FUNDAMENTAL
FUNDAMENTAL
BALANCED SCORECARD
BALANCED SCORECARD
Djad
Djad
ja
ja
Sard
Sard
jana
jana
(Business Strategy & Human Capital Consultant)
(Business Strategy & Human Capital Consultant)
https://www.linkedin.com/in/djadja
Daftar
Daftar
Isi
Isi
I.
I.
Definisi
Definisi
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard
II.
II.
Kapan Menggunakan
Kapan Menggunakan
BSC
BSC
?
?
III.
III.
BSC
BSC
dan
dan
Key P
Key P
erformance Ind
erformance Ind
icator (KPI)
icator (KPI)
IV.
IV.
Memulai
Memulai
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard
V.
V.
KPI
KPI
Financial
Financial
VI.
VI.
KPI
KPI
Customer Relationship
Customer Relationship
VII.
VII.
KPI
KPI
Business Process
Business Process
VIII.
VIII.
KPI
KPI
Learning and Growth
Learning and Growth
IX.
IX.
Tips Implementasi
Tips Implementasi
BSC
BSC
X.
Daftar
Daftar
Isi
Isi
I.
I.
Definisi
Definisi
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard
II.
II.
Kapan Menggunakan
Kapan Menggunakan
BSC
BSC
?
?
III.
III.
BSC
BSC
dan
dan
Key P
Key P
erformance Ind
erformance Ind
icator (KPI)
icator (KPI)
IV.
IV.
Memulai
Memulai
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard
V.
V.
KPI
KPI
Financial
Financial
VI.
VI.
KPI
KPI
Customer Relationship
Customer Relationship
VII.
VII.
KPI
KPI
Business Process
Business Process
VIII.
VIII.
KPI
KPI
Learning and Growth
Learning and Growth
IX.
IX.
Tips Implementasi
Tips Implementasi
BSC
BSC
X.
Definisi
Definisi
Balanced
Balanced
Scorecard
Scorecard
Bagi sebuah perusahaan maupun organisasi, penting adanya suatu
Bagi sebuah perusahaan maupun organisasi, penting adanya suatu sistem penilaiansistem penilaian
kinerja guna mengoptimalkan visi dan misi dalam perencanaan bisnis yang
kinerja guna mengoptimalkan visi dan misi dalam perencanaan bisnis yang strategis.strategis.
Singkatnya, sistem penilaian kinerja dibutuhkan untuk
Singkatnya, sistem penilaian kinerja dibutuhkan untuk menciptakan kinerja yangmenciptakan kinerja yang
baik dalam melayani pelanggan, menyejahterakan karyawan, serta memuaskan
baik dalam melayani pelanggan, menyejahterakan karyawan, serta memuaskan
pemilik dan para stakeholder.
pemilik dan para stakeholder.
Sistem penilaian kinerja memungkinkan suatu
Sistem penilaian kinerja memungkinkan suatu perusahaan mengelola bisnisnya secaraperusahaan mengelola bisnisnya secara
seimbang. Dari mulai merencanakan, menilai, sampai mengontrol kinerja seluruh
seimbang. Dari mulai merencanakan, menilai, sampai mengontrol kinerja seluruh
komponen perusahaan sesuai strategi yang telah
komponen perusahaan sesuai strategi yang telah ditetapkan dan disepakati.ditetapkan dan disepakati.
Salah satu sistem penilaian kinerja yang efektif, efisien, dan bersifat
Salah satu sistem penilaian kinerja yang efektif, efisien, dan bersifat modern ialahmodern ialah
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard . Mulanya, sistem i. Mulanya, sistem ini muncul ni muncul untuk menyempurnakuntuk menyempurnakan sisteman sistem
penilaian kinerja tradisional yang
penilaian kinerja tradisional yang sebelumnya dianut oleh banyak perusahaan. Sistemsebelumnya dianut oleh banyak perusahaan. Sistem
penilaian kinerja tradisional hanya berfokus pada perspektif keuangan yang jauh dari
penilaian kinerja tradisional hanya berfokus pada perspektif keuangan yang jauh dari
keseimbanga
keseimbangan n sistem.sistem.
Keseimbangan sistem akhirnya diciptakan secara komprehensif yang mencakup
Keseimbangan sistem akhirnya diciptakan secara komprehensif yang mencakup
perspektif dalam jangkauan lebih luas.
perspektif dalam jangkauan lebih luas. Dapat menjangkau aspek keuangan maupunDapat menjangkau aspek keuangan maupun
non keuangan, dapat
non keuangan, dapat diimplementasdiimplementasikan sampai jangka ikan sampai jangka panjang dengan monitoringpanjang dengan monitoring
yang berkelanjutan, serta
yang berkelanjutan, serta mengatur permasalahan intern maupun mengatur permasalahan intern maupun ekstern. Tekstern. Terdapaterdapat
empat perspekti
empat perspektif yang ditawarkanf yang ditawarkanoleholehBalanced ScBalanced Scorecard (BSC) yaitorecard (BSC) yaitu perspektifu perspektif
finansial
finansial(Financial)(Financial),,hubunhubungangandengdengananpelapelangganggann(Customer Relationship)(Customer Relationship),,internalinternal
bisnis
bisnis(Internal Business Process)(Internal Business Process), serta, sertapembelajaran dan petumbuhanpembelajaran dan petumbuhan(Learning(Learning
and Growth)
Kapan
Menggunakan
BSC?
Sebelum menganut sistem penilaian kinerja modern Balanced Scorecard , sebagian besar perusahaan masih menganut sistem tradisional yang mengedepankan tangible asset yang melingkupi aspek finansial dan keuntungan semata. Sistem tradisional tersebut menggunakan penilaian keuangan ROI (Return on Investment), profit margin, maupun rasio operasi yang mengedepankan kekayaan serta laba yang cenderung hanya meraup keuntungan jangka pendek.
Jika perusahaan ingin bertahan selama mungkin di masa mendatang dan bersaing secara kompetitif di era informasi, maka perusahaan harus mulai memikirkan
keuntungan jangka panjang. Salah satunya dengan memikirkan loyalitas pelanggan. Dalam sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard , loyalitas pelanggan menjadi salah satu perspektif yang diperhatikan dan dikatagorikan sebagai Intangible Asset yang menyangkut pentingnya sumberdaya manusia.
Perspektif-perspektif non keuangan tersebut akan memberikan keuntungan yang saling menguntungkan antara pemilik perusahaan, para pemegang saham, maupun para pelanggan yang loyal dan bersifat profit. Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa alasan spesifik terkait ketepatan waktu sebuah perusahaan menganut sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard , yaitu :
1. Harga
2. Produktivitas 3. Provitabilitas
Kapan
Menggunakan
BSC?
1. Harga
Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting di tengah maraknya kompetitor di ranah produk yang sama bagi sebuah perusahaan.
Persaingan akan semakin gencar dengan diluncurkan banyak sistem yang mempermudah tranksaksi produk. Jika perusahaan masih berkutat di sistem tradisional tanpa adanya transformasi performa meliputi inisiatif maupun inovasi, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan tersebut akan bangkrut sewaktu-waktu tergerus oleh zaman dan kebutuhan.
Kapan
Menggunakan
BSC?
2. Produktivitas
Produktivitas akan mempengaruhi harga (meliputi keuntungan dan laba) pada produk perusahaan. Perusahaan yang kurang produktif dalam memanajemen sumberdaya manusia tentu akan mengalami kerugian yang signifikan di masa sekarang maupun di masa mendatang.
Kapan
Menggunakan
BSC?
3. Profitabilitas
Konsep profit atau keuntungan tidak akan terlaksana tanpa adanya sistem yang terintergrasi dan menyeluruh. Sistem penilaian kinerja
Balanced Scorecard akan melingkupi seluruh aspek yang mengedapankan pengembangan seluruh sumberdaya yang ada. Hal ini apabila diterapkan secara konsisten akan mampu mendongkrak nilai keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.
KPI dan
BSC
Untuk meningkatkan kinerja eksekutif perusahaan, banyak digunakan sistem maupun metode yang mendukung. Di antara beraneka ragam penilaian dan indikator yang membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya muncullah KPI (Key Performance Indicators) dan Balanced Scorecard.
KPI sederhananya adalah suatu branchmarking dan merupakan bagian dari Balanced Scorecard. Branchmarking merupakan tehnik pengukuran hasil kerja. Beberapa pengukuran hasil kerja kemudian dibandingkan dan dipilih bagian yang terbaik untuk meningkatkan performa suatu perusahaan. Branchmarking pada akhirnya menjadi salah satu cara efektif dalam suatu manajemen perusahaan.Dalam sistem Balanced
Scorecard, KPI biasanya dioptimalkan pada perspektif internal bisnis.
Dalam pelaksanaan Balanced Scorecard, dibutuhkan indikator-indikator untuk mengukur keberhasilan mencapai tujuan. Empat perspektif yang diharapkan bisa menggeserkan pemahaman tradisional terhadap sebatas keuntungan finansial membutuhkan KPI untuk melakukan penilaian yang bersifat kuantitatif.
KPI dan
BSC
KPI bisa dikatakan lebih fokus dibandingkan Balanced Scorecard. Jika Balanced
Scorecard bersifat fleksibel dengan mengarahkan fokus pada beberapa tinjauan, maka KPI hanya akan mengukur pada fokus-fokus tertentu.
Meskipun demikian, keduanya sama-sama menggunakan metrik dalam melakukan pengukuran yang bersifat kuantitatif. Misalnya pada aspek pengukuran kepuasan
pelanggan. Beberapa metrik digunakan untuk menemukan beberapa perbandingan cara yang paling sesuai guna menghasilkan pelayanan pelanggan paling optimal.
KPI dan
BSC
Sebagai tambahan, terdapat beberapa karakteristik KPI, yaitu :
• Refleksi tujuan
KPI yang digunakan perusahaan berbanding lurus dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan peningkatan pelayanan perusahaan menggunakan KPI pengukuran kualitas pelayanan. Sedangkan tujuan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan
menggunakan KPI pengukuran keuntungan.
• Menjadi kunci kesuksesan
KPI digunakan untuk memfokuskan pada tujuan, sehingga penilaian yang digunakan dipersempit pada yang mendekati tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
• KPI bisa dijadikan acuan perbandingan.
KPI harus menggunakan variable yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Mulai dari definisi sampai metode perhitungan.
Memulai
BSC
Sebagian besar perusahaan tidak serta merta mampu menerima perubahan. Beberapa masih harus melewati beberapa tahap penyesuaian. Termasuk dengan peralihan sistem dari tradisional menuju sistem modern bernama Balanced Scorecard.
Bagi perusahaan pemula, tentu harus terlebih dahulu memahami tujuan Balanced Scorecard diterapkan pada perusahaan mereka. Setidaknya terdapat tiga tujuan utama yang patut diperhatikan, yaitu :
• Keseimbangan dalam lingkup eksternal maupun internal. Lingkup eksternal meliputi peran para pemegang saham maupun kepuasan pelanggan. Sedangkan lingkup internal meliputi upaya perusahaan dalam prosesnya menghasilkan produk baru (dari tahap perencanaan sampai proses pemasaran).
• Keseimbangan berikutnya ialah hasil kinerja secara menyeluruh. Dari pertama kali
perusahaan dibangun sampai saat ini. Dari hasil jangka pendek sampai jangka panjang.
• Keseimbangan yang bersifat objektif maupun subjektif. Artinya, hasil yang diperoleh
Memulai
BSC
Setelah mengetahui ketiga tujuan penting di atas, maka perusahaan pemula dapat mulai menyusun ragam perencanaan yang dibutuhkan untuk menciptakan sistem Balanced Scorecard yang terintegrasi. Berikut daftar yang harus mulai dipersiapkan :
1. Visi dan misi perusahaan. 2. Pengembangan strategi.
3. Inisiatif dan inovatif dalam berbisnis.
Memulai
BSC
1. Visi dan Misi Perusahaan
Visi merupakan tujuan perusahaan didirikan di masa sekarang sampai masa mendatang. Sedangkan misi merupakan serangkaian strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard akan mengarahkan pada pencapaian tujuan dengan strategi yang efektif dan efisien.
Memulai
BSC
2. Pengembangan Strategi
Perkembangan zaman yang signifikan menyebabkan pihak perusahaan harus senantiasa kreatif dalam mengupayakan strategi yang tepat sasaran. Pengembangan strategi bisa diikutsertakan ke dalam tabel peningkatkan sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard.
Memulai
BSC
3. Inisiatif dan Inovatif dalam
Berbisnis
Inisiatif dibutuhkan supaya perusahaan tidak tenggelam pada sistem tradisional yang hanya mengedepankan petinggi perusahaan. Seluruh anggota layaknya memiliki peran penting yang sama untuk mengerahkan sumberdaya berupa ide-ide segar pada produk perusahaan.
Memulai
BSC
4. Mengarahkan tiap-tiap level
divisi
Pentingnya peran masing-masing individu pada setiap perusahaan, otomatis akan menuntun para petinggi untuk melakukan sosialisasi. Sosialisasi peralihan sistem harus disertai dengan arahan yang berkesinambungan. Proses pembalajaran ini diupayakan dalam rangka peningkatan sumberdaya manusia. Di masa mendatang, proses ini akan membawa manfaat yang besar selama sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard diterapkan.
KPI
Finansial
KPI merupakan alat ukur yang bisa digunakan para manajer untuk memantau alur bisnis perusahaan. KPI bisa dijadikan acuan supaya tujuan jangka panjang perusahaan bisa tetap berada pada jalur yang semestinya. Salah satu jenisnya ialah KPI finansial yang fokus mengukur target di aspek keuangan perusahaan.
Di bawah ini terdapat beberapa indikator penting tercapainya kesuksesan dalam penyusunan KPI finansial, yaitu :
1. Tingkat Pertumbuhan Pendapatan (Revenue Growth Rate)
2. Keuntungan Bersih (Net Profit).
3. Marjin Keuntungan Bersih (Net Profit Margin).
4. Marjin Keuntungan Operasional (Operation Profit Margin).
KPI
Finansial
Tingkat Pertumbuhan
Pendapatan (Revenue Growth
Rate)
Salah satu money maker tertinggi sebuah perusahaan berasal dari pemasukan yang meningkat. Pemasukan yang meningkat berangkat dari tercapainya suatu produk perusahaan dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini merupakan proses pembelajaran untuk memahami laju tingkat pertumbuhan pendapatan pada setiap tingkatan periode. Prinsipnya sederhana, semakin lama, laju permintaan produk haruslah berkembang.
KPI
Finansial
Keuntungan Bersih (Net Profit)
Keuntungan merupakan salah satu aspek yang paling berpengaruh pada sebuah
perusahaan. Tanpa tercapainya target keuntungan, maka tidak akan satupun pemegang saham yang bisa bertahan lama. Keuntungan bersih diperoleh setelah segala macam pemasukan dikurangi biaya-biaya produksi dan pengeluaran lainnya.
KPI
Finansial
Marjin Keuntungan Bersih (Net
Profit Margin)
Marjin keuntungan bersih diperoleh dengan membagi nilai keuntungan bersih yang sebenarnya dengan nilai seluruh hasil penjualan yang sebenarnya. Hasilnya berupa persen yang akan memperlihatkan perbadingan jenis produk dengan produk tandingan dari perusahaan lain. Marjin keuntungan bersih merupakan bentuk keuntungan dalam bentuk rupiah pada setiap pendapatan yang diraup.
KPI
Finansial
Marjin Keuntungan Operasional
(Operation Profit Margin)
Marjin keuntungan operasional merupakan rasio pengukuran fungsi harga di pasaran. Biaya operasional sehari-hari dimasukkan ke dalam biaya operasional keseluruhan. Dengan begitu, akan nampak indikator keberhasilan perusahaan menghasilkan pundi-pundi kekayaan pada setiap penjualan produk sebelum dipotong pajak.
KPI
Finansial
Siklus Konversi Uang (Cash
Convertion Cycle)
Dalam suatu bisnis, semakin panjang masa yang dibutuhkan dalam menjalankannya maka akan semakin sulit bagi perusahaan untuk memutar uang dan bisa berakhir pada kebangkrutan. Karena itu, penjualan produk yang tinggi harus seimbang dari masuknya arus kas yang stabil.
KPI
Customer
Relationship
Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi performa sebuah
perusahaan ialah aspek kepuasan pelanggan. Tercapainya
kepuasan pelanggan akan mengantarkan kepada loyalitas
pelanggan yang berpengaruh pada pertumbuhan pendapatan
perusahaan. Terdapat KPI sebagai indikator untuk memudahkan
proses evaluasi perusahaan dalam memonitoring hubungan
kepuasan pelanggan. Peran KPI sangat penting untuk analisa
manajemen mempertahankan pelanggan sebuah perusahaan.
Istilah pembeli adalah raja menjadi pertimbangan yang sangat
prinsipil untuk keberhasilan bisnis perusahaan. Segala inovasi
produk dikerahkan untuk mencapai kepuasan pembeli.
Monitoring terhadap produk pesaing juga tidak luput
diperhatikan. Terdapat beberapa hal yang tak kalah penting
untuk ditinjau ulang. Mulai dari agen produk perusahaan,
sampai kesempurnaan produk yang dipasarkan. Inilah salah satu
fungsi KPI hubungan pelanggan diterapkan, tidak lain untuk
memperhatikan hal-hal kecil demi tercapainya aspek kepuasan
pelanggan.
KPI
Customer
Relationship
Memperbarui Hubungan
Penting untuk memperbarui hubungan dengan para pelanggan atau
klien perusahaan Anda. Langkah ini bisa dilakukan dengan
menghubungi pelanggan atau klien perusahaan Anda melalui email
sebulan sekali atau bahkan seminggu sekali. Jika Anda mengalami
kesulitan mengimplementasikan langkah ini, Anda bisa mengaktifkan
software otomatis yang terintegrasi pada email perusahaan Anda.
KPI
Customer
Relationship
Memperhatikan Sikap Timbal
Balik Pelanggan
Tidak semua pelanggan akan merespon dengan baik email yang
perusahaan Anda kirim. Di sini Anda bisa memperhatikan sikap
pelanggan yang melakukan feedback atau tetap berlangganan pada
newsletter . Hasilnya bisa Anda petakan sebagai pola KPI untuk
KPI
Customer
Relationship
Respon
Anda sebaiknya memberikan respon yang cepat terhadap event atau
kabar terkini dari perusahaan Anda. Langkah ini juga bisa
diintegrasikan secara otomatis pada email perusahaan Anda. Respon
yang cepat akan memberikan pelayanan yang maksimal pada
pelanggan, sehingga pelanggan perusahaan Anda akan merasa
istimewa.
KPI
Customer
Relationship
Tingkat Perubahan
Perusahaan Anda bisa melacak terhadap keaktifan respon para
pelanggan Anda. Respon tersebut bisa dijadikan acuan untuk
menentukan KPI yang tepat dan bisa Anda pertimbangkan
berdasarkan tujuan perusahaan.
KPI
Customer
Relationship
Social Media
Anda bisa melacak para pelanggan dalam memanfaatkan sosial media
yang berkaitan dengan perusahaan Anda. Langkah ini termasuk
melihat rating ataupun seberapa sering pelanggan Anda membuka
atau melakukan transaksi online. Anda dapat mengukur seberapa
efektif sosial media perusahaan Anda dalam menarik lebih banyak
pelanggan.
SMS
KPI
Business
Process
Proses bisnis merupakan aspek terbesar yang meliputi banyak
komponen pada suatu perusahaan. Pembuatan KPI untuk aspek ini
biasanya disertai dengan urutan matrik yang terarah supaya dihasilkan
pengukuran yang efektif dan efisien. Perusahaan setidaknya harus
mempertimbangkan tiga garis besar yang menjadi sorotan utama
dalam KPI proses bisnis, yaitu sumber daya manusia, proses, serta
teknologi masa kini. Berikut pemaparan lengkapnya.
KPI
Learning
and
Growth
Pada sistem Balanced Scorecard , terdapat perspektif pembelajaran dan
perkembangan (learning and growth) suatu kinerja perusahaan.
Perspektif ini memfokuskan suatu perusahaan untuk belajar dan
berkembang sebagai upaya mewujudkan visi mereka. Dengan kata
lain, terdapat tiga hal yang harus dipelajari oleh perusahaan, yaitu
kepuasan pelanggan, peningkatan kinerja bisnis, serta pencapaian
keuntungan maksimal.
KPI
Learning
and
Growth
Di bawah ini terdapat beberapa contoh tolok ukur KPI yang bisa
digunakan untuk pembelajaran dan perkembangan suatu perusahaan.
Partisipasi karyawan pada kegiatan perusahaan Pelatihan karyawan
Jam pelatihan yang diperoleh karyawan Pelatihan manajemen kepemimpinan Rata-rata jam kerja karyawan Hukuman terhadap pelanggaran Perputaran posisi karyawan Pelaksanaan tugas fungsional Absensi karyawan Pemecahan masalah tim Indeks kepuasan karyawan Total biaya inovasi
Kritik dan saran oleh karyawan pada perusahaan Total biaya pengembangan sistem informasi terintegrasi Kritik dan saran antar karyawan Investasi terhadap inovasi produk baru
Bonus karyawan Investasi terhadap pelayanan pelanggan Kecelakaan saat produksi Investasi terhadap pelatihan Pengeluaran non-produk Investasi terhadap penelitian Produktivitas dan keaktifan karyawan Investasi terhadap aspek pemasaran Jaminan kesehatan karyawan Rasio katalog produk perusahaan Kondisi kehidupan pribadi karyawan Komunikasi langsung terhadap pelanggan Indeks prestasi karyawan Usia hak paten perusahaan
Tips
Implementasi
BSC
Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan supaya implementasiBalanced Scorecard bisa dirasakan manfaatnya, yaitu :
• Komitmen dan manajemen yang baik
Balanced Scorecard merupakan kerja tim yang harus dilingkupi dengan komitmen oleh seluruh anggota perusahaan. Petinggi maupun humas perusahaan tidak akan mampu bekerja optimal jika para karyawan tidak mengerahkan sumberdayanya pada
pelaksanaan kinerja strategis. Manajemen yang baik juga dibutuhkan untuk meningkatkan tanggungjawab terhadap komitmen masing-masing anggota perusahaan selama menerapkan sistem Balanced Scorecard .
• Pembuatan daftar KPI
Daftar KPI bagi pemilik KPI di suatu perusahaan akan memudahkan proses monitoring dan evaluasi. Dalam penerapan Balanced Scorecard yang efektif dan efisien,
dibutuhkan daftar KPI yang sederhana dan tidak berbelit-belit. Penilaian kinerja dapat diterapkan melalui kartu skor terkait pelayanan pelanggan. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan dapat dimasukkan ke dalam daftar KPI dengan syarat perusahaan telah memiliki sistem yang tepat berupa peralatan yang memadai. Tanpa peralatan yang memadai, maka perusahaan akan sulit melakukan monitoring dan evaluasi pada daftar KPI tersebut.
• Konsistensi seluruh anggota perusahaan
Pepatah mengatakan tidak apa walaupun sedikit asalkan dilakukan terus menerus. Begitu juga dengan penerapan Balanced Scorecard , perusahaan dianjurkan bersikap konsistem ketika menggunakan tabel Balanced Scorecard dalam proses review kinerja strategis dalam satu bulan. Tabel Balanced Scorecard penting untuk diikutsertakan secara berkelanjutan dalam pembahasan kinerja dengan para petinggi perusahaan. Tabel tersebut berfungsi sebagai acuan perusahaan dalam upayanya meningkatkan kinerja di seluruh lapisan perusahaan.
Hal-Hal
yang
Harus
Diwaspadai
Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode yang paling sempurna untuk meningkatkan kinerja manajemen perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah kalangan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya
terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard ini.
Terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.
• Rintangan visi • Rintangan orang • Rintangan sumberdaya • Rintangan manajemen
Hal-Hal
yang
Harus
Diwaspadai
Rintangan Visi
Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.
Hal-Hal
yang
Harus
Diwaspadai
Rintangan Orang
Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dan
dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.
Hal-Hal
yang
Harus
Diwaspadai
Rintangan Sumberdaya
Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi
meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metodeBalanced Scorecard .
Hal-Hal
yang
Harus
Diwaspadai
Rintangan Manajemen
Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif.
Tentang
Penulis
Djadja Sardjana
https://www.linkedin.com/in/djadja
Djadja Sardjana previously is Head of Program Management Office Division at SampoernaTelekom, an Indonesia telecom operator. He heads the operations at STI, a subsidiary company under Sampoerna Strategic Group of Companies and is responsible for managing all aspects of STI technical strategy, planning, and project management in addition to coordinating and synchronizing activity for whole company management on strategic planning for project, marketing and operations. While at STI, he has gained hands on working on NSS and BSS implementations all across Indonesia, product roll-out in the wireless and wire line space, liasoning with the Govt. and executing in-house web-based technologies.Prior to working with Sampoerna, Mr. Sardjana worked as Project Support Senior Manager at Motorola Indonesia and oversaw sales/business development, project execution and quality functions, including new product rollouts, key account management, customer relationship development, contract negotiations, order fulfillment, security & risk management and project management.Earlier in his career, he worked as Senior Business & Operation Manager- Network Service Division at MWEB, an Indonesia network application provider and Senior Manager- Information System Infrastructure at Ariawest International, a subsidiary of AT&T and a telecom operator in Indonesia. He was also conferred with the Motorola Bravo Award for successful project management cycle.