• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
142
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS

PROJECT BASED LEARNING

BAGI

PESERTA DIDIK KELAS IV

SEKOLAH DASAR

(Tesis)

Oleh

SISWANTI

PROGRAM MAGISTER KEGURUAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

(2)

ii

ABSTRACT

TEACHING MATERIAL BASED ON PROJECT BASED LEARNING FOR 4TH GRADER STUDENT OF ELEMENTARY SCHOOL

By SISWANTI

This research and development aims to develop a teaching material and a Student Worksheet based on Project Based Learning (PjBL) model and to know the difference of learning results between students who use Student Worksheet and students who only use textbook material. The research and development method used was R and D (Research and Development). Borg and Gall Steps. The population of this research was 160 students and the sample of this research with multi stage random sampling technique is 30 students. Data collection techniques used were questionnaires, the needs analysis, documentation, observation, expert validation sheets and test. The results showed that the developed Student Worksheet based on PjBL improve students’ learning outcomes and it was proved that the scores were higher than the learning process that only use textbook material.

(3)

iii ABSTRAK

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS

PROJECT BASED LEARNING BAGI PESERTA DIDIK

KELAS IV SEKOLAH DASAR

Oleh SISWANTI

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan mengetahui perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang

menggunakan LKPD dengan peserta didik yang hanya menggunakan bahan ajar buku teks. Metode penelitian dan pengembangan R and D (Research and

Development). Langkah - langkah Borg and Gall. Populasi penelitian ini sejumlah 160 siswa dan sampel penelitian dengan teknik multi stage random sampling sejumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, analisis kebutuhan, dokumentasi, observasi, lembar validasi ahli dan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa LKPD berbasis PjBL yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan terbukti hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan

pembelajaran yang hanya menggunakan bahan ajar buku teks.

Kata Kunci: hasil belajar, lembar kerja peserta didik dan project based

(4)

PROJECT BASED LEARNING BAGI PESERTA DIDIK KELAS IV

SEKOLAH DASAR

Oleh SISWANTI

Tesis

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar MAGISTER PENDIDIKAN

pada

Program Studi Megister Keguruan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan

PROGRAM MAGISTER KEGURUAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG BANDARLAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

v

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir di Palembang pada tanggal 5 April 1983,

merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Bapak

Alm Partono dan Ibu Sunarmi. Penulis mengawali pendidikan

formal di TK Chandra Jaya di Palembang pada tahun 1988

hingga tahun 1989. Penulis melanjutkan pendidikan di SD

Negeri 131 Kota Palembang lulus pada tahun 1995. SMP Al-Azhar Bandar Lampung

lulus tahun 1998. SMK PGRI Terbanggi Besar lulus tahun 2001. Penulis

melanjutkan ke D-1 Elrahma lulus tahun 2002.

Penulis mengawali karirnya sebagai kasir PT. Oto Multiarta pada tahun 2002 sampai

tahun 2004. Pada tahun 2004 sampai tahun 2005 penulis bekerja sebagai kasir Simas

Mobil Bandar Jaya kemudian penulis melanjutkan pendidikan D-2 di STIT Agus

Salim Metro pada tahun 2005 sampai tahun 2007. Kemudian honor di SD Negeri 2

Mujirahayu pada tahun 2006 sampai sekarang dan S-1 PGSD di Universitas Terbuka

lulus tahun 2015. Sejak September 2016 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan

Ilmu Pendidikan Program Studi MKGSD (Magister Keguruan Guru Sekolah Dasar)

(9)

viii

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap puji syukurAlhamdullilah atas kehadirat Allah SWT, tesis ini kupersembahkan kepada

untuk kedua orang tuaku tercinta Ayah Alm Partono, dan Mama Sunarmi

yang selalu memberikan dukungan materil maupun moril selama menempuh pendidikan, yang selalu menyayangiku

dan selalu mendo’akan keberhasilanku demi tercapainya cita-citaku.

Adikku Reni Oktara S.Pd dan Desi Rosita Saudara yang selalu menjadi teman saat suka dan duka.

Anak ku tersayang Agha Zaki Safaraz, terimakasih atas dukungan, pengertian dan selalu menguatkan dengan canda tawa selama ini

Para Guru dan Dosen yang telah berjasa memberikan bimbingan dan ilmu yang sangat berharga melalui ketulusan dan kesabaranmu.

Semua Sahabat yang selalu memberikan motivasi dan tulus menerima segala kekuranganku.

Serta

(10)

vii

MOTTO

Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan

ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. (Marcus Aurelius)

“Segala sesuatu yang bisa kau bayangkan

(11)

x

SANWACANA

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menye-lesaikan penyusunan tesis yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar Berbasis

Project Based Learning Bagi Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar. Tesis ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Magister Keguruan Guru SD di Fakultas dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih Bapak Dr. M. Thoha B. Sampurna Jaya, M.S, selaku pembimbing I, Ibu Dr. Rochmiyati, M.Si selaku pembimbing II, tak ada yang dapat penulis berikan kepada beliau selain doa agar selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT diberikan kelancaran didalam segala hal. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa terselesainya tesis ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada

1. Bapak Prof.Dr. Patuan Raja, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang telah memberikan inspirasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini. 2. Ibu Dr. Riswanti Rini, M.Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang telah memberikan bantuan dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini.

3. Bapak Dr. Alben Ambarita, M.Pd., selaku Ketua Program Studi

Magister Keguruan Guru Sekolah Dasar Universitas Lampung sekaligus Dosen Ahli Materi yang telah memberikan pengarahan dan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini.

(12)

xii

5. Bapak dan Ibu Dosen serta Staff Magister Keguruan Guru Sekolah Dasar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah

memberikan bekal ilmu pengetahuan, motivasi, dan pandangan hidup yang baik kepada penulis.

6. Bapak Sumino, S.Pd.SD. selaku Kepala SD Negeri 2 Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung dan Bapak Witoyo, S.Pd.SD. selaku Kepala SD Negeri 1 Gayau Sakti yang telah memberikan izin dan bantuan selama penelitian tesis ini berlangsung.

7. Kedua orang tuaku, Ayah Alm Partono dan Mama Sunarmi. Terima kasih atas do’a dan kasih sayang serta dukungan motivasi dan materi yang telah diberikan sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis ini. 8. Reni Oktara S.Pd, dan Desi Rosita Terima kasih atas semua do’a, kasih

sayang serta dukungan motivasi yang telah diberikan dalam penyelesaian tesis ini.

9. Anak ku Agha Zaki Safaraz yang mendoakan, memberikan motivasi serta kasih sayang yang tiada henti agar penulis menyelesaikan tesis dengan baik.

10.Seluruh dewan guru dan staf SDN 2 Mujirahayu yang memberikan ijin dan motivasi sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis ini.

11.Siswa-siswi kelas IV SDN 2 Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung, yang terkadang saya tinggalkan dalam pembelajaran sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis ini.

12.Sahabat tercinta di MKGSD, mba Listy, mba Mimin, Mesi, Tiara, Rini, Suyud, Wawan, Anida, Azka, bu Eka, bu Eti, bu Evi, Desy, Diyan, Dilla, Fifi, Firma, Fitra, mbak Widia, pak Hendro, pak Rohim, Qiptia. 13.Seluruh teman-teman seperjuangan angkatan 2016 Program Studi

Magister Keguruan Guru SD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

(13)

xii

Semoga dengan bantuan dan dukungan yang diberikan kepada penulis mendapat balasan pahala dari Allah SWT, dan semoga tesis ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.

Bandar Lampung, 10 September 2018 Penulis,

(14)

xiii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRACT ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN ... vi

RIWAYAT HIDUP ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

HALAMAN MOTTO ... ix

SANWANCANA ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 8

C. Pembatasan Masalah ... 8

D. Rumusan Masalah dan Permasalahan ... 9

E. Tujuan Penelitian Pengembangan... 9

F. Manfaat Penelitian Pengembangan ... 10

G. Spesifikasi Produk ... 11

H. Ruang Lingkup ... 14

I Produk Pendukung ... 14

II. KAJIAN TEORI ... 15

A. Bahan ajar ... 15

1. Pengertian Bahan Ajar ... 15

2. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar ... 17

3 Bentuk Bahan Ajar ... 18

4 Fungsi Bahan Ajar ... 21

5 Karekteristik Perencanaan Bahan Ajar ... 25

6 Prinsip-Prinsip Penyusunan Bahan Ajar ... 27

7 Pengembangan Bahan Ajar ... 29

B. Lembar Kegiatan Peserta Didik... 30

1 Pengertian Lembar Kegiatan Peserta Didik ... 30

(15)

xiv

3. Langkah-Langkah Aplikatif Membuat LKPD ... 36

4 Langkah-Langkah Pengembangan LKPD ... 37

5 Penilaian Kualitas LKPD ... 38

C. Pembelajaran Tematik ... 43

1 Pendekatan Scientific ... 45

2 Penilaian Otentik ... 48

D. Project Based Learning ... 50

E. Teori Belajar ... 58

1 Teori Belajar Konstruktivisme... 58

2 Teori Belajar Behaviorisme... 61

3 Teori Pembelajaran Sosial Vygotsky ... 63

4 Faktor-foktor yang mempengaruhi Proses Belajar ... 64

F. Pengertian Belajar ... 66

G. Hasil Belajar ... 69

1 Pengertian Hasil Belajar ... 69

2 Pembelajaran Tematik terpadu ... 72

H. Penelitian Yang Relevan ... 78

I. Kerangka Pikir ... 82

J. Hipotesis Penelitian ... 84

III. METODE PENELITIAN ... 85

A. Model dan Prosedur Penelitian ... 85

B. Prosedur Pengembangan ... 87

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 93

1 Populasi Penelitian ... 93

2 Sampel Penelitian ... 94

D Teknik Pengumpulan Data ... 96

E. Variabel Penelitian... 97

1 Definisi Konseptual Variabel ... 97

2 Definisi Operasional... 99

F. Kisi-Kisi Instrumen Penilaian ... 103

G. Pengujian Instrumen Penilaian Hasil Belajar ... 105

1 Uji Validitas ... 105

2 Uji Relibilitas ... 106

3 Taraf Kesukaran ... 107

4 Daya Pembeda ... 108

H. Teknik Analisis Data ... 109

1 Analisis Gain ... 109

2 Uji Hipotesis ... 110

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 113

A. Profil SD Negeri Seputih Agung ... 113

B. Hasil Penelitian ... 115

1. Pengembangan LKPD berbasis PjBL ... 115

a. Pengumpulan Informasi Awal ... 115

b. Perencanaan dan Analisis Kebutuhan ... 115

(16)

xv

g. Revisi Produk ... 130

h. Uji Coba Lapangan (Tahap 2) ... 130

i. Revisi Produk Akhir ... 131

j. Implementasi ... 132

C. Implementasi Produk yang dikembangkan ... 132

1 Analisis Tabel Hasil Belajar... 132

2 Hasil Uji Hipotesis Pertama ... 133

3 Hasil Uji Hipotesis Kedua ... 137

D. Pembahasan ... 140

1 Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning di kelas IV SD Negeri Gugus Seputih Agung ... 140

2 Perbedaan Hasil belajar Tematik Peserta Didik yang Menggunakan LKPD Berbasis Project Based Learning dan yang tidak Menggunakan LKPD Berbasis Project Based Learning ... 143

3 Kelebihan Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning ... 146

4 Keterbatasan Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning ... 146

V. SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 148

A. Simpulan ... 148

B. Implikasi ... 148

C. Saran ... 149

DAFTAR PUSTAKA ... 151

(17)

xvi

[image:17.595.124.508.257.757.2]

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Hasil Angket Kebutuhan Pendidik terhadap pengembangan

LKPD di SD Negeri 1 Gayau Sakti ... 4

2. Hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik terhadap pengembangan LKPD di SD Negeri 1 Gayau Sakti ... 4

3 Hasil Belajar Ulangan Tematik Semester Ganjil Kelas Gugus Gajah Mada Seputih Agung Tahun Pelajaran 2017/2018 ... 5

4 Analisis spesifikasi LKPD yang ada/tidak di lapangan ... 11

5 Spesifikasi Pengembangan LKPD berbasis PjBL ... 13

6 Langkah- Langkah Pembelajaran PjBL ... 55

7 Desain Ekperimen ... 87

8 Jumlah Peserta Didik Kelas IV Sekolah Negeri Gugus Gajah Mada Kecamatan Seputih Agung ... 93

9 Kisi-Kisi Angket Penilaian Kebutuhan Peserta Didik ... 100

10 Kisi-Kisi Angket Penilaian Kebutuhan Pendidik ... 101

11 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Ahli Materi ... 101

12 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Ahli Media ... 102

13 Kisi-Kisi Instrumen Validasi Pendidik ... 102

14 Kisi-Kisi Soal Mengukur Hasil Belajar Pembelajaran Tematik ... 103

15 Rekapitulasi Validitas Hasil Uji Coba ... 105

16 Rekapitulasi Hasil Uji Taraf Kesukaran Butir Soal ... 108

17 Kriteria Indeks Gain ... 110

18 Analisis Kebutuhan Pendidik dalam Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning ... 116

19 Analisis Kebutuhan Peserta didik dalam Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning ... 119

20 Isi LKPD ... 122

21 Materi Project Based Learning ... 123

22 Uji Coba Produk LKPD kepada Pendidik Tiga Sekolah ... 130

23 Uji Coba Produk LKPD kepada Enam Sekolah ... 131

24 Hasil Belajar Kelas Kontrol ... 133

25 Hasil Belajar Kelas Eksperimen ... 133

26 Uji Coba Produk Oleh Ahli Materi ... 134

27 Uji Coba Produk Oleh Ahli Media ... 135

(18)
(19)

xviii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1 Diagram alur langkah-langkah pengembangan LKPD ... 37

2 Kerangka Pikir Penelitian ... 82

3 Langkah-Langkah Penelitian Pengembangan ... 87

4 Desain Eksperimen Pretest-Postest Group Desain ... 92

(20)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Kelas IV TemaIndahnya

Keragaman NegeriKu ... ... 158

2. Pembelajaran Tematik Kelas IV Tema Indahnya Keragaman Negeriku .. 182

3. Lembar Instrumen Penelitian Penilaian Kebutuhan Pendidik ... 183

4. Lembar Instrumen Penelitian Kebutuhan Peserta Didik ... 184

5. Lembar Instrumen Validasi Ahli Materi ... 185

6. Lembar Instrumen Validasi Ahli Media ... 189

7. Lembar Instrumen Validasi Pendidik ... 193

8. Cover sebelum revisi ... 205

9. Cover setelah revisi ... 206

10. Pemetaan dan Indikator sebelum revisi ... 207

11. Pemetaan dan Indikator setelah revisi ... 208

12. Gambar menggunakan sumber rujukan yang jelas sebelum revisi ... 209

13. Gambar menggunakan sumber rujukan yang jelas sesudah revisi ... 210

14. Pembelajaran menggunakan model Project Based Learning sebelum revisi ... 211

15. Pembelajaran menggunakan model Project Based Learning Sesudah revisi ... 212

16. Data hasil Belajar tematik Peserta Didik kelas IV Pretest dan Postest diSD Negeri 2 Mujirahayu ... 213

17. Daftar hasil Belajar tematik Peserta Didik kelas IV Pretest dan Postest diSD Negeri 1 Gayau Sakti ... 214

18. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Butir Soal ... 215

19. Hasil Uji Taraf Kesukaran Butir Soal ... 217

20. Sebaran Skor Hasil Pengujian Taraf Kesukaran Butir Soal ... 218

21. Hasil Uji Daya Pembeda Butir Soal ... 219

22. Sebaran Skor Pengujian Daya Pembeda ... 220

23. Hasil Uji Hipotesis Kedua... 221

24. Data Hasil Belajar Tematik Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 1Gayau Sakti dan SD Negeri 2 Mujirahayu ... 222

(21)

I. PENDAHULUAN

A Latar Belakang Masalah

Berdasarkan data Education For All (EFA) dan UNESCO tahun 2011

pendidikan Indonesia menempati urutan ke 69 dari 127 negara. Indeks

pendidikan Indonesia diperoleh dari beberapa kriteria antara lain angka

partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf antara 15 tahun ke atas,

angka partisipasi menurut kesetaraan gender, dan angka bertahan peserta

didik hingga kelas V Sekolah Dasar. Penurunan kualitas pendidikan di

Indonesia cukup tinggi pada tahun ini. Hal ini di tunjukkan dari angka

bertahannya peserta didik di kelas V yang diukur lima tahun sebelumnya

(Global Monitoring Report : The Hidden Crisis, Armed Conflict and

Education. UNESCO).

Rendahnya pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari hasil PISA

(Programme for International Students Assessment) dan TIMSS (Trends in

International Mathematics and Science Study) berdasarkan analisis hasil tes

dan evaluasi PISA Indonesia sangat rendah. Hasil survei tahun 2015 terjadi

peningkatan kenaikan pencapaian pendidikan di Indonesia yang signifikan

(22)

ke empat dalam hal kenaikan pencapaian murid dibanding hasil survei

sebelumnya pada tahun 2012, dari 72 negara yang mengikuti tes PISA.

Nilai PISA Indonesia di tiga kompetensi yang diujikan antara lain membaca,

matematika dan sains.

Peningkatan terbesar terlihat pada kompetensi sains, dari 382 poin pada

tahun 2012 menjadi 403 poin di tahun 2015, dalam kompetensi

matematika meningkat dari 375 poin di tahun 2012 menjadi 386 poin di

tahun 2015. Kompetensi membaca belum menunjukkan peningkatan yang

signifikan, dari 396 di tahun 2012 menjadi 397 poin di tahun 2015.

Kecenderungan bidang Matematika dan Sains versi Trends International

Mathematics and Science (TIMSS) Kemampuan peserta didik Indonesia

sangat rendah.

Pengembangan Kurikulum 2013 adalah langkah lanjutan Pengembangan

Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang mencakup

kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Kurikulum 2013 pada pendekatan scientific approach yaitu pendekatan

yang menekankan pada lima langkah dalam memperoleh pengetahuan yaitu

pengamatan, bertanya, mengeksplorasi, menalar, mengkomunikasikan.

Tujuan Kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia

agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang

beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi

(23)

3

Keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran pada pembelajaran tematik

dipengaruhi dengan bagaimana pendidik dapat mengembangkan bahan ajar

di kelas. Bahan ajar dapat dibuat secara menarik yang dapat membantu

pendidik dalam pembelajaran di kelas. Hasil Penelitian Josua in

Abiodun-Oyebanji and Adu 2007 menyebutkan instructional materials are all things

that are used tosupport, facilitate, influence or encourage acquisition of

knowledge, competency and skills (Abdu-Raheem Bilqees Olayinka.2016:6)

bahan ajar adalah segala hal yang biasa mendukung, memfasilitasi,

mempengaruhi atau mendorong perolehan pengetahuan, kompetensi dan

keterampilan.

Permendikbud RI Nomor 8 Tahun 2016 bahwa penyajian materi harus

ditata dengan menarik, mudah dipahami, memiliki tingkat keterbacaan yang

tinggi, dan memenuhi nilai/norma positif yang berlaku di masyarakat.

Hasil analisis dari Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) yang digunakan

dalam pembelajaran peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Seputih Agung

belum menggunakan LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL)

Pembelajaran model PjBL merupakan salah satu model yang membuat

peserta didik aktif dalam pembelajaran.

Berdasarkan pra survei, hasil belajar peserta didik Sekolah Dasar Negeri di

kecamatan Seputih Agung ternyata belum memuaskan. Meskipun ada

anggapan peserta didik bahwa mata pelajaran tematik sangat mudah dan

disukai peserta didik. Hal ini yang menjadi pemikiran para pendidik untuk

(24)

dengan memperbaiki bahan ajar yang digunakan. Berikut ini adalah hasil

angket terhadap 6 pendidik dan 30 peserta didik kelas IV SDN 1 Gayau

[image:24.595.140.513.207.382.2]

Sakti.

Tabel 1 Hasil Angket Kebutuhan Pendidik terhadap Pengembangan LKPD di SD Negeri 1 Gayau Sakti.

No Analisis Kebutuhan Pendidik Alternatif jawaban Ya Tidak 1 Hasil belajar peserta didik 50% mencapai KKM 0 6 2 Hasil belajar peserta didik memuaskan 0 6 3 Kebutahan peserta didik terhadap pemahaman materi tema

Indahnya Keragaman Negeriku tinggi 6 0 4 Alokasi waktu yang disediakan pendidik memadai 6 0 5 LKPD yang digunakan sekarang membuat peserta didik lebih

mudah dalam memahami materi dengan baik 0 6 6 LKPD yang digunakan sekarang buatan pendidik sendiri 0 6 7 Dibutuhkan pengembangan LKPD berbasis project based

learning untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga meningkatkan hasil belajar

6 0

Sumber: hasil penyebaran angket analisis kebutuhan pendidik terhadap pengembangan LKPD di SD Negeri 1 Gayau Sakti.

Tabel 2 Hasil Angket Peserta Didik terhadap Pengembangan LKPD di SD Negeri 1 Gayau Sakti.

No Analisis Kebutuhan Peserta didik Alternatif jawaban Ya Tidak 1 Hasil belajar peserta didik 50% mencapai KKM 10 20 2 Hasil belajar peserta didik memuaskan 7 23 3 Kebutahan peserta didik terhadap pemahaman materi tema

Indahnya Keragaman Negeriku tinggi? 25 5 4 Alokasi waktu yang disediakan pendidik memadai 30 0 5 LKPD yang digunakan sekarang membuat peserta didik lebih

mudah dalam memahami materi dengan baik?

6 24

6 LKPD yang digunakan sekarang buatan pendidik sendiri? 0 30 7 Dibutuhkan pengembangan LKPD berbasis project based

learning untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga meningkatkan hasil belajar?

30 0

Sumber: hasil penyebaran angket analisis kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan LKPD di SD Negeri 1 Gayau Sakti.

Berdasarkan tabel 1 dan 2 tersebut, diketahui bahwa pengembangan bahan

ajar LKPD perlu dilakukan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.

[image:24.595.141.514.462.639.2]
(25)

5

persiapan terkait dengan merencanakan pada suatu unjuk kerja, aspek proses

terkait melaksanakan praktik atau unjuk kerja dan aspek produk terkait

menganalisis dan menyampaikan hasil dari unjuk kerja.

Hasil observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada tanggal

04 November 2017 di gugus IV Seputih Agung sebanyak dua sekolah

didapati bahwa proses pembelajaran masih kurang bisa menjadikan suasana

belajar yang menyenangkan di lingkungan belajar peserta didik.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, diperoleh fakta-fakta, yaitu a) Peserta

didik belum terkondisi melakukan pembelajaran kelompok atau individu

pendidik belum menggunakan LKPD yang menggunakan kurikulum 2013

b) LKPD yang digunakan hanya terdapat materi dan soal tanpa disertai

kegiatan dan langkah-langkah pembelajaran c) Peserta didik yang mengikuti

pembelajaran terlihat pasif d) Pendidik belum menggunakan media LKPD.

Pencapaian hasil belajar peserta didik yang masih belum memenuhi kriteria

ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan, yaitu ≥68. Berikut adalah data

nilai hasil belajar peserta didik kelas IV SD di gugus IV Seputih Agung

[image:25.595.140.520.618.694.2]

antara lain:

Tabel 3 Hasil Belajar Ulangan Tematik Semester Ganjil Kelas IV di SDN Gugus Gajah Mada Seputih Agung Tahun Pelajaran 2017/2018

No Nama SD Jumlah Peserta Didik KKM

≤68 ≥68

1 SDN 2 Mujirahayu 30 12 18 2 SDN 1 Gayau Sakti 30 10 20

Jumlah 60 22 38

Persentase 100,00 33.33 66.67

(26)

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa dengan Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) sebesar 68 terdapat jumlah peserta didik yang mencapai

KKM untuk kelas IV SDN 2 Mujirahayu dan SDN 1 Gayau Sakti yaitu

berjumlah 22 peserta didik atau sebesar 33,67%. Peserta didik yang belum

mencapai KKM sebanyak 38 siswa baik SDN 2 Mujirahayu dan SDN 1

Gayau Sakti atau 66,67 dari 60 peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa

hasil belajar tematik peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Mujirahayu dan

SDN 1 Gayau Sakti pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 masih

belum optimal.

Berdasarkan fakta-fakta yang telah dipaparkan di atas, maka diambil

langkah untuk memperbaiki dengan mencari solusi yang tepat sebagai upaya

meningkatkan hasil belajar siswa. Upaya yang dilakukan adalah dengan

melalukan pengembangan bahan ajar LKPD berbasis PjBL. Melalui model

PjBL diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik

khususnya di SDN 1 Gayau Sakti. Alasan lainnya penelitian ini

mengggunakan PjBL adalah teknik instruksional di mana tugas-tugas

bermakna, sering dalam bentuk masalah. Peserta didik bekerja dalam tim

untuk menetapkan tujuan, memperoleh informasi, dan membuat

keputusan. Mereka menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh

melalui penelitian mereka tidak hanya untuk memecahkan masalah,

tetapi juga untuk mengkomunikasikan hasil temuan mereka. Pendidik

bertindak sebagai fasilitator karena mereka membuat model penyelidikan,

penggunaan perancah strategi kognitif dan metakognitif, dan menyediakan

(27)

7

Pembelajaran tematik sebagai salah satu mata pembelajaran yang memuat

pendidikan manusia yang berinteraksi terhadap lingkungan. Pembelajaran

harus aktif, kreatif dan menyenangkan. Selain itu pelajaran ini diarahkan ke

tiga pilar proses pembelajaran yaitu learning to know, learning to do,

learning to be, and learning to live together dan menggunakan bahan ajar

model PjBL. Pengembangan Bahan Ajar dalam bentuk LKPD merujuk

pada Depdiknas (2008) yakni komponen evaluasi bahan ajar mencakup:

(1) Kelayakan isi (materi pelajaran), (2) Kebahasaan, (3) Penyajian, (4)

Grafika. LKPD yang akan dibuat mengambil gambar-gambar dari internet

dan buku-buku tematik untuk membantu peserta didik memahami

kehidupan sehari-hari. Melalui LKPD ini dapat membuat pembelajaran

menjadi lebih efektifdan disukai peserta didik Sekolah Dasar.

Penggunaan LKPD dalam pembelajaran berguna untuk mengolah materi

yang dapat dipelajari baik secara individu maupun kelompok. LKPD adalah

bentuk usaha pendidik dalam membimbing peserta didik secara terstruktur,

dimana kegiatannya dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat peserta

didik untuk belajar. Sebagai seorang pendidik, pendidik diharapkan dapat

memberikan alternativ model pembelajaran yang menarik dan berpusat pada

peserta didik salah satu model pembelajaran yang dapat memenuhi tuntutan

tersebut adalah model PjBL.

Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan bahan ajar berupa LKPD

dengan menggunakan model pembelajaran project based learning.

(28)

(yang selanjutnya disebut: PjBL). LKPD ini diharapkan dapat menjadi

media belajar bagi peserta didik serta mempermudah pendidik dalam

memberikan materi pelajaran.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat

diidentifikasi masalah yang ada sebagai berikut.

1. Bahan ajar yang digunakan peserta didik kelas IV masih terbatas dan

kurang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

2. Pendidik belum menggunakan model pembelajaran LKPD di kelas IV.

3. Pendidik belum mengembangkan LKPD sesuai dengan kebutuhan yang

ada, bahkan masih ada menggunkan LKPD yang diterbitkan oleh salah

satu penerbit yang isinya belum tentu sesuai dengan kebutuhan

pembelajaran.

4. LKPD yang ada belum sesuai dengan syarat-syarat pembuatan LKPD,

hanya sekumpulan soal-soal dengan sedikit materi.

5. Hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam pembelajaran di kelas IV

belum sesuai yaitu 40% peserta didik yang mencapai nilai ≥ KKM.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dibatasi pada

pengembangan LKPD berbasis PjBL di kelas IV Pada Tema 7 Indahnya

(29)

9

D. Rumusan Masalah dan Permasalahan

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas, maka rumusan

masalah dalam penelitian ini adalah sebagian besar hasil belajar tematik

peserta didik kelas IV Sekolah Dasar masih rendah dan di bawah KKM.

Atas dasar rumusan masalah tersebut permasalahan (pertanyaaan)

penelitian yang diajukan adalah sebagai berikut.

1. Bagaimanakah produk pengembangan LKPD berbasis PjBL yang

layak untuk meningkatkan hasil belajar di kelas IV pada tema 7

Indahnya Keragaman Negeriku Subtema 3 Indahnya Budaya

Negeriku.

2. Bagaimanakah perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang

menggunakan LKPD berbasis PjBL dengan peserta didik yang tidak

menggunakan pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar.

Berdasarkan rumusan masalah dan permasalahan di atas peneliti memberi

judul penelitian ini adalah. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Project

Based Learning Bagi Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar

E. Tujuan Penelitian Pengembangan

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk.

1. Terwujudnya produk pengembangan LKPD berbasis PjBL untuk

meningkatkan hasil belajar di kelas IV pada tema 7 Indahnya

(30)

2. Mengetahui perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang

menggunakan LKPD berbasis PjBL dengan peserta didik yang tidak

menggunakan pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar.

F. Manfaat Penelitian Pengembangan.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

1. Peserta didik

a. Meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV di SD Negeri 1

Gayau Sakti melalui pengembangan bahan ajar berbasis PjBL dalam

pembelajaran tematik dengan model PjBL.

b. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 1

Gayau Sakti melalui pengembangan bahan ajar berbasis PjBL dalam

pembelajaran tematik dengan model PjBL.

2. Pendidik

a. Meningkatkan kemampuan profesionalitas pendidik dalam

mengembangkan bahan ajar.

b. Mengembangkan kemampuan akademik khususnya kompetensi

pedagogik guru.

3. Sekolah: Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan

bahan ajar dalam pembelajaran tematik dengan model PjBL.

4. Peneliti: Menambah pengetahuan dan pengalaman sebagai guru

profesional dalam mengembangkan bahan ajar.

(31)

11

G. Spesifikasi Produk

Spesifikasi penelitian pengembangan ini adalah produk yang dikembangkan

sesuai pembelajaran tematik di kelas IV. Produk yang dihasilkan dalam

pengembangan ini berupa LKPD tematik berbasis PjBL, LKPD yang biasa

digunakan pendidik berupa LKPD yang di produksi dan dijual oleh penerbit.

Secara umum LKPD yang digunakan LKPD selama ini adalah LKPD yang

bersifat sebagai lembar kerja yang berisi tentang rangkuman materi dan

soal-soal yang harus di kerjakan oleh peserta didik dengan spesifikasi Data

analisis LKPD yang selama ini digunakan di Sekolah Dasar sebagai berikut

Tabel 4 Analisis Spesifikasi LKPD yang ada/ tidak di lapangan

No Komponen Kriteria Keterangan Ada Ada

tidak lengkap

Tidak ada

1 Cover

a. Judul √ b. Tema √ c. Mata Pelajaran √ d Kelas √ e Semester √ f Waktu √ 2 Pemetaan Kompetensi

Dasar dan Hubungan antar tema

√ Hanya memuat SK dan KD

3 Petunjuk belajar (Petunjuk belajar peserta didik)

4 Tujuan Kompetensi belajar yang akan dicapai

√ Tujuan yang akan dituliskan tidak menggambarkan pencapaian KD 5 Ringkasan materi/

informasi pendukung √ Bersifat rangkuman dan contohcontoh 6 Tugas-tugas dan

langkah kerja

√ Hanya memuat kata perintah mengerjakan soal

[image:31.595.140.511.387.757.2]
(32)

Berdasarkan hasil analisis LKPD yang selama ini digunakan, maka penulis

bermaksud mengembangkan LKPD dengan spesifikasi penelitian

pengembangan adalah mendesain produk LKPD yang dikembangkan

berdasarkan kurikulum 2013 pada pembelajaran tematik yaitu dengan

menggabungkan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada beberapa

mata pelajaran dalam sebuah tema dan subtema.

Pelaksanaan pembelajaran menggunakan tematik terpadu merupakan

pendekatan pembelajaran dengan mengintegrasikan berbagai kompetensi

dari berbagai mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Dalam hal ini tema

yang di kembangkan adalah tema yang terdapat di kelas IV. Mengacu pada

Buku Panduan Bahan Ajar Departemen Pendidikan Nasional tahun 2009

cakupan LKPD yang di kembangkan sebagai berikut:

1) Judul, Tema, Kelas, Semester, dan Waktu

2) Pemetaaan Kompetensi Dasar dan Hubungan antar Tema

3) Petunjuk Belajar ( Petunjuk Peserta didik/Pendidik )

4) Tujuan/Kompetensi belajar

5) Ringkasan materi / informasi pendukung

6) Tugas-tugas dan Langkah Kegiatan belajar

7) Penilaian

Adapun spesifikasi LKPD berbasis PjBL yang dikembangkan dengan

(33)

13

Tabel 5 Spesifikasi Pengembangan LKPD Berbasis PjBL

No Komponen Pengembangan

1 Cover Gambar Ilustrasi

a. Judul Jelas sesuai dengan tema 7 ( Tujuh ) b. Tema Sesuai dengan materi Indahnya Keragaman

Negeriku. c. Mata Pelajaran Tematik d. Kelas IV e. Semester Genap

f. Waktu Disesuaikan dengan Pencapaian SK dan KD dalam kegiatan kegiatan pembelajaran

2 Pemetaan Kompetensi Dasar dan Hubungan antar Tema

Mengintegrasikan KI dan KD dari masing-masing mata pelajaran ke dalam hubungan antar tema yang sesuai dengan Keragaman Negeriku.

3 Petunjuk belajar (Petunjuk peserta didik/ pendidik)

1. Petunjuk Pendidik berisi langkah-langkah kegiatan dalam menyampaikan materi berbasis PjBL.

2. Petunjuk Peserta didik. berisi langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaran dalam basis pembelajaran tematik dengan penerapan pendekatan saintifik

4 Tujuan/ Kompetensi belajar yang akan di capai

Mengembangkan Indikator dan Tujuan pembelajaran yang jelas dengan kaidah A-B-C-DA (audience) yakni peserta didik, B (behavior) atau kemampuan yang akan di capai, C (condition) atau aktivitas yang akan di lakukan, dan D (degree) atau tingkatan / perilaku yang di harapkan.

5 Ringkasan materi /

informasi pendukung 1. Ruang lingkup materi yang dikemas dalam sebuah tema dengan mengintegrasikan materi dari beberapa mata pelajaran

2. Materi pembelajaran memuat prinsip pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi mengolah data/menyimpulkan dan mengkomunikasikan.

6 Tugas –tugas dan

Langkah kerja 1. Mengamati (melihat, mendengar, meraba, mengecap, mencium ) 2. Menanya ( dipandu bertanya peserta didik

menjadi anak yang kritis/ suka bertanya / selalu ingin tahu )

[image:33.595.142.518.111.718.2]
(34)

Berdasarkan spesifikasinya dalam penelitian pengembangan ini produk

yang dihasilkan adalah bahan ajar LKPD melalui model PjBL.

H. Ruang Lingkup

1. Penelitian ini di bidang pendidikan Sekolah Dasar

2. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah research and

development (R & D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi

3. Lokasi Penelitian pada SD Negeri Kecamatan Seputih Agung

Lampung Tengah.

4. Waktu pelaksanaan semester genap bulan Februari.

5. Produk dalam penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar berupa

LKPD

6. Materi pembelajaran yang dapat di pergunakan oleh peserta didik

dalam memahami pembelajaran tematik.

7. Jenis bahan ajar yang di kembangkan tersaji dalam sistematika meliputi

pendalaman materi, analisis gambar, dan uji kompetensi.

I. Produk Pendukung

Produk pendukung yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini adalah

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan silabus. Adapun dalam

(35)

II. KAJIAN TEORI

A. Bahan Ajar

1. Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar dipandang sebagai sarana informasi untuk mengembangkan

pengetahuan. Oleh karena itu, ketika kurikulum suatu negara berubah,

maka secara otomatis bahan ajar yang digunakan berubah. Dick. W,

Carey. L & Carey.J.O (2009: 230), menyatakan bahwa:

The Instructional Materials contain the content-either written, mediated, or facilitated by an instructor-that a student will use to achieve the objectives. This includes materials for the major objectives and the terminal objectives and any materials for enhancing memory and transfer. Instructional materials refer to any preexisting materials that are being incorporated, as well as to those materials that will be specifically developed for the

objectives. The materials may also include information that the leaners will use to guide their progress through the instruction.

Tujuan utama dan tujuan akhir bahan ajar untuk meningkatkan ingatan,

bahan ajar terdiri dari bahan tertulis, media yang digunakan oleh

seorang peserta didik untuk mencapai tujuan-tujuan.

Menurut Sagala (2013:39) pendidik sebagai ujung tombak bagi dunia

pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidik

(36)

interaksi yaitu kemampuan yang menunjang efektivitas interaksi

dengan orang lain, dan keterampilan memecahkan masalah kehidupan.

Selanjutnya Kochhar (1991: 224) menyebutkan bahan ajar tidak dapat menggantikan peran pendidik sehingga pembelajaran dapat mencapai

tujuan pembelajaran

It is held that good teaching resources can never replace the

teacher but the teacher uses them to achieve their teaching and

learning objectives Abdu-Raheem Bilqees Olayinka (2016:1).

Semakin lengkap bahan ajar yang dikumpulkan dan semakin luas

wawasan serta pemahaman pendidik terhadap materi akan semakin baik

pembelajaran yang dilaksanakan Trianto (2013:180).

Okune Rose Achola (2016:2) mengatakan bahwa Instructional

materials are the teaching and learning aids used by teachers to

make the content of what they present more vivid, nteresting and

pragmatic to learners. Bahan ajar merupakan alat bantu pendidik

dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih hidup, bernuansa

dan pragmatis bagi peserta didik.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas disimpulkan bahan ajar adalah

seperangkat materi pembelajaran yang dapat membantu tercapainya

tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan utuh sehingga

terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan, memudahkan

(37)

17

2. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar

Menurut Depdiknas (2008:10) tujuan penyusunan bahan ajar adalah: (1)

menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan

mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, sekolah, dan daerah, (2)

membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar, dan

(3) memudahkan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran.

Menurut Depdiknas (2008:9) manfaat penulisan bahan ajar dibedakan

menjadi 2 macam, yaitu bagi pendidik dan bagi peserta didik. Manfaat

bagi pendidik antara lain: (1) diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan

kurikulum dan kebutuhan peserta didik, (2) tidak lagi tergantung pada

buku teks yang terkadang sulit diperoleh, (3) bahan ajar menjadi lebih

kaya, karena dikembangkan dengan berbagi referensi, (4)

menambahkan khazanah pengetahuan dan pengalaman pendidik dalam

menulis bahan ajar, (5) bahan ajar mampu membangun komunikasi

pembelajaran yang efektif antara pendidik dan peserta didik karena

peserta didik lebih percaya kepada pendidiknya, (6) diperoleh bahan

ajar yang mampu membantu pelaksanaan kegiatan pembelajaran, (7)

dapat diajukan sebagai karya yang dinilai mampu menambah angka

kredit untuk keperluan kenaikan pangkat, dan (8) menambah

penghasilan pendidik jika hasil karyanya diterbitkan.

Selain manfaat bagi pendidik ada juga manfaat bagi peserta didik yaitu:

(1) kegiatan pembelajaran yang lebih menarik, (2) peserta didik lebih

(38)

bimbingan pendidik, dan (3) peserta didik mendapatkan kemudahan

dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasai

(Depdiknas,2008:9).

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat dipahami bahwa bahan

ajar memiliki manfaat yang sangat besar terhadap pelaksanaan

pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Melalui bahan ajar,

pendidik dapat terbantukan untuk lebih mempermudah menyampaikan

pesan/materi kepada peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik

dengan adanya bahan ajar akan lebih mudah memahami materi

pelajaran selain itu melalui bahan ajar peserta didik dapat belajar sendiri

baik di kelas maupun di rumah.

3. Bentuk Bahan Ajar

a) Menurut Bentuk Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2013:30), bahan ajar dibagi berdasarkan

bentuk, cara kerja, sifat dan substansi (isi Materi).

1) Bahan cetak (printed), yakni sejumlah bahan yang disiapkan

dalam kertas yang dapat berfungsi untuk keperluan

pembelajaran atau penyampaian informasi. Contohnya seperti

handout, modul, buku, Lembar Kerja Peserta Didik, leatflet,

wall chart, dan lain-lain.

2) Bahan ajar dengar (audio)atau program audio, yakni semua

sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung yang

(39)

19

Contohnya kaset, radio, piringan hitam, compact disk audio dan

lain-lain.

3) Bahan ajar pandang dengar (audiovisual), yakni segala sesuatu

yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan

dengan gambar bergerak secara sekuensial. Contohnya video

dan film.

4) Bahan ajar interaktif (interactive teaching materials, yakni

kombinasi dari dua atau lebih media). Contohnya gambar,

animasi dan video

Berdasarkan uraian di atas bahan ajar meliputi banyak jenisnya

antara lain Lembar Kerja Peserta didik yang dalam istilah lain

disebut dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD

merupakan jenis bahan ajar cetak, yaitu sejumlah bahan yang

disiapkan dalam kertas yang dapat berfungsi untuk keperluan

pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan dalam penelitian

pengembangan ini adalah bahan ajar LKPD, alasannya karena

bahan ajar LKPD sistematis dan dapat mempermudah

penggunaannya.

b) Menurut Cara Kerja Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2013:30) berdasarkan cara kerjanya, bahan ajar

dapat di bedakan menjadi lima macam, yaitu:

1) Bahan ajar yang tidak diproyeksikan. Bahan ajar ini adalah

(40)

memproyeksikan isi didalamnya, sehingga, peserta didik

langsung menggunakan (membaca, melihat, mengamati, bahan

ajar tersebut). Contoh: foto, diagram, display, model dan lain

sebagainya.

2) Bahan ajar yang tidak diproyeksikan. Bahan ajar ini adalah

bahan ajar yang memerlukan perangkat proyektor agar bisa

dimanfaatkan dan atau dipelajari peserta didik. contoh: slide,

filmstrip, overhead transparencies (OHP), dan proyeksi

komputer.

3) Bahan ajar audio. Bahan ajar audio adalah bahan ajar yang

berupa sinyal audio yang direkam dalam media perekam. Untuk

menggunakan kita mesti memerlukan alat pemain (player)

media perekam tersebut, seperti tape compo, CD,VSD, muliti

media player dan, sebagainya. Contohnya: kaset, CD, Flasdisk,

dan sebagainya.

4) Bahan ajar video. Bahan ajar ini memerlukan alat pemutar yang

biasanya berbentuk video tape player, VSD,DVD, dan

sebaginya. Karena bahan ajar ini hampir sama dengan bahan

ajar audio, jadi memerlukan media perekam. Namun

perbedaannya bahan ajar ini ada pada gambarnya. Jadi secara

bersamaan, dalam tampilan dapat diperoleh sebuah sajian

(41)

21

Menurut Majid (2013:174) bentuk bahan ajar setidaknya dapat

dikelompokkan menjadi empat yaitu:

1) Bahan cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, Lembar

Kegiatan Peserta Didik, brosur, foto/gambar.

2) Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, raingan hitam, dan compact

disk audio.

3) Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk

film.

4) Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti compact

disk interaktif.

Berdasarkan pendapat tersebut dipahami bahwa bahan ajar terdiri dari

tiga jenis yaitu audio, visual, dan audio visual. Audio merupakan jenis

bahan ajar yang mengandalkan indera pendengaran. Sedangkan visual

merupakan jenis bahan ajar yang mengandalkan indera penglihatan, dan

jenis bahan ajar audio visual berupa bahan ajar yang mengandalkan

indera pendengaran dan penglihatan. Pendidik dapat mengggunakan

berbagai jenis bahan ajar tersebut tergantung tujuan dan karekteristik

peserta didiknya.

4. Fungsi Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2012:24) ada dua klasifikasi utama pembagian

fungsi bahan ajar yaitu menurut pihak yang memanfaatkan bahan ajar

dan menurut strategi pembelajaran yang akan digunakan. Secara detail

(42)

a) Menurut Pihak yang Memanfaatkan Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2012:24) berdasarkan pihak-pihak yang

menggunakan, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua

macam, yaitu fungsi bahan ajar bagi pendidik dan peserta didik.

1) Fungsi bahan ajar bagi pendidik antara lain: (a) menghemat

waktu pendidik dalam mengajar, (b) mengubah peran pendidik

dari mengajar menjadi fasilitator, (c) meningkatkan proses

pembelajaran menjadi efektif dan interaktif, (d) pedoman bagi

pendidik untuk mengarahkan semua aktifitasnya dalam proses

pembelajaran dan merupakan substansi kompetensinya yang

harus diajarkan kepada peserta didik dan (e) alat evaluasi

pencapaian dan penguasaan hasil pembelajaran.

2) Fungsi bahan ajar bagi peserta didik: (a) Peserta didik dapat

belajar tanpa ada pendidik atau teman peserta didik lain, (b)

Peserta didik dapat belajar dimana saja dan kapan saja yang ia

kehendaki, (c) Peserta didik dapat belajar berdasarkan urutan

yang dipilihnya sendiri, (e) membantu peserta didik untuk

menjadi pelajar yang mandiri, (f) pedoman bagi peserta didik

yang akan mengarahkan semua aktivitas dalam proses

pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang

seharusnya dipelajari dan dikuasai.

b. Menurut Strategi Pembelajaran yang Digunakan

Menurut Prastowo (2012:25) berdasarkan strategi yang digunakan,

(43)

23

pembelajaran klasikal, individu dan kelompok.

1) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal: (a) sebagai

satu-satunya sumber informasi dan pengawas, serta pengendali

proses pembelajaran peserta didik pasif dan belajar sesuai

dengan kecepatan pendidik dalam mengajar, (b) sebagai bahan

pendukung proses pembelajaran yang diselengggarakan.

2) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual: (a) media

utama dalam proses pembelajaran, (b) alat yang digunakan

untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik mencari

informasi, (c) penunjang pembelajaran individu lainnya.

3) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok: (a) bersifat

sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar

kelompok dengan cara memberi informasi tentang latar

belakang materi, informasi tentang peran orang-orang yang

terlibat dalam belajar kelompok sendiri, (b) sebagai bahan

pendukung bahan belajar utama yang jika dirancang

sedemikian rupa dapat meningkatkan motivasi belajar.

Menurut Lestari (2013:24) secara garis besar, fungsi bahan ajar bagi

pendidik adalah untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses

pembelajaran sekaligus merupakan substansi kompetensi yang

seharusnya diajarkan kepada peserta didik. Fungsi bahan ajar bagi

peserta didik untuk menjadi pedoman dalam proses pembelajaran dan

merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari. Bahan

(44)

Bahan ajar yang baik sekurang-kurangnya mencangkup petunjuk

belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi pelajaran, informasi

pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, evaluasi dan respon

terhadap hasil evaluasi.

Berdasarkan pendapat tersebut mengenai fungsi bahan ajar dapat

dipahami bahwa dalam pemilihan bahan ajar, seorang pendidik tidak

hanya mengutamakan fungsi bahan ajar bagi dirinya sebagai pendidik,

akan tetapi juga harus memperhatikan fungsi bahan ajar bagi peserta

didik. Kebanyakan seorang pendidik memilih bahan ajar didasarkan

pada memudahkan bagi dirinya dalam melaksanakan pembelajaran.

Pendidik haruslah memikirkan berfungsi atau tidaknya bahan ajar

tersebut bagi peserta didik, karena peserta didik yang akan menerima

materi untuk itu bahan ajar yang digunakan tidak hanya memudahkan

pendidik dalam mengajar tetapi juga memudahkan peserta didik untuk

belajar.

Apabila seorang pendidik lebih memperhatikan fungsi bahan ajar bagi

peserta didik, tentu bahan ajar yang dipilih akan sesuai dengan

karekteristik peserta didik, sehingga bahan ajar yang digunakan

pendidik lebih bervariasi. Karena bahan ajar memiliki fungsi yang

berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penggunaannya, sehingga bahan

ajar dapat berfungsi untuk pembelajaran klasikal, individu, maupun

(45)

25

pendidik akan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan

pembelajaran.

5. Karekteristik Perancangan Bahan Ajar

Perancangan bahan ajar menjadi hal yang sangat penting dalam proses

pembelajaran. Bahan ajar yang dikembangkan harus mampu

meningkatkan motivasi dan efektivitas penggunanya. Widodo dalam

Lestari (2013:2) mengungkapkan ada lima karekteristik bahan ajar

yaitu.

a. Self Intructional

Menurut Widodo dalam Lestari (2013:2) maksud dari Self

Intructional adalah seperangkat bahan ajar yang berbentuk cetak

maupun online harus dapat bermanfaat dan digunakan oleh peserta

didik secara individual. Setiap peserta didik tentunya memiliki

kebutuhan akan buku pelajaran sebagai penunjang dan media yang

dapat memudahkan pelaksanaan pembelajaran itu berlangsung.

Bahan ajar dikatakan Self Intructional apabila memenuhi persyaratan

antara lain: (a) terdapat tujuan yang jelas, (b) materi dikemas dalam

unit-unit kecil/spesifik, (c) terdapat contoh yang mendukung

kejelasan pemaparan materi pembelajaran, (d) terdapat soal-soal

latihan, tugas dan latihan, (e) disajikan dengan pendekatan

kontekstual, (f) bahan ajar sederhana dan komunikatif, (g) terdapat

rangkuman materi pembelajaran, (h) terdapat instrumen berbasis Self

(46)

mengukur dan mengevaluasi tingkat penguasaan materi, (j) terdapat

umpan balik atas penilaian, (k) tersedia informasi tentang

rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung materi pembelajaran

yang dimaksud (Lestari,2013:2).

b. Self Contained

Menurut Widodo dalam Lestari (2013:2) Self Contained merupakan

bentuk informasi cetak dan tertulis yang sengaja disajikan untuk

dipelajari oleh peserta didik yang berisikan semua meteri atau teori

pembelajaran, dan dikelompokkan dalam satu halaman atau satu unit

kompetensi dan juga disertai sub kompetensi.

c. Stand Alone

Menurut Widodo dalam Lestari (2013:2) dikatakan bahan ajar

dikalau dia bias bertahan sendiri, yakni tidak membutuhkan bahan

ajar dari bahan ajar lainnya. Bahan ajar yang baik sudah

mencangkup segala materi pelajaran sehingga tidak membutuhkan

bahan ajar lain untuk melengkapinya.

d. Adaptif

Menurut Widodo dalam Lestari (2013:2) bahan ajar yang baik tidak

hanya bias bertahan sendiri, namun juga mengikuti perkembangan

teknologi , fleksibel digunakan di berbagai tempat, serta isi materi

pembelajaran dan perangkat lunaknya dapat digunakan sampai kurun

(47)

27

e. User Friendly

Menurut Widodo dalam Lestari (2013:2) bahan ajar yang sempurna

seharusnya dapat mempermudahkan pengunaanya ketika hendak

memakainya. Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil

bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakaianya, termasuk

kemudahan, pemakaian dalam merespon, mengakses sesuai dengan

keinginan.

Berdasarkan hasil pemaparan diatas, penulis menyimpulkan bahwa

dalam perancangan bahan ajar diperhatikan karekteristk dari

perancangan bahan ajar itu sendiri sehingga dapat terbentuk suatu

bahan ajar yang efektif. Artinya agar penggunaan bahan ajar efektif

dan efisien maka dalam pemilihan dan penggunaanya harus

memperhatikan faktor-faktor yang ada dalam pembelajaran tersebut.

6. Prinsip-Prinsip Penyusunan Bahan Ajar

Prastowo (2013:31) menjelaskan ada beberapa prinsip yang perlu

diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran,

yaitu:

a. Prinsip relevansi, artinya keterkaitan. Materi pembelajaran

hendaknya relevan atau ada kaitan dengan pencapaian Standar

Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).

b. Prinsip konsistensi, artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang

harus dikuasai peserta didik empat macam, maka bahan ajar yang

(48)

c. Prinsip kecukupan, artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup

memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi

dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak

boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu

pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Menurut Depdiknas (2008:10), pengembangan bahan ajar hendaknya

memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran, yaitu:

a. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang

konkret untuk memahami yang sulit.

b. Pengulangan akan memperkuat pemahaman.

c. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap

pemahaman peserta didik.

d. Motivasi yang tinggi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan

belajar.

e. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya

akan mencapai ketinggian tertentu.

f. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik

untuk terus mencapai tujuan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar

yang mampu membuat siswa untuk belajar mandiri dan memperoleh

ketuntasan dalam proses pembelajaran menurut Widodo dan Jasmadi

(2008:50) adalah sebagai berikut:

(49)

29

mendukung pemaparan materi pembelajaran.

b. Memberikan kemungkinan bagi peserta didik untuk memberikan

umpan balik atau mengukur penguas aannya terhadap materi yang

diberikan dengan memberikan soal-soal latihan tugas, dan

sejenisnya.

c. Konstekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana

dan konteks tugas dan lingkungan peserta didik.

d. Bahasa yang digunakan cukup sederhana karena peserta didik hanya

berhadapan dengan bahan ajar ketika belajar secara mandiri.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat menyimpulkan bahwa

dalam penyusunan bahan ajar yang paling utama harus disesuaikan

dengan kurikulum, perangkat pembelajaran, prinsip-prinsip dari bahan

ajar itu sendiri, dan karekteristik peserta didik sehingga bahan ajar

dapat digunakan dengan optimal

7. Pengembangan Bahan Ajar

Mendapatkan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang

harus dikuasai oleh peserta didik, diperlukan analisis terhadap Standar

Kompetensi- Kompetensi Dasar analisis sumber belajar dan penentuan

jenis serta judul bahan ajar. Analisis dimaksud dijelaskan pada uraian di

bawah ini:

a.Analisis Standar Kompetensi- Kompetensi Dasar

b.Analisis Sumber Belajar

(50)

B. Lembar Kegiatan Peserta Didik

1. Pengertian Lembar Kegiatan Peserta Didik

Pada uraian di atas sudah diingatkan bahwa penelitian ini akan

mengembangkan LKPD. LKPD yaitu berbagai macam media

pembelajaran. Choo (2011: 519) menjelaskan LKPD adalah alat

insstruksional yang terdiri dari serangkaian pertanyaan dan informasi

yang dirancang untuk memahami ide-ide yang kompleks, yang

memandu peserta didik melakukan kegiatan secara sistematis.

Menurut Cakır dalam Toman(2013:174) Worksheets are written

materials consisting of individual activities which the students will do

while learning a topic and also will enable the students to take

responsibility for their own learning with the given process steps

related to these activities.

Maksudnya adalah LKPD merupakan bahan ajar tertulis yang terdiri

dari kegiatan individu yang akan dilakukan peserta didik saat belajar

suatu topik dan juga memungkinkan peserta didik untuk mengambil

tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri dengan langkah

proses yang diberikan terkait dengan kegiatan ini. LKPD sering

digunakan oleh pendidik dan peserta didik.

Hal ini sependapat dengan Ozman dan Yildirim dalam Toman

(2013:174) Worksheets are frequently used by the teachers and the

(51)

31

student interest in the lesson and have qualities which affect success

positively. Maksudnya ada beberapa penelitian yang mengungkapkan

bahwa lembar kerja meningkatkan minat peserta didik terhadap

pelajaran dan memiliki kualitas yang mempengaruhi kesuksesan secara

positif.

Depdiknas (2004:18) menyatakan LKPD adalah lembaran yang berisi

tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKPD berisi petunjuk,

langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang

diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang

akan dicapainya.

Worksheet is a kind of printed instructional material that is prepared

and frequently used by teachers in order to helpstudents to gain

knowledge, skills and values by providing helpful comments about the

course objectives and enabling students to engage in active learning

and learning-by-doing in and out of the school (Kaymakcı,2012:57)

Penjelasan diatas diketahui LKPD merupakan sebuah kumpulan

lembaran-lembaran kertas yang berisi materi, tugas-tugas yang harus

dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, serta langkah-langkah yang

harus dilakukan dalam pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa LKPD bahan ajar

tertulis, sumber belajar, dan materi ajar yang dapat dilakukan secara

individu atau dalam kelompok yang di dalamnya terdapat yang harus

(52)

minat peserta didik terhadap pelajaran suatu media bahan ajar cetak

berupa buku yang di dalamnya terdapat petunjuk dalam menyelesaikan

tugas secara terstruktur, sistematis sehingga peserta didik dapat

menemukan konsep belajar mandiri baik secara individu maupun

kelompok secara bertanggung jawab.

2. Fungsi Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar kerja peserta didik mempunyai fungsi. Adapun fungsi tersebut

menurut Prastowo (2011: 24) jika dilihat segi tujuan disusunnya LKPD,

maka LKPD dapat dibagi lima macam bentuk yaitu: (1) LKPD yang

membantu peserta didik menemukan suatu konsep (2) LKPD yang

membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai

konsep yang telah ditemukan (3) LKPD yang berfungsi sebagai

penuntun belajar (4) LKPD yang berfungsi sebagai penguatan (5)

LKPD yang berfungsi sebagai petunjuk pratikum.

LKPD yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep yaitu

bentuk LKPD ini dirancang menurut prinsip konstruktivisme dimana

peserta didik secara aktif dalam pembelajaran untuk mengkonstruksi

berbagai macam konsep yang berkaitan dengan materi.

LKPD peserta didik ditunjukkan langkah demi langkah apa yang harus

dilakukan dalam pembelajaran meliputi melakukan mengamati dan

(53)

33

LKPD yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan

berbagai konsep yang telah ditemukan. Bentuk LKPD jenis ini

mengutamakan agar materi yang telah dipelajari peserta didik agar

dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. LKPD ini sangat tepat

digunakan sebagai bahan ajar tentang pendidikan moral dimana peserta

didik akan lebih memahami pentingnya materi yang telah dipelajari dan

bermanfaat bagi kehidupan yang dijalani. Penting bagi pendidik untuk

terus melakukan pengawasan terhadap bagaimana peserta didik mampu

menerapkan materi yang dipelajari dalam keseharian, biasanya LKPD

dilengkapi dengan laporan kegiatan peserta didik.

LKPD yang berfungsi sebagai penuntun belajar. LKPD ini bertujuan

untuk membantu peserta didik dalam proses belajar yang dilakukan

peserta didik. LKPD menunjukkan peserta didik agar dapat belajar

dengan benar sesuai dengan urut-urutan materi sehingga peserta didik

dapat mempelajari materi dengan baik. LKPD juga berisi

pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam sumber belajar yang

digunakan sehingga peserta didik harus mempelajari sumber belajar

agar menguasai materi. LKPD jenis ini juga sangat cocok untuk

keperluan remidial.

LKPD yang berfungsi sebagai penguatan. LKPD untuk penguatan ini

berisi materi-materi yang bersifat sebagai pendalaman atau tambahan

dari materi utama. Dengan menggunakan LKPD ini peserta didika atau

(54)

dipelajari, peserta didik juga mendapatkan materi dan pengetahuan

ekstra disamping materi yang telah dipelajari.

LKPD yang berfungsi sebagai petunjuk praktikum. Disamping

dituangkan dalam buku, petunjuk praktikum dapat dituangkan dalam

LKPD. LKPD jenis ini tentu berisi apa-apa saja atau langkah-langkah

dalam melakukan sebuah praktikum. Semua praktikum dapat

dikumpulkan dalam sebuah LKPD , jadi dalam satu bendel LKPD dapat

berisi beberapa petunjuk praktikum sekaligus. Pendidik akan lebih

mudah menyajikan materi praktikum melalui LKPD dan peserta didik

juga lebih mudah menemukan apa yang dipelajari dari praktikum

bahkan mencari korelasi antara praktikum satu dengan lainnya.

Menurut Lee (2014: 95) Lembar Kegiatan (LK) dapat betujuan dalam

banyak hal termasuk prestasi akademik. Misalnya, sebagai suplemen

untuk buku-buku, memberikan informasi tambahan untuk kelas

tertentu, dapat membantu mengkontruksi pengetahuan peserta didik,

selain itu Lembar Kegiatan akan dapat menarik minat peserta didik jika

digabungkan dengan metode pembelajaran tertentu.

Selanjutnya menurut Achmadi (1996: 35) tujuan penggunaan LKPD

dalam proses belajar sebagai berikut:

a. Memberi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu dimiliki

oleh peserta didik.

b. Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit

(55)

35

c. Membantu peserta didik dalam memperoleh catatan materi

yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran.

d. Mengecek tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang

telah disajikan.

Depdiknas (2008:9) menjelaskan bahwa LKPD disusun dengan tujuan.

a) Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum

dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan

ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan

sosial peserta didik.

b) Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di

samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.

c) Memudahkan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran.

Toman (2013:178) mengatakan Worksheets developed based on constructivist approach enable the students to actively participate during the learning process, help them to learn the subject better, and increase student success noticeably.

Pengembangan LKPD yang menggunakan pendekatan konstruktivisme

memungkinkan peserta didik berpartisipasi aktif selama pembelajaran.

LKPD membantu peserta didik memahami materi dengan lebih baik,

dan LKPD dapat meningkatkan kemampuan peserta didik.

Dari uraian diatas LKPD memang dapat disesuaikan bentuk

penyajiannya sesuai dengan kebutuhan, fungsi dan tujuan dan hal-hal

lain menyangkut pembelajaran yang akan dilakukan. Jika pendidik

(56)

pendidik diharapkan menyusun sendiri LKPD yang akan digunakan

dalam pembelajaran tersebut sesuai bentuk yang tepat untuk diterapkan

dengan memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi

pembelajaran.

3 Langkah-Langkah Aplikatif Membuat LKPD

LKPD yang menarik dan penuh kreasi dapat menarik perhatian peserta

didik untuk membuka LKPD, melihatnya, dan memahaminya. Namun

untuk dapat membuat LKPD haruslah memahami langkah-langkah

aplikasi agar mampu membuatnya. Menurut Prastowo (2011: 210)

langkah-langkah penyusunan LKPD adalah sebagai berikut; (a)

melakukan Analisis Kurikulum, (b) menyusun Peta Kebutuhan LKPD,

(c) menentukan Judul-Judul LKPD, (d) Penulisan LKPD.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam penulisan LKPD.

Pertama, merumuskan kompetensi dasar. Kedua, menentukan alat

penilaian. Ketiga, menyusun materi. Penyusunan materi LKPD perlu

memperhatikan: 1) kompetensi dasar yang harus dicapai., 2) informasi

pendukung, 3) sumber materi, 4) pemilihan kalimat yang jelas dan

tidak ambigu. Keempat, memperhatikan struktur LKPD. Struktur

LKPD meliputi enam komponen, yakni judul, petunjuk belajar

(petunjuk peserta didik), kompetensi yang akan dicapai, informasi

Figure

Tabel                                                                                                         Halaman
Tabel  2  Hasil Angket Peserta Didik  terhadap Pengembangan LKPD                    di SD Negeri 1 Gayau  Sakti
Tabel 3  Hasil Belajar Ulangan  Tematik  Semester Ganjil  Kelas  IV  di  SDN                  Gugus Gajah Mada Seputih Agung Tahun Pelajaran 2017/2018
Tabel  4 Analisis Spesifikasi LKPD yang ada/ tidak di lapangan
+7

References

Related documents

An integrated process improvement undertaking will include the basis for making continuous process improvements (which involves process and management metrics), lean

I Variables are the set of valid strings that are allowed as names in a computer language such as Python.. I The rules for forming Python

The personalized ECG monitoring system presented in this study for the early detection of cardiac arrhyth- mias performs three prior and one-time (offline) operations: 1) Creation

-Able to provide a highly customizable service to their customers -Focus development on application design instead of infrastructure, database and security model design..

Family Planning Expenditure includes expenditure on a) direction and administration of family welfare, mainly the FW department, bureaucracy at the state and divisional

04 05 FIG UR E FIG UR E Comparison of APTs and Traditional Threats Highest Enterprise Risk of Successful APT Attack. DO YOU BELIEVE THAT APTS ARE SIMILAR OR UNIQUE TO

Abstract: The study presents an interactive descriptive tool (MONRATE) for calculating and predicting reinfec- tion rates and time of Ascaris lumbricoides following