersebut. Jadi, planned order receipt muncul hanya jika terdapat net requirement.
requirement. Baris
Baris planned planned order order releaserelease diisi dengan jumlah unit yang dipesan pada beberapadiisi dengan jumlah unit yang dipesan pada beberapa periode sebelum tibanya planned order receipt. Selang waktu antara planned order periode sebelum tibanya planned order receipt. Selang waktu antara planned order release dan planned order receipt adalah lead time kedatangan supplier pengada release dan planned order receipt adalah lead time kedatangan supplier pengada material yang telah ditentukan sebelumnya.
I.5 ALIRAN MATERIAL DAN DOKUMEN SECARA UMUM
I.5 ALIRAN MATERIAL DAN DOKUMEN SECARA UMUM
GAMBAR 1 ALIRAN MATERIAL DAN DOKUMEN SECARA UMUM GAMBAR 1 ALIRAN MATERIAL DAN DOKUMEN SECARA UMUM
Vendor Vendor Purchasing Purchasing Receiving Receiving Inspection Inspection Accounting Accounting Customer Customer Inspection Inspection Sales Sales Work center Work center 2 2 Final Final assembly assembly shop shop Work center Work center 1 1 Planning Planning Prepare : Prepare : - material requisitions - material requisitions - bill of materials - bill of materials - route sheet - route sheet - blueprints - blueprints - Specifications - Specifications - move tickets - move tickets - material releases - material releases Material Material control control Material Material status status report report Scheduling Scheduling & & dispatching dispatching Production Planning & Control Production Planning & Control
Invoices Invoices Invoices Invoices Materials Materials & components & components Purchase Purchase order order (PO) (PO) Material to storage Material to storage Product Product C C o o m m p
p l l e e t t e e d d w w o o r r
k k & & p
p u u r r c c h h a a s s e e d d c
c o o m m p p o o n n e
e n n t t t t o o f f i i n n a a l
l a a s s s s y y C
C o o m m p p l l e e t t e e d
d c c o o m m p p o o n n e e n
n t t s s t t o o s
s t t o o r r a a g g e e Release Release job to job to shop shop
Schedule & completion feedback information Schedule & completion feedback information
Order for Order for product product Job cost Job cost report report 4 4 5 5 6 6 7 7 3 3 8 8 2 2 1 1 9 9 10 10 11 11
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
I.5.A ALIRAN MATERIAL
I.5.A ALIRAN MATERIAL
1.
1. Bahan baku datang dari vendor menuju ke divisi receiving yaitu gudang bahan baku.Bahan baku datang dari vendor menuju ke divisi receiving yaitu gudang bahan baku. 2.
2. Dari gudang bahan baku, material bahan baku dikirim ke bagian inspeksi.Dari gudang bahan baku, material bahan baku dikirim ke bagian inspeksi. 3.
3. Dari bagian inspeksi, bahan baku dikirim ke PPIC bagian material control.Dari bagian inspeksi, bahan baku dikirim ke PPIC bagian material control. 4.
4. Dari bagian material control, bahan baku dikirimkan kepada workstation 1.Dari bagian material control, bahan baku dikirimkan kepada workstation 1. 5.
5. Setelah dari workstation 1, WIP dikirim ke workstation 2, lalu dikirimkan kembali keSetelah dari workstation 1, WIP dikirim ke workstation 2, lalu dikirimkan kembali ke material control sebagai barang setengah jadi.
material control sebagai barang setengah jadi. 6.
6. Jika terjadi kerusakan atau diperlukan rework maka WIP dikirimkan kembali keJika terjadi kerusakan atau diperlukan rework maka WIP dikirimkan kembali ke workstation sebelumnya.
workstation sebelumnya. 7.
7. Setelah barang setengah jadi siap, barang tersebut dikirim ke workstation 3 yaitu finalSetelah barang setengah jadi siap, barang tersebut dikirim ke workstation 3 yaitu final assembly shop sehingga menghasilkan barang jadi.
assembly shop sehingga menghasilkan barang jadi. 8.
8. Setelah barang jadi yang merupakaSetelah barang jadi yang merupakan output dari n output dari workstation 3 selesaworkstation 3 selesai, maka barang jadi dii, maka barang jadi di kirim ke bagian inspeksi.
kirim ke bagian inspeksi. 9.
11 11 I.5.B ALIRAN DOKUMEN
I.5.B ALIRAN DOKUMEN
1.
1. Bagian planning pada PPIC mengirimkan material requisition kepada divisi purchasingBagian planning pada PPIC mengirimkan material requisition kepada divisi purchasing untuk memesan bahan baku yang dibutuhkan dan harus dibeli dan mengirim Bill of untuk memesan bahan baku yang dibutuhkan dan harus dibeli dan mengirim Bill of Material ke divisi material control untuk memberikan informasi jumlah bahan baku yang Material ke divisi material control untuk memberikan informasi jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk diproduksi serta mengirimkan route sheet, blue prints, spesifications, dibutuhkan untuk diproduksi serta mengirimkan route sheet, blue prints, spesifications, move ticket, dan
move ticket, dan material releases material releases kepada divisi scheduling akepada divisi scheduling and dispatchingnd dispatching.. 2.
2. Divisi purchasing memberikan Purchase Order kepada vendor untuk memesan bahan bakuDivisi purchasing memberikan Purchase Order kepada vendor untuk memesan bahan baku yang dibutuhkan.
yang dibutuhkan. 3.
3. Vendor mengirimkan tagihan kepada divisi accounting bersamaan dengan dikirimnyaVendor mengirimkan tagihan kepada divisi accounting bersamaan dengan dikirimnya bahan baku yang telah dipesan.
bahan baku yang telah dipesan. 4.
4. Material Control memberikan material status report kepada divisi scheduling andMaterial Control memberikan material status report kepada divisi scheduling and dispatching.
dispatching. 5.
5. Divisi scheduling and dispatching memberikan job order kepada work station.Divisi scheduling and dispatching memberikan job order kepada work station. 6.
6. Tiap work station memberikan report kepada divisi scheduling and dispatching jika telahTiap work station memberikan report kepada divisi scheduling and dispatching jika telah menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan dalam job order.
menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan dalam job order. 7.
7. Konsumen memesan produk dengan memberikan order slip kepada divisi sales.Konsumen memesan produk dengan memberikan order slip kepada divisi sales. 8.
8. Setelah produk dibeli oleh konsumen maka divisi accounting mengirimkan tagihan kepadaSetelah produk dibeli oleh konsumen maka divisi accounting mengirimkan tagihan kepada konsumen.
konsumen. 9.
9. Divisi sales memberikan informasi kepada divisi PPC berapa jumlah barang yang telahDivisi sales memberikan informasi kepada divisi PPC berapa jumlah barang yang telah dijualnya.
BAB II
BAB II
MODEL SISTEM PPIC
MODEL SISTEM PPIC
Setelah memahami dasar teori tentang pelaksanaan sebuah sistem manufaktur yang Setelah memahami dasar teori tentang pelaksanaan sebuah sistem manufaktur yang menggunakan push system dengan sentral PPIC, kita akan melakukan simulasi dari sistem menggunakan push system dengan sentral PPIC, kita akan melakukan simulasi dari sistem tersebut. Yang perlu diingat adalah model sistem PPIC yang digunakan dalam permainan ini tersebut. Yang perlu diingat adalah model sistem PPIC yang digunakan dalam permainan ini adalah hasil pengembangan dari dasar teori yang ada dengan pengemasan yang
adalah hasil pengembangan dari dasar teori yang ada dengan pengemasan yang sederhasederhana.na.
II.1 PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN
II.1 PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan PPIC Games ini, perlengkapan yang digunakan: Dalam melakukan PPIC Games ini, perlengkapan yang digunakan:
Dokumen dengan format yang sama dengan lampiran dengan disertai penambahan logoDokumen dengan format yang sama dengan lampiran dengan disertai penambahan logo tim masing-masing
tim masing-masing
Tamiya dan baterai (minimal 80 buah tamiya dan 160 buah baterai AA)Tamiya dan baterai (minimal 80 buah tamiya dan 160 buah baterai AA)
Kontainer dengan desain dan layout yang dapat ditentukan sendiri oleh tim masing-masingKontainer dengan desain dan layout yang dapat ditentukan sendiri oleh tim masing-masing
Laptop max. 2 buah (disiapkan oleh peserta sendiri sesuai kebutuhan)Laptop max. 2 buah (disiapkan oleh peserta sendiri sesuai kebutuhan)
Alat tulis dan kabel roll sesuai kebutuhanAlat tulis dan kabel roll sesuai kebutuhan
II.2 KONDISI SISTEM
II.2 KONDISI SISTEM
II.2.A PROFIL PERUSAHAAN
II.2.A PROFIL PERUSAHAAN
Di sebuah kota industri di Pulau Jawa, sekitar pertengahan tahun 1989, berdirilah Di sebuah kota industri di Pulau Jawa, sekitar pertengahan tahun 1989, berdirilah sebuah perusahaan perakitan tamiya bernama PT ZZZ. PT ZZZ telah membangun reputasi yang sebuah perusahaan perakitan tamiya bernama PT ZZZ. PT ZZZ telah membangun reputasi yang membanggakan dalam area bisnis perakitan dan penjualan produk tamiya dengan merek membanggakan dalam area bisnis perakitan dan penjualan produk tamiya dengan merek dagang XOXO berkat keteraturan dan kedisiplinan dalam bisnisnya.
dagang XOXO berkat keteraturan dan kedisiplinan dalam bisnisnya.
Dalam menjalankan usahanya itu, PT ZZZ didukung oleh berbagai mitra usaha yang Dalam menjalankan usahanya itu, PT ZZZ didukung oleh berbagai mitra usaha yang lokasinya tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia. Selain sebagai supplier, mereka lokasinya tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia. Selain sebagai supplier, mereka juga berperan sebagai distributor yang sangat penting dalam pengembangan bisnis juga berperan sebagai distributor yang sangat penting dalam pengembangan bisnis perusahaan.
13 13 Hingga saat ini, PT ZZZ telah meluncurkan tiga buah varian produk tamiya. Ketiga Hingga saat ini, PT ZZZ telah meluncurkan tiga buah varian produk tamiya. Ketiga varian produk merupakan hasil riset terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen yang saat varian produk merupakan hasil riset terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen yang saat ini masih terbatas pada masyarakat dalam negeri. Data permintaan ketiga varian tamiya ini masih terbatas pada masyarakat dalam negeri. Data permintaan ketiga varian tamiya tersebut selama beberapa periode tercatat sebagai berikut:
tersebut selama beberapa periode tercatat sebagai berikut:
TABEL 6 DATA HISTORIS PERMINTAAN MASING-MASING PRODUK TABEL 6 DATA HISTORIS PERMINTAAN MASING-MASING PRODUK
PERIODE
PERIODE BIRU BIRU PUTIH PUTIH HITAMHITAM
1 1 15 15 7 7 44 2 2 18 18 8 8 55 3 3 20 20 10 10 33 4 4 20 20 12 12 22 5 5 21 21 12 12 33 6 6 22 22 8 8 44 7 7 17 17 8 8 55 8 8 16 16 9 9 44 9 9 13 13 8 8 44 10 10 11 11 10 10 22 11 9 7 1 11 9 7 1 12 12 16 16 9 9 33 13 13 18 18 10 10 44 14 14 21 21 12 12 33 15 15 19 19 12 12 66 16 16 21 21 8 8 44 17 17 23 23 7 7 33 18 18 17 17 10 10 44 19 19 15 15 8 8 44 20 20 13 13 10 10 55 21 21 10 10 7 7 44 22 22 10 10 8 8 22 23 23 17 17 10 10 44 24 24 17 17 12 12 33 25 25 22 22 12 12 44 26 26 20 20 8 8 33 27 27 20 20 7 7 55 28 28 22 22 10 10 33 29 29 16 16 8 8 44 30 30 17 17 10 10 44
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
Untuk memenuhi permintaan konsumen, PT ZZZ menerapkan sistem produksi push Untuk memenuhi permintaan konsumen, PT ZZZ menerapkan sistem produksi push system. Penggunaan sistem tersebut memiliki konsekuensi bahwa akurasi forecast permintaan system. Penggunaan sistem tersebut memiliki konsekuensi bahwa akurasi forecast permintaan konsumen akan menentukan performa perusahaan dalam meningkatkan keuntungan. konsumen akan menentukan performa perusahaan dalam meningkatkan keuntungan. Keberhasilan perusahaan juga ditentukan oleh kemampuan produksi perusahaan yang sangat Keberhasilan perusahaan juga ditentukan oleh kemampuan produksi perusahaan yang sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya seperti bahan baku, tenaga kerja, dan penguasaan ditentukan oleh ketersediaan sumber daya seperti bahan baku, tenaga kerja, dan penguasaan teknologi.
teknologi.
PT ZZZ harus bersaing dengan beberapa perusahaan lain yang juga bergerak di bidang PT ZZZ harus bersaing dengan beberapa perusahaan lain yang juga bergerak di bidang yang sama dan menawarkan varian tamiya yang sejenis pula. Oleh karena itu, untuk yang sama dan menawarkan varian tamiya yang sejenis pula. Oleh karena itu, untuk memastikan PT ZZZ unggul di kelasnya, PT ZZZ senantiasa menjaga kinerja produksi serta memastikan PT ZZZ unggul di kelasnya, PT ZZZ senantiasa menjaga kinerja produksi serta proses rantai suplai perusahaannya. Ketersediaan bahan baku, kapasitas, kualitas sumber daya proses rantai suplai perusahaannya. Ketersediaan bahan baku, kapasitas, kualitas sumber daya manusia, inventory, dan tentunya biaya menjadi hal utama yang diperhatikan oleh PT ZZZ manusia, inventory, dan tentunya biaya menjadi hal utama yang diperhatikan oleh PT ZZZ dalam menjalankan bisnisnya.
dalam menjalankan bisnisnya.
Untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tepat pada waktunya, hal pertama yang Untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tepat pada waktunya, hal pertama yang harus dipastikan adalah tersedianya bahan baku di gudang bahan baku. Masalah persediaan harus dipastikan adalah tersedianya bahan baku di gudang bahan baku. Masalah persediaan bahan baku biasa ditimbulkan oleh ketidakakuratan informasi persediaan di gudang bahan bahan baku biasa ditimbulkan oleh ketidakakuratan informasi persediaan di gudang bahan baku. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh adanya keterlambatan pengantaran bahan baku baku. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh adanya keterlambatan pengantaran bahan baku oleh supplier.
oleh supplier.
Bahan baku perakitan tamiya yang diproduksi oleh PT ZZZ dipasok oleh lebih dari satu Bahan baku perakitan tamiya yang diproduksi oleh PT ZZZ dipasok oleh lebih dari satu supplier. Dari supplier-supplier tersebut, PT ZZZ dapat memilih supplier yang dapat dipercaya supplier. Dari supplier-supplier tersebut, PT ZZZ dapat memilih supplier yang dapat dipercaya untuk memasok bahan baku tertentu dengan jumlah sesuai kebutuhan secara tepat waktu untuk memasok bahan baku tertentu dengan jumlah sesuai kebutuhan secara tepat waktu dengan biaya yang setimpal. Supplier-supplier tersebut memiliki lokasi yang tersebar di Jawa, dengan biaya yang setimpal. Supplier-supplier tersebut memiliki lokasi yang tersebar di Jawa, dan beberapa di Sumatera. Mengingat PT ZZZ berada di Pulau Jawa, maka untuk bertransaksi dan beberapa di Sumatera. Mengingat PT ZZZ berada di Pulau Jawa, maka untuk bertransaksi dengan supplier di Pulau Sumatera, PT ZZZ mengandalkan sarana transportasi kapal muat dengan supplier di Pulau Sumatera, PT ZZZ mengandalkan sarana transportasi kapal muat barang.
barang.
Dalam pengantaran melalui laut, faktor cuaca yang berada di luar kontrol manusia Dalam pengantaran melalui laut, faktor cuaca yang berada di luar kontrol manusia menjadi sangat penting. Jika cuaca buruk, maka pengantaran harus ditunda hingga cuaca menjadi sangat penting. Jika cuaca buruk, maka pengantaran harus ditunda hingga cuaca kembali bersahabat dan pelayaran mungkin untuk dilakukan. Keterlambatan juga mungkin kembali bersahabat dan pelayaran mungkin untuk dilakukan. Keterlambatan juga mungkin dialami oleh pengantaran supplier dari Pulau Jawa dikarenakan kondisi lalu lintas darat yang dialami oleh pengantaran supplier dari Pulau Jawa dikarenakan kondisi lalu lintas darat yang tidak dapat diprediksi. Cuaca tidak bersahabat dan kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan tidak dapat diprediksi. Cuaca tidak bersahabat dan kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan kemacetan yang menyebabkan pengantaran bahan baku terlambat.
kemacetan yang menyebabkan pengantaran bahan baku terlambat.
Keterlambatan pengantaran bahan baku tentu akan menimbulkan efek terhadap Keterlambatan pengantaran bahan baku tentu akan menimbulkan efek terhadap persediaan bahan baku di gudang bahan baku, yang pada akhirnya bisa saja
15 15 keterlambatan kedatangan supplier yang telah dipilihnya. Kebijakan perusahaan harus keterlambatan kedatangan supplier yang telah dipilihnya. Kebijakan perusahaan harus disesuaikan dengan kapasitas gudang dan
disesuaikan dengan kapasitas gudang dan kemampuakemampuan kerja mesin.n kerja mesin.
Informasi penting lainnya adalah bahwa supplier yang menjadi mitra kerja PT ZZZ Informasi penting lainnya adalah bahwa supplier yang menjadi mitra kerja PT ZZZ memberikan penawaran diskon untuk pembelian bahan baku part tertentu dengan jumlah memberikan penawaran diskon untuk pembelian bahan baku part tertentu dengan jumlah tertentu. Diskon ditawarkan dalam bentuk persentase untuk pembelian part bahan baku tertentu. Diskon ditawarkan dalam bentuk persentase untuk pembelian part bahan baku dengan jumlah lebih dari 90 unit untuk part baterai dan 45 unit untuk part
dengan jumlah lebih dari 90 unit untuk part baterai dan 45 unit untuk part lainnya.lainnya.
Dengan tersedianya bahan baku di gudang bahan baku, maka proses produksi dapat Dengan tersedianya bahan baku di gudang bahan baku, maka proses produksi dapat dilaksanakan. Pengantaran bahan baku ke mesin dilakukan secara kontinu sesuai kebutuhan dilaksanakan. Pengantaran bahan baku ke mesin dilakukan secara kontinu sesuai kebutuhan sehingga mesin tidak berhenti
sehingga mesin tidak berhenti berproduksi hingga dicapai barang jadi sesuai perintah produksi.berproduksi hingga dicapai barang jadi sesuai perintah produksi. Mesin yang digunakan memiliki kapasitas produksi yang bersifat levelling sehingga dapat Mesin yang digunakan memiliki kapasitas produksi yang bersifat levelling sehingga dapat timbul kondisi di mana permintaan tidak dapat lagi dipenuhi dengan kapasitas yang ada. timbul kondisi di mana permintaan tidak dapat lagi dipenuhi dengan kapasitas yang ada. Kondisi ini dalam jangka waktu pendek dapat diatasi dengan memberlakukan overtime atau Kondisi ini dalam jangka waktu pendek dapat diatasi dengan memberlakukan overtime atau menimbun inventory.
menimbun inventory.
Masalah operasional produksi tidak hanya menyangkut keterbatasan kapasitas, tetapi Masalah operasional produksi tidak hanya menyangkut keterbatasan kapasitas, tetapi juga masalah breakdown mesin. Breakdown
juga masalah breakdown mesin. Breakdown mesin ini sesekali terjadi meski PT ZZZ telahmesin ini sesekali terjadi meski PT ZZZ telah memberlakukan Preventive Maintenance. Berikut adalah data catatan riwayat breakdown memberlakukan Preventive Maintenance. Berikut adalah data catatan riwayat breakdown mesin :
mesin :
TABEL 7 DATA HISTORIS BREAKDOWN MESIN TABEL 7 DATA HISTORIS BREAKDOWN MESIN
PERIODE
PERIODE MESIN MESIN LAMA LAMA PENANGANAN PENANGANAN (DETIK)(DETIK)
TAHUN 2006 TAHUN 2006 3 3 WS WS 3 3 150150 5 5 WS WS 2 2 180180 6 6 WS WS 3 3 6060 TAHUN 2007 TAHUN 2007 2 2 WS WS 1 1 120120 7 7 WS WS 2 2 180180 TAHUN 2008 TAHUN 2008 3 3 WS WS 2 2 180180 5 5 WS WS 1 1 180180 TAHUN 2009 TAHUN 2009 2 2 WS WS 1 1 130130 5 5 WS WS 2 2 6060 6 6 WS WS 2 2 130130 8 8 WS WS 3 3 160160
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
Penimbunan inventory, baik berupa inventory work-in-process, bahan baku di gudang Penimbunan inventory, baik berupa inventory work-in-process, bahan baku di gudang bahan baku, maupun barang jadi di gudang barang jadi, akan dihadapkan kepada kapasitas bahan baku, maupun barang jadi di gudang barang jadi, akan dihadapkan kepada kapasitas perusahaan yang terbatas. Untuk gudang bahan baku dan gudang barang jadi, hal tersebut perusahaan yang terbatas. Untuk gudang bahan baku dan gudang barang jadi, hal tersebut diatasi oleh PT ZZZ deng
diatasi oleh PT ZZZ dengan melakukan sewa gudang tambahaan melakukan sewa gudang tambahan.n.
Gudang barang jadi merupakan tempat disimpannya inventory barang jadi hasil Gudang barang jadi merupakan tempat disimpannya inventory barang jadi hasil produksi mesin sebelum nantinya akan dijual oleh divisi sales kepada konsumen melalui produksi mesin sebelum nantinya akan dijual oleh divisi sales kepada konsumen melalui distributor. Fluktuasi permintaan konsumen dan terbatasnya kapasitas produksi menyebabkan distributor. Fluktuasi permintaan konsumen dan terbatasnya kapasitas produksi menyebabkan perencanaan produksi merupakan hal penting untuk menjamin ketersediaan produk perencanaan produksi merupakan hal penting untuk menjamin ketersediaan produk perusahaan yang dibutuhkan oleh konsumen.
perusahaan yang dibutuhkan oleh konsumen.
Seiring dengan meningkatnya persaingan pasar penjualan tamiya, di samping Seiring dengan meningkatnya persaingan pasar penjualan tamiya, di samping permintaan periodik, PT ZZZ juga menerima permintaan berupa tender. Konsumen yang permintaan periodik, PT ZZZ juga menerima permintaan berupa tender. Konsumen yang membutuhkan produk tamiya varian tertentu dengan jumlah dan dalam jangka waktu yang membutuhkan produk tamiya varian tertentu dengan jumlah dan dalam jangka waktu yang tertentu pula akan membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk memenangkan tertentu pula akan membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk memenangkan tender. Setiap perusahaan bersaing dengan menawarkan harga termurah. Pemenang tender tender. Setiap perusahaan bersaing dengan menawarkan harga termurah. Pemenang tender akan mendapatkan keuntungan tambahan dari pemenuhan tender tersebut. Namun, jika akan mendapatkan keuntungan tambahan dari pemenuhan tender tersebut. Namun, jika pemenang tender gagal dalam memenuhi kontrak kerja tersebut, maka perusahaan pemenang pemenang tender gagal dalam memenuhi kontrak kerja tersebut, maka perusahaan pemenang tender tersebut harus membayar sejumlah biaya ganti rugi.
tender tersebut harus membayar sejumlah biaya ganti rugi.
Dalam menjalankan perusahaan, divisi-divisi yang terlibat dalam PT ZZZ adalah Dalam menjalankan perusahaan, divisi-divisi yang terlibat dalam PT ZZZ adalah supplier, purchasing, PPIC, gudang bahan baku, workstation, gudang barang jadi, dan
supplier, purchasing, PPIC, gudang bahan baku, workstation, gudang barang jadi, dan sales.sales. II.2.B PRODUK PERUSAHAAN
II.2.B PRODUK PERUSAHAAN
Sampai saat ini perusahaan telah mempunyai 3 vari
Sampai saat ini perusahaan telah mempunyai 3 varian produk, yaitu:an produk, yaitu:
Tamiya biruTamiya biru
Tamiya putihTamiya putih
17 17 II.2.C SUPPLIER
II.2.C SUPPLIER
TABEL 8 SUPPLIER PERUSAHAAN TABEL 8 SUPPLIER PERUSAHAAN
KELOMPOK KELOMPOK
PART
PART BAHAN BAKUBAHAN BAKU
SUPPLIER
SUPPLIER 1 1 SUPPLIER SUPPLIER 22 (PT.
(PT. PP) PP) (PT. (PT. LL)LL)
1
1 Chasis, Chasis, dinamo, dinamo, tutup tutup dynamo dynamo PP1 PP1 LL1LL1 2
2 Ban Ban depan, depan, ban ban belakang, belakang, switch switch PP2 PP2 LL2LL2 3
3 Kuningan, Kuningan, tutup tutup switch, switch, baterai baterai PP3 PP3 LL3LL3 4
4 Tutup Tutup baterai, baterai, kunci kunci body body PP4 PP4 LL4LL4 5
5 Body Body biru, biru, body body putih, putih, body body hitam hitam PP5 PP5 LL5LL5
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
Untuk saat ini, kebutuhan part bahan baku dipasok oleh dua supplier, yaitu PT PP yang Untuk saat ini, kebutuhan part bahan baku dipasok oleh dua supplier, yaitu PT PP yang selanjutnya akan disebut Supplier 1 dan PT LL yang selanjutnya akan disebut Supplier 2. selanjutnya akan disebut Supplier 1 dan PT LL yang selanjutnya akan disebut Supplier 2. Masing-masing kelompok part disuplai oleh lima anak perusahaan milik Supplier 1 dan Masing-masing kelompok part disuplai oleh lima anak perusahaan milik Supplier 1 dan Supplier 2. Kedua supplier berbeda dari segi lead time atau waktu pengantaran dan harga Supplier 2. Kedua supplier berbeda dari segi lead time atau waktu pengantaran dan harga masing-masing part.
masing-masing part. Untuk lebih jelasnya dapaUntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tat dilihat pada tabel padabel padaLAMPIRAN ALAMPIRAN A..
II.3 DIVISI
II.3 DIVISI
Divisi yang terdapat dalam pabrik tamiya pada PPIC Games kali ini meliputi tujuh divisi Divisi yang terdapat dalam pabrik tamiya pada PPIC Games kali ini meliputi tujuh divisi besar dengan jumlah minimal anggota yang diperlukan sebanyak 10 orang. Ketujuh divisi besar dengan jumlah minimal anggota yang diperlukan sebanyak 10 orang. Ketujuh divisi tersebut beserta tanggung jawabnya masing-masing dapat dilihat di bawah ini:
tersebut beserta tanggung jawabnya masing-masing dapat dilihat di bawah ini:
SupplierSupplier
Jumlah operator adalah satu orang. Jumlah operator adalah satu orang.
Mengantarkan bahan baku kepada GBB setelah menerima
Mengantarkan bahan baku kepada GBB setelah menerima Purchase OrderPurchase Order.. Pengantaran bahan baku dilakukan sesuai dengan
Pengantaran bahan baku dilakukan sesuai dengan lead timelead time masing-masing suppliermasing-masing supplier dan menurut perintah aba-aba dari Panitia.
dan menurut perintah aba-aba dari Panitia. Dokume
Dokumen yang n yang perlu diperhatikan adalahperlu diperhatikan adalahPurchase OrderPurchase Order,,Delivery SlipDelivery Slip..
PurchasingPurchasing
Jumlah operator adalah satu orang. Jumlah operator adalah satu orang. Membuat
Membuat Purchase OrderPurchase Order kepada masing-masing Supplier berisi jenis dan jumlahkepada masing-masing Supplier berisi jenis dan jumlah bahan baku yang di
bahan baku yang dipesan berdasarkanpesan berdasarkanForm Permintaan MaterialForm Permintaan Materialdari PPIC.dari PPIC. Dokumen yang perlu diperhatikan adalah
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah Purchase OrderPurchase Order,, Form PermintaanForm Permintaan Material
PPICPPIC
Jumlah operator adalah satu orang. Jumlah operator adalah satu orang.
Melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi serta
Melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi serta mengambil keputusanmengambil keputusan menyangkut tender dengan mempertimbangkan data dari seluruh anggota
menyangkut tender dengan mempertimbangkan data dari seluruh anggota tim.tim.
Mengajukan permintaan bahan baku kepada Purchasing berdasarkan
Mengajukan permintaan bahan baku kepada Purchasing berdasarkan Inventory StatusInventory Status Report
Report yang diterima setiap yang diterima setiap akhir periode.akhir periode. Mengantarkan dokumen-dokume
Mengantarkan dokumen-dokumen kepada n kepada setiap divisi setiap divisi yang bersangkutan.yang bersangkutan.
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah Master Production ScheduleMaster Production Schedule,, ProductionProduction Planning
Planning,, Bill of MaterialsBill of Materials,, Material Requirements PlanningMaterial Requirements Planning,, Form PermintaanForm Permintaan Material
Material,, Job OrderJob Order,, Inventory Status Report Inventory Status Report ,, WS Report WS Report ,, Order Receipt Order Receipt ,, FormForm Keputusan Peserta
Keputusan Peserta,,Form TenderForm Tender..
Gudang Bahan Baku (GBB)Gudang Bahan Baku (GBB)
Jumlah operator adalah dua orang. Jumlah operator adalah dua orang.
Menerima bahan baku dari Supplier dan mengatur penyimpanannya di gudang. Menerima bahan baku dari Supplier dan mengatur penyimpanannya di gudang. Menghitung persediaan bahan baku di akhir periode untuk
Menghitung persediaan bahan baku di akhir periode untuk Inventory Status Report Inventory Status Report .. Dokumen yang perlu diperhatikan adalah
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah Inventory Status Report Inventory Status Report ,,Delivery SlipDelivery Slip,, JobJob Order
Order..
Workstation (WS)Workstation (WS)
Jumlah operator adala
Jumlah operator adalah tiga h tiga orang yang terbagi ke dalam tiga WS.orang yang terbagi ke dalam tiga WS.
Merakit tamiya sesuai deskripsi kerja masing-masing WS setelah menandatangani Merakit tamiya sesuai deskripsi kerja masing-masing WS setelah menandatangani JobJob Order
Orderdari PPIC.dari PPIC.
Memberikan WS Report, yang merupakan laporan jumlah part yang tersisa di WS, Memberikan WS Report, yang merupakan laporan jumlah part yang tersisa di WS, termasuk yang berupa inventory work-in-process (WIP),
termasuk yang berupa inventory work-in-process (WIP), kepada PPIC.kepada PPIC. Dokume
Dokumen yang n yang perlu diperhatikan adalahperlu diperhatikan adalahJob OrderJob Order,,WS Report WS Report ..
TABEL 9 WORKSTATION PABRIK TAMIYA TABEL 9 WORKSTATION PABRIK TAMIYA
NOMOR NOMOR
WS
WS DESKRIPSI KERJADESKRIPSI KERJA
HASIL HASIL PRODUKSI PRODUKSI RATA-RATA WAKTU RATA-RATA WAKTU PRODUKSI PRODUKSI WS 1
WS 1 Merakit chasis dengan dinamo dan tutupMerakit chasis dengan dinamo dan tutup dinamo beserta ban depan dan ban belakang
dinamo beserta ban depan dan ban belakang WIP WIP 1 1 13 13 detik detik WS 2
WS 2 Merakit WIP 1 dengan switch, kuningan,Merakit WIP 1 dengan switch, kuningan, tutup switch, baterai, dan tutup baterai
tutup switch, baterai, dan tutup baterai WIP WIP 2 2 18 18 detik detik WS
WS 3 3 Merakit Merakit WIP WIP 2 2 dengan dengan body body dan dan kunci kunci bodybody Barang JadiBarang Jadi (Tamiya)
(Tamiya) 3 detik 3 detik
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)
19 19
Gudang Barang Jadi (GBJ)Gudang Barang Jadi (GBJ)
Jumlah operator adalah satu orang. Jumlah operator adalah satu orang.
Menghitung jumlah barang jadi di GBJ pada akhir periode, sebelum dan sesudah Menghitung jumlah barang jadi di GBJ pada akhir periode, sebelum dan sesudah penjualan.
penjualan.
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah Inventory Status Report Inventory Status Report ,, Delivery SlipDelivery Slip,,
Order Receipt Order Receipt ..
SalesSales
Jumlah operator adalah satu orang. Jumlah operator adalah satu orang. Menerima permintaan barang jadi dari
Menerima permintaan barang jadi dari konsumen.konsumen. Dokumen yang perlu diperhatikan adalah
Dokumen yang perlu diperhatikan adalah Order Receipt Order Receipt ,, Inventory Status Report Inventory Status Report ,,
Delivery Slip
Delivery Slip,,Kontrak Persetujuan TenderKontrak Persetujuan Tender..
II.4 DOKUMEN
II.4 DOKUMEN
Masing-masing divisi memiliki dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka Masing-masing divisi memiliki dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka mendukung aliran informasi di dalam perusahaan tersebut. Dokumen-dokumen yang mendukung aliran informasi di dalam perusahaan tersebut. Dokumen-dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut:
digunakan adalah sebagai berikut:
Master Production Schedule (MPS) dan Production PlanningMaster Production Schedule (MPS) dan Production Planning
Dibuat oleh PPIC Dibuat oleh PPIC..
Merupakan formulir perencanaan dan penjadwalan produksi yang dibuat berdasarkan Merupakan formulir perencanaan dan penjadwalan produksi yang dibuat berdasarkan forecast permintaan yang telah dibuat
forecast permintaan yang telah dibuat untuk delapan periode. Pada akhir setiap periodeuntuk delapan periode. Pada akhir setiap periode formulir ini dapat direvisi.
formulir ini dapat direvisi.
Bill of MaterialsBill of Materials
Dibuat oleh PPIC Dibuat oleh PPIC..
Merupakan formulir berisi part bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan Merupakan formulir berisi part bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah produk yang diinginkan.
sebuah produk yang diinginkan.
Material Requirements Planning (MRP)Material Requirements Planning (MRP)
Dibuat oleh PPIC Dibuat oleh PPIC..
Merupakan formulir perencanaan material yang mencakup jumlah part bahan baku Merupakan formulir perencanaan material yang mencakup jumlah part bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi. MRP awal disusun untuk delapan periode ke yang dibutuhkan dalam proses produksi. MRP awal disusun untuk delapan periode ke depan. Pada akhir setiap periode formulir ini dapat direvisi
Job Order (JO)Job Order (JO)
Perintah kerja bagi GBB dan WS
Perintah kerja bagi GBB dan WS dari PPIC berdasarkandari PPIC berdasarkanProduction PlanningProduction Planning..
JO GBBJO GBB
Dibuat oleh PPIC kepada GBB. Dibuat oleh PPIC kepada GBB. Berisi jumlah part yang harus
Berisi jumlah part yang harus dikirimkan kepada masing-masing WS.dikirimkan kepada masing-masing WS.
JO WSJO WS
Dibuat oleh PPIC kepada WS1, WS2, WS3. Dibuat oleh PPIC kepada WS1, WS2, WS3.
Berisi jumlah barang yang harus diproduksi oleh masing
Berisi jumlah barang yang harus diproduksi oleh masing -masing WS.-masing WS.
Berisi perintah kepada WS yang satu untuk meneruskan hasil produksinya kepada Berisi perintah kepada WS yang satu untuk meneruskan hasil produksinya kepada WS selanjutnya hingga sampai ke tangan
WS selanjutnya hingga sampai ke tangan GBJ.GBJ.
Form Permintaan Material (FPM)Form Permintaan Material (FPM)
Dibuat oleh PPIC kepada Purchasing Dibuat oleh PPIC kepada Purchasing..
Material yang dimaksud di sini
Material yang dimaksud di sini adalah bahan baku.adalah bahan baku.
Merupakan formulir berisi informasi jumlah bahan baku yang dibutuhkan beserta Merupakan formulir berisi informasi jumlah bahan baku yang dibutuhkan beserta pilihan supplier tempat bahan baku itu dipesan.
pilihan supplier tempat bahan baku itu dipesan.
Form Purchase Order (PO)Form Purchase Order (PO)
Dibuat oleh Purchasing kepada Supplier 1 dan Supplier 2 Dibuat oleh Purchasing kepada Supplier 1 dan Supplier 2..
Merupakan formulir berisi informasi mengenai jumlah bahan baku yang
Merupakan formulir berisi informasi mengenai jumlah bahan baku yang dipesan kepadadipesan kepada Supplier terpilih dalam rangka pembelian bahan baku dari Supplier tersebut.
Supplier terpilih dalam rangka pembelian bahan baku dari Supplier tersebut.
Informasi pembelian part dalam PO sesuai dengan rencana PPIC yang tertera pada Informasi pembelian part dalam PO sesuai dengan rencana PPIC yang tertera pada
Form Permintaan Material
Form Permintaan Material..
Form Delivery SlipForm Delivery Slip
Delivery Slip SupplierDelivery Slip Supplier
Dibuat oleh masing-masing Supplier kepada GBB sebanyak dua rangkap identik. Dibuat oleh masing-masing Supplier kepada GBB sebanyak dua rangkap identik. Diberikan oleh masing-masing Supplier kepada GBB bersamaan dengan Diberikan oleh masing-masing Supplier kepada GBB bersamaan dengan pengantaran barang sebagai bukti pengantaran bahan baku. Setelah ditandatangani pengantaran barang sebagai bukti pengantaran bahan baku. Setelah ditandatangani oleh GBB yang berwenang dalam penerimaan bahan baku, satu rangkap oleh GBB yang berwenang dalam penerimaan bahan baku, satu rangkap dikembalikan kepada Supplier untuk disimpan.
dikembalikan kepada Supplier untuk disimpan.
Delivery Slip GBJDelivery Slip GBJ
Dibuat oleh GBJ kepada konsumen sebanyak dua rangkap identik. Satu rangkap Dibuat oleh GBJ kepada konsumen sebanyak dua rangkap identik. Satu rangkap diberikan kepada konsumen, sedangkan satu rangkap lainnya dis
21 21 Merupakan formulir berisi jumlah barang jadi yang dikirimkan dari GBJ ke Merupakan formulir berisi jumlah barang jadi yang dikirimkan dari GBJ ke konsumen sesuai
konsumen sesuaiForm Order Receipt Form Order Receipt yang diberikan Sales.yang diberikan Sales.
Inventory Status Report Inventory Status Report
Inventory Status Finished GoodsInventory Status Finished Goods
Dibuat oleh GBJ kepada PPIC dan Sales. Dibuat oleh GBJ kepada PPIC dan Sales.
Merupakan formulir berisi informasi jumlah barang jadi (finished goods) yang Merupakan formulir berisi informasi jumlah barang jadi (finished goods) yang tersedia di GBJ.
tersedia di GBJ.
GBJ membawa kedua Inventory Status Finished Goods kepada Sales untuk GBJ membawa kedua Inventory Status Finished Goods kepada Sales untuk ditandatangani oleh Sales. Kemudian, satu rangkap disimpan oleh Sales, sedangkan ditandatangani oleh Sales. Kemudian, satu rangkap disimpan oleh Sales, sedangkan satu rangkap lain diberikan kepada PPIC.
satu rangkap lain diberikan kepada PPIC.
Inventory Status MaterialInventory Status Material
Dibuat oleh GBB kepada PPIC. Dibuat oleh GBB kepada PPIC.
Merupakan formulir berisi informasi jumlah bahan baku yang tersedia di Merupakan formulir berisi informasi jumlah bahan baku yang tersedia di GBB.GBB.
WS Report WS Report
Dibuat oleh WS 1, WS 2, WS 3 kepada PPIC Dibuat oleh WS 1, WS 2, WS 3 kepada PPIC..
Merupakan formulir berisi informasi jumlah inventory part dan WIP yang tersisa di Merupakan formulir berisi informasi jumlah inventory part dan WIP yang tersisa di masing-masing WS pada akhir periode.
masing-masing WS pada akhir periode.
Form Order Receipt Form Order Receipt
Dibuat oleh Sales kepada GBJ dan PPIC Dibuat oleh Sales kepada GBJ dan PPIC..
Merupakan formulir berisi informasi jumlah dan
Merupakan formulir berisi informasi jumlah dan spesifikasi permintaan konsumen sertaspesifikasi permintaan konsumen serta kemampua
kemampuan GBJ n GBJ dalam memenuhi permintaan tersebut pada dalam memenuhi permintaan tersebut pada akhir periode.akhir periode.
Sales membawa kedua Form Order Receipt kepada GBJ untuk ditandatangani oleh GBJ. Sales membawa kedua Form Order Receipt kepada GBJ untuk ditandatangani oleh GBJ. Lalu, 1 rangkap disimpan oleh GBJ, sedangkan
Lalu, 1 rangkap disimpan oleh GBJ, sedangkan 1 rangkap lain diberikan kepada PPIC.1 rangkap lain diberikan kepada PPIC.
Form Keputusan Peserta (FKP)Form Keputusan Peserta (FKP)
Dibuat oleh PPIC kepada Juri Dibuat oleh PPIC kepada Juri..
Merupakan formulir yang disediakan oleh Juri. Merupakan formulir yang disediakan oleh Juri.
Merupakan formulir berisi rangkuman keputusan yang harus diserahkan kepada Juri Merupakan formulir berisi rangkuman keputusan yang harus diserahkan kepada Juri paling lama satu menit sebelum periode dimulai. Keputusan tersebut mencakup paling lama satu menit sebelum periode dimulai. Keputusan tersebut mencakup permintaan pembelian bahan baku, perintah produksi, dan
Form TenderForm Tender
Dibuat oleh PPIC kepada Juri Dibuat oleh PPIC kepada Juri..
Merupakan formulir yang disediakan oleh Juri. Merupakan formulir yang disediakan oleh Juri.
Berisi keputusan ikut atau tidaknya tim dalam tender yang dibuka, beserta dengan Berisi keputusan ikut atau tidaknya tim dalam tender yang dibuka, beserta dengan harga yang ditawarkan tim kepada tender jika tim memutuskan untuk ikut dalam harga yang ditawarkan tim kepada tender jika tim memutuskan untuk ikut dalam tender.
tender.
Kontrak Persetujuan TenderKontrak Persetujuan Tender
Dibuat oleh Konsumen kepada Sales Dibuat oleh Konsumen kepada Sales..
Merupakan formulir yang disediakan oleh Juri (Konsumen) bagi tim yang berhasil Merupakan formulir yang disediakan oleh Juri (Konsumen) bagi tim yang berhasil memenangkan tender sebagai kontrak persetujuan tim untuk memenuhi permintaan memenangkan tender sebagai kontrak persetujuan tim untuk memenuhi permintaan tambahan dari tender yang
tambahan dari tender yang dimenangkannyadimenangkannya..
II.5 LAYOUT
II.5 LAYOUT
Dalam rangka kemudahan pergerakan aliran dokumen dan material dalam permainan Dalam rangka kemudahan pergerakan aliran dokumen dan material dalam permainan PPIC ini, layout masing-masing divisi perlu dirancang sedemikian rupa sehingga proses PPIC ini, layout masing-masing divisi perlu dirancang sedemikian rupa sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Berikut merupakan contoh layout perusahaan yang produksi dapat berjalan dengan lancar. Berikut merupakan contoh layout perusahaan yang menerapka
menerapkan konsep n konsep push system.push system.
GAMBAR 2 CONTOH LAYOUT PERUSAHAAN PUSH SYSTEM GAMBAR 2 CONTOH LAYOUT PERUSAHAAN PUSH SYSTEM
(Sumber: Tim Materi PPIC 2012) (Sumber: Tim Materi PPIC 2012)