MATERI PEMBEKALAN SISWA OJT
• SISTEM PEMBINAAN KOMPETENSI DAN KARIR • PROGRAM PENDIDIKAN FORMAL DAN
SISTEM PEMBINAAN KOMPETENSI DAN KARIR Kpts Dir No387.K/DIR/2008
1. Pembinaan Grade
2. Pembinaan Level Kompetensi
3. Pembinaan Karir
4 1 Integration 1 2 Integration Integration 2 3 Integration 3 4 Advance 1 5 Advance Advance 2 6 Advance 3 7 Optimization 1 8 Optimization 2 9 Optimization 3 10 Optimization 4 11 System 1 12 System 2 13 System 3 14 System 4 15 Specific 1 16 Specific 2 17 Specific 3 18 Specific 4 19 Basic 1 20 Basic 2 21 Basic 3 22 Basic 4e 23 Basic 4d 24 Basic 4c 25 Basic 4b 26 Basic 4a 1 s.d. 40 Optimization System Specific Basic D3 S1/D4 Pembinaan Level Kompetensi Pembinaan Grade
A. Pembinaan Kompetensi
1
2
3
1
2
3
4
Specif
ic
1
2
3
4
Syst
em
Fungsional : Struktural: UPK
Layak Persyaratan kompetensi Lulus Y T Diklat Penjenjangan Rekomendasi berd prioritas
hak setiap pegawai
wajib dilaksanakan atasan
Level Kompetensi & Grade melekat pd Pegawai (P1)
Grade Tidak berubah otomatis
Penetapan Kenaikan Grade/LK pada 1 Januari/1 Juli.
Kecuali :
a. Pegawai akan pensiun 1 th lagi, (diganti dengan lulus UPK) b. Pegawai Basic ke Spesific
P em bi naan Le vel K o m pe te ns i B. Pembinaan Karir bi naan GRADE
1
2
3
•
Grade terdiri atas beberapa Skala Grade
•
Sebagai penghargaan masa kerja,
pembinaan Skala Grade
(pemindahan 1 Skala Grade keskala di kanan),
setiap 1 tahun sekali
,
yang diberlakukanpada
1 Januari
, diberikan kepada Pegawai,
kecuali Pegawai Baru
yang diangkat setelah1 Juli tahun
sebelumnya
•
Kenaikan Grade hanya diberikan
max 1 Grade
&
dilaksanakan pada
1 Januari/1 Juli
, setelah Peg
memenuhi perolehan kriteria talenta
• Persyaratan Pegawai yg berhak mendapatkan kriteria talenta:
aktif bekerja minimal 3 bulan kerja pada periode
semester berjalan & tidak berhenti bekerja selama
periode semester berjalan
•
Pegawai yang berhenti bekerja pada tanggal 1 Januari
atau 1 Juli tidak mendapatkan kriteria talenta dan
pemindahan skala Grade.
Pembinaan Grade
1 2 3 4 .. 15
1 2 3 4 .. 40
Skala bergeser setiap 2 tahun
Pembinaan Skala Grade Th.2008
Pembinaan Skala Grade Th.2009
Skala bergeser setiap 1 tahun, baik naik grade atau tidak
*) : Tarif Grade dipetakan ulang berdasarkan Phs 2008 agar mempertimbangkan Gaji Dasar (Masa Kerja, Jumlah Keluarga, Kinerja) untuk Pegawai sebelum 1 Jan 08.
*)
Skala 40 digunakan agar dapat diterapkan di Anak Perusahaan PLN
1. LBS = Luar Biasa 2.SOP = Sangat Optimal 3.SPO = Sangat Potensial 4.OPT = Optimal
5.POT = Potensial
6.KPO = Kandidat Potensial 7.PPS = Perlu Penyesuaian 8.PPE = Perlu Perhatian
9.SPP = Sangat Perlu Perhatian
LBS SOP/SPO OPT POT KPO PPS PPE/SPP
2 2 0 0 0 0 0 0 3 1 2 0 0 0 0 0 4 * ≤ 4 0 0 0 0 0 5 * * ≤ 5 0 0 0 0 6 * * * ≤ 6 0 0 0 7 * * * * ≤ 6 0 0 8 * * * * ≤ 8 0 0 9 * * * * * ≤ 8 0 10 * * * * * ≤ 10 0 Perolehan Krieria Talenta
Jumlah Perolehan Kriteria Talenta
* : kekurangan jumlah perolehan kriteria talenta yg harus dipenuhi
Hasil Penilaian Kompetensi
Individu
Hasil Penilaian Sasaran Individu
Marginal ImprovementNeed requirements Meet
Exceeds
requirements Outstanding
Kom-1 Sangat Potensial Luar biasa
Kom-2
Kandidat Potensial Potensial Optimal
Sangat Optimal
Kom-3 Perlu Perhatian
Kom-4 Sangat Perlu
PERSYARATAN KENAIKAN GRADE
Contoh :
LBS SOP/SPO OPT POT dst
4 * ≤ 4 0 0
5.* : kekurangan jumlah perolehan kriteria talenta yang harus dipenuhi
Perolehan Krieria Talenta
Jumlah Perolehan Kriteria Talenta
maka kemungkinan pengisian jumlah perolehan kriteria talenta adalah:
LBS SOP/SPO OPT POT dst Perolehan
Krieria
Jumlah Perolehan Kriteria Talenta
Kriteria Talenta tertentu menjadi tak terpakai jika telah memenuhi
syarat kenaikan Grade
Kriteria Talenta yang didapat Pegawai
menjadi 0 setelah
Pegawai dapat kenaikan
Grade.
Pegawai yg dapat 2 LBS setelah dapat 1 SPO, maka rumus yg muncul: 2 LBS.
1 SPO menjadi tak terpakai, tetapi tetap ada di riwayat kepegawaian
Pegawai dapat 2 LBS setelah dapat 1 SPO, maka walaupun rumus yg muncul: 2 LBS, tetapi 1 SPO yang ada tak dapat dipakai lagi utk kenaikan Grade berikutnya
• Bagi Pegawai yang dapat kenaikan Grade, maka posisi Grade naik, posisi Skala Grade tetap
• Pegawai yang tidak lulus Diklat Penjenjangan s.d. 3x hanya diberikan pembinaan Skala Grade
• Pegawai yang ditahan pihak berwajib, yang di kemudian hari dinyatakan tidak terbukti bersalah sesuai putusan hakim berkekuatan hukum tetap, diberikan rehabilitasi (kriteria talenta terakhir sebelum Pegawai menjalani penahanan)
Pembinaan Grade
11
Rekomendasi Diklat Penjenjangan
Prioritas EE:
a)Pegawai pada Grade tertinggi ≥ 1 thn.
b) Pegawai sedang/akan menduduki
Struktural yang persyaratan KKJnya di atas level kompetensi
c) Pegawai menjadi PLT (persyaratan KKJ di atas level kompetensinya). d) Pegawai selain huruf a,b,c
Prioritas SSE:
a)Pegawai pada Grade tertinggi ≥ 1 thn.
b) Pegawai Grade tertinggi selain huruf a
Jika Pegawai sekaligus pindah profesi, syarat ditambah lulus Diklat profesi
Yang telah ikut KMA/KMM/KMD/ Mancab/Mansek diakui telah mengikuti EE yang setara
Tahun 2010, Unit dalam kurun 3 bulan mengusulkan sesuai urutan prioritas
PLN Pusdiklat dalam kurun 3 bulan mengadakan EE/SSE bagi yang telah diusulkan Unit dan dapat menyampaikan hasil 1 minggu setelah EE/SSE selesai kepada Unit Pengirim, cc: KDIVTLN (untuk
Persyaratan Kompetensi Diklat Penjenjangan
– mempunyai
sertifikasi
dari
lembaga
terakreditasi
nasional/internasional (sesuai jabatan &/ profesinya); atau
– mempunyai
karya inovasi
yang memperoleh penghargaan dalam
lingkup kompetensi yang dipersyaratkan. (Dalam hal karya inovasi
merupakan hasil tim, maka anggota tim yang diakui adalah yang
menjadi kontributor utama); atau
– membuat
makalah
tentang Kontribusi Individu Pegawai atas
keberhasilan peningkatan kinerja operasional di Unit Kerjanya,
serta melakukan
knowledge sharing
atas makalahnya dengan
mempresentasikan pada Komite Appraisal sesuai kewenangannya,
atau minimal di Komunitas Praktisi/Community of Practice (CoP)
di Unit Kerjanya; atau
– lulus min
4 Diklat Profesi
di bidangnya.
2 Diklat Profesi wajib(SDM dan KEUANGAN)• Executive Education (EE), dilaksanakan oleh:
• Pegawai yang sedang atau akan menduduki Jabatan
Struktural dengan persyaratan KKJ di atas level
kompetensinya; atau
• Pegawai yang akan menduduki Jabatan Struktural, baik
jenjang jabatan yang sama maupun yang akan menduduki
jenjang jabatan yang lebih tinggi; atau
• Pegawai yang menjadi Pejabat Pelaksana Tugas (PLT).
Diklat
Penjenjangan
Strategic Specialist Education (SSE), untuk Pegawai pada Grade
tertinggi di suatu level kompetensi & akan menduduki Jabatan Fungsional
14
Pegawai yang telah lulus SSE di level kompetensinya, tetap wajib
lulus EE, jika menjadi kandidat menduduki Jabatan Struktural.
Pegawai tidak perlu mengikuti SSE untuk naik Level Kompetensi,
dalam hal Pegawai telah lulus EE setara level kompetensi yg dituju.
Pegawai yang telah lulus EE sebelum berada pada Grade tertinggi
dapat naik Level pada 1 semester setelah Grade tertinggi tsb.
Masa berlaku sertifikat kelulusan EE adalah 2 tahun sejak tanggal
berlaku sertifikat tersebut atau sejak diberlakukan Keputusan ini.
Perpanjangan masa berlaku sertifikat EE dilakukan setiap tahun
melalui persyaratan kelulusan leadership web-based training.
• Pegawai yang belum lulus Diklat Penjenjangan
berhak mengikuti Diklat max 3x pada Level yang
sama (tiap 2 tahun sekali)
• Kriteria talenta Atasan Langsung diberikan max
Potensial pada 1 semester berikutnya, jika:
– Pegawai yang direkomendasikan tidak lulus Diklat
Penjenjangan s.d. 2x
– Pegawai yang direkomendasikan tidak lulus UPK
PembinaanLevel
Kompetensi
• Jika Diklat Penjenjangan yang belum diselenggarakan PLN Pusdiklat, maka:
Pegawai yang menduduki Fungsional = syarat naik Grade
Pegawai yang menduduki Struktural : UPK.
• Seluruh Diklat Penjenjangan diselenggarakan PLN Pusdiklat
• Persyaratan mengikuti UPK :
– Rekomendasi Unit atau Atasan Langsung; dan – tidak sedang menjalani hukuman disiplin; dan
– memenuhi persyaratan kriteria talenta (Petunjuk Pelaksanaan); – memenuhi persyaratan kompetensi (Petunjuk Pelaksanaan).
• Ketentuan UPK:
– Jika hasil UPK menunjukkan kompetensi Pegawai memenuhi KKJ yang diduduki, Pegawai diberikan kenaikan Grade;
– Jika kenaikan Grade >1, maka kenaikan Grade dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali setiap kenaikan 1 (satu) Grade, dengan syarat Pegawai sanggup mempertahankan kriteria talenta
LBS/SOP/SPO, serta kenaikan Grade tsb dibatasi max 2 Grade di atas Grade sebelum mengikuti UPK, dan hanya berlaku 1x sepanjang riwayat jabatannya;
– Jika hasil UPK menunjukkan Kompetensi Peg di bawah Grade terakhir Pegawai, maka Kriteria Talenta 1 tahun sejak UPK tak dapat digunakan untuk naik Grade.
Uji
Portofolio Kompetensi (UPK)
Jalur Karir rangkaian lintasan karir Pegawai dalam organisasi
Perseroan
Jalur Karir identik untuk talent, yang membedakan hanya
kecepatan,
kemampuan individu dalam mengakusisi kompetensi dan syarat
pengalaman pada suatu jabatan.
Pembuatan jalur karir diselaraskan dgn penerapan MSDM-BK
mengacu pada kesesuaian KKJ dengan KI
keseimbangan level KI pada ketiga kelompok kompetensi PLN
Jalur Karir Jabatan terdiri atas:
a. Jalur Jabatan Struktural; atau
b. Jalur Jabatan Fungsional; atau
c. Jalur Lintas Jabatan, baik dari Jabatan Fungsional ke Jabatan Struktural
maupun sebaliknya.
18
Manajemen Atas III Manajemen Atas I
Manajemen Menengah III Manajemen Menengah I
Manajemen Dasar III Manajemen Dasar I
Supervisori Atas I/II/III
Supervisori Dasar I/II/III EE IV Manajemen Dasar II Manajemen Menengah II Manajemen Atas II Dipro dan atau Dipen Dipro dan atau Dipen Dipro dan atau Dipen Dipro Dan atau Dipen Dipro dan atau Dipen Dipro dan atau Dipen EE III EE III EE II EE I EE II EE I
Dipro: Diklat untuk menguasai kompetensi bidang yg disyaratkan pada jabatan yg dituju, bersifat wajib apabila profesi/bidangnya berbeda, & bersifat optional apabila dalam profesi/bidangnya yg sama.
Dipen* : Diklat untuk meningkatkan kemampuan Pegawai dlm pekerjaan dgn tingkat kompleksitas berbeda. * : Akreditasi Pusdiklat
EE: Executive Education
Org I: Tingkat Organisasi Unit I Org II: Tingkat Organisasi Unit II Org III: Tingkat Organisasi Unit III
Prioritas pada Jenjang Jabatan yang sama :
1. Dari Org I ke Org IIi : minimal ≥ Sangat Optimal/Sangat Potensial 2x;
2. Dari Org I ke Org II / dari Org II ke Org III: min ≥ Potensial 4x atau ≥ Optimal 3x; 3. Dari Org I ke Org I / Org II ke Org II /Org III ke Org III : minimal ≥ Potensial 2x; Prioritas pada Jenjang Jabatan rendah ke tinggi :
1. Dari Org I ke Org II : minimal ≥ Sangat Optimal/Sangat Potensial 2x;
2. Dari Org I ke Org I / Org II ke Org II : min ≥ Potensial 4x atau ≥ Optimal 3x 3. Dari Org III ke Org II / dOrg II ke Org I / Org III ke Org I : min ≥ Potensial 2x;
Untuk jalur karir MD, MM, dan MA diberlakukan skala prioritas :
F un gs io na l I F un gs io na l I I F un gs io na l I II SSE I SSE II F un gs io na l I V F un gs io na l V SSE IV SSE III F5 Operatif F5 Teknik F5 Non Teknik F5 Pengelola Dipro dan atau DKT
F4 Operatif F4 Teknik F4 Non Teknik F4 Pengelola Dipro dan atau DKT
F3 Operatif F3 Teknik F3 Non Teknik F3 Pengelola Dipro dan atau DKT
F2 Operatif F2 Teknik F2 Non Teknik F2 Pengelola Dipro dan atau DKT
F1 Operatif F1 Teknik F1 Non Teknik F1 Pengelola Dipro dan atau DKT
Dipro (Diklat Profesi) merupakan Diklat untuk menguasai kompetensi bidang yang disyaratkan pada jabatan yang dituju,
bersifat wajib apabila profesi atau bidangnya berbeda, dan bersifat optional apabila dalam profesi atau bidangnya yang sama.
DKT* (Diklat Kompetensi Tambahan) merupakan Diklat untuk
meningkatkan kemampuan Pegawai dalam pekerjaan dengan tingkat kompleksitas yang
berbeda.(*akreditasi oleh Pusdiklat) SSE (Strategic Specialist Education) merupakan Diklat Penjenjangan untuk Jabatan Fungsional; dipersyaratkan secara bertahap
Mutasi atau alih tugas dari satu Jabatan ke Jabatan lain, terdiri atas:
a.
Promosi, dipersyaratkan KKJ & Level Kompetensi lebih tinggi,
b.
Rotasi dipersyaratkan KKJ dan Level Kompetensi sama,
c.
Demosi dipersyaratkan KKJ dan Level Kompetensi lebih rendah, akibat:
– Tidak tercapainya syarat kinerja minimum
atau– Menjalani hukuman disiplin sedang Pegawai
atau– Mutasi atas permintaan sendiri bila tidak tersedia Formasi Jabatan dan
Formasi Tenaga Kerja yang sesuai
•
Rotasi termasuk alih tugas yang menempatkan Pegawai pada
Jenjang Jabatan yang lebih rendah karena keterbatasan formasi
jabatan dan atau karena kebutuhan organisasi Perseroan yang tidak
menyebabkan Pegawai mengalami penurunan Grade dengan
•
Pegawai yang Mutasi dari Jabatan Fungsional ke Jabatan Struktural harus
memenuhi persyaratan Kompetensi dengan prioritas pengukuran
Kompetensi Inti dan Kompetensi Peran yang diperoleh dari prestasi
mengikuti Diklat Penjenjangan
•
Pegawai yang Mutasi dari Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional
dikembalikan pada pembinaan Grade terakhir Pegawai tersebut sesuai
dengan hasil Program Pengembangan Pegawai atau kepada yang
bersangkutan diberikan hak untuk mengajukan
Uji Portofolio
Kompetensi dengan persetujuan Atasan
•
Masa jabatan Pegawai dalam Jabatan Struktural paling lama 4 (empat)
tahun pada fungsi/bidang dan unit serta tempat yang sama tanpa
dipengaruhi oleh perubahan tingkat organisasi unit
• Batas maksimal Pegawai menduduki Jabatan Struktural dalam Jenjang Jabatan yang sama adalah 3 (tiga) kali
•
Pegawai pada suatu Jabatan yang memiliki Kompetensi Individu lebih
besar atau sama terhadap Kebutuhan Kompetensi Jabatan, diprioritaskan
untuk dipromosikan ke Jabatan yang sesuai dengan Kompetensi Individu
yang dimilikinya dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun
•
Pegawai akan pensiun dalam 1 tahun tidak dapat dimutasikan
antar Unit, kecuali dengan persetujuan Atasan Pejabat yang
Berwenang
•
Diperkenankan utk alasan:
– Ikut suami/istri pindah di luar kedudukan
• MK 5 thn terus-menerus
• Ada FTK di unit penerima vs Cuti diluar tanggungan
• KI sesuai dgn KKJ
• Biaya menjadi tanggung-jawab ybs
• 2 kali kesempatan selama jadi pegawai (Mutasi/ Cuti diluat
tanggungan
– Alasan kesehatan yg direkomendasikan Dokter
Perseroan
SKD 184.K/DIR/2008 Wewenang Kepegawaian jo 113.K/DIR/2010
Wewenang Lingkup Kewenangan PYB
Pengangkatan Pegawai D3 atau lebih KDIVTLN
Dibawah D3 GM
Mutasi Pegawai dan Penetapan Pejabat Pelaksana Tugas (PLT)
MA DIRUT
MM, F1, F2 & MD Unit Pelaksana Dir SDM
MD,SpA, SpD, F3-6 di Pusat / antar unit KDIVTLN
MD,SpA, SpD, F3-6 di Unit GM
Penetapan Kenaikan Level Kompetensi, Kenaikan Grade, Pembinaan Skala Grade Pegawai, Kriteria Talenta, dan Penetapan
Kenaikan Gaji Dasar sebagai PhDP, dan Pemberhentian Pegawai
MA, MM,MD Unit Pelaksana, F1-2 Dir SDM
MD,SpA, SpD, F3-6 di Pusat / antar unit KDIVTLN
PYB Pejabat yg menerima pendelegasian
wewenang
Jenis Kewenangan
DIRUT DIR SDM Mutasi Pegawai
DIR SDM KDIV TLN a. Mutasi Pegawai dan Penetapan Pejabat Pelaksana
Tugas (PLT)
b. Penetapan Kenaikan Level Kompetensi, Kenaikan Grade, Pembinaan Skala Grade dan Kriteria
Talenta Pegawai.
c. Penetapan Kenaikan Gaji Dasar sebagai PhDP d. Pemberhentian Pegawai
GM 1. Man SDM
2. Man Unit Pelaksana
a. Mutasi Pegawai dan Penetapan Pejabat Pelaksana
Tugas (PLT)
b. Penetapan Kenaikan Level Kompetensi, Kenaikan Grade, Pembinaan Skala Grade dan Kriteria Talenta
Jenjang Jabatan
Jabatan
Teknik Operatif Non Teknik Pengelola Fungsional I Principal
Engineer
Principal
Operator Expert Expert
Senior Officer I
Fungsional III Senior
Engineer II Senior Operator II Senior Specialist II Senior Officer II Fungsional II Senior Engineer I Senior Operator I Senior Specialist I Officer Fungsional V Assistant Engineer Assistant Operator Assistant Analyst Assistant Officer
PROGRAM PENDIDIKAN FORMAL DAN SERTIFIKASI PROFESI
MAKSUD & TUJUAN
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan Program Pendidikan Formal bagi Pegawai untuk
meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan, serta merupakan
bentuk penghargaan intrinsik kepada Pegawai yang telah memberikan kontribusi nyata kepada Perseroan dengan memenuhi persyaratan kriteria talenta tertentu.
LATAR BELAKANG
Menjadikan kesempatan melaksanakan Pendidikan Formal sebagai motivasi bagi Pegawai
untuk berkontribusi langsung di Perseroan.
1. Jumlah peserta ditetapkan oleh DIRSDM.
2. Tenggang waktu sampai diterima di Perguruan Tinggi adalah 2 tahun, dan dapat diperpanjang 1 tahun karena alasan dinas.
3. Pegawai yang tidak lulus penerimaan di Perguruan tinggi, diberi kesempatan mengambil Sertifikasi Profesi.
PENDIDIKAN FORMAL DENGAN RESTITUSI BIAYA PENDIDIKAN
1. Dilakukan secara mandiri, restitusi sesuai pencapaian Indeks Prestasi (IP) tertentu, yaitu :
1) 100% = IP ≥ 3.5 2) 75% = 3.49 ≥ IP ≥ 3.00 3) 50% = 2.99 ≥ IP ≥ 2.75 2. Program Studi harus terakreditasi A.
3. Jumlah Pegawai yang mendapatkan Restitusi ditetapkan KDIVTLN dengan mempertimbangkan anggaran Biaya Diklat Pendidikan Formal yang tersedia.
4. Sistem Restitusi tidak terikat pada Pegawai yang sama setiap semesternya, disesuaikan dengan urutan/rangking pencapaian Indeks Prestasi (IP).
PENDIDIKAN FORMAL BEASISWA INSTITUSI DILUAR PERSEROAN
Diberikan melalui Beasiswa dari lembaga/institusi yang terakreditasi di dalam/luar negeri
SERTIFIKASI PROFESI
Sertifikasi Profesi dilaksanakan di lembaga/institusi yang terakreditasi di luar/dalam negeri.
Apabila Perseroan membutuhkan kualifikasi kompetensi khusus yang memerlukan pengaturan sistem lain, dapat ditetapkan oleh Komite SDM sesuai kewenangan (304.K/DIR/2009)
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 125.K/DIR/2009 institusi di luar/ dalam negeri secara mandiri, sesuai pencapaian Indeks Prestasi (IP)
DASAR PELAKSANAAN Jenis Pendidikan Persyaratan Pendidikan Formal sebagai Penghargaan Direksi Sertifikasi Profesi sebagai Penghargaan Direksi Pendidikan Formal Beasiswa Institusi diluar Perseroan Pendidikan Formal dengan Restitusi biaya pendidikan
Kriteria Talenta 1 thn terakhir min.
Sangat Potensial
atau Sangat Optimal
1 thn terakhir minimal Potensial atau Optimal 2 thn terakhir min Potensial atau Optimal semester terakhir min Potensial atau
Optimal
Masa Kerja min. 2 tahun - min. 3 tahun -
Lain-lain
Usia maks. 40 th mengajukan proyeksi rencana penerapan
Sertifikasi Profesi
mendapat
persetujuan dari Direksi atas usulan GM/KDIV/KS/ Setingkat Mendaftar dengan melampirkan surat bukti penerimaan di Perguruan Tinggi, kepada DIVTLN
JENIS PENDIDIKAN Sertifikasi Profesi sebagai Penghargaan Direksi Pendidikan Formal dengan Restitusi biaya pendidikan Pendidikan Formal sebagai Penghargaan Direksi Pendidikan Formal Beasiswa Institusi diluar Perseroan STATUS KEPEGAWAIAN
Pegawai Aktif dengan tugas dan
tanggungjawab kedinasan di Perseroan
Pegawai dalam Tugas Pendidikan
dibawah kewenangan PLN Kantor Pusat (KDIVTLN), Proyeksi Jabatan ditetapkan
diawal sebelum melaksanakan Pendidikan BOBOT PENILAIAN MUK/MKP Pencapaian lulus/tidak sebagai bagian penilaian, selain bobot KPI lainnya
Pencapaian Indeks Prestasi (IP) memiliki bobot yang sama dengan
bobot KPI lainnya
Terdiri atas 2 bagian penilaian, yaitu :
1. Bobot Indeks Prestasi (IP) =70%
2. Bobot Analisis Studi Kasus & Distance
Penilaian aspek Pengembangan/Kompetensi Individu Pegawai diberikan sesuai dengan Justifikasi komite appraisal
Masih membuka Peluang untuk mendapat kriteria talenta
I. Pedoman penilaian Sasaran Kinerja/Individu untuk Parameter Indeks Prestasi (IP)
Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas
Bawah Batas Atas 1 - < 2 - < 50% Skala 0 100 2 2 < 2.75 50% Skala < 68.75% Skala 101 200 3 2.75 < 3 68.75% Skala < 75% Skala 201 300 4 3 < 3.5 75% Skala < 87.5% Skala 301 400 5 ≥ 3.5 - ≥ 87.5% Skala - 401 500
* Keterangan : Nilai proporsional
II. Nilai Akhir Sasaran Kinerja/ Individu No.
1 2
Nilai Akhir
Tugas Analisis Studi Kasus dan Distance Learning/ Sertifikasi Assessor Indeks Prestasi (IP)
Uraian
B A
Nilai Sasaran Kinerja /
70% A + 30% B
sebagai Penghargaan Direksi
dengan Restitusi biaya
pendidikan sebagai Penghargaan Direksi Beasiswa Institusi diluar Perseroan
HAK KEPEGAWAIAN P1 dan P3-1
Manfaat Pegawai sesuai ketentuan yang berlaku. Asuransi pemeliharaan kesehatan untuk peserta
Program Pendidikan Formal di luar negeri (apabila tidak ditanggung oleh pihak Perguruan Tinggi).
Pembinaan karir dan masa studi tetap dihitung sebagai masa kerja
P1 dan P3-1
P2, apabila lebih dari 1 bulan, maka bulan berikutnya maksimal diberlakukan sama dengan ketentuan yang diberikan untuk Jenjang Jabatan Fungsional pada level setingkat.
Manfaat Pegawai sebagaimana yang berlaku untuk Pegawai berstatus aktif.
HAK KEPEGAWAIAN
BIAYA YANG DITANGGUNG
1. Biaya Pendidikan a. uang kuliah/biaya paket pendidikan; b. uang buku; c. bantuan tugas akhir/tesis/disertasi 2. Biaya hidup a. bantuan sewa tempat tinggal b. uang makan dan
Diberikan apabila
Beasiswa yang diberikan Institusi diluar Perseroan tidak termasuk biaya hidup (uang sewa tempat tinggal, makan dan
transportasi)
BIAYA YANG DITANGGUNG
Selain uang kuliah/biaya paket pendidikan, tidak diberikan Resitusi biaya lainnya.
1. Biaya Pendidikan untuk Sertifikasi Profesi
2. Uang harian sesuai ketentuan Perjalanan Dinas yang berlaku
Sertifikasi Profesi sebagai Penghargaan Direksi
Pendidikan Formal dengan Restitusi biaya pendidikan Pendidikan Formal sebagai Penghargaan Direksi Pendidikan Formal Beasiswa Institusi diluar Perseroan
a. Membuat Manajemen Kinerja Pegawai (MKP)/ Manajemen Unjuk Kerja (MUK).
b. Tugas Khusus (Pegawai dalam Tugas Pendidikan), yaitu :
1. Analisis Studi Kasus
2. Distance Learning
c. Menyusun laporan berkala ttg kemajuan pelaksanaan Program Pendidikan Formal (lampirkan fotokopi transkrip nilai) beserta ringkasan Analisis Studi Kasus dan ringkasan
Distance Learning/fotokopi Sertifikat Assessor).
KEWAJIBAN
Pegawai yang telah mendapatkan Sertifikasi Profesi, wajib menjadi Pengajar di Pusdiklat selama 4 semester dan melakukan knowledge sharing KEWAJIBAN a. Menetapkan Program Pendidikan Formal sebagai salah satu item Sasaran Unjuk Kerja/Kinerja Pegawai. b. Menyusun laporan berkala ttg kemajuan pelaksanaan Program Pendidikan Formal (lampirkan fotokopi transkrip nilai). KEWAJIBAN
Pegawai dalam Tugas Pendidikan harus tetap berkontribusi di Perseroan melalui Penugasan Khusus sesuai Proyeksi Jabatan setelah Pendidikan, sekaligus menghindari delay pasca pelaksanaan Pendidikan
diberikan Pay for Performance 1 (P3-1) dan kriteria talenta untuk semester tersebut diberikan maksimal Perlu Perhatian.
2. Pegawai yang tidak melaksanakan kewajibannya membuat MUK/MKP dan/atau Laporan berkala selama 2 semester berturut-turut, maka Perseroan akan menghentikan pembiayaan dari
Perseroan.
3. Pegawai yang mendapatkan IPK < 2,75 (atau 68,75% skala) selama 3 semester/caturwulan berturut-turut, maka Perseroan akan menghentikan pembiayaan dari Perseroan.
D4/S1 S2 S3 A.
1 Uang kuliah/biaya paket pendidikan sesuai ketentuan* sesuai ketentuan* sesuai ketentuan* sesuai ketentuan* Rp 750.000 atau Rp 1.500.000 atau Rp 2.100.000 atau setiap awal semester, atau
Rp 500.000 Rp 1.000.000 Rp 1.400.000 setiap awal caturwulan
3 Bantuan Tugas Akhir/Tesis/Disertasi Rp3,000,000 Rp5,000,000 Rp7,500,000 hanya 1 kali, yaitu pada awal semester ketiga 4 Uang sewa tempat tinggal, makan,
dan transportasi Rp2,500,000 Rp3,000,000 Rp3,000,000 setiap bulan
5 Tiket dan Pengepakan/Bagasi sesuai ketentuan SPPD sesuai ketentuan SPPD sesuai ketentuan SPPD hanya 2 kali, yaitu keberangkatan dan kepulangan
B.
1 Uang kuliah/biaya paket pendidikan sesuai ketentuan* sesuai ketentuan* sesuai ketentuan*
2 Bantuan Buku USD 150 USD 200 diberikan per semester
3 Bantuan Tugas Akhir/Tesis/Disertasi USD 750 USD 1000 hanya 1 kali, yaitu pada awal semester ketiga 4 Uang sewa tempat tinggal, makan,
dan transportasi
50 % Tarif Biaya Harian SPPD
50 % Tarif Biaya Harian
SPPD setiap bulan
5 Tiket dan Pengepakan/Bagasi sesuai ketentuan SPPD sesuai ketentuan SPPD hanya 2 kali, yaitu keberangkatan dan kepulangan
a. b. c. Jadwal Pembayaran Jenjang Pendidikan Uraian * Keterangan :
Uang kuliah/biaya paket pendidikan, diatur sebagai berikut :
Untuk Pendidikan Formal dengan Restitusi dari Perseroan diberikan setelah peserta yang berhak menerima Restitusi ditetapkan Direksi. Apabila biaya berupa paket pendidikan (bukan per semester), maka Restitusi hanya diberikan untuk komponen biaya kuliah yang dibagi secara proporsional sesuai jumlah semester/caturwulan. Uang semesteran/biaya paket pendidikan tidak diberikan untuk Pendidikan Formal Beasiswa Institusi diluar Perseroan
No.
2
Pendidikan Formal di Dalam Negeri
Pendidikan Formal di Luar Negeri
Uang semesteran/biaya paket pendidikan untuk Pendidikan Formal sebagai Penghargaan Direksi ditanggung penuh, dan dibayarkan sesuai jadual pembayaran di Perguruan Tinggi.
NIP :
I. (Judul Analisis Studi Kasus )
Kurang Baik Baik Sekali Kurang Baik Baik Sekali Kurang Baik Baik Sekali
0 - 200 201 - 400 401 - 500 0 - 200 201 - 400 401 - 500 0 - 200 201 - 400 401 - 500
II. (Tema Distance Learning )
Kurang Baik Baik Sekali* Kurang Baik Baik Sekali*
0 - 200 201 - 400 401 - 500 0 - 200 201 - 400 401 - 500
Disetujui
Tempat, Tgl - Bulan - Tahun Total Nilai = (Nilai Analisis Studi Kasus + Distance Learning ) / 2 = (d + g) / 2
e
*) Distance Learning yang dinilai Baik Sekali, harus dipresentasikan di CoP PLN Pusat.
Rata-rata
Kualitas Materi
Penilaian
III. Total Nilai
Parameter Penilaian Rentang Nilai f g =(e + f ) / 2 Penilaian Rentang Nilai Rata-rata
Penyajian Materi Mudah Dipahami
Pengembangan dan Inovasi
d =(a + b + c) / 3
c b
a
Solusi Tepat Sasaran
Nama : Jurusan/Program Studi : NIP :
I. (Judul Analisis Studi Kasus )
Kurang Baik Baik Sekali Kurang Baik Baik Sekali Kurang Baik Baik Sekali
0 - 200 201 - 400 401 - 500 0 - 200 201 - 400 401 - 500 0 - 200 201 - 400 401 - 500
II. (Nama Sertifikasi Assessor)
Nasional Internasional Unit Korporat
201 - 400 401 - 500 201 - 400 401 - 500
Disetujui
Tempat, Tgl - Bulan - Tahun
Deputi Direktur Pengembangan SDM dan Talenta
Pengembangan dan Inovasi
Penilaian Rentang Nilai
Lingkup Implementasi Sertifikasi
Mudah Diimplementasikan
III. Total Nilai
g =(e + f ) / 2
e f
c b
a
Solusi Tepat Sasaran Parameter Penilaian Parameter Penilaian Rata-rata Lembaga Sertifikasi Rentang Nilai d =(a + b + c) / 3
Total Nilai = (Nilai Analisis Studi Kasus + Sertifikasi Assessor) / 2 = (d + g) / 2
Keterangan : Hanya beraku untuk semester berjalan
Rata-rata Penilaian
I. Pedoman penilaian Sasaran Kinerja/Individu untuk Parameter Indeks Prestasi (IP)
Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas
1 - < 2 - < 50% Skala 0 100
2 2 < 2.75 50% Skala < 68.75% Skala 101 200
3 2.75 < 3 68.75% Skala < 75% Skala 201 300
4 3 < 3.5 75% Skala < 87.5% Skala 301 400
5 ≥ 3.5 - ≥ 87.5% Skala - 401 500
* Keterangan : Nilai proporsional
II. Nilai Akhir Sasaran Kinerja/ Individu No.
1 2
II. Kesimpulan Sasaran Kinerja/Individu No. 1 2 3 4 5
Angka Indeks Prestasi (Skala 4) No.
Nilai Sasaran Kinerja/Individu
Nilai Akhir
Tugas Analisis Studi Kasus dan Distance Learning/ Sertifikasi Assessor
Indeks Prestasi (IP) A
Nilai Sasaran Kinerja / Individu
Rentang Nilai Akhir Sasaran Kinerja/Individu
401 - 500 301 - 400 201 - 300 101 - 200 0 - 100 Nilai* Outstanding (OS) Exceed Requirement (ER)
Meet Requirement (MR) Need Improvement ( NI)
Hasil Penilaian Sasaran Kinerja/Individu Marginal (MG)
Uraian
Konversi Skala Selain 4
70% A + 30% B B