• No results found

eBook Balanced Scorecard

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "eBook Balanced Scorecard"

Copied!
44
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

FUNDAMENTAL

FUNDAMENTAL

BALANCED SCORECARD

BALANCED SCORECARD

Djad

Djad

ja

ja

Sard

Sard

jana

jana

(Business Strategy & Human Capital Consultant)

(Business Strategy & Human Capital Consultant)

https://www.linkedin.com/in/djadja

(2)

Daftar

Daftar

Isi

Isi

I.

I.

Definisi

Definisi

Balanced Scorecard

Balanced Scorecard

II.

II.

Kapan Menggunakan

Kapan Menggunakan

BSC

BSC

?

?

III.

III.

BSC

BSC

dan

dan

Key P

Key P

erformance Ind

erformance Ind

icator (KPI)

icator (KPI)

IV.

IV.

Memulai

Memulai

Balanced Scorecard

Balanced Scorecard

V.

V.

KPI

KPI

Financial

Financial

VI.

VI.

KPI

KPI

Customer Relationship

Customer Relationship

VII.

VII.

KPI

KPI

Business Process

Business Process

VIII.

VIII.

KPI

KPI

Learning and Growth

Learning and Growth

IX.

IX.

Tips Implementasi

Tips Implementasi

BSC

BSC

X.

(3)

Daftar

Daftar

Isi

Isi

I.

I.

Definisi

Definisi

Balanced Scorecard

Balanced Scorecard

II.

II.

Kapan Menggunakan

Kapan Menggunakan

BSC

BSC

?

?

III.

III.

BSC

BSC

dan

dan

Key P

Key P

erformance Ind

erformance Ind

icator (KPI)

icator (KPI)

IV.

IV.

Memulai

Memulai

Balanced Scorecard

Balanced Scorecard

V.

V.

KPI

KPI

Financial

Financial

VI.

VI.

KPI

KPI

Customer Relationship

Customer Relationship

VII.

VII.

KPI

KPI

Business Process

Business Process

VIII.

VIII.

KPI

KPI

Learning and Growth

Learning and Growth

IX.

IX.

Tips Implementasi

Tips Implementasi

BSC

BSC

X.

(4)
(5)

Definisi

Definisi

Balanced

Balanced

Scorecard

Scorecard

Bagi sebuah perusahaan maupun organisasi, penting adanya suatu

Bagi sebuah perusahaan maupun organisasi, penting adanya suatu sistem penilaiansistem penilaian

kinerja guna mengoptimalkan visi dan misi dalam perencanaan bisnis yang

kinerja guna mengoptimalkan visi dan misi dalam perencanaan bisnis yang strategis.strategis.

Singkatnya, sistem penilaian kinerja dibutuhkan untuk

Singkatnya, sistem penilaian kinerja dibutuhkan untuk menciptakan kinerja yangmenciptakan kinerja yang

baik dalam melayani pelanggan, menyejahterakan karyawan, serta memuaskan

baik dalam melayani pelanggan, menyejahterakan karyawan, serta memuaskan

pemilik dan para stakeholder.

pemilik dan para stakeholder.

Sistem penilaian kinerja memungkinkan suatu

Sistem penilaian kinerja memungkinkan suatu perusahaan mengelola bisnisnya secaraperusahaan mengelola bisnisnya secara

seimbang. Dari mulai merencanakan, menilai, sampai mengontrol kinerja seluruh

seimbang. Dari mulai merencanakan, menilai, sampai mengontrol kinerja seluruh

komponen perusahaan sesuai strategi yang telah

komponen perusahaan sesuai strategi yang telah ditetapkan dan disepakati.ditetapkan dan disepakati.

Salah satu sistem penilaian kinerja yang efektif, efisien, dan bersifat

Salah satu sistem penilaian kinerja yang efektif, efisien, dan bersifat modern ialahmodern ialah

Balanced Scorecard 

Balanced Scorecard . Mulanya, sistem i. Mulanya, sistem ini muncul ni muncul untuk menyempurnakuntuk menyempurnakan sisteman sistem

penilaian kinerja tradisional yang

penilaian kinerja tradisional yang sebelumnya dianut oleh banyak perusahaan. Sistemsebelumnya dianut oleh banyak perusahaan. Sistem

penilaian kinerja tradisional hanya berfokus pada perspektif keuangan yang jauh dari

penilaian kinerja tradisional hanya berfokus pada perspektif keuangan yang jauh dari

keseimbanga

keseimbangan n sistem.sistem.

Keseimbangan sistem akhirnya diciptakan secara komprehensif yang mencakup

Keseimbangan sistem akhirnya diciptakan secara komprehensif yang mencakup

perspektif dalam jangkauan lebih luas.

perspektif dalam jangkauan lebih luas. Dapat menjangkau aspek keuangan maupunDapat menjangkau aspek keuangan maupun

non keuangan, dapat

non keuangan, dapat diimplementasdiimplementasikan sampai jangka ikan sampai jangka panjang dengan monitoringpanjang dengan monitoring

yang berkelanjutan, serta

yang berkelanjutan, serta mengatur permasalahan intern maupun mengatur permasalahan intern maupun ekstern. Tekstern. Terdapaterdapat

empat perspekti

empat perspektif yang ditawarkanf yang ditawarkanoleholehBalanced ScBalanced Scorecard (BSC) yaitorecard (BSC) yaitu perspektifu perspektif

finansial

finansial(Financial)(Financial),,hubunhubungangandengdengananpelapelangganggann(Customer Relationship)(Customer Relationship),,internalinternal

bisnis

bisnis(Internal Business Process)(Internal Business Process), serta, sertapembelajaran dan petumbuhanpembelajaran dan petumbuhan(Learning(Learning

and Growth)

(6)
(7)

Kapan

Menggunakan

BSC?

Sebelum menganut sistem penilaian kinerja modern Balanced Scorecard , sebagian besar perusahaan masih menganut sistem tradisional yang mengedepankan tangible asset yang melingkupi aspek finansial dan keuntungan semata. Sistem tradisional tersebut menggunakan penilaian keuangan ROI (Return on Investment), profit margin, maupun rasio operasi yang mengedepankan kekayaan serta laba yang cenderung hanya meraup keuntungan jangka pendek.

Jika perusahaan ingin bertahan selama mungkin di masa mendatang dan bersaing secara kompetitif di era informasi, maka perusahaan harus mulai memikirkan

keuntungan jangka panjang. Salah satunya dengan memikirkan loyalitas pelanggan. Dalam sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard , loyalitas pelanggan menjadi salah satu perspektif yang diperhatikan dan dikatagorikan sebagai Intangible Asset yang menyangkut pentingnya sumberdaya manusia.

Perspektif-perspektif non keuangan tersebut akan memberikan keuntungan yang saling menguntungkan antara pemilik perusahaan, para pemegang saham, maupun para pelanggan yang loyal dan bersifat profit. Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa alasan spesifik terkait ketepatan waktu sebuah perusahaan menganut sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard , yaitu :

1. Harga

2. Produktivitas 3. Provitabilitas

(8)

Kapan

Menggunakan

BSC?

1. Harga

Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting di tengah maraknya kompetitor di ranah produk yang sama bagi sebuah perusahaan.

Persaingan akan semakin gencar dengan diluncurkan banyak sistem yang mempermudah tranksaksi produk. Jika perusahaan masih berkutat di sistem tradisional tanpa adanya transformasi performa meliputi inisiatif maupun inovasi, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan tersebut akan bangkrut sewaktu-waktu tergerus oleh zaman dan kebutuhan.

(9)

Kapan

Menggunakan

BSC?

2. Produktivitas

Produktivitas akan mempengaruhi harga (meliputi keuntungan dan laba) pada produk perusahaan. Perusahaan yang kurang produktif dalam memanajemen sumberdaya manusia tentu akan mengalami kerugian yang signifikan di masa sekarang maupun di masa mendatang.

(10)

Kapan

Menggunakan

BSC?

3. Profitabilitas

Konsep profit atau keuntungan tidak akan terlaksana tanpa adanya sistem yang terintergrasi dan menyeluruh. Sistem penilaian kinerja

Balanced Scorecard akan melingkupi seluruh aspek yang mengedapankan pengembangan seluruh sumberdaya yang ada. Hal ini apabila diterapkan secara konsisten akan mampu mendongkrak nilai keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

(11)
(12)

KPI dan

BSC

Untuk meningkatkan kinerja eksekutif perusahaan, banyak digunakan sistem maupun metode yang mendukung. Di antara beraneka ragam penilaian dan indikator yang membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya muncullah KPI (Key Performance Indicators) dan Balanced Scorecard.

KPI sederhananya adalah suatu branchmarking dan merupakan bagian dari Balanced Scorecard. Branchmarking merupakan tehnik pengukuran hasil kerja. Beberapa pengukuran hasil kerja kemudian dibandingkan dan dipilih bagian yang terbaik untuk meningkatkan performa suatu perusahaan. Branchmarking pada akhirnya menjadi salah satu cara efektif dalam suatu manajemen perusahaan.Dalam sistem Balanced

Scorecard, KPI biasanya dioptimalkan pada perspektif internal bisnis.

Dalam pelaksanaan Balanced Scorecard, dibutuhkan indikator-indikator untuk mengukur keberhasilan mencapai tujuan. Empat perspektif yang diharapkan bisa menggeserkan pemahaman tradisional terhadap sebatas keuntungan finansial membutuhkan KPI untuk melakukan penilaian yang bersifat kuantitatif.

(13)

KPI dan

BSC

KPI bisa dikatakan lebih fokus dibandingkan Balanced Scorecard. Jika Balanced

Scorecard bersifat fleksibel dengan mengarahkan fokus pada beberapa tinjauan, maka KPI hanya akan mengukur pada fokus-fokus tertentu.

Meskipun demikian, keduanya sama-sama menggunakan metrik dalam melakukan pengukuran yang bersifat kuantitatif. Misalnya pada aspek pengukuran kepuasan

pelanggan. Beberapa metrik digunakan untuk menemukan beberapa perbandingan cara yang paling sesuai guna menghasilkan pelayanan pelanggan paling optimal.

(14)

KPI dan

BSC

Sebagai tambahan, terdapat beberapa karakteristik KPI, yaitu :

• Refleksi tujuan

KPI yang digunakan perusahaan berbanding lurus dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan peningkatan pelayanan perusahaan menggunakan KPI pengukuran kualitas pelayanan. Sedangkan tujuan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan

menggunakan KPI pengukuran keuntungan.

• Menjadi kunci kesuksesan

KPI digunakan untuk memfokuskan pada tujuan, sehingga penilaian yang digunakan dipersempit pada yang mendekati tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

• KPI bisa dijadikan acuan perbandingan.

KPI harus menggunakan variable yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Mulai dari definisi sampai metode perhitungan.

(15)

Memulai

BSC

Sebagian besar perusahaan tidak serta merta mampu menerima perubahan. Beberapa masih harus melewati beberapa tahap penyesuaian. Termasuk dengan peralihan sistem dari tradisional menuju sistem modern bernama Balanced Scorecard.

Bagi perusahaan pemula, tentu harus terlebih dahulu memahami tujuan Balanced Scorecard diterapkan pada perusahaan mereka. Setidaknya terdapat tiga tujuan utama yang patut diperhatikan, yaitu :

• Keseimbangan dalam lingkup eksternal maupun internal. Lingkup eksternal meliputi peran para pemegang saham maupun kepuasan pelanggan. Sedangkan lingkup internal meliputi upaya perusahaan dalam prosesnya menghasilkan produk baru (dari tahap perencanaan sampai proses pemasaran).

• Keseimbangan berikutnya ialah hasil kinerja secara menyeluruh. Dari pertama kali

perusahaan dibangun sampai saat ini. Dari hasil jangka pendek sampai jangka panjang.

• Keseimbangan yang bersifat objektif maupun subjektif. Artinya, hasil yang diperoleh

(16)

Memulai

BSC

Setelah mengetahui ketiga tujuan penting di atas, maka perusahaan pemula dapat mulai menyusun ragam perencanaan yang dibutuhkan untuk menciptakan sistem Balanced Scorecard yang terintegrasi. Berikut daftar yang harus mulai dipersiapkan :

1. Visi dan misi perusahaan. 2. Pengembangan strategi.

3. Inisiatif dan inovatif dalam berbisnis.

(17)

Memulai

BSC

1. Visi dan Misi Perusahaan

Visi merupakan tujuan perusahaan didirikan di masa sekarang sampai masa mendatang. Sedangkan misi merupakan serangkaian strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard akan mengarahkan pada pencapaian tujuan dengan strategi yang efektif dan efisien.

(18)

Memulai

BSC

2. Pengembangan Strategi

Perkembangan zaman yang signifikan menyebabkan pihak perusahaan harus senantiasa kreatif dalam mengupayakan strategi yang tepat sasaran. Pengembangan strategi bisa diikutsertakan ke dalam tabel peningkatkan sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard.

(19)

Memulai

BSC

3. Inisiatif dan Inovatif dalam

Berbisnis

Inisiatif dibutuhkan supaya perusahaan tidak tenggelam pada sistem tradisional yang hanya mengedepankan petinggi perusahaan. Seluruh anggota layaknya memiliki peran penting yang sama untuk mengerahkan sumberdaya berupa ide-ide segar pada produk perusahaan.

(20)

Memulai

BSC

4. Mengarahkan tiap-tiap level

divisi

Pentingnya peran masing-masing individu pada setiap perusahaan, otomatis akan menuntun para petinggi untuk melakukan sosialisasi. Sosialisasi peralihan sistem harus disertai dengan arahan yang berkesinambungan. Proses pembalajaran ini diupayakan dalam rangka peningkatan sumberdaya manusia. Di masa mendatang, proses ini akan membawa manfaat yang besar selama sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard  diterapkan.

(21)
(22)

KPI

Finansial

KPI merupakan alat ukur yang bisa digunakan para manajer untuk memantau alur bisnis perusahaan. KPI bisa dijadikan acuan supaya tujuan jangka panjang perusahaan bisa tetap berada pada jalur yang semestinya. Salah satu jenisnya ialah KPI finansial yang fokus mengukur target di aspek keuangan perusahaan.

Di bawah ini terdapat beberapa indikator penting tercapainya kesuksesan dalam penyusunan KPI finansial, yaitu :

1. Tingkat Pertumbuhan Pendapatan (Revenue Growth Rate)

2. Keuntungan Bersih (Net Profit).

3. Marjin Keuntungan Bersih (Net Profit Margin).

4. Marjin Keuntungan Operasional (Operation Profit Margin).

(23)

KPI

Finansial

Tingkat Pertumbuhan

Pendapatan (Revenue Growth

Rate)

Salah satu money maker tertinggi sebuah perusahaan berasal dari pemasukan yang meningkat. Pemasukan yang meningkat berangkat dari tercapainya suatu produk perusahaan dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini merupakan proses pembelajaran untuk memahami laju tingkat pertumbuhan pendapatan pada setiap tingkatan periode. Prinsipnya sederhana, semakin lama, laju permintaan produk haruslah berkembang.

(24)

KPI

Finansial

Keuntungan Bersih (Net Profit)

Keuntungan merupakan salah satu aspek yang paling berpengaruh pada sebuah

perusahaan. Tanpa tercapainya target keuntungan, maka tidak akan satupun pemegang saham yang bisa bertahan lama. Keuntungan bersih diperoleh setelah segala macam pemasukan dikurangi biaya-biaya produksi dan pengeluaran lainnya.

(25)

KPI

Finansial

Marjin Keuntungan Bersih (Net

Profit Margin)

Marjin keuntungan bersih diperoleh dengan membagi nilai keuntungan bersih yang sebenarnya dengan nilai seluruh hasil penjualan yang sebenarnya. Hasilnya berupa persen yang akan memperlihatkan perbadingan jenis produk dengan produk tandingan dari perusahaan lain. Marjin keuntungan bersih merupakan bentuk keuntungan dalam bentuk rupiah pada setiap pendapatan yang diraup.

(26)

KPI

Finansial

Marjin Keuntungan Operasional

(Operation Profit Margin)

Marjin keuntungan operasional merupakan rasio pengukuran fungsi harga di pasaran. Biaya operasional sehari-hari dimasukkan ke dalam biaya operasional keseluruhan. Dengan begitu, akan nampak indikator keberhasilan perusahaan menghasilkan pundi-pundi kekayaan pada setiap penjualan produk sebelum dipotong pajak.

(27)

KPI

Finansial

Siklus Konversi Uang (Cash

Convertion Cycle)

Dalam suatu bisnis, semakin panjang masa yang dibutuhkan dalam menjalankannya maka akan semakin sulit bagi perusahaan untuk memutar uang dan bisa berakhir pada kebangkrutan. Karena itu, penjualan produk yang tinggi harus seimbang dari masuknya arus kas yang stabil.

(28)

KPI

Customer

Relationship

Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi performa sebuah

perusahaan ialah aspek kepuasan pelanggan. Tercapainya

kepuasan pelanggan akan mengantarkan kepada loyalitas

pelanggan yang berpengaruh pada pertumbuhan pendapatan

perusahaan. Terdapat KPI sebagai indikator untuk memudahkan

proses evaluasi perusahaan dalam memonitoring hubungan

kepuasan pelanggan. Peran KPI sangat penting untuk analisa

manajemen mempertahankan pelanggan sebuah perusahaan.

Istilah pembeli adalah raja menjadi pertimbangan yang sangat

prinsipil untuk keberhasilan bisnis perusahaan. Segala inovasi

produk dikerahkan untuk mencapai kepuasan pembeli.

Monitoring terhadap produk pesaing juga tidak luput

diperhatikan. Terdapat beberapa hal yang tak kalah penting

untuk ditinjau ulang. Mulai dari agen produk perusahaan,

sampai kesempurnaan produk yang dipasarkan. Inilah salah satu

fungsi KPI hubungan pelanggan diterapkan, tidak lain untuk

memperhatikan hal-hal kecil demi tercapainya aspek kepuasan

pelanggan.

(29)

KPI

Customer

Relationship

Memperbarui Hubungan

Penting untuk memperbarui hubungan dengan para pelanggan atau

klien perusahaan Anda. Langkah ini bisa dilakukan dengan

menghubungi pelanggan atau klien perusahaan Anda melalui email

sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali. Jika Anda mengalami

kesulitan mengimplementasikan langkah ini, Anda bisa mengaktifkan

software otomatis yang terintegrasi pada email perusahaan Anda.

(30)

KPI

Customer

Relationship

Memperhatikan Sikap Timbal

Balik Pelanggan

Tidak semua pelanggan akan merespon dengan baik email yang

perusahaan Anda kirim. Di sini Anda bisa memperhatikan sikap

pelanggan yang melakukan feedback atau tetap berlangganan pada

newsletter . Hasilnya bisa Anda petakan sebagai pola KPI untuk

(31)

KPI

Customer

Relationship

Respon

Anda sebaiknya memberikan respon yang cepat terhadap event atau

kabar terkini dari perusahaan Anda. Langkah ini juga bisa

diintegrasikan secara otomatis pada email perusahaan Anda. Respon

yang cepat akan memberikan pelayanan yang maksimal pada

pelanggan, sehingga pelanggan perusahaan Anda akan merasa

istimewa.

(32)

KPI

Customer

Relationship

Tingkat Perubahan

Perusahaan Anda bisa melacak terhadap keaktifan respon para

pelanggan Anda. Respon tersebut bisa dijadikan acuan untuk

menentukan KPI yang tepat dan bisa Anda pertimbangkan

berdasarkan tujuan perusahaan.

(33)

KPI

Customer

Relationship

Social Media

Anda bisa melacak para pelanggan dalam memanfaatkan sosial media

yang berkaitan dengan perusahaan Anda. Langkah ini termasuk

melihat rating ataupun seberapa sering pelanggan Anda membuka

atau melakukan transaksi online. Anda dapat mengukur seberapa

efektif sosial media perusahaan Anda dalam menarik lebih banyak

pelanggan.

SMS

(34)
(35)

KPI

Business

Process

Proses bisnis merupakan aspek terbesar yang meliputi banyak

komponen pada suatu perusahaan. Pembuatan KPI untuk aspek ini

biasanya disertai dengan urutan matrik yang terarah supaya dihasilkan

pengukuran yang efektif dan efisien. Perusahaan setidaknya harus

mempertimbangkan tiga garis besar yang menjadi sorotan utama

dalam KPI proses bisnis, yaitu sumber daya manusia, proses, serta

teknologi masa kini. Berikut pemaparan lengkapnya.

(36)

KPI

Learning

and

Growth

Pada sistem Balanced Scorecard , terdapat perspektif pembelajaran dan

perkembangan (learning and growth) suatu kinerja perusahaan.

Perspektif ini memfokuskan suatu perusahaan untuk belajar dan

berkembang sebagai upaya mewujudkan visi mereka. Dengan kata

lain, terdapat tiga hal yang harus dipelajari oleh perusahaan, yaitu

kepuasan pelanggan, peningkatan kinerja bisnis, serta pencapaian

keuntungan maksimal.

(37)

KPI

Learning

and

Growth

Di bawah ini terdapat beberapa contoh tolok ukur KPI yang bisa

digunakan untuk pembelajaran dan perkembangan suatu perusahaan.

Partisipasi karyawan pada kegiatan perusahaan Pelatihan karyawan

Jam pelatihan yang diperoleh karyawan Pelatihan manajemen kepemimpinan Rata-rata jam kerja karyawan Hukuman terhadap pelanggaran Perputaran posisi karyawan Pelaksanaan tugas fungsional Absensi karyawan Pemecahan masalah tim Indeks kepuasan karyawan Total biaya inovasi

Kritik dan saran oleh karyawan pada perusahaan Total biaya pengembangan sistem informasi terintegrasi Kritik dan saran antar karyawan Investasi terhadap inovasi produk baru

Bonus karyawan Investasi terhadap pelayanan pelanggan Kecelakaan saat produksi Investasi terhadap pelatihan Pengeluaran non-produk Investasi terhadap penelitian Produktivitas dan keaktifan karyawan Investasi terhadap aspek pemasaran Jaminan kesehatan karyawan Rasio katalog produk perusahaan Kondisi kehidupan pribadi karyawan Komunikasi langsung terhadap pelanggan Indeks prestasi karyawan Usia hak paten perusahaan

(38)

Tips

Implementasi

BSC

Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan supaya implementasiBalanced Scorecard bisa dirasakan manfaatnya, yaitu :

• Komitmen dan manajemen yang baik

Balanced Scorecard merupakan kerja tim yang harus dilingkupi dengan komitmen oleh seluruh anggota perusahaan. Petinggi maupun humas perusahaan tidak akan mampu bekerja optimal jika para karyawan tidak mengerahkan sumberdayanya pada

pelaksanaan kinerja strategis. Manajemen yang baik juga dibutuhkan untuk meningkatkan tanggungjawab terhadap komitmen masing-masing anggota perusahaan selama menerapkan sistem Balanced Scorecard .

• Pembuatan daftar KPI

Daftar KPI bagi pemilik KPI di suatu perusahaan akan memudahkan proses monitoring dan evaluasi. Dalam penerapan Balanced Scorecard yang efektif dan efisien,

dibutuhkan daftar KPI yang sederhana dan tidak berbelit-belit. Penilaian kinerja dapat diterapkan melalui kartu skor terkait pelayanan pelanggan. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan dapat dimasukkan ke dalam daftar KPI dengan syarat perusahaan telah memiliki sistem yang tepat berupa peralatan yang memadai. Tanpa peralatan yang memadai, maka perusahaan akan sulit melakukan monitoring dan evaluasi pada daftar KPI tersebut.

• Konsistensi seluruh anggota perusahaan

Pepatah mengatakan tidak apa walaupun sedikit asalkan dilakukan terus menerus. Begitu juga dengan penerapan Balanced Scorecard , perusahaan dianjurkan bersikap konsistem ketika menggunakan tabel Balanced Scorecard dalam proses review kinerja strategis dalam satu bulan. Tabel Balanced Scorecard penting untuk diikutsertakan secara berkelanjutan dalam pembahasan kinerja dengan para petinggi perusahaan. Tabel tersebut berfungsi sebagai acuan perusahaan dalam upayanya meningkatkan kinerja di seluruh lapisan perusahaan.

(39)

Hal-Hal

yang

Harus

Diwaspadai

Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode yang paling sempurna untuk meningkatkan kinerja manajemen perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah kalangan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya

terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard ini.

Terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.

• Rintangan visi • Rintangan orang • Rintangan sumberdaya • Rintangan manajemen

(40)

Hal-Hal

yang

Harus

Diwaspadai

Rintangan Visi

Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.

(41)

Hal-Hal

yang

Harus

Diwaspadai

Rintangan Orang

Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dan

dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.

(42)

Hal-Hal

yang

Harus

Diwaspadai

Rintangan Sumberdaya

Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi

meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metodeBalanced Scorecard .

(43)

Hal-Hal

yang

Harus

Diwaspadai

Rintangan Manajemen

Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif.

(44)

Tentang

Penulis

Djadja Sardjana

https://www.linkedin.com/in/djadja

Djadja Sardjana previously is Head of Program Management Office Division at SampoernaTelekom, an Indonesia telecom operator. He heads the operations at STI, a subsidiary company under Sampoerna Strategic Group of Companies and is responsible for managing all aspects of STI technical strategy, planning, and project management in addition to coordinating and synchronizing activity for whole company management on strategic planning for project, marketing and operations. While at STI, he has gained hands on working on NSS and BSS implementations all across Indonesia, product roll-out in the wireless and wire line space, liasoning with the Govt. and executing in-house web-based technologies.Prior to working with Sampoerna, Mr. Sardjana worked as Project Support Senior Manager at Motorola Indonesia and oversaw sales/business development, project execution and quality functions, including new product rollouts, key account management, customer relationship development, contract negotiations, order fulfillment, security & risk management and project management.Earlier in his career, he worked as Senior Business & Operation Manager- Network Service Division at MWEB, an Indonesia network application provider and Senior Manager- Information System Infrastructure at Ariawest International, a subsidiary of AT&T and a telecom operator in Indonesia. He was also conferred with the Motorola Bravo Award for successful project management cycle.

References

Related documents

While ICRA expects the bank to maintain the existing capital levels as the incremental credit losses are likely to be absorbed through the operating profits, the capital cushions and

I understand and agree to honour the player’s agreement and school rules as stated, and accept the rules and code of conduct outlined by Noranda

In order to increase the number of contacts that can be reached by word of mouth we have asked the companies interested in the technology developed to present the COOMI project

Legarda sites that during the galleon trade, galleon trade, 99% of goods arriving the Philippines were 99% of goods arriving the Philippines were Mexican silver headed for China.

The case study design was appropriate to explore how some fund managers use product diversification strategies to improve investment returns for high-net-worth-individuals...

Figure 3: Difference between the proportion of students attending Gymnasium in grades 5, 7, and 9 and the proportion of students who received a recommendation for Gymnasium, by

Chweidan v Mishcon de Reya Solicitors [2014] n v Mishcon de Reya Solicitors [2014] n v Mishcon de Reya Solicitors [2014] n v Mishcon de Reya Solicitors [2014] EWHC 2685 31 July

Insect pests are the biggest pest problem affecting. livestock