III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian digunakan untuk menentukan data penelitian, menguji
kebenaran, menemukan dan mengembangkan suatu pengetahuan, serta mengkaji kebenaran suatu pengetahuan sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Metode penelitian merupakan metode kerja yang dilakukan dalam penelitian termasuk alat-alat yang digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data dilapangan pada saat melakukan penelitian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan keadaan objek atau subjek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Sugiyono,2009: 6). Tujuan penelitian ini merupakan verifikatif yaitu untuk menentukan tingkat pengaruh variabel-variabel dalam suatu kondisi.
yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis (Sugiyono, 2009: 7).
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010: 297). Sedangkan menurut Basrowi dan Akhmad Kasinu (2007: 260) populasi adalah keseluruhan subyek atau obyek yang menjadi sasaran penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS semester ganjil SMA Negeri I Pagar Dewa sebanyak tiga kelas dengan jumlah siswa keseluruhan 80 orang.
3.2.2 Sampel
Menurut Sugiyono (2010: 81), Sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan menurut Basrowi dan Akhmad Kasinu (2007: 260) sampel adalah sebagian populasi yang dipilih dengan teknik tertentu untuk mewakili populasi.
n= 2 1 Ne
N
Keterangan:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = Nilai Kritis (batas ketelitian) yang diinginkan dan persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sample yang masih bisa ditolirir. tingkat signifikansi (0,05)
(Ahmad Kasinu dan Basrowi,2007: 274)
Berdasarkan rumus di atas besarnya sampel dalam penelitian ini adalah:
n= 2
)
05
,
0
(
80
1
80
= 66,66 dibulatkan menjadi 67Jadi, besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 67 orang.
3.2.3 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel adalah probability sample dengan menggunakan
simple random sampling. Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel yang
memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi yang dipilih untuk menjadi sampel (Sugiyono, 2010: 82).
Untuk menentukan besarnya sampel pada setiap kelas dilakukan dengan alokasi proporsional agar sampel yang diambil lebih proporsional (Rahmat dalam silvia, 2009: 26) hal ini dilakukan dengan cara :
Tabel 5. Perhitungan Jumlah Sampel Untuk Masing-Masing Kelas
Kelas Perhitungan Pembulatan Persentse (%) XI IPS 1
61 , 22 27 80 67
23 34,33%
XI IPS 2
61 , 22 27 80 67
23 34,33%
XI IPS 3
77 , 21 26 80 67
21 31,34%
Jumlah 67 100%
Penentuan mahasiswa yang akan dijadikan sampel untuk setiap kelas dilakukan dengan undian yang merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menarik sampel dengan menggunakan simple random sampling (Nazir dalam silvia, 2009: 26).
3.3 Variabel Penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010: 38). Variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas (Independent Variable).
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru (X1), penggunaan media pembelajaran (X2) dan kepemilikan literatur ekonomi (X3).
2. Variabel terikat (Dependent Variable).
3.4 Definisi Konseptual dan Operasional Variabel
Definisi operasional variabel berarti mendefinisikan secara operasional suatu konsep sehingga dapat diukur, dicapai dengan melihat pada dimensi tingkah laku atau properti yang ditunjukkan oleh konsep, dan mengkategorikan hal tersebut menjadi elemen yang dapat diamati dan dapat diukur (Basrowi dan Akhmad Kasinu, 2007: 179).
3.4.1 Konseptual: a. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar (H. Nashar, 2004 :77)
b. Persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan
menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Menurut Rakhmat Jalaludin (1998: 51), persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.
Keterampilan mengajar guru adalah kecakapan atau kemampuan guru dalam menyajikan materi pelajaran. Dengan demikian seorang guru harus mempunyai persiapan mengajar antara lain, guru harus
menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang tepat, dan penguasaan kelas yang baik (Abied, 2009) sumber:
c. Media pembelajaran
Media pembelajarran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa.
d. Kepemilikan literatur
Literatur adalah bahan bacaan yang digunakan dalam berbagai aktivitas baik secara intelektual maupun rekreasi.
Indikator kepemilikan literatur yaitu: 1. Jenis literatur yang dimiliki mahasiswa. 2. Pentingnya memiliki literatur bagi mahasiswa.
3.4.2 Operasional Variabel:
Definisi-definisi yang dikemukan diatas maka untuk lebih jelasnya maka berikut ini disajikan tabel yang menggambarkan definisi operasianal variabel tentan variabel-variabel yang di gunakan dalam penelitian ini, indikator- indikator yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian :
Table 6. Indikator Masing-masing Variabel dan Sub Indikatornya
NO Variabel Indikator Sub Indikator Skala
1. Persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru (X1)
1. Persepsi positif
2. Persepsi negatif
Siswa aktif menyimak materi yang diajarkan guru.
Siswa bersikap acuh dalam kegiatan belajar mengajar.
3. Keterampilan dan kemampuan guru dalam menyajikan materi pelajaran 4. Keterampilan guru dalam penguasaan kelas yang baik
Usaha menyampaikan materi agar mudah dipahami oleh siswa Usaha dalam
berinteraksi dan berkomunikasi selama proses belajar mengajar Persepsi siswa tentang keterampilan guru mengelola kelas Kemampuan dalam menguasai dan mengkondisikan situasi kelas Keterampilan guru membimbing kelompok kecil dan perorangan Penggunaan
media
pembelajaran (X2)
1. Alat bantu yang digunakan dalam pengajaran
2. Media yang dimiliki dan digunakan guru
Adanya media visual seperti; gambar, model, objek dan alat-alat lain,
Media audio visual, elektronik, dan alat peraga
Media yang diproyeksikan dan media yang tidak diproyeksikan. Interval Kepemilikan Literatur Ekonomi (X3)
1. Jenis literatur yang dimiliki siswa
1. Bentuk dan jumlah literatur yang dimiliki siswa. 2. Dukunguan untuk
memiliki literatur dalam proses belajar.
2. Pentingnya memiliki literatur bagi siswa
1. Peranan literatur dalam proses belajar.
2. Keinginan dan realisasi untuk memiliki literatur Prestasi
Belajar (Y)
Nilai yang diperoleh siswa
Nilai Mid semester yang diperoleh siswa pada mata pelajaran ekonomi
Interval
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.5.1 Observasi
Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencataatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung (Ngalim Purwanto dalam Basrowi dan Akhmad Kasinu, 2007: 166). Teknik ini digunakan untuk memperoleh data mengenai siswa SMA Negeri I Pagar Dewa Tulang Bawang Barat.
3.5.2 Angket / Kuisioner
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 142). Skala yang digunakan dalam pengukuran angket adalah Rating Skale yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi sesorang atau kelompok orang tentang fenonema sosial. Dalam
Angket digunakan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan kepemilikan literatur ekonomi.
5.5.3 Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah, dan bukan berdasarkan perkiraan (Basrowi dan Kasinu, 2007: 166). Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data terkait dengan jumlah siswa dan hasil belajar Mata Pelajaran Ekonomi siswa semester ganjil di SMA Negeri I Pagar Dewa Tulang Bawang Barat tahun
pelajaran 2011/ 2012.
3.6 Uji Persyaratan Instrumen 3.6.1 Uji Validitas
Validitas dapat diartikan sebagai suatu tes pengukuran yang menunjukkan validitas atau kesahihan suatu instrumen. Seperti pendapat Arikunto (2010: 58), yang menyatakan bahwa ” Validitas adalah suatu ukuran yang menunjang tingkat validitas atau kesahihan suatu instrumen, sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur, sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel Untuk mengukur tingkat validitas angket yang yang diteliti secara tepat.
Untuk mengukur tingkat validitas angket digunakan rumus korelasi product
2 2
2
2
YN X -X N
X -XY N r
Y Y
xy
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
N : Jumlah sampel X : Skor butir soal Y : Skor total
Dengan kriteria pengujian apabila r hitung > r tabel dengan 0,05 maka alat ukur
tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila r hitung < r tabel maka alat ukur
tersebut adalah tidak valid (Arikunto, 2009: 72).
[image:10.595.113.449.81.229.2]Berikut disajikan tabel hasil uji validitas angket pada 67 responden dengan 18 item pernyataan.
Tabel 7. Hasil Analisis Uji Validitas Angket Untuk Variabel X1
Item Pernyataan
rhitung rtabel Kesimpulan
1 0,557 0,444 Valid
2 0,546 0,444 Valid
3 0,331 0,444 Tidak Valid
4 0,499 0,444 Valid
5 0,491 0,444 Valid
6 0,731 0,444 Valid
7 0,530 0,444 Valid
8 0,465 0,444 Valid
9 0,530 0,444 Valid
10 0,506 0,444 Valid
11 0,472 0,444 Valid
12 0,554 0,444 Valid
13 0,495 0,444 Valid
14 0,580 0,444 Valid
15 0,676 0,444 Valid
16 0,516 0,444 Valid
17 0,556 0,444 Valid
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2012
Kriteria yang digunakan adalah jika r hitung > r tabel, maka soal tersebut valid dan
sebaliknya. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dari 18 soal tersebut dinyatakan 1 tidak valid dan soal tersebut dihilangkan. Dengan demikian angket yang
digunakan dalam penelitian ini berjumlah 17 soal.
[image:11.595.115.441.338.606.2]Berikut disajikan tabel hasil uji validitas angket pada 67 responden dengan 14 item pernyataan.
Tabel 8. Hasil Analisis Uji Validitas Angket Untuk Variabel X2
Item Pernyataan
rhitung rtabel Kesimpulan
1 0,445 0,444 Valid
2 0,551 0,444 Valid
3 0,532 0,444 Valid
4 0,497 0,444 Valid
5 0,568 0,444 Valid
6 0,654 0,444 Valid
7 0,265 0,444 Tidak Valid
8 0,459 0,444 Valid
9 0,496 0,444 Valid
10 0,496 0,444 Valid
11 0,495 0,444 Valid
12 0,457 0,444 Valid
13 0,462 0,444 Valid
14 0,479 0,444 Valid
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2012
Kriteria yang digunakan adalah jika r hitung > r tabel, maka soal tersebut valid dan
sebaliknya. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dari 14 soal tersebut dinyatakan 1 tidak valid dan soal tersebut dihilangkan. Dengan demikian angket yang
Berikut disajikan tabel hasil uji validitas angket pada 67 responden dengan 13 item pernyataan.
Tabel 9. Hasil Analisis Uji Validitas Angket Untuk Variabel X3
Item Pernyataan
rhitung rtabel Kesimpulan
1 0,676 0,444 Valid
2 0,480 0,444 Valid
3 0,458 0,444 Valid
4 0,532 0,444 Valid
5 0,576 0,444 Valid
6 0,570 0,444 Valid
7 0,462 0,444 Valid
8 0,260 0,444 Tidak Valid
9 0,458 0,444 Valid
10 0,494 0,444 Valid
11 0,478 0,444 Valid
12 0,478 0,444 Valid
13 0,704 0,444 Valid
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2012
Kriteria yang digunakan adalah jika r hitung > r tabel, maka soal tersebut valid dan
sebaliknya. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dari 13 soal tersebut dinyatakan 1 tidak valid dan soal tersebut dihilangkan. Dengan demikian angket yang
digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 soal.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Suatu tes dapat dikatakan reliabel (taraf kepercayaan) yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Jadi reliabilitas tes adalah ketetapan hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-berubah, perubahan yang terjadi dapat
Sedangkan untuk mengukur tingkat reliabilitas instrumen dapat digunakan rumus Alpha sebagai berikut :
22
11 1
-1 -n
n r
t i
Keterangan:
r11 = Reliabilitas instrumen
2i
= Skor tiap-tiap item n = Banyaknya butir soal
2 t
= Varians total
Kriteria uji reliabilitas dengan rumus alpha adalah apabila rhitung > rtabel, maka alat
ukur tersebut reliabel dan juga sebaliknya, jika rhitung < rtabel maka alat ukur tidak
reliabel.
Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks r11
sebagai berikut :
Antara 0,800 sampai dengan 1,000 : sangat tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,799 : tinggi Antara 0,400 sampai dengan 0,599 : cukup Antara 0,200 sampai dengan 0,399 : kurang
Antara 0,000 sampai dengan 0,100 : sangat rendah (Arikunto, 2009: 109)
1. Persepsi Siswa Tentang Keterampilan Mengajar Guru
Berdasarkan perhitungan dengan SPSS, diperoleh hasil rhitung > rtabel, yaitu
0,843 > 0,444. Hal ini berarti, alat instrumen yang digunakan adalah reliabel. Jika dilihat pada kriteria penafsiran mengenai indeks korelasinya
r = 0,843, maka memiliki tingkat reliabilitas tinggi. 2. Penggunaan Media Pembelajaran
Berdasarkan perhitungan dengan SPSS, diperoleh hasil rhitung > rtabel, yaitu
0,746 > 0,444. Hal ini berarti, alat instrumen yang digunakan adalah reliabel. Jika dilihat pada kriteria penafsiran mengenai indeks korelasinya r = 0,746, maka memiliki tingkat reliabilitas cukup.
3. Kepemilikan Literatur Ekonomi
Berdasarkan perhitungan dengan SPSS, diperoleh hasil rhitung > rtabel, yaitu
0,752 > 0,444. Hal ini berarti, alat instrumen yang digunakan adalah reliabel. Jika dilihat pada kriteria penafsiran mengenai indeks korelasinya r = 0,752, maka memiliki tingkat reliabilitas cukup.
3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Uji Normalitas
Uji normalitas yang digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau sebaliknya adalah uji chi kuadrat (x²). Langkah-langkah yang dilakukan dengan uji chi kuadrat (x²) adalah sebagai berikut:
a. kelas interval
b. batas bawah kelas interval
c. Z-score untuk batas kelas interval dengan rumus :
Z = – , (Riduwan,2004: 352)
d. Luas 0-Z, dicari dengan menggunakan tabel kurva normal dari O – Z dengan menggunakan angka-angka untuk batas kelas.
e. Luas tiap interval, mencarinya dengan menggunakan angka-angka o-z, yaitu angka baris pertama dikurangi angka baris kedua dan seterusnya, kecuali untuk angkan yang ada pada baris tengah. Angka pada baris tengah ini di jumlahkan (Riduwan,2004: 352).
f. Frekuensi yang diharapkan, dicari dengan cara mengalihkan luas tiap interval dengan jumlah responden (Riduwan,2004: 353).
g. Chi- kuadrat hitung, dicari dengan rumus : X = ( – ) , (Riduwan,2004: 353).
2. Membandingkan chi-kuadrat hitung dengan chi-kuadrat tabel, dengan ketentuan: untuk α = 0,05 derajat kebebasan (dk) = k – 1, maka : Jika
hitung > tabel, berarti distribusi data tidak normal dan jika < , berati distribusi data normal, sehingga analisis korrelasi maupun regresi dapat dilanjutkan (Riduwan,2004: 353).
3.7.2 Uji Homogenitas
1. Menghitung varians gabungan dari semua sampel dengan menggunakan rumus:
S²= ( ( − 1) / Σ(n − 1))
2. Menghitung harga satuan B dengan rumus, B = (log S ) (n −1)
3. Menggunakan uji Chi Kuadrat untuk uji Bartlett, yaitu : x² = (in 10) {B – ( − 1) log }
Dengan kriteria pengujian jika < maka variabel tersebut
berdistribusi normal dan jika > maka variabel tersebut berdistribusi tidak normal (Sudjana, 2005: 263)
3.8 Uji Persyaratan Regresi Linier Ganda (Uji Asumsi Klasik) 3.8.1 Uji Kelinieran Regresi
Uji kelinieran regresi dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian hipotesis. Untuk regresi linier yang di dapat dari data X dan Y, apakah sudah mempunyai pola regresi yang berbentuk linier atau tidak serta koofisien arahnya berarti atau tidak dilakukan linieritas regresi. Pengujian terhadap regresi ini menggunakan Analisis Varians ( ANAVA). Pertama dilakukan menghitung jumlah kuadrat-kuadrat (JK) dari bebagai sumber varians. Untuk menguji apakah model linier yang diambil benar cocok dengan keadaan atau tidak, pengujian ini dilakukan dengan rumus :
JK (a) = (Σ )²
JK (b/a) = XY −( )( )
JK (E) = ²− ( )²
JK (S) = JK (T) – JK (a) – JK (b/a)
JK (TC) = JK(S) – JK(E)
Tiap sumber varians mempunyai derajat kebebasan (dk) yaitu 1 untuk koefisien a, 1 untuk regresi b/a, n untuk total, n-2 untuk sisa, k-2 untuk tuna cocok dan n-k untuk galat. Dengan adanya dk, maka besarnya kuadrat tengah (KT) dapat dihitung dengan jalan membagi dk dengan dknya masing-masing, seperti di bawah ini :
KT untuk koofesien a = ( ⁄ ) KT untuk regresi b/a = ( ⁄ )
KT untuk total = ( ) KT untuk sisa = ( ) KT untuk tuna cocok = ( ) KT untuk Galat = ( )
Tabel 10. Daftar analisis varians (ANAVA) untuk Uji kelinieran regresi
Sumber dk JK KT F keterangan
Total 1 N ΣY²
Koofisien (a) Regresi (b/a) Sisa
1 1 n-2
JK (a) JK (b/a) JK (S)
JK (a)
S² reg = JK (a/b) S² sis = ( )
Untuk menguji keberartian hipotesis Tuna cocok
Galat/Kekeliru an
k-2 n-k
JK(TC) JK(G)
S² TC = ( ) S² G = ( )
S²TC S²E
Untuk menguji kelinieran regresi
Kriteria pengujian:
Jika Fhitung ≥ F(1-α)(n-2) maka tolak H0 berarti koofisien arah berarti dan sebaliknya. Jika Fhitung ≤ F(1-α)(n-2) maka H0 diterima berarti koofisien arah tidak berarti.
Jika Fhitung ≤ F(1-α)(k-2,n-1) maka tolak H0 berarti regresi linier dan sebaliknya. Jika Fhitung ≥ F(1-α)(n-2) maka H0 diterima berarti regresi tidak berarti.
Untuk distribusi F yang digunakan diambil dk pembilang = (k-2) dan dk penyebut = (n-k) (Sudjana, 2002: 332).
3.8.2 Uji Multikolinearitas
Uji asumsi tentang multikolinieritas dimaksudkan untuk membuktikan atau menguji ada tidaknya hubungan yang linier antara variabel bebas (independen) yang satu dengan variabel bebas (independen) lainnya. Ada atau tidaknya korelasi antarvariabel independen dapat diketahui dengan memanfaatkan statistik korelasi
antar variable independen, apabila rhitung > rtabel, maka terjadi multikorelasi antar variable independen (Sudarmanto, 2005: 141).
3.8.3 Uji Autokorelasi
Pengujian autokorelasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi di antara data pengamatan atau tidak. Adanya Autokorelasi dapat mengakibatkan penaksir mempunyai varians tidak minimum dan uji t tidak dapat digunakan, karena akan memberikan kesimpulan yang salah. Ada atau tidaknya autokorelasi dapat dideteksi dengan menggunakan uji Durbin- Watson. Ukuran yang
digunakan untuk menyatakan ada atau tidaknya autokorelasi, yaitu apabila nilai statistik Durbin-Watson mendekati angka 2, maka dapat dinyatakan bahwa data pengamatan tidak memiliki autokorelasi (Sudarmanto, 2005: 143).
3.8.4 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah variani residual absolut sama atau tidak sama untuk semua pengamatan. Pendekatan yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu rank
korelasi dari Spearman. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak menggunakan harga koefesien signifikansi dengan membandingkan tingkat alpha yang ditetapkan maka dapat dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas diantara data pengamatan tersebut dan sebaliknya (Sudarmanto, 2005: 147 - 158).
21
2 6 1 N N d
rs i
Dimana d1 = perbedaan dalam rank yang diberikan kepada 2 karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke i.
n = banyaknya individu atau fenomena yang diberi rank.
Koefisien korelasi rank tersebut dapat dipergunakan untuk deteksi heteroskedastisitas sebagai berikut.
Asumsikan:
i
i X U
Y 0 1 1
Langkah I cocokkan regresi terhadap data mengenai Y residual ei Langkah II dengan mengabaikan tanda ei dan Xi sesuai dengan urutan yang meningkat atau menurun dan menghitung koefisien rank korelasi Spearman
21
2 6 1 N N d r i s
Langkah III dengan mengasumsikan bahwa koefisien rank korelasi populasi Ps adalah 0 dan N > 8 tingkat signifikan dari rs yang di sampel depan uji dengan pengujian t sebagai berikut.
2 2 1 s N s r r t
Dengan derajat kebebasan = N-2 Kriteria pengujian:
terpisah dan dapat diuji tingkat penting secara statistik, dengan pengujian t (Gujarati, 2000: 177).
3.9 Pengujian Hipotesis
Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan juga untuk mengukur keeratan hubungan antara X dan Y digunakan analisis regresi. Uji hipotesis dalam penelitian ini akan dilakukan dengan dua cara, yaitu:
3.9.1 Regresi Linier Sederhana
Untuk pengujian hipotesis pertama, kedua, dan ketiga penulis menggunakan rumus regresi linier sederhana yaitu:
x b a Yˆ
Untuk mengetahui nilai a dan b dicari dengan rumus: a = Yˆ -bx
a =
X X
n.
XY X
X Y
2 2
b =
2 2X X
n.
Y X XY
n
keterangan:
Ỷ = Nilai yang diprediksikan
a = Konstanta atau bila harga X = 0 b = Koefisien regresi
Selanjutnya untuk uji signifikansi digunakan uji t dengan rumus: 2 1 2 r n r r t
Dengan kriteria uji adalah,“Tolak Ho dengan alternative Ha diterima jika thitung
>Ttabel dengan taraf signifikan 0,05 dan dk n-2”
(sugiyono, 2010: 184).
3.9.2 Regresi Linier Multiple
Regresi linier multipel adalah suatu model untuk menganalisis pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), untuk menguji hipotesis ketiga variabel tersebut, digunakan model regresi linier multipel yaitu:
3 3 2 2 1
1x b x b x b
a
Yˆ
keterangan:
a = Konstanta
b1- b4 = Koefisien arah regresi X1- X3 = Variabel bebas
= Variabel terikat
b1 =
22 1 3 3 2 2 2 1 3 2 2 1 1 2 2 3 X X X X X X X Y X X
Yb2 =
22 1 2 2 2 1 1 2 1 2 2 1 X X X X X X Y X X X Y
Dilanjutkan dengan uji signifikansi koefisien korelasi ganda (uji F), dengan rumus:
JKreg dicari dengan rumus:
= + + … . +
Keterangan:
JKreg = Jumlah kuadrat regresi
JKres = Jumlah kuadrat residu
k = Jumlah variabel bebas n = Jumlah sampel
Kriteria pengujian hipotesis adalah tolak Ho jika Fhitung >Ftabel dan jika Ftabel >
Fhitung dan terima Ho, dengan dk pembilang = K dan dk penyebut = n – k – 1
dengan α = 0,05. Sebaliknya diterima jika Fhitung < Ftabel.
Yi Yi 2
JKres
) 1 /(
/
k n JK
k JK
F