ANALISIS LEVEL KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA (K3) PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP RISIKO
DAN MANAJEMEN K3
(Studi Kasus : Proyek Pembangunan Terminal II Bandara Radin Inten II, Gedung Parkir Bandara Radin Inten II dan Showroom Auto 2000 Soekarno-Hatta)
(Skripsi)
Oleh
AYUMA ERSAMAYORI MILEN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
ABSTRACT
ANALYSIS OF HEALTH AND SAFETY LEVEL CONSTRUCTION PROJECT’SIN TERMS OF RISK MANAGEMENT AND SAFETY MANAGEMENT
(CASE STUDY: PROJECT OF STATION II DEVELOPMENT RADIN INTEN II AIRPORTS, DEVELOPMENT OF MULTI-STOREY CAR PARK RADIN INTEN II AIRPORTS AND DEVELOPMENT OF AUTO 2000 SHOWROOM SOEKARNO-HATTA)
By
AYUMA ERSAMAYORI MILEN
Whether construction utilizing simple or complex technology, they are always prone to risk of accidents. Applying management of occupational safety and health is very important because it can create a good and secure working environment. However all it needs commitment from all stakeholders to be successful.
The purpose of this research is to asses the implementation of safety management system in construction projects, identify and quantify the risk of accident events in construction projects. The research involves questionnaires to gather them the information. The respondents came from the project cases of station II development Radin Inten II airport, development of multi-storey car park Radin Inten II airport and development of auto 2000 showroom soekarno-hatta. This analysis was utilizing SPSS and the methode of analysis was frequency, validity and reliability test. The results show that all the three project cases has a medium risk due to accident caused by ignoring the safety standards and procedure are obvious.
ABSTRAK
ANALISIS LEVEL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP RISIKO DAN MANAJEMEN K3 (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN TERMINAL II BANDARA RADIN INTEN II, GEDUNG PARKIR BANDARA RADIN INTEN II DAN
SHOWROOM AUTO 2000 SOEKARNO-HATTA)
Oleh
AYUMA ERSAMAYORI MILEN
Pembangunan yang dilakukan dengan teknologi sederhana maupun tinggi tidak terhindar dari risiko kecelakaan kerja. Menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting karena dapat menciptakan lingkungan kerja yang baik dan aman. Tetapi semua tidak dapat berhasil jika tidak ada komitmen yang baik dari seluruh pihak yang terlibat dalam proyek.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai penerapan sistem manajemen K3 dan mengkuantifikasi risiko kecelakaan kerja yang terjadi dalam proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan data kuisioner. Responden penelitian dari studi kasus proyek pembangunan terminal II bandara radin inten II, gedung parkir bandara radin inten II dan showroom auto 2000 soekarno-hatta.
Penelitian ini menggunakan program SPSS dan menggunakan metode uji frekuensi, uji validitas dan uji reabilitas.. Hasil dari penelitian ini adalah ketiga proyek memiliki sistem manajemen dengan kategori sedang dan faktor kecelakaan yang timbul diakibatkan oleh kelalaian pada standar oprasional dan prosedur yang ada.
ANALISIS LEVEL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP RISIKO DAN MANAJEMEN K3 (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN TERMINAL II BANDARA RADIN INTEN II, GEDUNG PARKIR BANDARA RADIN INTEN II DAN
SHOWROOM AUTO 2000 SOEKARNO-HATTA)
Oleh
Ayuma Ersamayori Milen
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA TEKNIK
Pada
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Lampung
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Ayuma Ersamayori Milen lahir di kota Metro, pada tanggal 21
Juni 1994, merupakan anak pertama dari pasangan Bapak M.
Iqbal dan Ibu U.A. Tenny Lensa. Penulis memiliki 5 orang
saudara. Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Al-Qur’an
Metro yang diselesaikan pada tahun 2006. Pendidikan tingkat
pertama ditempuh di SMP Negeri 3 Metro yang diselesaikan pada tahun 2009.
Kemudian melanjutkan pendidikan tingkat atas di SMA Negeri 3 Metro yang
diselesaikan pada tahun 2012.
Penulis diterima menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,
Universitas Lampung melalui jalur SNMPTN Tertulis pada tahun 2012. Selama
menjadi mahasiswa penulis aktif dalam organisasi internal kampus yaitu
Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HIMATEKS). Pada tahun 2015 penulis
melakukan kegiatan Kerja Praktik selama 3 bulan pada Proyek Pembangunan
Hotel Mercure Lampung. Penulis melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) selama 60 hari di Desa Sumber Sari, Kecamatan Penawar Aji, Tulang
Persembahan
Sesuatu yang belum sempurna namun penuh dengan perjuangan dan air mata ini kupersembahkan untuk :
Orang tua, serta adikku tercinta yang selalu memberi semangat kepada diriku
Seluruh dosen dan safety officer yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada diriku
Sahabat – sahabat tercinta yang telah memberikan nasihat dan semangat kepada diriku
Orang yang kusayangi yang selalu siap mendengar keluh kesah selama ini dan seluruh civitas akademika Teknik Sipil Universitas
Lampung
MOTTO
“Hidup itu singkat, Jangan menghabiskan waktu dengan kehidupan orang lain”
(Steve Jobs)
“Seseorang yang optimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap
malapetaka, sedangkan orang yang pesimis akan melihat malapetaka dalam
setiap kesempatan”
(Nabi Muhammad SAW)
“Ayo segera bangun mimpimu atau orang lain akan memperkerjakan kamu
untuk membangun mimpi mereka”
(Farrah Gray)
“Belajar dari masa lalu, hidup untuk masa kini, dan berharap untuk masa yang
akan datang”
(Albert Einstein)
“Sesungguhnya dibalik kesukaran itu ada kemudahan”
(QS . Al Insyirah : 6)
“Barang siapa keluar mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah”
(HR. Tirmidzi)
Sesuatu yang sulit, susah, mustahil mungkin tidak akan terjadi tetapi kamu
punya sebuah hal yang dapat membuat itu menjadi nyata “ALLAH”(99 Cahaya
SANWACANA
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi dengan judul Analisis Level Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) Proyek Konstruksi Terhadap Risiko dan Manajemen K3 dapat
terselesaikan. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana
Teknik pada program reguler Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas
Lampung.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pada penulisan skripsi ini masih banyak
terdapat kekurangan dan kesalahan, oleh sebab itu penulis mohon maaf dan
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya
kepada :
1. Prof. Drs. Suharno, M.sc.,Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknik, Universitas
Lampung.
2. Gatot Eko Susilo, S.T.,M.Sc.,Ph.D. selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
Teknik, Universitas Lampung.
3. Dr. Ika Kustiani, S.T.,M.Sc.,Eng.Sc. selaku Dosen Pembimbing I skripsi..
II
5. Ir. Dwi Herianto M.T. selaku Dosen Penguji skripsi.
6. Ir. Laksmi Irianti M.T Selaku Dosen Pembimbing Akademis
7. Seluruh Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lampung.
8. Kedua orang tua penulis (M. Iqbal dan U.A. Tenny Lensa) yang telah
memberikan restu dan doanya, serta adikku yang selalu menjadi penyemangat
penulis.
9. M. Iqbal Wildinata, orang yang selalu memberikan semangat dan nasihat dalam
menyelesaikan tugas akhir penulis.
10. Rekan-rekan Apalah (Vera, Rizca, Windy, Ica, Fita, Ikko, Meutia, Tasya, Dela,
Dea, Merida dan Martha ) yang telah banyak membantu penulis selama di
Kampus. Teman-teman seperjuangan Giwa dan Bagus.
11. Petugas K3 proyek bandara radin inten II bapak Novid dan bapak Panji serta
petugas K3 showroom auto 2000 bapak Tata.
12. Seluruh keluarga besar Jurusan Teknik Sipil, Universitas Lampung, khususnya
angkatan 2012.
Serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu dan
memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis sangat berharap karya
kecil ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi penulis sendiri.
Bandar Lampung, November 2016
Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... v
I. PENDAHULUAN ... 1
A. LatarBelakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujuan Penelitian ... 2
D. Batasan Masalah ... 3
E. Manfaat Penelitian ... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4
A. Manajemen Proyek ... 4
B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ... 5
C. Unsur-unsur Penunjang Keamanan... 10
D. Analisis Risiko ... 11
E. Kuisioner ... 13
F. Literatur Terdahulu ... 14
III. METOLOGI PENELITIAN ... 18
A. LokasiProyek ... 18
B. Tahapan Penelitian ... 18
C. Instrumen Penelitian ... 25
D. Diagram Alir Penelitian ... 29
IV. PEMBAHASAN ... 30
A. GambaranUmumProyek ... 30
B. StrukturOrganisasiProyek ... 32
C. VariabelKuisionerdenganFish Bone Diagram ... 35
D. TeknikPengumpulan Data ... 45
E. Analisis Data ... 46
A. Kesimpulan ... 59 B. Saran ... 60
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Proses Manajemen Proyek ...4
Gambar 2. Bagan Project Safety Management ...7
Gambar 3. Diagram Safety Planning ...8
Gambar 4. Diagram Pelaksanaan K3 ...9
Gambar 5. Diagram Pengawasan dan Evaluasi K3 ...10
Gambar 6. Analisis Masalah dengan Fishbone ...25
Gambar 7. Analisis Penyebab kecil dengan Fishbone...26
Gambar 8. Diagram Alir Penelitian ...29
Gambar 9. Struktur organisasi proyek Perluasan Fasilitas Gedung Parkir ...33
Gambar 10. Struktur organisasi proyek Perluasan Fasilitas Gedung Terminal II..34
Gambar 11. Struktur organisasi proyek Showroom Auto 2000...35
Gambar 12. Fishbone Diagram Gedung Parkir Bandara Radin Inten II ...38
Gambar 13. Fishbone Diagram Gedung Terminal II Bandara Radin Inten II...41
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Rangkuman Penelitian Terdahulu ...16
Tabel 2. Level Risiko ...22
Tabel 3. Besarnya Peluang...22
Tabel 4. Tabel Tingkat Bahaya ...23
Tabel 5. Keterangan Hasil Tingkat Risiko...24
Tabel 6. Tabel Distribusi Nilai Rtabel ...28
Tabel 7. Penjabaran Permasalahan Kecelakaan Kerja Gedung Parkir...39
Tabel 8. Penjabaran Permasalahan Kecelakaan Kerja Gedung Terminal II ...42
Tabel 9. Penjabaran Permasalahan Kecelakaan Kerja Showroom Auto 2000 ...46
Tabel 10. Jumlah Responden Penelitian ...48
Tabel 11. Pertanyaan Pembuka pada Kuisioner1...49
Tabel 12. Hasil Kuisioner 1 Gedung Parkir ...49
Tabel 13. Hasil Kuisioner 1 Gedung Terminal II ...50
Tabel 14. Hasil Kuisioner 1 Showroom Auto 2000...51
Tabel 15. Pertanyaan Pembuka pada Kuisioner 2...52
Tabel 16. Hasil Rhitung Uji Validitas Kuisioner 2 ...53
Tabel 17. Hasil Uji Frekuensi terhadap Peluang ...56
Tabel 18. Hasil Uji Frekuensi terhadap Dampak...57
iv
Tabel 20. Penialian Risiko Berdasarkan 30 Jawaban Responden...59
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan yang dilakukan dengan teknologi sederhana maupun tinggi
tak pernah luput dari adanya risiko kecelakaan kerja. Tahun 2010, terdapat
65.000 kasus kecelakaan kerja, sebanyak 1.965 pekerja meninggal, 3.662
pekerja mengalami cacat fungsi, 2.713 cacat sebagian, 31 cacat total dan
sisanya dapat disembuhkan (Mubarak, 2012, P.26).
Dasar pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di jasa
konstruksi adalah : Undang–undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, Undang–undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah No. 29/2000 Pasal 30 ayat (1), demikian juga
dengan Pedoman Teknis K3 Konstruksi Bangunan dalam Keputusan
Menteri Tenaga Kerja No.1 Tahun 1980 dan Pedoman Pelaksanaan K3
pada Tempat Kegiatan Konstruksi dalam SKB Menteri Tenaga Kerja dan
Menteri Pekerjaan Umum No. 174/MEN/1986 dan 104/KPTS/1986 (ILO,
2006).
Oleh karena itu, menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) sangat penting karena bertujuan untuk memberikan suasana
2
menghindari kecelakaan dan penyakit kerja. Tetapi semua usaha
pemerintah tidak akan berhasil tanpa adanya respon dari perusahaan dan
pekerja untuk mengatasi masalah atau pelanggaran keselamatan dan
kesehatan kerja (K3). Skripsi ini menitik beratkan pada kajian analisis
level kesehatan dan keselamatan kerja proyek konstruksi terhadap risiko
dan manajemen K3 sehingga meninjau kecelakaan kerja yang terjadi dan
sistem manajemen K3 pada proyek konstruksi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka didapatkan rumusan masalah
yaitu apa sajakah yang menjadi faktor kecelakaan kerja serta bagaimana
penerapan prosedur manajemen K3 pada objek studi kasus.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menganalisis risiko kecelakaan kerja yang terjadi dalam proyek
konstruksi untuk menentukan variabel penelitian dengan metode
fishbone.
2. Mengidentifikasi penerapan sistem manajemen K3 yang berlaku dalam
proyek konstruksi yang menjadi objek studi kasus.
3. Mengkuantifikasi risiko kecelakaan kerja yang terjadi dalam proyek
3
D. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah penelitian ini hanya
menganalisis risiko yang terjadi pada proyek pembangunan gedung parkir
dan terminal II selama bulan februari hingga agustus 2016 dan pada
proyek pembangunan showroom auto 2000 maret hingga agustus 2016.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan informasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang
aman dengan sistem manajemen K3 yang baik dan benar agar
kecelakaan kerja dapat dihindari, dihadapi dan dipindahkan.
2. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan referensi penulis
atau bahan pertimbangan untuk menekan risiko kecelakaan kerja
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Manajemen Proyek
Manajemen proyek adalah aplikasi pengetahuan (knowledges),
keterampilan (skills), alat (tools) dan teknik (techniques) dalam aktivitas
proyek untuk memenuhi kebutuhan proyek (PMBOK, 2004).
Dengan kata lain, dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen proyek
adalah penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan, cara
teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas, untuk
mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil
yang optimal dalam hal kinerja biaya, mutu dan waktu, serta keselamatan
[image:21.595.97.477.542.675.2]kerja (Husen, 2011).
Gambar 1. Proses Manajemen Proyek
Sumber:(Husen, 2010) Input
•Tujuan, sasaran, informasi, data serta sumber daya
Fungsi Manajemen Proyek
•Perencanaan •Pengorganisasi
an
•Pelaksanaan •Pengendalian
Output
•Optimasi kinerja proyek : •Biaya
5
B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
a. Kesehatan kerja
Kesehatan kerja adalah suatu keadaan atau kondisi badan/tubuh
yang terlindungi dari segala macam penyakit atau gangguan yang
diakibatkan oleh pekerjaan yang dilaksanakan.
b. Kecelakaan Kerja
Kecelakaan adalah kejadian yang tidak diharapkan, tidak
diinginkan, tidak diramalkan, tidak direncanakan, tidak terduga
serta tidak ada unsur kesengajaan yang dapat mengganggu atau
merusak kelangsungan yang wajar dari suatu kegiatan dan dapat
mengakibatkan suatu luka atau kerusakan pada benda atau
peralatan (Sudinarto, 1995).
a. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Adapun tujuan dilaksanakannya K3 antara lain (Pelealu,2015.P.2):
1) Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatan dalam melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup.
2) Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat
kerja.
3) Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan
efisien.
b. Manfaat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ekonomi
(Husen, 2011) :
6
2) Meningkatkan moral dan produktivitas kerja.
3) Mengurangi risiko dan menghemat biaya asuransi karena
premiumnya lebih rendah akibat sejarah kecelakaan perusahaan
yang rendah.
4) Reputasi yang baik bagi perusahaan dalam hal keselamatan dan
kesehatan kerja dapat meningkatkan permintaan pasar terhadap
perusahaan.
5) Tingkat efisiensi dan efektif kerja bagi perusahaan menjadi lebih
tinggi dengan menekan risiko kecelakaan yang akan terjadi.
6) Upaya pengawasan terhadap 4 M (Men, Material, Machines,
Methods) dan Environtment yaitu manusia, material, mesin,
metode kerja dan lingkungan yang dapat memberikan
lingkungan kerja aman dan nyaman sehingga tidak terjadi
kecelakaan (Ervianto, 2005).
2. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah bagian
dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur
organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur,
proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan
penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan
keselamatan dan kesehatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang
selamat, aman, efisien dan produktif (Peraturan Menteri Pekerjaan
7
Gambar 2. Bagan Project Safety Management
Sumber : (PMBOK,2000)
a. Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Safety Planning adalah melakukan analisis adanya resiko bahaya
pada pekerjaan yang merupakan lingkup kontrak pada proyek yang
bersangkutan, sehingga dapat dirumuskan cara pencegahan dan
penanggulangannya secara efekif. Analisis tersebut termasuk
(PMBOK, 2000):
1) Survey geografik dan risiko bahaya fisik di site proyek.
2) Antisipasi risiko bahaya yang sering terjadi pada tipikal
konstruksi.
3) Peraturan dan perundangan pemerintah yang menyangkut K3.
4) Persyaratan dari owner yang sudah tertuang dalam kontrak
tentang K3.
Project Safety Management
Safety Planning Safety Plan Execution
8
Gambar 3. Diagram Safety Planning
Sumber : (PMBOK,2000)
b. Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Safety Plan Execution adalah implementasi dan aplikasi dalam
melaksanakan praktikal kegiatan K3 di proyek sesuai dengan yang
telah direncanakan.
Kegiatan implementasi tersebut antara lain diikuti oleh (PMBOK,
2000):
1) Melakukan sosialisasi setiap saat kepada seluruh pekerja agar
mematuhi peraturan dan rambu K3.
2) Menugaskan petugas K3 (safety officer) untuk selalu meninjau
lokasi dan melakukan penanganan praktis dengan hal-hal
terkait dengan K3.
Inputs •Undang-undang & Peraturan •Persyaratan Kontrak •Kebijakan K3 •LokasiSite •Komitmen Manajemen Tools & Techniques •Analisis Resiko Bahaya •Seleksi Sub kontraktor •Insentif (penghargaan) Outputs
•Project Safety Plan
9
Gambar 4. Diagram Pelaksanaan K3
Sumber : (PMBOK,2000)
c. Pengawasan dan Evaluasi K3
Administration and Reporting berjalan sesuai dengan aturan
pemerintah yang mewajibkan dilaksanakannya kegiatan K3 di
setiap proyek konstruksi, maka segala bentuk rekord dan laporan
yang berkaitan dengan aktifitas K3 harus dijaga dan dipelihara.
Laporan tersebut antara lain berupa (PMBOK, 2000) :
1) Laporan aktifitas K3 secara periodic.
2) Laporan kecelakaan secara periodic.
3) Laporan hasil sosialisasi dan pelatihan K3 sebagai bukti pihak
manajemen telah melakukan pengarahan, pembinaan dalam
rangak mencegah terjadinya bahaya dan lain-lain.
Inputs
•Project Safety Plan •Persyaratan Kontrak Tools & Techniques •Alat Pelindung Diri (APD) •Perlengkapan K3 •Peninjauan peralatan konstruksi •Komunikasi K3 (Safety Communication) •Pendidikan & Pelatihan •Inspeksi K3 •Penanganan & Penyelidikan Kecelakaan •Fasilitas Perawatan •Tes Pengobatan Outputs
•Kecelakaan yang diminimalkan •Biaya asuransi
lebih rendah •Mempertinggi
Reputasi •Meningkatkan
10
Gambar 5. Diagram Pengawasan dan Evaluasi K3
Sumber : (PMBOK,2000)
C. Unsur–Unsur Penunjang Keamanan
1. Alat Pelindung Diri (APD)
Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material adalah APD.
Alat pelindung diri harus sesuai dengan potensi bahaya yang dapat
terjadi dan kualitas stadar yang ditetapkan. Terdiri dari (Jasa Marga,
2010) :
a. Helmet/Topi/Pelindung kepala.
b. Safety Shoes/Pelindung Kaki.
c. Safety Glasses/Kaca mata/Kedok Las.
d. Earplug/Pelindung telinga/Earmuff.
e. Masker mulut/hidung/oksigen.
f. Sarung Tangan/karet/kulit/kain/plastik.
g. Safety belt/harness.
Inputs •Persyaratan Pelaporan secara Legal •Persyaratan report asuransi •Persyaratan kontrak •Persyaratan rencana K3 Tools & Techniques •Daftar & Report Inspeksi •Report training & pertemuan •Daftar kecelakaan dan jatuh sakit karyawan •Penanganan & penyelidikan kecelakaan •Record berupa photo dan video Outputs •Daftar & Laporan ke pemerintah •Laporan Kecelakaan •Perolehan hasil
dari insentif K3 •Kinerja dari
aktivitas K3 yang
11
h. Masker Muka.
2. Perlengkapan K3
Unsur-unsur penunjang kemanan non-material adalah :
a. Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
b. Rambu-rambu petunjuk K3.
c. Spanduk K3.
d. MCK.
e. P3K.
f. Buku Petunjuk Penggunaan Alat.
g. Petugas K3.
D. Analisis risiko
1. Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko diawali dengan mengenali jenis-jenis kecelakaan
yang mungkin akan terjadi. Disini dilakukan pendefinisian
risiko-risiko berupa jenis kecelakaan kerja dari data primer dan dari literature
terdahulu untuk menentukan variabel kuisioner.
2. Analisis Risiko
Analisis risiko dibagi menjadi 2 macam yaitu analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif.
a. Analisis Risiko Kualitatif
Analisis Kualitatif adalah proses menilai dampak dan
12
dengan menyusun risiko berdasarkan dampaknya terhadap tujuan
proyek.
b. Analisis Kuantitatif
Analisis risiko secara kuantitatif merupakan metode untuk
mengidentifikasi risiko kemungkinan kegagalan sistem. Analisis
ini dilakukan dengan mengaplikasikan formula matematis. Secara
matematis perhitungan risiko diajukan dengan mengalikan tingkat
kemungkinan kejadian dengan dampak yang ditimbulkan. Hasil
analisis ini dapat digunakan untuk mengambil langkah strategis
dalam mengatasi risiko yang teridentifikasi.
Meskipun analisis kuantitatif ini menggunakan pendekatan
matematis, namun pada prinsipnya analisis ini merupakan tindak
lanjut yang mengikuti hasil analisis kualitatif. Kesulitan utama
dalam analisis risiko kuantitatif adalah pada saat menentukan
tingkat kemungkinan karna data-data statistik belum tentu tersedia
untuk semua peristiwa.
Adapun metode yang dipakai dalam analisis ini antara lain adalah:
- Survey
Survei adalah pemeriksaan atau penelitian secara komperhensif.
Survei yang dilakukan dalam melakukan penelitian biasanya
dilakukan dengan menyebar kuisioner atau wawancara, dengan
13
cenderung suatu tindakan. Survei lazim dilakukan dalam
penelitian kuantitatif.
Dalam penelitian survei dilakukan tertutup, survei merupakan
metode pengumpulan data primer dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu. Jadi bisa
disimpulkan survei adalah metode untuk mengumpulkan
informasi dari kelompok yang mewakili sebuah populasi,
penelitian ini menggunakan survei dengan kuesioner.
E. Kuisioner
Kuisioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang mempelajari
sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama
di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau
oleh sistem yang sudah ada.
Jenis-jenis pertanyaan dalam kuisioner adalah :
a. Pertanyaan terbuka, yaitu pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan
respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka,
responden diberi kebebasan untuk menjawab kuisioner tersebut.
b. Pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang membatasi atau menutup
pilihan pilihan respon yang tersedia bagi responden. Pada pertanyaan
terbuka, responden hanya akan menjawab pertanyaan yang ada di
14
Penelitian ini menggunakan kuisioner dengan pernyataan tertutup.
Pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang membatasi atau menutup
pilihan respon yang tersedia bagi responden.
F. Literatur Terdahulu
1. Christina (2012) menganalisis korelasi budaya keselamatan kerja yang
baik dapat mempengaruhui kinerja dari proyek konstruksi dengan cara
mengidentifikasi dan mengalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
budaya keselamatan dan kesehatan juga dampaknya pada proyek
konstruksi. Berdasarkan hasil penelitian faktor terbesar yang
mempengaruhi adalah top management yang baik dan pelaksaan safety
K3.
2. Teja (2015) menganalisis korelasi pengetahuan K3 yang dimilki
pekerja berpengaruh pada terhadap perilaku perkerja konstruksi dilihat
dari aspek definisi dan inisiasi, sistem manajemen, mekanisme APD,
sarana dan prasarana, serta risiko K3. Hasil penelitian didapatkan nilai
hubungan atau tingkat korelasi yang rendah antara pengetahuan
dengan perilaku pekerja.
3. Utami (2011) menganalisis korelasi faktor-faktor yang dapat
berpengaruh pada terhadap risiko kecelakaan kerja. Hasil penelitian
didapatkan bahwa penerapan sistem K3 pada proyek ini dapat
mencegah terjadinya kecelakaan. Beberapa kegiatan pengawasan K3
adalah safety patrol, safety induction, safety morning, Inspeksi K3
15
4. Soputan (2014) mengidentifikasi bahaya risiko, menilai risiko dan
memberikan tindakan pengendlian risiko. Hasil penelitian didapatkan
bahwa level risiko tertinggi (very high risk) material terjatuh dari
ketinggian dan pengendalian yang dilakukan dengan rekayasa teknik
dan penggunaan APD.
16 Tabel 1. Rangkuman penelitian terdahulu
No Nama Peneliti (Tahun)
Judul Skripsi Tujuan Penelitian Metode Penelitian Kesimpulan
1. Wieke Yuni Christina (2012)
Pengaruh Budaya K3 terhadap Kinerja Proyek Konstruksi
Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pengaruh budaya K3 dan dampak yang ditimbulkan
Kuisioner dengan program SPSS menggunakan uji validitas dan reabilitas
Faktor terbesar adalah manajemen yang baik (top management) dan keterlibatan pekerja pada program K3
2. Made Bayu Sambira Teja (2015)
Pengaruh Pengetahuan K3 terhadap Perilaku Pekerja Konstruksi pada Proyek Jalan Tol Nusa Dua – Ngurah Rai - Benoa
Untuk mengetahui
pengaruh pengetahuan K3 terhadap perilaku pekerja konstruksi
dilihat dari beberapa aspek terkait K3 seperti definisi dan inisiasi, sistem manajemen, mekanisme APD, sarana dan
prasarana, serta risiko K3
Kuisioner dengan program SPSS menggunakan uji validitas dan reabilitas
3. Ratih Tri Utami (2011)
Analsis Incidence Rates terhadap Upaya Zero Accident pada Kegiatan K3L Studi Kasus Proyek Pembangunan
Perpustakaan IU Tahap III
Mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada proyek menggunakan perhitungan incident rates
2 Kuisioner dengan uji validitas dan uji statistic deskriptif
Penerapan sistem K3 pada proyek dapat mencegah terjadinya kecelakaan K3
4. Gabby.E. M. Soputan
Manajemen Risiko K3 Studi Kasus Pembangunan Gedung SMA Eben
Mengidentifikasi dan menilai risiko K3 serta pengendaliannya
Kuisioner dengan program SPSS menggunakan uji validitas dan reabilitas
1 variabel yang
17
Haezar (very high risk) yaitu
III. METODE PENELITIAN
A. Lokasi Proyek
1. Proyek Pembangunan Terminal II Bandara Radin Inten II yang terletak
diJl. H. Alamsyah Ratu Prawiranegara Km. 28, Lampung Selatan, Lampung.
2. Proyek Pembangunan Gedung Parkir Bandara Radin Inten II yang
terletak diJl. H. Alamsyah Ratu Prawiranegara Km. 28, Lampung Selatan, Lampung.
3. Proyek Pembangunan Showroom Auto 2000 yang terletak di Jl.
Soekarno–Hatta , Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung.
B. Tahapan Penelitian
1. Pengumpulan Data
Data ialah data mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan
informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang
menunjukan fakta. Data yang diperoleh haruslah relevan artinya data
yang ada hubungannya langsung dengan penelitian. Selain itu data yang
diperoleh adalah data yang dapat dipercaya masih hangat
19
Setelah data diperoleh, data dikelompokkan terlebih dahulu sebelum
dipakai dalam proses analisis yaitu sebagai berikut :
a. Data primer
Merupakan data yang didapat dari sumber pertama. Data primer
diperoleh dengan melakukan studi lapangan. Studi lapangan
dilakukan dengan survey dengan pihak pihak terkait, sehingga
pendeketan dengan data primer adalah dengan melakukan survey
atau melakukan kuisioner.
b. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh dari studi literatur, seperti buku,
makalah, jurnal, penelitian terdahulu dan dapat berupa data yang
dapat diolah dan juga dapat berupa data dari proyek tersebut.
Data yang digunakan penulis pada penelitian ini data primer
(langsung) dan data sekunder berupa studi literatur dan data proyek.
2. Kuisioner
Pelaksaan kuisioner pada penenlitian ini dilaksanakan menjadi 2
tahapan dengan sasaran kuisioner adalah main contractor (quality
control, site engineer, site manager) dan sub contractor (safety officer
dan konsultan pengawas), yaitu :
a. Sistem Manajemen K3
Meliputi Safety Planning, Safety Execution dan Safety Evaluating
and monitoring. Kuisioner ini ditujukan untuk melihat standart
20
b. Kecelakaan Kerja
Variabel risiko yaitu variabel merupakan gejala yang bervariasi
dapat berupa faktor-faktor yang mempengaruhi variabel lain.
Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain atau
variabel yang disebut variabel prediktor. Dalam penelitian ini
sebagai variabel bebas adalah pengetahuan K3 yang terdiri dari :
Sistem Manajemen K3 (X1), Mekanisme Alat Pelindung Diri (X2),
Faktor Risiko K3 (X3) dengan sasaran kuisioner adalah supervisor
dan mandor.
Variabel risiko yang mungkin terjadi pada proyek ini adalah :
1) Variabel Faktor Risiko K3 (X1)
a) X1.1 : Faktor Manusia
b) X1.2 : Faktor Material
c) X1.3 : Faktor Peralatan
d) X1.4 : Faktor Konstruksi
e) X1.5 : Faktor Lingkungan
2) Variabel Sistem Manajemen K3 (X2)
a) X2.1 : Adanya Kebijakan K3
b) X2.2 : Pelaksaan Sistem K3
c) X2.3 : Evaluasi K3
3) Variabel Mekanisme Alat Pelindung Diri (X3)
a) X3.1 : Briefing Penggunaan APD
b) X3.2 : Penggunaan APD
21
3. Penilaian Risiko
Pada kuisioner tahap 1 penilaian risiko dinilai dari jawaban responden
yang akan diberi beri pertanyaan dengan 2 pilihan jawaban yaitu ya
dan tidak.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (2008) :
a. Penyelenggara Sistem Manajemen K3 Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu:
1) Risiko Tinggi
2) Risiko Sedang
3) Risiko Kecil
b. Kinerja penerapan Penyenggalaraan SMK3 Konstruksi Bidang
Pekerjaan umum dibagi menjadi 3, yaitu :
1) Baik, bila mencapai hasil penilaian >85%
2) Sedang, bila mencapai hasil penilaian 60% - 85%
3) Kurang, bila mencapai hasil penilaian <60%
Pada kuisioner tahap 2 penilaian risiko dinilai dari jawaban responden
yang akan diberi beri pertanyaan dengan 2 sub pertanyaan yaitu dampak
kecelakaan dan peluang kejadian.
a. Tingkat risiko/Dampak
Merupakan suatu nilai yang ditetapkan untuk menentukan suatu
tingkatan dampak/akibat berdasarkan dampak yang disebabkan oleh
kecelakaan kerja. Tingkatan/Level risiko yang digunakan pada
22
Tabel 2. Level Risiko
Level-1 (Tidak ada) Tidak ada cedera.
Level-2 (Ringan) Cedera ringan (hanya membutuhkan P3K), peralatan rusak ringan.
Level-3 (Sedang)
Menyebabkan cidera yang
memerlukan perawatan medis ke
rumah sakit, peralatan rusak sedang.
Level-4 (Berat)
Menyebabkan cidera yang
menyebabkan cacatnya angota tubuh
permanen, peralatan rusak berat.
Level-5 (Fatal)
Menyebabkan kematian 1 orang atau
lebih, kerusakan berat pada mesin
sehingga mengganggu proses
produksi.
Sumber : (AS/NZS 4360,2004)
b. Peluang/Kemungkinan
Merupakan suatu nilai yang ditetapkan untuk menetukan tingkat
frekuensi terhadap kejadian kecelakaan. Peluang/Kemungkinan yang
terjadi pada penelitian ini dikatagorikan sebagai berikut :
Tabel 3. Besarnya Peluang
Level-1 (Tidak Pernah) Tidak pernah terjadi
Level-2 (Jarang)
Frekuensi kejadian jarang terjadi waktu
tahunan
Level-3 (Sedang)
Frekuensi kejadian sedang dalam waktu
[image:39.595.122.502.592.749.2]23
Level-4 (Sering) Hampir 100 % terjadi kejadian tersebut.
Level-5 (Pasti terjadi) 100% kejadian pasti terjadi.
Sumber : (AS/NZS 4360,2004)
c. Tingkat Bahaya
Untuk mengukur risiko menurut AS/NZS 4360 (2004) penelitian ini
menggunakan rumus:
R *P = I
Ket :
I = Tingkat Bahaya yang terjadi
P = Peluang/Kemungkinan yang terjadi
R = Dampak/Tingkat Risiko yang terjadi
[image:40.595.114.505.442.699.2]Dimana tingkat bahaya dapat dikatagorikan sebagai berikut:
Tabel 4. Tabel tingkat bahaya
\
Sumber : (PMBOK,2008)
E (25) E (20) T (15) T (10) M (5) V (Fatal) E (20) T (16) T (12) M (8) R (4) IV (Berat) T (15) T (12) M (9) M (6) R (3) III (Sedang) T (10) M (8) M (6) R (4) R (2) II (Ringan)
M (5) R (4)
R (3) R (2)
R (1) I (Sangat Ringan)
24
[image:41.595.134.488.114.414.2]Dari tabel diatas didapat hasil sebagai berikut :
Tabel 5. Keterangan Hasil Tingkat Risiko
Simbol Level risiko Keterangan
E Ekstrim Perlu pengamatan rinci dan
penangan harus seizin
pimpinan
T Tinggi Perlu ditangani oleh manajer
proyek
M Medium Risiko rutin dan ditangani
langsung di tingkat proyek
R Rendah Risiko rutin, ada dianggaran
proyek
Sumber : (PMBOK,2008)
C. INSTRUMEN PENELITIAN
1. Metode Fish Bone
Diagram tulang ikan atau fishbone adalah salah satu metode di dalam
meningkatkan kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan diagram
Sebab-Akibat atau cause effect diagram.
Dikatakan Diagram Fishbone (Tulang Ikan) karena memang berbentuk
mirip dengan tulang ikan yang moncong kepalanya menghadap ke
kanan. Diagram ini akan menunjukkan sebuah dampak atau akibat dari
25
akibat dituliskan sebagai moncong kepala. Sedangkan tulang ikan diisi
oleh sebab-sebab sesuai dengan pendekatan permasalahannya.
Langkah-langkah penggunaan diagram fishbone :
a. Menggambarkan garis horizontal dengan tanda panah pada
ujung sebelah kanan dan suatu kotak di depannya yang berisi
masalah yang diteliti, seperti pada Gambar 6.
Gambar 6. Analisis masalah dengan fishbone
b. Menuliskan penyebab utama dalam kotak yang dihubungkan ke
arah garis panah utama. Kemudian menentukan penyebab kecil yang
menjadi penyebab utama dan menghubungkannya dengan penyebab
utama.
Terdapat beberapa kategori yang mempengaruhi penyebab
keterlambatan antara lain material, method (metode atau proses),
machine (mesin atau teknologi), man (manusia), dan environment
(lingkungan) yang dapat dilihat pada Gambar 7.
26
Gambar 7. Analisis penyebab kecil dengan fishbone
Dikatakan diagram Cause and Effect (Sebab dan Akibat) karena
diagram tersebut menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat.
2. Statistical Program for Social Science (SPSS)
Peneltian ini menggunakan program aplikasi komputer SPSS untuk
mengolah dan menganalisis uji validitas dan reabilitas kuisioner.
Menurut Sudarmanto (2005) uji validitas dan reabilitas adalah :
a. Uji Validitas
Uji validitas diartikan sebagai pengujian untuk mengetahui sejauh
mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan
fungsi ukurnya. Validitas suatu instrumen akan menggambarkan
tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk
mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran.
Environment Machine Method Material Kecelakaan Kerja Man Kebisingan Alam Aliran listrik terbuka Pekerja tidak ahli Pekerja tidak fokus Peralatan sudah tua Kurangnya koordinasi
27
Dengan demikian permasalahan instrumen (kuisioner) akan
menunjukan pada mampu tidaknya instrumen (kuisioner) tersebut
mengukur objek yang diukur. Apabila instrumen tersebut mampu
mengukur apa yang diukur makan disebut valid, sebaliknya apabila
tidak mampu mengukur apa yang diukurm maka dinyatakan tidak
valid. Rumus Validitas :
R hitung > R tabel = VALID
R hitung < R tabel = TIDAK VALID
b. Uji Reabilitas
Tujuan dari uji reabilitas adalah untuk mengetahui konsistensi dan
stabilitas angket. Dengan demikian, alat ukur tersebut akan
memberikan hasil yang sama meskipun digunakan berkli- kali baik
peneliti yang sama maupun peneliti yang berbeda. Rumus
Reabilitas:
Alpha > R tabel = KONSISTEN
Alpha < R tabel = TIDAK KONSISTEN
R Tabel didapatkan dengan mengetahui N = Jumlah Narasumber
kemudian di distribusikan pada tabel distribusi nilai rtabel siginifikansi
28
Tabel 6. Tabel distribusi nilai Rtabel
DISTRIBUSI NILAI r
tabelSIGNIFIKANSI 5% dan 1%
N The Level of Significance N The Level of Significance5% 1% 5% 1%
3 0.997 0.999 38 0.320 0.413
4 0.950 0.990 39 0.316 0.408
5 0.878 0.959 40 0.312 0.403
6 0.811 0.917 41 0.308 0.398
7 0.754 0.874 42 0.304 0.393
8 0.707 0.834 43 0.301 0.389
9 0.666 0.798 44 0.297 0.384
10 0.632 0.765 45 0.294 0.380
11 0.602 0.735 46 0.291 0.376
12 0.576 0.708 47 0.288 0.372
13 0.553 0.684 48 0.284 0.368
14 0.532 0.661 49 0.281 0.364
15 0.514 0.641 50 0.279 0.361
16 0.497 0.623 55 0.266 0.345
17 0.482 0.606 60 0.254 0.330
18 0.468 0.590 65 0.244 0.317
19 0.456 0.575 70 0.235 0.306
20 0.444 0.561 75 0.227 0.296
21 0.433 0.549 80 0.220 0.286
22 0.432 0.537 85 0.213 0.278
23 0.413 0.526 90 0.207 0.267
24 0.404 0.515 95 0.202 0.263
25 0.396 0.505 100 0.195 0.256
26 0.388 0.496 125 0.176 0.230
27 0.381 0.487 150 0.159 0.210
28 0.374 0.478 175 0.148 0.194
29 0.367 0.470 200 0.138 0.181
30 0.361 0.463 300 0.113 0.148
31 0.355 0.456 400 0.098 0.128
32 0.349 0.449 500 0.088 0.115
33 0.344 0.442 600 0.080 0.105
34 0.339 0.436 700 0.074 0.097
35 0.334 0.430 800 0.070 0.091
36 0.329 0.424 900 0.065 0.086
37 0.325 0.418 1000 0.062 0.081
29
D. Diagram Alir Penelitian
Langkah penelitian yang akan dilakukan terdapat pada diagram alir
[image:46.595.170.486.157.669.2]berikut ini :
Gambar 8. Diagram Alir Mulai
Data Primer : Kuisioner
Diagram Fishbone
Selesai
Kesimpulan dan Saran Rumusan Masalah
Menetukan Sampel dan Variabel Penelitian
Data Sekunder: Literatur dan Data Proyek
Sample dan Variabel
Develop Kuisioner
Kuisioner
59
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Hasil dari analisis didapatkan 3 variabel (17 pertanyaan) untuk kuisioner
1 yaitu dan 5 variabel (15 pertanyaan) untuk kuisioner 2.
2. Hasil analisis pada kuisioner 1 menunjukan bahwa penerapan sistem
manajemen K3 pada masing-masing proyek adalah pada Pembangunan
Gedung Parkir Bandara Radin Intan II sebesar 70%, pada Pembangunan
Gedung Terminal II Bandara Radin Intan II sebesar 70% dan pada
Pembangunan Showroom Auto 2000 sebesar 64%. Berdasarkan hasil
tersebut diperoleh bahwa penerapan sistem manajemen K3 masuk dalam
kategori sedang.
3. Hasil analisis uji validitas program SPSS terhadap probabilitas dan
konsekuensi seluruh variabel yang berjumlah 15 pertanyaan menunjukan
bahwa terdapat 5 data yang tidak valid yaitu X.4 (Material yang tajam),
X.11 (Sosialisasi K3), X.13 (Pengawasan K3), X.14(Peralatan K3) dan
X.15 (Penggunaan APD pada pekerja) sedangkan pada uji reabiltas
semua data dinyatakan reliable dengan nilai 0,877.
4. Dari hasil penilaian rangking risiko terhadap probabilitas x konsekuensi
60
medium (6) adalah variabel X.15 yaitu penggunaan APD oleh pekerja
yang tidak digunakan di lapangan.
5. Hasil penilaian rangking risiko terhadap probabilitas x konsekuensi
berdasarkan jawaban 30 responden, diperoleh risiko yang berdampak
medium (8,6,4) adalah X.15 yaitu penggunaan APD oleh pekerja yang
jarang dilakukan dan berdampak sedang.
6. Dari data tersebut risiko paling tinggi dan sering muncul adalah variabel
X.15 yaitu pekerja tidak menggunakan APD dilapangan merupakan
faktor kecelakaan yang terjadi pada proyek konstruksi, variabel tersebut
berdampak medium.
B. Saran
1. Berdasarkan kesimpulan di atas yang sebaiknya dilakukan untuk
mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja adalah menjalankan aturan
manajemen K3 serta melaksanakan sanksi yang tegas dan dijalankan
kepada pekerja di lapangan agar pekerjaan menjadi lebih efektif, aman
dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
2. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan kuisioner
langsung dengan membacakan isi kuisioner sehingga konsistensi
kuisoner dapat lebih terjaga dan pemilihan kata-kata untuk kuisioner
DAFTAR PUSTAKA
AS/NZS 4360. 2004.The third edition Australian and New Zealand Standart on
Risk Management. Broadleaf Capital International Pty Ltd. NSW Australia.
Christina, Wieke Yui. 2012. Pengaruh Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) terhadap Kinerja Proyek Konstruksi. Skripsi Teknik Sipil. Universitas
Brawijaya.
Ervianto, Wulfram I. 2005. Manajemen Proyek Konstruksi. Andi Offset. Yogyakarta.
Husen, Abrar. 2011. Manajemen Proyek. Andi Offset. Yogyakarta.
International Labour Organitation (ILO). 2006. Pedoman Praktis Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di Bidang Konstruksi. Kykyd Prie Aries.
Jasa Marga. 2010. Pedoman untuk Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Konstruksi. Kepala Biro Manajemen Mutu dan Risiko. Jakarta.
Mubarak, Dannial. 2012. Gambaran Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan
Kerja Universitas Indonesia pada Konstruksi Pembangunan Gedung FK-FKG. Skripsi Universitas Indonesia. Jakarta.
Pelealu, Christie Pricilia. 2015. Penerapan Aspek Hukum Terhadap Keselamatan
& Kesehatan Kerja. Jurnal Universitas Sam Ratulangi, 2.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. 2008. Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Menteri Pekerjaan Umum. Jakarta.
Project Management Body of Knowledge (PMBOK). 2003. A Guide Project
Management Body of Knowledge – 2000 edition. Project Management
Institute Newtown Square. Pennsylvania USA.
Project Management Body of Knowledge (PMBOK). 2004. A Guide Project
Management Body of Knowledge Third edition. An America National
Project Management Body of Knowledge (PMBOK). 2008. A Guide Project
Management Body of Knowledge Third edition. An America National
Standart.
Santosa, Budi. 2013. Manajemen Proyek Konsep & Implementasi. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Soputan, Gabby.E.M. 2014. Manajemen Risiko K3 Studi Kasus Pembangunan
Gedung SMA Eben Haezar. Tesis Teknik Sipil. Universitas Sam Ratulangi.
SPSS Indonesia. 2014. Distribusi Nilai Tabel Statistik.
Sudarmanto, R. Gunawan. 2004. Ananlisis Linear Ganda dengan SPSS. Graha Ilmu. Makassar
Sudinarto. 1995. Manajemen Konstruksi Profesional. Erlangga. Jakarta.
Teja, Made Bayu Sambira. 2015. Pengaruh Pengetahuan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) terhadap Pekerja Konstruksi pada Proyek Jalan Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa. Skripsi Teknik Sipil. Universita Udayana.
Utami, Ratih Tri. 2011. Analisa Incidence Rates terhadap Zero Acidence pada
Kegiatan Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan. Skripsi Universitas Indonesia. Jakarta.