• No results found

Diesel Oil Pump (8)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Diesel Oil Pump (8)"

Copied!
24
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PT. Brown & Root Indonesia

KJP Job Code J-3400-20-0000 Sheet 1 of 24

This is Bahasa Indonesia version of "350-IOM-PS-001 (S-350-1283-001) Operation Manual for GPFSB and Diesel Oil Storage/ Transfer System "

If there were discrepancies of contents between Bahasa Indonesia version and English version, the "original" English version supersedes Bahasa Indonesia version.

X Core Non-core Lifecycle Code A

For Information For Review For Approval X Released As-Built

Rev. Date Page Description Prep’d Chk’d App’d BP App’d

5A 20Feb06 all For Approval T.Bessho M.Ditto M.Ditto

6A 20 June 06 All Released T.Bessho Y.Kakutani Y.Kakutani

6B 15 Nov 06 All Released K. Irwan Y.Kakutani Y.Kakutani

3.8 MTPA Train Capacity

Pedoman Pengoperasian untuk GPFSB dan Sistem Penyimpanan/Transfer Solar (Operation Manual for GPFSB and Diesel Oil Storage/Transfer System)

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(2)

DAFTAR ISI

1. Pendahuluan ... 4

2. Dasar Perancangan ... 6

2.1 Umum... 6

2.1.1 Peralatan Sistem Penyimpanan/Transfer Solar di GPFSB...6

2.1.2 Peralatan Sistem Penyimpanan/Transfer Solar di Dermaga Umum...6

2.2 Uraian Proses... 7

2.2.1 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar...7

2.2.1.1 Operasi Pembongkaran Solar...7

2.2.1.2 Operasi Pengisian Bahan Bakar Solar di Dermaga Umum...8

2.2.1.3 Operasi Pengisian Bahan Bakar Solar di GPFSB...8

2.2.1.4 Transfer Solar ke 077-TK-1001...9

3. Persiapan untuk memulai kegiatan awal ... 9

4. Prosedur untuk memulai kegiatan Awal... 9

4.1 Umum... 9

4.2 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar... 9

4.2.1 Pengisian Awal Oleh Truk Tangki (Bulan Ke 17) ... 9

4.2.2 Pengisian Awal Setelah Pemasangan Fasilitas di Dermaga Umum dan Pemipaan (Bulan Ke 47). 10 4.2.2.1 Pengisian Awal menggunakan Pompa Hisap Solar (080-P-1001) ... 10

4.2.2.2 Pengisian Awal menggunakan Pompa Kapal... 11

5. Operasi Normal ... 12

5.1 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar... 12

5.1.1 Operasi Pembongkaran Solar... 12

5.1.2 Pengisian Ke Tangki Solar Menggunakan Pompa Hisap Solar ... 12

5.1.3 Pengisian Ke Tangki Solar Menggunakan Pompa Kapal... 12

5.1.4 Operasi Pengisian Bahan Bakar Solar di Dermaga Umum ... 12

5.1.4.1 Pengisian bahan bakar untuk Kapal Laut Besar ... 13

5.1.4.2 Pengisian bahan bakar untuk Kapal Laut Kecil dan Peralatan bermotor lainnya... 13

5.1.5 Operasi Pengisian Bahan Bakar Solar di GPFSB ... 14

5.2 Variable-variabel operasi ... 14

6. Pengendalian kualitas ... 15

7. Prosedur Penghentian Operasi Secara Normal... 16

7.1 Umum... 16

7.2 Penghentian Operasi Secara Normal ... 16

8. Prosedur Penghentian Operasi Secara Darurat... 16

8.1 Umum ... 16

8.2 Listrik Padam ... 17

8.3 Instrumen Tidak Berfungsi ... 17

8.4 Kebakaran/Kebocoran Serius ... 17

8.5 Peralatan Tidak Berfungsi... 17

8.5.1 Pompa... 17

8.5.2 Nozzle Dengan Penutup Otomatis... 17

9. Prosedur Keselamatan Kerja... 18

9.1 Umum ... 18

9.2 Bahan Berbahaya ... 19

9.3 Prosedur Keadaan Darurat Kebakaran... 19

9.4 Memadamkan Kebakaran dan Perlengkapan Perlindungan... 19

9.5 Pemeliharaan dan Perawatan Perlengkapan Kerja ... 19

9.6 Perbaikan Peralatan... 20

9.7 Pengambilan Sampel ... 20

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(3)

9.8 Penanganan Secara Aman atas Bahan-bahan Mudah Menguap dan Beracun ... 21

9.9 Perlindungan atas Pernafasan... 21

9.10 Alat Bantu Bernafas (B.A.)... 22

10. Prosedur Pengisolasian selama Pemeliharaan... 22

10.1 Umum ... 22

10.2 Prosedur Dasar ... 23

10.2.1 Pengisolasian Masing-Masing Peralatan/Sistem ... 23

10.2.1.1 Tangki ... 23 10.2.1.2 Pompa-Pompa ... 24 11. Prosedur Pemeliharaan ... 24 11.1 Umum... 24 11.1.1 Pemeliharaan Rutin/Pokok ... 24 11.1.2 Pemeliharaan Terinci... 25

11.1.3 Pemeliharaan Pencegahan Terencana... 25

11.1.4 Pemantauan Prediktif/Berdasarkan Kondisi ... 25

11.1.5 Pemeliharaan/Pemeriksaan Terhadap Perubahan ... 25

11.2 Yang perlu diperhatikan sebelum Pemeliharaan... 25

11.3 Persiapan Pemeliharaan... 26

11.3.1 Pemasangan Flens Atau Spades... 26

11.3.2 Penggantian Nitrogen Dengan Udara ... 26

11.4 Cara pengisolasian yang khas... 26

11.4.1 Tangki... 26

11.4.2 Penutupan ... 26

12. Daftar Lampiran ... 27

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(4)

1. PENDAHULUAN

GPFSB terdiri dari sistem-sistem berikut ini yang didefinisikan di dalam Daftar Definisi sistem

900-PRC-OP-1903 (S-900-1710-003), dan fasilitas sementara seperti yang disebutkan dalam prosedur pengalihan

GPFSB 900-PRC-OP-1910 (S-900-1710-101), dan Dermaga Umum, siap untuk dipergunakan (S-900-1710-001) .

3501-D5 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar GPFSB

3502-D5 Sistem penyediaan air pemadaman kebakaran GPFSB

3503-D5 Sistem penyediaan air minum - GPFSB

9010A-D5 Sipil/Bangunan, Umum-GPFSB

9030A-D5 Struktur, Umum-GPFSB

9040A-D5 Bangunan Kantor –GPFSB

9040B-D5 Gudang-GPFSB

9040C-D5 Penyimpanan Bahan Menggunakan Pallet-GPFSB

9040D-D5 Penyimpanan Bahan Kimia-GPFSB

9040E-D5 Pencucian tertutup & Rak Pemeriksaan-GPFSB

9040F-D5 Penyimpanan Kemasan Tertutup-GPFSB

9040G-D5 Bangunan Toilet-GPSB

9040H-D5 Bengkel ‘5-Bay’-GPFSB

9040I-D5 Bengkel Mesin-GPFSB

9040J-D5 Bengkel Kendaraan-GPFSB

9040K-D5 Penyimpanan Bahan Mudah Meledak-GPFSB

9040M-D5 Rumah Jaga-GPFSB

9040N-D5 Pos Keamanan-2-GPFSB

9040S-D5 Sub Setasiun-GPFSB

9041X-D5 Menara Pengawas-GPFSB

9080A-D5 Kelistrikan, Umum-GPFSB

Buku pedoman ini terutama menguraikan pengoperasian sistem Penyimpanan / Transfer Solar yang berkaitan dengan P&IDs. Pedoman operasi untuk sistem pemadaman dengan menggunakan air di dalam GPFSB diuraikan secara terpisah di

82-IOM-HS-1540 (S-082-1241-019). Pedoman operasi untuk Sistem Penyediaan Air Minum Sementara di dalam GPFSB

diuraikan secara terpisah di 350-IOM-PS-1202 (S-350-1283-002).

Buku-buku pedoman yang menjadi acuan untuk sistem lain telah dicantumkan di atas, yang berkaitan dengan Prasarana gedung, bangunan dan kelistrikan, dan diringkas di dalam Daftar Buku Pedoman untuk GPFSB, Lampiran 5.

Penjelasan singkat serta skema sistem penempatan / Transfer Solar di dalam GPFSB diberikan berikut ini.

Terdapat 2 (dua) tahap pengoperasian, yaitu pertama pada Bulan ke 17 dimana dilakukan pengalihan atas GPFSB dan siap untuk menggunakan Dermaga Umum , dan kedua adalah masa setelah semua fasilitas sudah lengkap (serah terima lapangan)-yang dijadualkan dalam Bulan ke 47. Dalam Bulan ke 17, beberapa fasilitas belum tersedia. Pada Bulan ke 48 operasi akan didukung oleh lengkapnya semua fasilitas.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(5)

SOLAR

Pada Pengoperasian Normal setelah serah terima lapangan, solar dapat saling dikirimkan di antara tiga unit, yaitu, GPFSB (Unit 350), Dermaga Umum (Unit-80), dan Unit Penyimpanan/Transfer Solar/Bahan Bakar (Unit-077). Harap diperhatikan sketsa di bawah ini untuk mengetahui keseluruhan sistem Penyimpanan/Transfer Solar, setelah semua fasilitas dilengkapi.

350-T K-1001 077-T K-1001 080-P-1001 350-P-1001 Unit 080 CO M B O DO CK Unit 350 G P FSB U nit 077

JAR ING AN PIPA SO LAR

077-P-1001 O FF SHORE ON SHO RE P EN GISIAN KE K AP A L PE MB O NG KA RA N DAR I K AP A L

Gambar 1.1 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar secara keseluruhan dengan Fasilitas yang sudah Lengkap

Fasilitas di GPFSB (Unit 350) harus diserahkan kepada Perusahaan sesuai jadual Bulan ke 17 (tahap awal). Operasi Solar di GPFSB (Unit 350) terbatas antara jadual Bulan ke-17 dan Bulan ke 47, oleh karena Dermaga Umum di Unit-80, sistem Unit Penyimpanan/Transfer Solar/Bahan bakar (Unit 77), dan pipa-pipa solar yang terkait masih dalam tahap pembangunan. Harap diperhatikan sketsa untuk Bulan ke 17 berikut ini. Sebagai transportasi sementara dari kapal ke Dermaga Umum ke Tangki Solar di GPFSB, gunakan truk lori.

350-TK-1001

077-TK-1001 350-P-1001 Unit 350 GPFSB

Unit 077

JARINGAN PIPA SOLAR

077-P-1001

OFF SHORE ON SHORE

Keterangan:

Belum tersedia Sudah terpasang seluruhnya

Batas antara Unit

080-P-1001 Unit 080 COMBO DOCK

PEMBONGKARAN DARI KAPAL

Gambar 1.2. Sistem Penyimpanan/Transfer Solar – Bulan ke 17 – Menggunakan Truk Lori

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(6)

2. DASAR PERANCANGAN 2.1 Umum

Solar dipasok dari PERTAMINA UPDN VII terdekat yang terdapat di Sorong, Papua Barat. Kapal tanker (dikelola oleh pengusaha LCT lokal) digunakan untuk mengangkut Solar dari Sorong ke lokasi fasilitas Tangguh LNG Spesifikasi khusus Solar dapat dilihat pada Lampiran 7.

2.1.1 Peralatan untuk Sistem Penyimpanan/Transfer Solar di GPFSB

Untuk rinciannya, baca lembar data peralatan masing-masing (Lampiran 3) (1) Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001)

Jenis: Tangki Beratap Kerucut Kapasitas nominal: 182.7 m³

Tekanan: ATM Suhu: 48o C (2) Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

Jenis: Pompa Sentrifugal

Kapasitas pompa: 30 m³ per jam Kekuatan Head: 72.1 m

(3) Nozzle Penutup Otomatis (350-V-1005)

Ukuran: 1 inci dengan putaran tunggal Tekanan: 3.5 kg/cm2 G

Panjang selang: 5 m

(4) Pengukur Laju Alir Kumulatif (350-FQI-9001)

Jenis: positive displacement meter w/ mechanical register Tekanan: 3.5 kg/cm2 g

Batas laju alir: Maksimum 4.13 m3 per jam

2.1.2 Peralatan Sistem Penyimpanan/Transfer Solar di Dermaga Umum

Untuk rinciannya, harap dibaca data spesifikasi peralatan masing-masing (Lampiran 3) (1) Pompa Hisap Solar (080-P-1001)

Jenis: Pompa Sentrifugal Kapasitas Maksimum: 30 m³ per jam Design Differential Head: 90.0 m (2) Nozzle Penutup Otomatis (080-V-1003)

Ukuran: 1 inci dengan putaran tunggal Tekanan: 3.5 kg/cm2G

Panjang selang: 15 m

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(7)

(3) Pengukur Laju Alir Kumulatif (080-FQI-9001)

Jenis: positive displacement meter w/ mechanical register Tekanan: 3.5 kg/ cm2G

Batasan laju alir: Maksimum 4.13 m3 per jam (3304 kg per jam)

(4) Pengukur Laju Alir Kumulatif (080-FQI-9002)

Jenis: positive displacement meter w/ mechanical register Tekanan: 12 kg/ cm2G

Batasan laju alir: Maksimum 33 m³ per jam

(5) Pengukur Laju Alir Kumulatif (080-FQI-9003)

Jenis: positive displacement meter w/ mechanical register Tekanan: 12 kg/ cm2G

Batasan laju alir: 30 - 55 m³ per jam

2.2 Uraian Proses

2.2.1 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar

Solar akan digunakan oleh peralatan bermotor yang umumnya berkaitan dengan kegiatan penanganan kargo/pasokan di GPFSB dan Dermaga Umum, seperti motor derek, forklift, crawler dengan rel, dan penggerak beroda banyak.

Selain itu Solar disediakan untuk kapal-kapal laut seperti kapal tanker (OSV), kapal tunda, kapal patroli, kapal penunjuk jalan, kapal awak dan taksi air.

Pengoperasian normal terdiri dari empat macam: - Operasi Pembongkaran Solar

- Operasi Pengisian kembali bahan bakar solar di Dermaga Umum - Operasi Pengisian kembali bahan bakar solar di GPFSB

- Transfer Solar ke Tangki Penyimpanan Solar (077-TK-1001) 2.2.1.1 Operasi Pembongkaran Solar

Mengingat adanya jadwal pengalihan, terdapat dua tahap operasi pembongkaran solar.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(8)

Tahap 1 – Sebelum fasilitas pembongkaran di DERMAGA UMUM dan pemasangan jaringan pipa solar selesai dikerjakan (Bulan ke 17)

Oleh karena pada Bulan ke 17 fasilitas pembongkaran di DERMAGA UMUM dan GPFSB belum terpasang, Solar harus dibongkar dan disimpan ke Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) dengan menggunakan truk tangki.

Tahap 2 – Setelah selesai pemasangan fasilitas pembongkaran di DERMAGA UMUM dan jaringan pipa solar

Solar dibongkar dan disimpan ke dalam Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) dengan menggunakan Pompa Hisap (080-P-1001) di Dermaga Umum atau menggunakan pompa kapal.

Solar juga dibongkar dan disimpan ke Tangki Penyimpanan Solar Unit-77 (077-TK-1001), Harap dibaca Pedoman Pengoperasian 077-IOM-PS-1201 untuk rincian lebih lanjut.

2.2.1.2 Pengoperasian Pengisian ulang bahan bakar solar di Dermaga Umum

Terdapat dua buah setasiun pengisian di Dermaga Umum, masing-masing digunakan untuk mengisi ulang bahan bakar kapal laut besar dan kecil.

(1) Pengisian ulang bahan bakar kapal laut besar

Untuk pengisian kapal besar seperti kapal tunda, kapal awak, dan kapal tanker, digunakan selang Pengisi berdiameter 4” (080-HC-1001B) dan selang fleksibel. Solar ditransfer dari tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) dengan menggunakan Pompa Pengisi Solar (350-P-1001) dan pipa berdiameter 4”. Sebuah alat khusus pengukur laju alir (080-FQI-9002) dipasang pada pangkal saluran pengisi untuk mengukur laju alir arus solar.

(2) Pengisian ulang bahan bakar untuk Kapal Laut Kecil dan Peralatan Bermotor

Untuk pengisian kapal laut kecil seperti kapal penunjuk jalan, kapal patroli, dan taksi air, digunakan Nozzle dengan Penutup Otomatis (080-V-1003), Solar ditransfer dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) dengan menggunakan Pompa Hisap Solar (350-P-1001) melalui pipa berdiameter 4”.

Sebuah alat khusus pengukur laju alir (080-FQI-9001) dipasang pada pangkal pipa saluran berpenutup otomatis untuk mengukur laju alir solar.

Setasiun pengisian juga digunakan untuk mengisi ulang peralatan dan peralatan bermotor di Dermaga Umum.

2.2.1.3 Operasi Pengisian Ulang Bahan Bakar Solar di GPFSB

Untuk pengisian ulang bahan bakar peralatan bermotor yang digunakan untuk mendukung kegiatan di GPFSB, digunakan Nozzle Berpenutup Otomatis (350-V-1005) yang berada di GPFSB.

Solar di Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) dikosongkan melalui Nozzle dengan Penutup Otomatis (350-V-1005) dengan menggunakan Pompa Pengisi Solar (350-P-1001).

Sebuah alat Pengukur laju alir khusus (350-FQI-9001) dipasang pada pangkal Nozzle berpenutup otomatis untuk memeriksa jumlah solar yang telah ditransfer kepada setiap pemakai.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(9)

2.2.1.4 Transfer Solar ke 077-TK-1001

Perancangan yang fleksibel telah dilakukan untuk memungkinkan transfer solar dari Tangki Penyimpanan Solar (077-TK-1001) ke 350-TK-1001.

Operasi dimungkinkan dengan membuka klep penutup yang berada di saluran bypass di dekat Pompa Transfer Solar (077-P-1001), yang dipasang di sekitar pipa 077-FD-1001.

3. PERSIAPAN UNTUK MEMULAI KEGIATAN AWAL

Harap dibaca Pedoman Persiapan untuk GPFSB (350-PRC-OP-10011901) (S-350-1710-901).

4. PROSEDUR UNTUK MEMULAI KEGIATAN AWAL 4.1 Umum

Setelah Tahap-2 (Bulan ke 47), Solar untuk pengisian perdana dari sistem diangkut dengan kapal tangker dan dibongkar (hisap) menggunakan Pompa Hisap (Bongkar) Solar (080-P-1001) atau Pompa Kapal.

Sebelum mengisi pipa untuk pertama kali dengan Solar, hal-hal berikut ini harus dipastikan:

(1) Klep isolasi inlet/outlet PSV harus CSO

(2) Klep-klep aliran minimum pompa pada posisi LO

(3) Semua koneksi-koneksi instrumentasi sudah pada posisi terbuka (4) Semua ventilasi dan saluran pembuangan pipa dalam keadaan tertutup. 4.2 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar

4.2.1 Pengisian awal oleh truk tangki (Bulan ke 17)

(1) Truk tangki solar harus sudah siap untuk membongkar solar ke dalam Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001).

(2) Hubungkan sebuah selang fleksibel di antara truk tangki solar dan pipa berdiameter 3” pada jalur hisap 350-P-1001 (jalur 350-FD-1101-3”-1CS1P-NI).

(3) Buat jalur pembongkaran dari hubungan bongkar sementara ke Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) melalui jalur minimum pompa (350-FD-1710-2”-1CS1P-NI).

Pastikan klep-klep berikut ini sudah terbuka:

- Klep penutup berdiameter 2” pada jalur pompa 2” untuk aliran minimum (350-FD-1710-2”-1CS1P-NI) - Klep penghisap berdiameter 3” dari Pompa Solar (350-P-1001)

Pastikan klep-klep berikut ini sudah tertutup:

- Klep penutup berdiameter 4”di bagian pangkal hubungan pipa pompa hisap/bongkar 350-P-1001 (di dekat nozzle bagian bawah 350-TK-1001)

- Klep penutup berdiameter 4” antara bagian hisap dan pelepasan (350-FD-1104-4”-1CS1P-NI) dari Pompa Solar (350-P-1001)

- Klep bongkar 2” dari Pompa Solar (350-P-1001)

(4) Periksa pengukur level (350-LI-1171), apakah sudah menunjuk Level Cairan Terendah (LLL) atau lebih rendah

(5) Hidupkan Pompa Solar (350-P-1001) dengan menekan tombol saklar (350-HS-1701)

(6) Perhatikan pengukur level 350-LI-1171. Ingat bahwa level maksimum tangki adalah 6000 mm (7) Hentikan Pompa Solar jika level Tangki Penyimpanan Solar sudah mencapai HLL

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(10)

(8) Kembali ke posisi terbuka setelah posisi tertutup dari klep berdiameter 4” di bagian pangkal pipa hisap/bongkar 350-P-1001 dan klep bongkar berdiameter 2” dari Pompa Solar (350-P-1001) pada Langkah 3 (9) Lepaskan selang fleksibel pada sambungan bongkar dan keluarkan sisa minyak ke basin (penampungan) yang

tersedia.

4.2.2 Pengisian awal setelah pemasangan fasilitas di DERMAGA UMUM dan pipa-pipa (Bulan ke 47) 4.2.2.1 Pengisian Awal dengan menggunakan Pompa Hisap (Bongkar) Solar (080-P-1001)

(1) Sandarkan kapal tanker pada tempat yang ditentukan di Dermaga Umum

(2) Sambungkan selang fleksibel di antara kapal tanker dan Sambungan Bongkar (080-HC-1001A) (3) Buat jalur bongkar dari sambungan bongkar (080-HC-1001A) ke Tangki Penyimpanan Solar

(350-TK-1001)

Pastikan klep-klep berikut ini sudah terbuka:

- Klep penutup berdiameter 4” di ujung pipa penghubung (080-HC-1001A) - Klep penutup berdiameter 4” (LO) yang berada di jembatan/ujung deretan pipa - Klep penghisap berdiameter 3” dari Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) - Klep Bongkar berdiameter 2” dari Pompa Bongkar Solar (080-P-1001)

- Klep bypass berdiameter 4” pada jalur (350-FD-1104-4”-1CS1P-NI) antara bagian hisap dan pelepasan dari Pompa Pengisi Solar (350-P-1001)

- Klep masuk berdiameter 4” dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) Pastikan kep-klep berikut ini ditutup:

- Klep penutup berdiameter 4” di bagian pangkal Pipa Penghubung Pengisian (080-HC-1001B)

- Klep bypass berdiameter 4’ pada jalur (080-FD-1701-4”-1CS1P-NI) di antara posisi penghisap dan pelepasan Pompa Bongkar Solar (080-P-1001)

- Klep penghisap berdiameter 3” dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001) - Klep bongkar berdiameter 2” dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

- Klep penutup berdiameter 3” dan 2” pada jalur bongkar ke 077-TK-1001 ( Jalur No. 077-FD-1001) (4) Periksa pengukur level (350-LI-1171) apakah sudah menunjukkan LLL (Level Cairan Rendah) atau

lebih rendah

(5) Hidupkan Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) dengan menekan tombol saklar (080-HS-1701) Ingat bahwa Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) dan Pompa Kapal tidak boleh digunakan secara bersamaan untuk membongkar solar.

(6) Periksa pengukur level 350-LI-1171 dan total laju alir 080-FQI-9003. Sebelum level tangki (350-TK-1001) mencapai HLL (Level Cairan Tinggi), operator di GPFSB harus menginformasikan kepada para operator di Dermaga Umum bahwa sebentar lagi operasi bongkar akan selesai. Ingat bahwa level tangki maksimum adalah 6000 mm.

(7) Hentikan Pompa Bongkar Solar (080-P-1001)

(8) Tutup klep penutup berdiameter 4” yang berada di bagian bawah Penghubung Bongkar (080-HC-1001A)

(9) Lepaskan selang fleksibel dari penghubung bongkar (080-HC-1001A) dan kosongkan isinya ke dalam kapal tangki menggunakan gas nitrogen.

(10) Buka semua klep yang tertutup pada Langkah-3, kecuali klep penutup berdiameter 4” di bagian atas (pangkal) saluran pengisian (080-HC-1001B) dan klep-klep penutup 3” & 2” di Unit-077.

4.2.2.2 Pengisian Awal dengan menggunakan Pompa Kapal

(1) Sandarkan kapal tangki pada lokasi yang ditentukan pada Dermaga Umum.

(2) Hubungkan slang fleksibel antara kapal tangki dan Penghubung Bongkar (080-HC-1001A)

(3) Buat jalur bongkar dari Penghubung Bongkar (080-HC-1001A) ke Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001)

_____

(11)

Pastikan klep-klep berikut ini sudah terbuka:

- Klep penutup berdiameter 4” di bagian bawah Penghubung Bongkar (080-HC-1001A) - Klep penutup berdiameter 4” (LO) yang berada di jembatan /ujung saluran pipa.

- Klep bypas berdiameter 4” pada saluran 080-FD-1701-4”-1CS1P-NI di antara bagian penghisap dan pelepasan dari Pompa Bongkar Solar (080-P-1001)

- Klep bypas berdiameter 4” pada saluran 350-FD-1104-4”-1CS1P-NI di antara bagian penghisap dan pelepasan dari Pompa Bongkar Solar (350-P-1001)

- Klep inlet berdiameter 4” dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001). Pastikan bahwa klep-klep berikut ini ditutup:

- Klep Penutup berdiameter 4” di bagian pangkal dari Penghubung Pengisi (080-HC-1001B) - Klep Penghisap berdiameter 3” dari Pompa Bongkar Solar (080-P-1001)

- Klep Bongkar berdiameter 2” dari Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) - Klep Hisap berdiameter 3” dari Pompa Pengisi Solar (350-P-350) - Klep Bongkar berdiameter 2” dari Pompa Pengisi Solar (350-P-1001)

- Klep penutup berdiameter 3” dan 2” pada jalur bongkar ke 077-TK-1001 (Jalur Nomor 077-FD-1001)

(4) Periksa pengukur level (350-LI- 1171) apakah sudah menunjukkan LLL (Level Cairan Rendah) atau lebih rendah.

(5) Hidupkan Pompa Kapal

Ingat bahwa Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) dan Pompa Kapal tidak boleh digunakan secara bersamaan untuk membongkar solar.

(6) Periksa Pengukur level 350-LI-1171 dan total laju alir 080-FQI-9003. Sebelum level tangki (350-TK-1001) mencapai HLL (level cairan tinggi), para operator di GPFSB harus menginformasikan kepada para operator di Dermaga Umum bahwa operasi bongkar sebentar lagi selesai. Ingat bahwa level maksimum tangki adalah 6000 mm.

(7) Matikan Pompa Kapal jika volume yang dikehendaki sudah dibongkar

(8) Tutup klep penutup berdiameter 4” yang berada di bagian bawah Penghubung Bongkar (080-HC-1001A)

(9) Buka semua klep yang ditutup pada Langkah-3, kecuali klep penutup 4” di bagian pangkal Penghubung Pengisi (080-HC-1001B) dan klep-klep penutup 3” & 2” di Unit-077

(10) Lepaskan slang fleksibel di bagian penghubung bongkar (080-HC-1001A) dan kosongkan isinya ke dalam kapal tangki menggunakan gas nitrogen.

5. PENGOPERASIAN NORMAL 5.1 Sistem Penyimpanan/Transfer Solar

5.1.1 Operasi Bongkar Solar

Solar dibongkar ke Tangki Penyimpanan Solar Unit 350 (350-TK-1001), dan ke Tangki Penyimpanan Solar Unit 077 (077-TK-1001). Di dalam dokumen ini dijelaskan operasi bongkar ke Tangki Penyimpanan Solar Unit 350 (350-TK-1001).

Operasi bongkar ke Tangki Penyimpanan Solar Unit 077 (077-TK-1001) dijelaskan di Buku Pedoman Operasi untuk Penyimpanan dan Transfer Solar /Bahan Bakar Unit 077 (No. Dokumen S-077-1283-001).

5.1.2 Operasi Bongkar ke Tangki Penyimpanan Solar dengan menggunakan Pompa Bongkar Solar

Operasi ini sama dengan operasi pengisian awal. Lihat Sub Bab 4.2.2.1

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(12)

5.1.3 Operasi Bongkar ke Tangki Penyimpanan Solar dengan menggunakan

Pompa Kapal

Operasi ini sama dengan operasi pengisian awal. Lihat Sub Bab 4.2.2.2

5.1.4 Operasi Pengisian Ulang Bahan Bakar Solar di Dermaga Umum

Operasi pengisian ulang bahan bakar di Dermaga Umum terdiri dari dua kegiatan: (1) Pengisian ulang bahan bakar untuk Perahu Besar.

Perahu Besar meliputi: - Kapal Tanker (OSV) - Kapal Tunda - Kapal Awak

(2) Pengisian bahan bakar untuk Perahu Kecil dan Peralatan Bermotor Kapal Kecil dan Peralatan Bermotor meliputi:

- Kapal Patroli - Kapal Penunjuk Jalan - Taksi Air

- Crane - Fotklift.

5.1.4.1 Pengisian ulang bahan bakar untuk Perahu Besar

(1) Sandarkan perahu pada tempat yang disediakan di Dermaga Umum

(2) Hubungkan slang fleksibel di antara kapal tangker dan Penghubung Pengisian (080-HC-1001B)

(3) Buat jalur pengisian dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) dan Penghubung Pengisian (080-HC-1001B) pada Dermaga Umum.

Pastikan klep-klep berikut ini sudah terbuka:

- Klep inlet berdiameter 4” dari tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) - Klep Hisap berdiameter 3” dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001) - Klep Pelepasan berdiameter 2” dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

- Klep Penutup berdiameter 4” (LO) yang berada pada jembatan/ ujung saluran pipa. Pastikan klep-klep berikut ini ditutup:

- Klep bypass berdiameter 4” pada jalur 350-FD-1104-4”-1CS1P di antara bagian hisap dan pelepasan dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

- Klep Penutuip berdiameter 4” yang dipasang di ujung dari 080-FQI-9003

- Klep Penutup berdiameter 3” dan 2” pada jalur bongkar ke 077-TK-1001 (Jalur No. 077-FD-1001) (4) Periksa pengukur level tangki (350-LI-1171) dan pastikan volume yang diinginkan cukup tersedia (5) Hidupkan Pompa Pengisian Solar (350-P-1001) menggunakan switch manual (350-HS-1701)

(6) Periksa total laju alir 080-FQI-9002. Jika volume yang diinginkan sudah dipasok ke kapal/perahu, operator di Dermaga Umum harus menginformasikan operator di GPFSB bahwa operasi pengisian ulang bahan bakar sebentar lagi selesai

(7) Tutup klep penutup yang berada di pangkal Penghubung Pengisi (080-HC-1001B) setelah volume yang diinginkan sudah dimuat kedalam kapal/perahu

(8) Matikan Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

(9) Lepaskan slang fleksibel dan kosongkan isinya ke dalam kapal menggunakan gas nitrogen

_____

(13)

(10) Kembalikan ke posisi terbuka dari posisi tertutup klep penutup berdiameter 4” yang dipasang di bagian bawah dari 080-FQI-9003.

5.1.4.2 Pengisian ulang untuk Perahu Kecil dan Peralatan Bermotor

(1) Buat jalur pengisian dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) ke 080-V-1003. Pastikan klep-klep berikut ini sudah terbuka:

- Klep inlet berdiameter 4” dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) - Klep Hisap berdiameter 3” dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001) - Klep pelepasan berdiameter 2” dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

- Klep Penutup berdiameter 4” (LO) yang berada di jembatan/ujung jalur pengisian. Pastikan klep-klep berikut ini sudah tertutup:

- Klep by pass berdiameter 4” pada jalur 350-FD-1104-4”-1CS1P-NI antara penghisap dan pelepasan dari Pompa Pengisian Solar (350-P-1001)

- Klep penutup berdiameter 4” yang terpasang di bagian ujung 080-FQI-9003

- Klep penutup berdiameter 3” dan 2” pada jalur bongkar ke 077-TK—1001 (Jalur No. 077-FD-1001) (2) Setel Nozzle Auto Shut Off (Nozzle Penutup Otomatis 080-V-1003) ke posisi pengisian ulang bahan bakar

perahu dan kendaraan bermotor.

(3) Tarik tuas Auto Shut Off (Nozzle Penutup Otomatis 080-V-1003), dan mulailah pengisian ulang bahan bakar. Pengisian ulang bahan bakar akan berhenti secara otomatis jika level cairan tangki bahan bakar perahu/lkapal atau tangki kendaraan bermotor mencapai sensor level dari Pipa Auto Shut Off (Penutup Pipa Otomatis 080-V-1003)

(4) Periksa total laju alir dengan menggunakan pengukur laju alir (080-FQI-9001)

(5) Setel Mulut Pipa Auto Shut Off (Nozzle Penutup Otomatis 080-V-1003) kembali ke posisi semula

(6) Kembalikan ke posisi terbuka dari posisi tertutup klep berdiameter 4” yang terpasang di ujung 080-FQI-9003 Catatan:

Para operator di GPFSB harus memeriksa level Tangki Penyimpanan Solar 350-LI-1171 setiap hari.

5.1.5 Operasi Pengisian ulang bahan bakar solar di GPFSB

Nozzle dengan Penutup Otomatis (350-V-1005) digunakan untuk mengisi ulang bahan bakar peralatan bermotor seperti truk.

(1) Buat jalur pembuka dari Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) ke 080-V-1003. Status buka/tutup klep yang diperlukan sama seperti Langkah-1 di 5.1.4.3.

(2) Setel Nozzle Penutup Otomatis (350-V-1005) ke posisi pengisian ulang bahan bakar kendaraan

(3) Tarik tuas Penutup Otomatis (350-V-1005) dan mulailah mengisi ulang bahan bakar. Pengisian ulang bahan bakar secara otomatis akan berhrenti jika level cairan tangki bahan bakar peralatan bermotor sudah mencapai ujung nozzle penutup otomatis (350-V-1005)

(4) Periksa total laju alir dengan menggunakan pengukur laju alir local (350-FQI-9001) (5) Posisikan Nozzle Penutup Otomatis (350-V-1005) ke kedudukan semula

(6) Kembali ke posisi terbuka dari posisi tertutup klep penutup berdiameter 4” yang terpasang di ujung 080-FQI-9003.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(14)

5.2 Variabel-Variabel Operasi

Fasilitas yang tersedia pada umumnya memerlukan operator dan dioperasikan secara bergantian.

Selama pengisian ke dalam 350-TK-1001, operator memantau level tangki (350-LI-1171) di lapangan dan melalui kontak radio dengan operator Dermaga Umum .

Selama menggunakan nozzle penutup otomatis (350-V-1005) di GPFSB, operator memantau tekanan inlet dari penutup otomatis (350-PG-9275) dan total aliran minyak (350-FQI-9001).

Selama menggunakan nozzle penutup otomatis (080-V-1003) di Dermaga Umum, operator memantau tekanan inlet dari penutup otomatis (080-PG-9276) dan total aliran minyak (080-FQI-9001).

Selama pengisian ulang bahan bakar solar melalui 080-HC-1001B di Dermaga Umum, operator harus memantau total aliran dengan menggunakan 080-FQI-9002.

Selama operasi bongkar solar baik menggunakan Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) atau pompa kapal, operator harus memantau total aliran minyak dengan menggunakan 080-FQI-9003.

6. PENGENDALIAN KUALITAS

Para operator di unit ini harus mengendalikan secara langsung kualitas solar yang dibongkar dari pemasok solar. Namun air dapat juga mencemari solar selama pengiriman dari depo pemasok.

Operator sebaiknya melakukan tindakan-tindakan berikut ini guna mengendalikan kualitas minyak:

(1) Pada akhir operasi awal bongkar minyak, ambillah sampel dari lubang di dasar tangki dan lakukan pemeriksaan visual (diperhatikan). Jika air di dalam pipa ikut terbawa, maka air itu harus dihisap dari dasar tangki.

(2) Seminggu sekali, air di dalam Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) harus dikeluarkan, apabila ditemukan kandungan air di dalamnya.

7. PROSEDUR UNTUK MENGHENTIKAN OPERASI SECARA NORMAL 7.1. Umum

Penghentian operasi dapat dibagi menjadi penghentian secara normal dan darurat.

Penghentian normal adalah penghentian yang sudah dijadwalkan, sedang penghentian darurat tidak dijadwalkan dan disebabkan adanya kesalahan maupun kecelakaan.

Prosedur penghentian darurat operasi digambarkan di Bab 8.

Ketika menghentikan sesuatu unit, yang terpenting adalah menghindari fluktuasi yang besar dan/atau cepat atas aliran minyak dan tekanan terhadap minyak guna melindungi peralatan serta penanggulangan tanpa mengakibatkan dampak luas atas unit yang bersangkutan.

Selanjutnya, harus dipertimbangkan untuk mengambil tindakan untuk mencegah bahaya terhadap manusia dan kerusakan fasilitas lainnya.

Penjadwalan penghentian operasi harus dikaji dan dibahas bersama, dimana semua operator harus mendapat penjelasan sebelumnya.

7.2 Penghentian Operasi Secara Normal

Penghentian secara normal dari Unit 350 dijelaskan melalui dua kegiatan berikut ini: (1) Menghentikan dengan normal operasi bongkar minyak/ pengisian ulang bahan bakar (2) Pemeliharaan berkala atas peralatan.

Ingat bahwa solar di dalam Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) di GPFSB harus dipindahkan ke Tangki Penyimpanan Solar (077-TK-1001) sebelum Tangki Penyimpanan Solar (350-TK-1001) menjalani pemeriksaan di bagian dalam atau pemeliharaan.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(15)

8. PROSEDUR PENGHENTIAN DARURAT OPERASI 8.1 Umum

(1) Keadaan darurat bisa ditimbulkan oleh kesalahan pada pasokan utilitas penting (listrik, udara bertekanan, dll.), kesalahan mekanis, kebocoran atau kebakaran yang serius. Dalam keadaan tersebut penghentian sebagian atau seluruhnya dari operasi harus dilakukan dengan cepat tanpa merusak peralatan

(2) Sedikit kerusakan atas utilitas mungkin memerlukan pemantauan yang teliti atas operasi tanpa harus menghentikannya dengan segera.

(3) Pada keadaan apapun, keselamatan karyawan merupakan prioritas pertama

(4) Operator harus memastikan kondisi darurat dengan benar agar dapat segera mengambil tindakan penting, selanjutnya tindakan yang tepat harus dilakukan sesuai dengan perubahan yang terjadi.

(5) Apabila nampaknya masalah akan terus berlanjut untuk waktu yang lama, maka unit yang bersangkutan harus dihentikan sesuai dengan prosedur penghentian normal, setelah diambil tindakan pengamanan pertama. (6) Tidak disediakan Sistem Penghentian Darurat, oleh karena Pompa dan klep-klep pada Unit 350 dioperasikan

secara manual.

8.2 Listrik Padam

Padamnya listrk tidak akan menyebabkan keadaan darurat.

Karena Pompa Pengisian Solar (350-P-1001) dan Pompa Bongkar Solar (080-P-1001) akan berhenti dengan sendirinya, dan kegiatan bongkar/pengisian ulang bahan bakar juga berhenti.

8.3 Kegagalan suplai udara bertekanan

Kegagalan suplai udara bertekanan tidak akan mengakibatkan keadaan darurat, karena semua klep Unit 350 dibuka dan ditutup secara manual, dan peralatan tidak digunakan untuk operasi.

8.4 Kebakaran/Kebocoran Serius

Tindakan yang diambil akan berbeda tergantung lokasi/keadaan bocor atau kebakaran. Secara umum, langkah-langkah berikut ini harus diambil:

(1) Hentikan pekerjaan yang menghasilkan panas yang dilakukan di sekitar area. Beritahu Bagian Pemadam Kebakaran tentang kejadian terkait

(2) Hentikan semua pekerjaan dan lakukan evakuasi pekerja di area yang terkena dampak (3) Hentikan pompa-pompa yang berkaitan

(4) Hentikan Unit Pengisian Hidrokarbon Kondensat 076 apabila area terkena dampak adalah Dermaga Umum (5) Amankan/perbaiki sementara peralatan dan pipa yang terkena dampak kebakaran, apabila memungkinkan

lakukan penekanan sementara (pressure build up) (6) Matikan listrik dari sumbernya jika perlu.

Sangat penting untuk mendeteksi sumber api/kebocoran dan menghentikan pasokan bahan yang mudah terbakar.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(16)

8.5 Kesalahan Peralatan

8.5.1 Pompa-pompa

Jika Pompa Pengisian Solar (350-P-1001) tidak berfungsi, pompa pengisian solar cadangan harus digunakan. Alat penghubung pompa sementara harus digunakan untuk operasi pengisian ulang bahan bakar menggunakan 350-V-1005.

8.5.2 Nozzle Penutup Otomatis

(1) Nozzle penutup otomatis di area GPFSB (350-V-1005)

Dalam hal 350-V-1005 tidak berfungsi, peralatan berikut ini tersedia di area lain: - Stasiun pengisian dengan nozzle penutup otomatis (077-V-1002) di area Unit 077 (2) Nozzle penutup otomatis di Dermaga Umum (080-V-1003)

Sementara operator menuangkan solar ke dalam wadah kecil seperti tangki polietilen, dan mengisi ulang bahan bakar.

9. PROSEDUR PENYELAMATAN 9.1 Umum

Guna menghindari musibah sangat penting bahwa semua pekerja mendapat instruksi yang benar akan hal-hal berikut ini:

- Kebocoran (pipa) dan tanggung jawab operator - Cara-cara mengatasi hal di atas dengan aman

Ketentuan pengamanan berikut ini mencakup pengoperasian yang harus diperhatikan sebagai tanggungjawab pekerja terhadap unit bersangkutan. Mereka diharuskan untuk mematuhi peraturan keselamatan instalasi secara umum yang mencakup semua unit tindakan yang dilakukan adalah yang disebutkan terakhir di atas untuk semua masalah yang tidak disinggung di bawah. Para pekerja/mekanik kapal yang bekerja di unitnya akan diatur dengan ketentuan pengamanan dari Bagiannya masing-masing, namun operator harus memastikan bahwa tak satupun dari ketentuan keselamatan kerja di bawah ini dilanggar oleh para pekerja/mekanik.

Selain peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan secara khusus, pembiasaan sikap positip oleh setiap orang yang terlibat adalah penting bagi operasi yang aman. Seorang operator harus selalu waspada terhadap sesuatu keadaan yang mungkin menimbulkan bahaya bagi manusia. Merupakan tanggungjawab setiap orang untuk memahami situasi lingkungan untuk memperingatkan pekerja lain yang memasuki instalasi akan adanya bahaya yang mungkin dihadapinya.

Semua pekerja harus mengetahui tempat dan cara menggunakan semprotan pemadam api, pemadam kebakaran, alarm kebakaran di lokasi, dan klep penutup pipa utama, selang pemadam, dan hidran, selimut tahan api, masker dan alat pernafasan, serta semua peralatan perlindungan lain seperti topi anti api, sarung tangan karet, dll.

Asam soda atau jenis pemadam busa tidak boleh digunakan untuk memadamkan api di sekitar peralatan listrik, karena larutannya akan menjadi penghantar listrik dan justru mempersulit keadaan atau menyebabkan orang terkena sengatan listrik.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(17)

Karbon dioksida atau pemadam api berupa bubuk kering dapat digunakan dengan aman pada kebakaran akibat arus listrik.

Masker gas atau peralatan bernafas harus dikenakan apabila terjadi asap/ kabut yang berbahaya. Topi pengaman harus dikenakan jika berada di luar gedung.

Sarung tangan dan kacamata anti debu atau pelindung wajah harus dikenakan jika terdapat uap atau cairan berbahaya atau panas, dan dianjurkan untuk juga dikenakan untuk mengambil sampel atau membuat larutan.

Pemadam api harus segera diisi ulang setelah digunakan. Semua pipa dan peralatan slang air harus dikembalikan ke tempat setelah digunakan. Akses menuju peralatan tersebut tidak boleh terhalang.

Masker gas harus diganti kartridnya setelah digunakan.

9.2 Bahan Berbahaya

Solar merupakan campuran kompleks hidrokarbon dari berbagai jenis proses kimia yang digabungkan untuk memenuhi standar spesifikasi produk. Komposisinya sangat bervariasi dan mencakup hidrokarbon C9 hingga C20

Dampak utama dari terpaparnya solar adalah mabuk, pusing kepala, depresi pada sistem syaraf sentral; kemungkinan gangguan pada mata, hidung, dan paru-paru; serta gangguan kulit.

9.3 Perencanaan Darurat Kebakaran

Sistem penanggulangan kebakaran di lokasi telah dirancang untuk mencegah bahaya kebakaran, mengendalikan perluasan kebakaran, atau memadamkan api dalam waktu singkat, dengan asumsi tidak terdapat bantuan pemadaman api dari luar, hanya dengan satu lokasi kebakaran utama pada satu waktu.

9.4 Penanggulangan kebakaran dan Peralatan Perlindungan

Status bahaya kebakaran di seluruh lokasi harus dipantau melalui konsol (layar) Sistem Pendeteksian dan Pemantauan Bahaya (HDMS (F&G)) di ruang pengendali utama serta setasiun pengendali kebakaran dan keadaan darurat.

Setelah pendeteksian, bahan pemadam api yang sesuai seperti air, busa, bahan kimia padat, dan gas lembam harus digunakan untuk mengendalikan dan/atau memadamkan api, dan untuk mendinginkan peralatan yang terkena panas api atau radiasi.

Penjelasan terinci dapat dilihat di 82-SPEIOM-HS-1540 (S-082-1241-019), “Pedoman Pengoperasian Sistem Perlindungan Terhadap Kebakaran” serta gambar-gambar yang relevan untuk sistem perlindungan terhadap kebakaran.

9.5 Pemeliharaan Peralatan dan Perawatan Rutin

1. Peralatan operasi harus sering diperiksa apakah ada tanda-tanda kebocoran, panas berlebihan, atau korosi, sehingga keadaan tidak aman dapat diperbaiki sebelum hal tersebut mengakibatkan akibat-akibat serius. Keadaan yang tidak biasa harus dilaporkan dengan segera.

2. Pelindung di sekitar bagian mesin yang bergerak, sabuk kopling, dll., yang dikeluarkan untuk perbaikan peralatan, harus dikembalikan jika pekerjaan perbaikan sudah selesai.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(18)

3. Peralatan, bagian-bagian pipa, dll., tidak boleh dibiarkan tergeletak di platform atau di sekitar peralatan yang sedang bekerja, karena dapat tersentuh dan jatuh menciderai seseorang di bawahnya.

4. Akses menuju tangga dan lorong kebakaran harus selalu terbuka/ Bahan sampah dan tak digunakan lagi harus ditaruh di tempat yang benar sehingga tidak akan menimbulkan kebakaran atau bahaya tersandung.

5. Tumpahan benda cair harus segera dibersihkan. Tutuplah kebocoran gas dengan menggunakan steam/semprotan uap, dan segera laporkan kebocoran tersebut untuk diperbaiki.

6. Dalam hal terdapat peralatan listrk yang tidak berfungsi dengan baik, beritahu bagian listrk dan jauhi peralatan tersebut hingga petugas bagian listrik tiba.

7. Silinder berisi gas harus diletakkan sedemikian rupa agar tidak bisa jatuh. Penutup pelindungnya harus selalu berada di atas klep-klep silinder yang tidak sedang digunakan.

8. Harus berhati-hati ketika memasang perancah/steger, hingga dipastikan papan kayunya tidak akan tersentuh peralatan panas, dan bahwa tidak ada bagiannya yang menghalangi jalan menuju peralatan operasi seperti tangga, lorong atau klep-klep. Perancah harus segera disingkirkan setelah pekerjaan selesai.

9. Pertukarkan pompa-pompa secara berkala jika tersedia cadangannya. Hal ini akan memastikan penggunaan pompa cadangan sewaktu-waktu dibutuhkan.

9.6 Mereparasi Peralatan

1. Pekerjaan mekanik di sekitar unit yang sedang beroperasi harus diusahakan seminimal mungkin, dan jumlah pekerja juga sesedikit mungkin.

2. Tidak dibenarkan melakukan perbaikan peralatan tanpa izin resmi.

3. Topi pengaman harus dikenakan oleh semua pekerja di semua area dan di setiap waktu.

4. Tidak dibenarkan adanya api, pengelasan, pembakaran terbuka, atau pekerjaan dengan panas lainnya di sekitar area, kecuali telah mendapatkan izin. Kolam penampungan, lubang selokan, dan sambungan selokan lainnya harus direkat dengan sempurna untuk menghindari kebocoran gas yang bisa menyala apabila terjadi kontak dengan api.

5. Tidak seorang pekerja pun yang boleh memasuki kapal untuk maksud apapun hingga gas beracun dipsatikan sudah hilang, menguap, dan ditest untuk memastikan sudah aman dari gas beracun maupun gas mudah terbakar, serta izin memasuki kapal sudah diberikan.

6. Pengoperasian jalur pipa pada suhu rendah dapat mengakibatkan keretakan jika terlalu ditekan; karena itu, jangan mengetuk pipa-pipa ini secara fisik, dan hindari keadaan operasi yang dapat menimbulkan hempasan air.

7. Jangan menggunakan larutan distilasi ringan seperti bensin atau nafta untuk membersihkan mesin atau maksud pembersihan lainnya.

8. Peralatan tidak boleh dibiarkan terbuka sepanjang malam. Pada setiap akhir hari kerja selimut atau penutup harus dipasang untuk menghindari masuknya bahan mudah terbakar karena ada klep yang dibiarkan terbuka. 9. Silinder pengelasan harus dipindahkan dari lokasi ke tempat aman yang disediakan pada setiap akhir hari

kerja.

9.7 Pengambilan Sampel

Sampel dapat diambil dari unit hanya oleh petugas yang berwenang.

Peralatan perlindungan, masker atau kacama anti debu, dan sarung tangan yang sesuai harus dikenakan ketika mengambil sampel. Kontenernya tidak boleh diisi hingga terlalu penuh, untuk meminimalkan resiko tumpah. Ketika mengambil sampel produk cair, sarung tangan dan kacamata anti debu harus dikenakan.

Ketika melakukan pengambilan sampel dari setiap bahan, gas atau cair, jalur sampel harus disemprot cukup lama untuk membuang bahan-bahan yang berserakan untuk memastikan bahwa sampel yang diambil mewakili aliran saat itu. Semprotkan gas secukupnya ke dalam kapal tempat sampel diambil untuk memastikan hilangnya gas

_____

(19)

beracun dan menyesuaikan suhu sampel sehingga komposisinya tidak terganggu oleh kondensasi atau penyinaran, dll.

Jika komposisi sampel mewakili bahan sumber, tidak boleh terganggu oleh penguapan karena penyinaran, Berbagai tingkatan sampel mungkin memerlukan atmosfir yang lembab, peralatan pendingin atau alat pembawa khusus. Kenakan peralatan pengaman diri yang telah disepakati dan bersikap hati-hati untuk menghindari cidera. Jika diperlukan pendinginan atas sampel, operator harus memastikan adanya air pendingin mengalir dengan baik sebelum mengambil sampel.

9.8 Penanganan yang Aman atas Bahan mudah menguap dan Beracun

Ketentuan pengamanan yang diberikan berikut ini dimaksudkan untuk melindungi jiwa dan anggota tubuh, dan perlindungan dari kehilangan harta benda. Diharapkan bahwa masyarakat di lingkungan instalasi mau mengikuti hal-hal yang wajar, waspada, dan sikap yang baik dalam melaksanakannya. Apabila masih terdapat keraguan akan aspek keselamatan dari operasi tertentu, hubungi Supervisor Anda dengan segera.

9.9 Perlindungan terhadap Pernafasan

Umumnya gas di lokasi, selain udara, berbahaya bagi manusia jika dihirup pada konsentrasi tertentu. Gas beracun dapat diklasifikasikan sebagai mengakibatkan sesak nafas dan iritasi (perih). Gas penyebab sesak nafas dapat menyebabkan kematian dengan menggantikan udara di paru-paru atau bereaksi dengan oksigen yang dibawa dalam darah; contohnya adalah hidrogen sulfida, karbon monooksida, dan asap. Gas penyebab perih dapat menimbulkan cidera atau kematian tidak hanya melalui sesak nafas tetapi juga dengan cara pembakaran internal dan eksternal, contohnya adalah gas chlorin dan sulfur dioksida. Untuk perlindungan dari menghisap gas berbahaya:

„ Mintalah sertifikat pengujian gas, yang menunjukkan bahwa kondisi gas di dalam kapal aman untuk dimasuki. „ Berdirilah pada sisi dimana arah angin datang di dekat mesin yang sedang bekerja dari mana gas tersebut

keluar.

„ Sediakan ventilasi yang cukup.

„ Semua pekerja harus mengenal cara yang telah disepakati untuk memberikan pernafasan buatan guna memberikan bantuan kepada seseorang yang keracunan gas, sengatan listrik, atau tenggelam.

Apabila seseorang keracunan gas, penolongnya harus:

„ Tidak mencoba menolong kecuali ada seorang asisten di situ.

„ Melindungi diri sebelum berusaha memberikan pertolongan dengan mengenakan alat bantu pernafasan. „ Membawa korban ke tempat yang berudara segar secepatnya.

„ Berikan pertolongan pernafasan buatan dan meminta asistennya untuk meminta bantuan medis.

Jika mengenakan alat bantu pernafasan, pastikan bahwa maskernya menutup wajah dengan benar. Ujilah alat tersebut dengan menggunakan cara pengujian yang telah disepakati.

Kenakan jenis alat bantu pernafasan yang sesuai, dan cocok dengan keadaan yang dialami.

9.10 Alat Bantu Pernafasan (B.A)

Terdapat empat jenis alat bantu pernafasan di lokasi instalasi pada umumnya. Yaitu: tipe masker kanister, slang udara segar, udara terkompresi, dan troli jalur udara terkompresi.

Peralatan pernapasan yang mengandung udara terkompresi memiliki pasokan udara atas kandungannya sendiri dilakukan di belakang pengguna.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(20)

Khususnya digunakan dalam keadaan darurat.

Setelah digunakan, selalu beritahukan kepada bagian yang tepat sehingga mereka dapat mengisi ulang silinder-silinder secepatnya.

10. PROSEDUR PENGISOLASIAN UNTUK PEMELIHARAAN

Bab ini menguraikan prosedur pengisolasian yang harus dilakukan sebelum memulai pekerjaan pemeliharaan berdasarkan sepesifikasi berikut ini:

Filosofi Dapat Dipelihara (99-PHI-EM-0005) (S-099-1222-005).

Filosofi Kesiapan dan Pencadangan (99-PHI-PS-0002) (S-099-1222-002).

10.1 Umum

Diperlukan untuk mengisolasi kilang, bagian-bagian peralatan, atau kelompok peralatan, untuk memfasilitasi penghentian operasi untuk pemeliharaan, pemeriksaan, penggabungan kembali, atau pencegahan kehilangan. Dengan meningkatnya kemungkinan bahaya, upaya pencegahan yang diperlukan harus lebih ditingkatkan lagi. Tingkat bahaya berkaitan dengan isi sistem (misalnya kemudahan terbakar, kandungan racun, dll), tekanan dan suhu. Terdapat dua cara utama untuk mengisolasi:

Isolasi Positif, yaitu dengan menerapkan penggunaan spades/pelindung tertutup atau spul yang dapat

dipindah-pindah serta flens penutup, dimana tidak boleh ada kebocoran demi keamanan dan mencegah pencemaran, misalnya untuk memasuki kapal, atau untuk menciptakan area dengan konstruksi yang aman di dalam lokasi.

Isolasi dengan Klep untuk kegiatan yang tidak terlalu kritis dibanding yang memerlukan isolasi positif, misalnya

untuk pemeliharaan klep pengendali. Isolasi dengan klep juga akan diperlukan untuk memungkinkan isolasi positif dilaksanakan atau dihentikan tanpa harus mematikan seluruh lokasi.

10.2 Prosedur-prosedur Dasar

Ide dasar untuk cara pengisolasian ditunjukkan di bawah ini. Rinciannya akan dikembangkan oleh Pemilik jika isolasi yang sebenarnya akan diperlukan. Pemilihan jenis klep isolasi dan spul penutup/dapat dipindah-pindah harus sesuai dengan pipa yang digunakan dan spesifikasi bahan. Bab ini mempertimbangkan kilang atau sistem yang memerlukan isolasi dan diikuti dengan persyaratan isolasi peralatan masing-masing.Sketsa di bawah ini diberikan sebagai bantuan untuk mengembangkan perencanaan pekerjaan pemeliharaan yang sebenarnya. 10.2.1 Pengisolasian Peralatan/Sistem Masing-Masing

10.2.1.1 Tangki

Semua tangki dimana kemungkinan entri oleh operator diperlukan, disiapkan dengan pengaturan perlindungan sementara pada setiap penutupan inlet dan outlet dari proses. Jaluar inlet klep pengaman dari tekanan kapal biasanya diisolasi secara positif dari kapal dengan meniadakan klep pengaman dan menutup ujung jalur inlet. Pengaturan yang khas ditunjukkan dalam Gambar 10.2.1.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(21)

Gambar 10.2.1 Tangki JALUR ALIRAN MINIMUM JALUR KELUAR JALUR INLET PEMBUANGAN PELUAPAN/ OVER FLOW TANGKI 10.2.1.2 Pompa-Pompa

Umumnya cara pengisolasian klep diterapkan pada pompa hisap dan jalur pelepasan. Jika diperlukan dari sifat pekerjaan pemeliharaan, akan disediakan penutup (blind). Perhatikan gambar 10.2.2.

Gambar 10.2.2 Pompa

JALUR KELUAR JALUR

MASUK

PENYARING JENIS 'Y'

ATAU 'T'

POMPA

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(22)

11. PROSEDUR PEMELIHARAAN 11.1 Umum

SISTEM INSTRUMEN UDARA MEMILIKI CADANGAN NITROGEN, JANGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN UDARA UNTUK ALAT BANTU BERNAFAS.

Jenis pemeliharaan dibagi menurut kategori di bawah ini.

11.1.1 Pemeliharaan Rutin/Jalur Pertama

Pemeliharaan Rutin/Jalur Pertama berupa pemeriksaan visual sehari-hari secara online maupun offline, pelumasan, kalibrasi atau penyesuaian minor atas peralatan yang bergerak atau yang statis. Selain petugas pemeliharaan yang melaksanakan pemeriksaan/penyesuaian di atas, operator harus melakukan kegiatan pemeliharaan rutin berikut ini sambil melaksanakan kegiatan pemeriksaan lokasi sehari-hari, guna menghindari masalah-masalah minor yang berkembang menjadi masalah besar:

• Mengencangkan ikatan pada paking klep yang bocor • Memeriksa suhu dan tekanan peralatan

• Memeriksa ketepatan level minyak di dalam kompresor, gir boks (mesin), cadangan minyak • Menambah minyak untuk yang levelnya rendah pada peralatan di atas seperlunya

• Membersihkan filter dan saringan pompa • Menjaga kebersihan dan kerapihan peralatan. 11.1.2 Pemeliharaan Terinci

Untuk Pemeliharaan Terinci, tidak akan dilakukan penjadwalan terhadap pemeriksaan atau servis. Pekerjaan perbaikan akan dilakukan apabila terjadi kerusakan di lokasi atau peralatan tertentu.

11.1.3 Pemeliharaan Pencegahan Terencana

Pemeliharaan Terencana dalam rangka Pencegahan Kerusakan akan dilaksanakan berdasarkan hari kalender atau jam operasi mesin. Hal tersebut akan dilakukan sesuai dengan anjuran penjual mesin.

11.1.4 Pemantauan Berdasarkan Dugaan/Kondisi Mesin

Pemeliharaan berdasarkan Dugaan/Kondisi Mesin merupakan pilihan perencanaan yang paling efisien. Pemeliharaan ini menerapkan observasi langsung dan pemeriksaan instrumen untuk pemantauan dari kondisi yang sebenarnya dari Lokasi dan peralatan, dan dapat memperkirakan kapan kegiatan pemeliharaan sudah saatnya dilakukan.

11.1.5 Pemeliharaan untuk Pergantian/Pemeriksaan Mesin

Pemeliharaan untuk Pergantian Mesin akan dilakukan sekitar 3 tahun sekali, dan biasanya mengharuskan penghentian pekerjaan keseluruhan Lokasi atau Kilang. Ditujukan untuk melakukan pengujian dan penyetelan ulang klep-klep pengaman, memeriksa dan memperbaiki peralatan yang tidak dapat dimatikan atau dipindahkan selama berproduksi.

11.2 Kehati-hatian sebelum Pemeliharaan

Sub Bab ini menjelaskan tindakan pencegahan sebelum memulai pekerjaan pemeliharaan seluruh atau sebagian Lokasi.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(23)

• Semua pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan Kebijakan Keselamatan & Lingkungan Kerja serta Prosedur Perusahaan. Siapkan semua Izin-Izin Kerja yang lazim, yang harus mencerminkan masalah-masalah keselamatan kerja. Dapatkan surat izin kerja sebelum memulai pekerjaan.

• Beritahu para operator tentang jenis pekerjaan selama prosedur pemeliharaan untuk pencegahan ini, dan sejauh mana hal ini mempengaruhi pekerjaan mereka

• Semua peralatan yang berputar harus dianggap bertenaga, hingga mesin tersebut diisolasikan. • Semua kapal harus diisolasikan, dikosongkan dan terbuka ventilasinya.

• Amankan area, untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk.

• Sebelum memulai pekerjaan ini, pastikan bahwa peralatan yang bergerak/berputar/pembangkit listrik/penyimpan energi, harus sudah diisolasi sesuai dengan izin kerja terkait dan dengan ketentuan penguncian/pemberian tanda.

• Isolasikan kapal-kapal secara fisik. Hanya flens dan spades yang boleh digunakan, Tidak seorangpun diizinkan memasuki kapal kecualli semua sumber cairan utilitas yang terhubung sudah diisolasikan secara positif terhadap kapal. Entri di sini berarti seluruh tubuh masuk ke kapal atau sebagian tubuh.

• Operasi harus memeriksa oksigen, mengambil sampel pada beberapa tempat yang representatif, dengan sebuah analyzer untuk memeriksa kekurangan oksigen.

• Sebelum memulai pekerjaan ini dianjurkan para ABK diberi briefing tentang apa yang diperlukan dan jenis bahaya yang dihadapi. ABK diingatkan akan lokasi alat pemadam kebakaran, kotak PPPK dan telepon.

11.3 Persiapan Pemeliharaan

Garis besar urutan pekerjaan adalah sebagai berikut: • Matikan semua operasi unit

• Pemberian isolasi berupa flens atau spades

• Penggantian udara untuk entri ke dalam peralatan, jika diperlukan. 11.3.1 Pemasangan isolasi berupa flens atau spades

Pemasangan isolasi berupa flens atau spades harus dilakukan di lokasi sesuai keperluan.

11.3.2 Penggantian Nitrogen dengan Udara

Penggantian gas nitrogen dengan udara dan pengujian peralatan harus dilakukan sebelum memberi izin memasuki kapal.

(1) Hubungkan slang udara sementara ke tempat yang sesuai dengan utilitas udara atau instrment udara, jika diperlukan

(2) Bukalah klep ventilasi atas dan keluarkan atmosfir di dalam peralatan (3) Masukkan udara untuk menggantikan/membuang gas nitrogen

(4) Lanjutkan membuang gas nitrogen hingga kandungan oksigen lebih besar dari 20% di semua sudut.

11.4 Cara Pengisolasian yang Khas

11.4.1 Tangki

• Dirikan perancah (steger) untuk akses seperlunya

• Operator mematikan system, hilangkan tekanan udara dan buang gas nitrogen. • Mekanik melindungi penutup inlet dan outlet peralatan.

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

(24)

• Mekanik membuka drum.

• Operator mengganti nitrogen dengan udara dan memeriksa kadar oksigen. • Operator melakukan pembersihan.

• Seorang masuk ke dalam tangki dan yang lain berdiri mengawasi. 11.4.2 Penyelesaian

• Pastikan peralatan ditinggalkan dalam kondisi aman • Jauhkan semua kerja dan sampah kerja, bersihkan area kerja • Catat semua kesalahan yang ditemui dan beri komentar.

• Buatlah permintaan kerja apabila diperlukan pekerjaan perbaikan besar, atau kinerja standar tidak dipenuhi selama masa pemeliharaan di atas.

• Tanda tangani dokumen akhir pekerjaan dan informasikan kepada otoritas area tentang status peralatan.

12. DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran-1 Diagram Alir Proses Lampiran-2 P & ID

Lampiran-3 Lembar Data Peralatan (Hanya Daftar)

350-EDS-PSMC-1403 (S-350-1358-001) EDS untuk Pompa Pengisian Solar 350-P-1001 350-EDS-PSVM-1351 (S-350-1354-001) EDS untuk Tangki Penyimpanan Solar 350-TK-1001 Lampiran-4 Jadwal Penelitian Sampel di Laboratorium

Lampiran-5 Indeks pedoman pengoperasian GPFSB Lampiran-6 Operasi Solar yang ada

Lampiran-7 Spesifikasi Khas Solar

_____

| |

| |

_____

INDRA

15-NOV-2006

References

Related documents

1969 Unilluminable Rooms 1971 Supersymmetry 1980 Cosmic Inflation 1981 Quantum Computers 1982 Quasicrystals 1984 Theory of Everything 1985 Buckyballs 1987 Quantum Immortality

The prospectus writing materials used in the ETEC 750e class lecture in spring 2013 were transformed into a web-based instructional module using Dick and Carey’s Systems

Transferring these insights to the firm level, the industrial environment, and specifically its three attributes of complexity, munificence, and dynamism, is

As stated, the primary benefit of the Shibboleth enabled version of the BRIDGES Grid BLAST service is that the user no longer needs to remember a username and password for a

strategies, techniques, and training objectives are modified to incorporate the learner’s sensory losses and needed adaptive skill training. The rationale for this study is the

Your membership dollars fund alumni programs and student scholarships that help ensure the success, honor the tradi- tions and enrich the experience that is Boise State

When betting in 50 cent units you Must select sufficient combinations so that the ticket has a Minimum value of $2.00... Age allowance for

Based on the findings of this study, it appears that having a family who encourages academic success is necessary for African American boys to succeed in