UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA
KELAS V SDN 54 GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN
(Skripsi)
Oleh YULIANA SARI
PROGRAM STUDI PGSD STRATA I DALAM JABATAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVESITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA
KELAS V SD NEGERI 54 GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN
Oleh YULIANA SARI
Masalah dalam penelitian ini adalah masih kurangnya penggunaan media video sehingga prestasi belajar IPS siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan dengan menggunakan media video. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan dua siklus dan setiap siklusnya menerapkan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi guru dan siswa untuk menilai aktivitas guru dan siswa serta tes tertulis untuk mengukur prestasi belajar siswa dan juga dokumentasi untuk mendokumentasikan kegiatan. Analisis data yang digunakan untuk hasil tes siswa adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk mengukur prestasi belajar.
Hasil penelitian ini bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA
KELAS V SDN 54 GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN
Oleh
Yuliana Sari
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG
Judul Skripsi
f{arma
TtPM
frogram Studi
Junrsan Fakultas
t{rP. 1960A32A
t98603
2W2
: Upa},a
llenhgBatkan
fr,lcstaotBet46r
IH$Dangnn
lilcnggunaknn
lldla
Yideo nndaglsxla
ltalat
Y$DlI
54
Odong
Tltmn
fiabupatcn Pesaramn
,
Tuftmo
Snri
:
1515O69O71:
$l
Pendi$ikan Ouru Sekolah Dasar SK&, : Ilmu Pendidikan: Keguntah dan llrnu Sendidllen Universitas Larnpung
[TEI'TT'ETUJUI qr
Ketua Jurusan llmu
Pendidikan
Pembimbing-..
,./
e1,1,
..+ffi
Ilr. f,Brantl
Bfinl,I[.$1,*'tk;:#f
![.rd
l.
Tim PengqiiPenguJi :
I)ra. Ernl
ItIu*aHm, l}l.fd
Pembimbing
: Drs.Ilaman
SurahEan,lll.Pd
Itas Keguruan dan IImu Fendidikan
#ffi
t%,t-ffi7
no*;*#atuan
BaJa,Vl.?$z
NIP.I9620804 198905
I
HALAMAN PER}TYATAAIY
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama
:Yuliana SariNPM
:1513069071Program
Studi
:S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar SKGJJurusan
:Ibnu PendidikqnFakultas
:Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas LampungMenyatakan dengan sesungguhnya, bahwa skripsi yang berjudul
"
UpayaMeningkatkan Prestasi Belajar IPS I)engan Menggunakan Media Video
Pada Siswa Kelas V SDN 54 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran'tersebut
adalah asli hasil penelitian saya kecuali bagian-bagian tertentu yang dirujuk dari
sumbernya dan disebutkan dalam daftar pustaka. Demikian pernyataan
ini
sayabuat dan apabila di kemudian dari ternyata pernyataan ini tidak benar, maka saya
sanggup dituntut berdasarkan Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.
Bandar Lampung,29 September 2018
Yang membuat pernyataan
PERSEMBAHAN
Laporan Skirpsi ini saya persembahkan pada:
1) Kedua orang tuaku dan kedua mertua serta keluarga
Terima kasih telah memberi semangat dan kasih sayang yang tak pernah putus, selalu memberikan yang terbaik untukku dan keluarga besarku di Sungai Langka dan di Wiyono
2) Suamiku Tersayang Julian Tri Subhakti
Yang selalu mendoakan dan memberikan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih atas dukungannya, kasih sayang, dan kesabarannya. Apapun tidak akan pernah bisa merubah apa yang telah ada.
3) Anakku Tercinta Hira Cendikia Subhakti
Yang selalu memberikanku semangat untuk menjadi panutan yang lebih baik dan yang selalu memberikanku motivasi untuk menyelesaikan study.
4) Teman seperjuangan( Ratih, Dian dan widya) yang telah membantu dan memberikan semangat dalam mengerjakan
Tiada keindahan yang lebih baik daripada Kecerdasan (Nabi Muhammad)
Kebahagian itu bergantung pada dirimu sendiri (Aristoteles)
Jangan membandingkan dirimu dengan siapapun didunia ini
Kalau kau melakukannya, maka sama saja dengan menghina dirimu sendiri (Bill Gates)
SANWACANA
Bismillahirrohmanirrohim...
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini sebagai syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa terselesaikannya penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih tulus ikhlas kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Patuan Raja,M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung
2. Dr. Riswanti Rini, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang telah memberikan kemudahan kepada peneliti dalam
menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Dra. Erni Mustakim, M.Pd.,selaku Dosen Pembahas yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan motivasi dan semangat kepada peneliti.
5. Bapak Ibu Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Fakultas Keguruan Universitas Lampung yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis.
6. Bapak Bandaraja, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri 54 Gedong Tataan yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian.
7. Ibu Elfi Listya Ningsih S.Pd., selaku guru kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan dan guru mitra yang telah memberikan bantuan dan kerjasama dalam penyusunan skripsi ini.
8. Kedua orang tuaku tercinta (Wagiman dan Isah Wati) dan Kedua Mertuaku (Supoyo dan Rupiah) yang menjadi sosok orang tua terhebat yang tak henti menyayangiku, mendoakanku, memberikan semangat, motivasi serta menantikan keberhasilanku.
9. Suamiku Tersayang(Julian Tri Subhakti) selalu memberikan dukungan, sumber semangat, senyum ketulusan dan keceriaan dalam setiap langkahku. 10.Sahabat-sahabat seperjuangan angkatan 2015 di Program Studi Pendidikan
Guru Sekolah Dasar “PGSD 2015”, Universitas Lampung yang selalu
menghadirkan keceriaan, kebersamaan, kekeluargaan dalam menuntut ilmu dan menggapai impian. Kita adalah orang-orang yang tak pernah lelah menggapai semuayang kita impikan.
Bandar Lampung, 5 Oktober 2018
Peneliti,
xii
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 6
C. Batasan Masalah ... 6
D. Rumusan Masalah ... 6
E. Tujuan Penelitian ... 7
F. Manfaat Penelitian ... 7
II. KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran ... 9
1. Belajar ... 9
1.1 Pengertian Belajar... 9
1.2 Tujuan belajar ... 10
1.3 Teori Belajar ... 11
1.4 Prinsip-Prinsip Belajar ... 14
2. Pembelajaran ... 16
2.1 Pengertian Pembelajaran ... 16
2.2 Tujuan Pembelajaran ... 18
2.3 Peran Guru Dalam Kegiatan pembelajaran ... 19
2.4 Materi Pembelajaran ... 20
B. Prestasi Belajar ... 21
1. Pengertian PrestasiBelajar ... 21
2. TujuanPrestasi Belajar ... 22
3. Fungsi Prestasi Belajar ... 22
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ... 23
C. Media Video ... 26
1. Pengertian Media Video ... 26
2. Tujuan Dan Fungsi Media Video ... 27
xiii
7. Langkah-Langkah Penggunaan Media Video ... 31
D. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial ... 33
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial ... 33
2. Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial ... 34
3. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial ... 36
4. Karakteristik Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di SD ... 38
E. Peneliti Yank Relevan ... 39
F. Kerangka Pikir ... 40
G. Hipotesis Tindakan ... 42
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 43
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 44
C. Subjek Penelitian ... 44
D. Prosedur Tindakan ... 44
E. Langkah-Langkah Tindakan Pennelitian ... 45
F. Teknik Pengumpulan ... 48
G. DataInstrumen Penelitian ... 49
H. Teknik Analisis Data ... 51
I. Indikator Keberhasilan... 52
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasi Penelitian ... 53
1. Situasi dan Lokasi Penelitian ... 53
2. Subjek Penelitian ... 53
3. Waktu Penelitian ... 53
4. Pelaksanaan Siklus I ... 54
5. Pelaksanaan Siklus II ... 63
B. Pembahasan ... 70
C. Keterbatasan Penelitian ... 71
V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 74
B. Saran ... 74
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Nilai Pra Tindakan Kelas V ... 4
2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS Kelas V SD ... 37
3. Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran IPS ... 51
4. Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa ... 52
5. Jadwal Penelitian ... 54
6. Prestasi Belajar IPS Siklus I ... 58
7. Hasil Refleksi dan Rekomendasi Siklus I ... 62
8. Prestasi Belajar IPS Siklus II ... 66
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Langkah-Langkah Penggunaan Media Video ... 32
2. Kerangka Pikir Penelitian ... 41
3. Diagram Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ... 45
4. Diagram Prestasi Belajar IPS Siklus I ... 58
5. Diagram Prestasi Belajar Siklus II ... 66
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Jadwal Penelitian Tindakan Kelas ... 78
2. Surat Izin Penelitian ... 79
3. Surat Izin Penelitian Di SD Negeri 54 Gedong Tataan... 80
4. Silabus Pembelajaran Mata Pelajaran IPS ... 81
5. RPP Siklus I Pertemuan I ... 87
6. RPP Siklus I Pertemuan II... 90
7. RPP Siklus II Pertemuan I... 93
8. RPP Siklus II Pertemuan II ... 96
9. Materi Pelajaran ... 99
10. Lembar Diskusi Siswa Siklus I Pertemuan I ... 109
11. Lembar Diskusi Siswa Siklus I Pertemuan II ... 110
12. Lembar Diskusi Siswa Siklus II Pertemuan I ... 111
13. Lembar Diskusi Siswa Siklus IIPertemuan II ... 112
14. Kisi- kisi Soal Siklus I ... 113
15. Kisi- kisi Soal Siklus II ... 114
16. Soal Siklus I ... 115
17. Soal Siklus II ... 117
18. Kunci Jawaban Soal Siklus I ... 119
19. Kunci Jawaban Soal Siklus II ... 120
20. Lembar Observasi Guru ... 121
21. Lembar Observasi Siswa ... 122
22. Nilai Siklus I ... 123
23. Nilai Siklus II ... 124
xvii
25. Hasil Observasi Guru Siklus I Pertemuan I ... 126
26. Hasil Observasi Guru Siklus I Pertemuan II ... 128
27. Hasil Observasi Guru Siklus II Pertemuan I ... 130
28. Hasil Observasi Guru Siklus II Pertemuan II ... 132
29. Hasil Observasi Siswa Siklus I Pertemuan I & II ... 134
30. Hasil Observasi Siswa Siklus II Pertemuan I & II ... 136
31. Foto Kegiatan Siklus I dan Siklus II ... 138
32. Hasil Diskusi Siswa Pertemuan I ... 142
33. Hasil Diskusi Siswa Pertemuan II ... 143
34. Hasil Diskusi Siswa Pertemuan III ... 144
35. Hasil Diskusi Siswa Pertemuan IV ... 145
36. Hasil Evaluasi Siswa Siklus I ... 146
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bag kehidupan manusia sejalan dengan tuntunan perkembangan zaman. Pendidikan dikelola dengan tertib, teratur, efektif akan mampu mempercepat jalannya proses pembudayaan bangsa yang berdasarkan pokok pada penciptaan kesejahteraan umum dan pencerdasan kehidupan bangsa, sesuai dengan tujuan nasional yang tercantum dalam alinea ke IV, Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi:
“Pendidikan tidak hanya dituntut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, mengubah tingkah laku, dan merubah akhlak saja, tetapi pendidikan juga dituntut untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang sejalan dengan perkembangan zaman kearah globalisasi diperlukan adanya sumber daya manusia yang berkualitas dalam segala bidang kehidupan”.
Pendidik menjadi standar kompetensi dan kemampuan individu oleh sebab itu, pendidikan menjadi hak setiap orang untuk dapat meningkatkan pengetahuan yang berguna untuk pembangunan. Tujuan pendidikan di Indonesia yang bersifat formal tercantum dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang pendidikan dan sistem yang diterapkan yang berbunyi:
1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Sisdiknas, 2003 : 12).
Lingkup pendidikan formal mutu pendidikan tidak terlepas dari Prestasi Belajar siswa, sehingga faktor siswa adalah salah satu faktor yang diperlukan untuk memajukan pembelajaran dalam usaha peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu, dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah salah satunya dapat dilihat dari prestasi belajar.
3
dan wawasan serta keterampilan anak akan semakin bertambah dalam menyelesaikan masalah yang ada di sekitarnya.
Suasana pembelajaran yang diharapkan adalah menjadikan siswa sebagai subjek yang berupaya menggali sendiri, memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari, sedangkan guru lebih banyak bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Situasi belajar yang diharapkan di sini adalah siswa yang lebih banyak berperan (kreatif). Untuk mencapai tujuan ini peranan guru sangat menentukan. Menurut Wina Sanjaya (2006: 21) peran guru adalah sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluator. Sebagai motivator guru harus mampu membangkitkan motivasi siswa agar aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berhasil dengan baik. Salah satu cara untuk membangkitkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan mengganti cara/ model pembelajaran yang selama ini tidak diminati lagi oleh siswa dengan menggunakan media yang menarik agar siswa memusatkan perhatian pada materi yang sedang mereka pelajari.
pengetahuan yang mereka pelajari untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari- hari.
[image:21.595.134.506.251.324.2]Berdasarkan data yang diperoleh dari kelas V SDN 54 Gedong Tataan, nilai pra tindakan untuk mata pelajaran IPS sebagai berikut:
Tabel 1 :Nilai Pra Tindakan IPS Kelas V No Rendah Prestasi
Belajar
KKM Jumlah Siswa
Persentase Keterangan
1 ≥ 65 65 7 32 Tuntas
2 > 65 65 15 68 Belum Tuntas
Jumlah 22 100
Sumber: Dokumentasi Nilai IPS Kelas V SDN 54 Gedong Tataan
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai pra tindakan mata pelajaran IPS masih banyak siswa yang belum tuntas di bandingkan siswa yang tuntas. Sehingga prestasi belajar IPS siswa kelas V sangat rendah.
5
yang memang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan malas membaca.
Berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka salah satu cara yang dapat dilakukan guru selain menggunakan metode yang menarik bagi siswa yaitu dengan menerapkan media pembelajaran yang sesuai sehingga membangkitkan dan meningkatkan kembali minat siswa pada mata pelajaran IPS. Media yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan menggunakan media video dalam pembelajaran. Dengan media video siswa mampu mempelajari sejarah masa lalu selain dari membaca buku. Media video juga dapat diputar ulang sesuai kebutuhan siswa sampai dapat memahami materi. Selain itu karena usia siswa sekolah dasar ada pada tahapan operasional konkret maka media video membantu siswa memberikan gambaran nyata tentang suatu masalah.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat dikemukakan bahwa:
1. Pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) belum berpusat pada siswa.
2. Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS kurang memuaskan karena masih banyak siswa yang nilainya di bawah KKM yang ditentukan disekolah 65.
3. Kurang bervariasinya penggunaan media pembelajaran terutama media video sehingga menyebabkan pelajaran IPS menjadi kurang menarik dan membosankan.
C.Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dapat diambil batasan masalahnya yaitu peningkatan prestasi belajar IPS siswa dengan menggunakan media video.
D.Rumusan Masalah
7
E.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitiannya yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar IPS dengan menggunakan media video pada siswa kelas V SDN 54 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2018/2019.
F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis yang diharapkan dari hasil penelitian yaitu untuk pengembangan ilmu pada bidang studi IPS.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa
1) Dapat memudahkan siswa dalam memahami materi karena media video menyajikan gambaran nyata tentang suatu masalah atau peristiwa.
2) Dapat memotivasi siswa sehingga prestasi belajar IPS dapat meningkat.
b. Bagi Guru
1) Melalui hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan guru untuk memperbaiki dan menyempurnakan proses pembelajaran melalui media pembelajaran yang bervariasi.
2) Melalui hasil penelitian ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. c. Bagi Kepala Sekolah
d. Bagi Peneliti
Sebagai modal diharapkan menambah pengetahuan dan model pembelajaran yang efektif.
e. Bagi Peneliti Lain
II. KAJIAN PUSTAKA
A.Belajar Dan Pembelajaran 1. Belajar
1.1 Pengertian Belajar
Belajar merupakan kegiatan berperoses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan. Dahar (2011 : 2) belajar adalh suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya akibat dari suatu pengalaman.
Susanto (2016 : 4) belajar adalah suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-peubahan dalam pengetahuan, pemahaman,dan berbekas. keterampilan dan nilai yeng relatif bersifat konstan.
pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain”.
Dimyati (2006 : 9) belajar adalah suatu perilaku, yang hasilnya adalah respon yang baik dalam suatu hal,sedangkan menurut Hamalik (2010:106) belajar merupakan suatu proses, dan bukan hasil yang hendak dicapai semata. Proses itu sendiri berlangsung melalui serangkaian pengalaman, sehingga terjadi modifikasi pada tingkah laku yang telah dimilikinya sebelumnya.
Berdasarkan pengertian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa pengertian belajar adalah perubahan tingkah laku pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, minat, watak, penyesuaian diri. Jadi dapat dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga yang menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya.
1.2 Tujuan Belajar
11
Sa’ud Udin Saefudin (2008 : 171) mengemukakan tujuan belajar sebagai berikut :
1. Mengadakan perubahan di dalam diri antara lain tingkah laku 2. Mengubah kebiasaan, dari yang buruk menjadi baik
3. Untuk meningkatkan keterampilan atau kecakapan kerajinan, semua perlu
4. Untuk menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu
Menurut dimyati ( 2006 : 23 ) tujuan belajar penting bagi guru dan siswa sendiri. Dalam desain instruksional guru merumuskan tujuan instruksional khusus atau sasaran belajar siswa, sedangkan menurut Suprijono (2012 : 5) tujuan belaj ar adalah tujuan belajar sangat banyak dan bervariasi, tujuan belajar ada yang eksplisit dan ada yang bebbentuk instruksional. Tujuan ini merupakan konsekuensi logis dari peserta didik “menghidupi” suatu sistem lingkungan belajar tertentu.
Bagi peneliti,dapat disimpulkan bahwa tujuan belajar belajar adalah kegiatan manusia yang sangat penting dan harus dilakukan selama hidup, karena melalui belajar manusia dapat melakukan perbaikan dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan hidup. Dengan kata lain, dengan belajar manusia dapat memperbaiki nasib, mencapai cita-cita, dan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkarya
1.3Teori Belajar
sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.
1) Teori Belajar Behaviorisme
Gagne dalam (Slameto, 2003: 14-15) mengatakan segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dibagi menjadi 5 kategori yang disebut the domains of learning, yaitu:
a. Keterampilan motoris (motor skill) Keterampilan ini berupa gerakan badan.
b. Informasi verbal
Kemampuan seseorang untuk menjelaskan sesuatu yang dia lihat, rasakan, dengar dengan menggunakan kata- kata, tulisan, gambar. Siswa sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret akan lebih mudah menjelaskan sesuatu setelah dia melihat, merasakan, mendengar informasi. Lebih banyak indera yang digunakan untukmemperoleh informasi, maka semakin banyak informasi yang dapat disampaikan. c. Kemampuan intelektual
Kemampuan manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar menggunakan simbol- simbol.
d. Strategi kognitif
Merupakan organisasi yang internal yang perlu untuk mengingat dan berpikir. Kemampuan ini tidak dapat dipelajari hanya dengan satu kali saja tetapi memerlukan perbaikan secara terus menerus.
e. Sikap
Kemampuan ini tidak dpat dipelajari dengan ulangan- ulangan. Sikap ini sangat penting dalam proses belajar, tanpa kemampuan ini belajar tidak akan berhasil.
Menurut Gagne dalam Sugihartono (2007 : 100-101) belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutkan pada hal yang lebih kompleks sampai ada tipe belajar yang lebih tinggi.
2. Teori Belajar Kognitifisme
13
para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
Gestalt dalam Sugihartono (2007 : 107) berpendapat bahwa seseorang memperoleh pengetahuan melalui sensasi atau informasi dengan melihat strukturnya secara menyeluruh kemudian menyusunnya kembali dalam struktur yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami.
3. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.
Berdasarkan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua ko nsep.
Berdasarkan teori belajar di atas, maka penelitian ini berpedoman pada teori belajar behaviorisme yang dikemukakan Gagne bahwa belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutkan pada hal yang lebih kompleks sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi. Dengan menggunakan media video, yang mulanya siswa tidak tertarik dengan model pembelajaran ceramah sebelumnya, siswa menjadi tertarik dan mudah memahami isi materi yang sedang dipelajari didalam kelas. Dengan media video, siswa lebih memperhatikan dari awal hingga akhir pelajaran.
1.4Prinsip-prinsip Belajar
15
Menurut Dimyati (2006 : 42) prinsip belajar yang dapat dikembangkan dalam proses belajar, diantaranya:
1. Perhatian dan motivasi
Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar.
Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupannya. 2. Keaktifan
keaktifan siswa bahwa belajar memerlukan adanya latihan-latihan. Mc Keachie berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa individu merupakan “manusia belajar yang aktif yang selalu ingin tahu.
Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakan keaktifan. Keaktifan itu beragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. 3. Keterlibatan Langsung/ Berpengalaman
Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerucut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung. Pentingnya keterlibatan langsung dalam belajar. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung.
4. Pengulangan
Menurut teori Psikologi Daya belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, menginat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang. Seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempurna 5. Tantangan
6. Balikan dan Penguatan
Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengalami dan mendapatkan hasil yang baik. hasil, apalagi hasil yang baik, akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.
7. Perbedaan Individual
Siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis, kepribadian, dan sifat-sifatnya. Perbedaan individual ini berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Karenanya, perbedaan individu perlu diperhatikan oleh guru dalam upaya pembelajaran.
Berdasarkan beberapa prinsip yang ada, maka dapat dianalisis bahwa dalam pelaksanaanya belajar tidak bisa dilakukan dengan sembarang atau tanpa tujuan dan arah yang baik, agar aktivitas belajar yang dilakukan dalam proses belajar pada upaya perubahan dapat dilakukan dan berjalan dengan baik, diperlukan prinsip-prinsip yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam belajar.
Prinsip-prinsip ditujukan pada hal-hal penting yang harus dilakukan guru agar terjadi proses belajar yang baik. prinsip belajar juga memberikan arah tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh para guru agar para siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran.
2. Pembelajaran
2.1Pengertian Pembelajaran
17
proses pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan pasilitas pembelajaran.
Syaiful (2011 : 164) pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sednagkan belajar dilakukan oleh peserta didik mempelajari keterampilan dan pengetahuan tentang materi-matrei pelajaran.
Menurut Dimyati (2006 : 62) “pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional, untuk membuat belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar”. pendidikan”. Sedangkan menurut Rudi (2007 : 1) pembelajaran
merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan sumber untuk belajar.
2.2Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada dasarnya merupakan harapan, yaitu apa yang diharapkan dari siswa sebagai hasil belajar. Sumiati (2009:10) memberikan batasan yang lebih jelas tentang tujuan pembelajaran, yaitu yang dikomunikasikan melalui pernyataan yang menggambarkan tentang perubahan yang diharapkan dari siswa.
Menurut Daryanto (2010 : 58) tujuan pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur.
Tujuan pembelajaran tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP merupakan komponen penting dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan yang pengembangannya harus dilakukan secara profesional. Menurut Mulyasa (2010 : 222) berikut ini adalah cara pengembangan RPP dalam garis besarnya, yaitu: 1. Mengisi kolom identitas
2. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan 3. Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta
indikator yang akan digunakan yang terdapat dalam silabus yang telah disusun
4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang telah ditentukan
5. Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus
6. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Menentukan langkah-langkah pembelajaran
8. Menentukan sumber belajar yang akan digunakan
19
Berdasarkan tujuan diatas, peneliti menyimpulkan bahwa tujuan pembelajaran adalah rumusan secara terperinci apa saja yang harus dikuasai oleh siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur.
2.3Peran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran
Koswara (2008 : 80) menyatakan , “ Pendidikan merupka peran guru dalam proses pembelajaran ada tujuh yakni:
a. Guru sebagai sumber belajar
Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran.
b. Guru sebagai fasilitator
Peran guru sebagai fasilitator dalam memberikan pelayanan kepada siswa untuk dapat memudahkan siswa menerima materi pelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
c. Guru sebagai pengelola
Guru berperan untuk memegang kendali penuh atas iklim dalam suasana pembelajaran. Diibaratkan seperti seorang nakhoda yang memegang setir kemudi kapal, yang membawa jalannya kapal ke jalan yang aman dan nyaman.
d. Guru sebagai demonstrator
Guru sebagai sosok yang berperan untuk menunjukan sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik.
e. Guru sebagai pembimbing
Perannya sebagai seorang pembimbing, guru diminta untuk dapat mengarahkan kepada siswa untuk menjadi seperti yang diinginkannya.
f. Guru sebagai motivator
Guru berperan penting dalam menumbuhkan motivasi dan semangat dalam diri siswa untuk belajar
g. Guru sebagai elevator
Setelah melakukan proses pembelajaran, guru haruslah mengevaluasi semua hasil yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.
Namun teknologi, tidak dapat memberikan pendidikan karakter, nilai dan moral kepada siswa. Sehingga gurulah yang memiliki peran penting untuk dapat menciptakan generasi muda bangsa yang beretika, berpendidikan, bermoral, dan berkarakter.
2.4Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu Pengetahuan sikap dan keterampilan menurut Hamid (2010 : 212). Ini erat kaitanya dengan kehidupan sehari-hari dimana tiga aspek tersebut yang akan menentukan bagaimanakah manusia tersebut akan berguba di masyarakat. Adapun menurut Hamid (2010 : 215) materi pembelajaran secara kognitif secara terperinci dibagi menjadi empat jenis: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Djamarah (2002 : 43) menerangkan materi pembelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalm proses belajar mengajar. Tanpa materi pembalajaran proses belajar tidak akan berjalan.
Harjanto (2005 : 222) menjelaskan beberapa kriteria pemilihan materi pembelajaran yang akan dikembangkan dalm sistem pembelajaran yang mendasari penentuan strategi pembelajaran, yaitu:
1) Kriteria tujuan pembelajaran
2) Materi pembelajaran supaya terjabar 3) Relevan dengan kebutuhan siswa 4) Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
5) Materi pembelajaran mengandung segi-segi etik
6) Materi pembelajaran tersususn dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan logis
21
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa materi pembelajaran merupakan komponen pembelajaran sangat penting. Tanpa materi pembelajaran proses pembelajaran tidak dapat tidak dapat dilaksanakan. Oleh karena itu, materi pembelajaran yang dipilih harus sistematis, sejalan dengan tujuan yang telah dirumuskan, terjabar, relevan dengan kebutuhan siswa, sesuai dengan kondisi masyarakat sekitar, mengandung segi-segi etik, tersusun dalam ruang lingkup yang logis, dan bersumber dari buku.
B.Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi dalam belajar merupakan dambaan bagi setiap orang tua terhadap anaknya. Prestasi yang baik tentu akan didapat dengan proses belajar yang baik juga. Menurut Tu’u (2004 : 75) prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu.
Menurut Tu’u (2004 : 76) Berdasarkan hal itu, prestasi belajar siswa dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah.
2. Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena yang bersangkutan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sistesa dan evaluasi.
3. Prestasi belajar siswa dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya.
Menurut Sardiman (2007 : 46) Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar diri individu dalam belajar.
Berdasarkan kajian teori di atas, peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Kata kunci dari pengertian belajar adalah “perubahan” dalam diri individu yang belajar. Perubahan yang
dikehendaki oleh pengertian belajar. Karena belajar merupakan suatu proses usaha, maka di dalamnya terdapat tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk sampai kepada hasil belajar itu sendiri yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
2. Tujuan Prestasi Belajar
Menurut Ngalim (2009 : 22) tujuan prestasi belajar yaitu:
a. Untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan.
b. Untuk mengetahui kecapakan, motivasi, bakat, minat, dan sikap siswa terhadap program pembelajaran.
c. Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar atau prestasi belajar siswa dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
d. Untuk mendiagnosis keunggulan dan kelemahan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
e. Untuk seleksi yaitu memilih dan menentukan siswa yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu.
f. Untuk menentukan kenaikan kelas.
g. Untuk menempatkan siswa sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
3. Fungsi Prestasi Belajar
23
a. Sebagai indikator kualitas & kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.
b. Sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. c. Sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.
d. Sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan. e. Dapat dijadikan sebagai indikator terhadap daya serap anak didik.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Slameto (2003: 54) mengemukakan faktor- faktor yang mempengaruhi belajar siswa ada banyak jenisnya, akan tetapi dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu tersebut. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu tersebut.
1) Faktor intern a. Faktor jasmani
Faktor jasmani yang mempengaruhi belajar yaitu faktor kesehatan, dan cacat tubuh.
b. Faktor psikologis
Menurut Slameto ( 2003: 55), sekurang- kurangnya ada tujuh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar. Faktor- faktor itu adalah intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
c. Faktor kelelahan
rohani terlihat dari adanya rasa bosan siswa saat mengikuti pembelajaran. Faktor kelelahan dapat diatasi guru dengan memberikan waktu istirahat bagi siswa.
2) Faktor ekstern
Faktor ekstern yang mempengaruhi belajar siswa dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Hal ini senada dengan pendapat Ki Hajar Dewantara yang dikutip oleh Dwi Siswoyo, dkk (2008: 139 membedakan lingkungan pendidikan berdasar pada kelembagaannya, yaitu :
a. Lingkungan keluarga
b. Lingkungan perguruan/ sekolah dan
c. Lingkungan pergerakan/ organisasi pemuda. Lingkungan tersebut dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan.
Uraian di bawah ini akan membahas ketiga faktor tersebut a. Faktor keluarga
25
Menurut haris (2006 : 66) dilingkungan keluarga peranan orangtua dan anggota keluarga seisi rumah sangat menentukan bagi kesuksesan belajar anak di rumah. Pengertian dari orang tua juga diperlukan, bila anak sedang belajar hendaknya orang tua ikut mendampingi karena akan menimbulkan semangat bagi anak. Kalau perlu menghubungi guru anaknya untuk mengetahui perkembangannya. Komunikasi dengan guru dalam hal ini penting karena orang tua akan tahu dengan jelas perkembangan anaknya di sekolah. Orang tua perlu menanamkan kebiasaan- kebiasaan baik agar mendorong anak untuk belajar.
b. Faktor Sekolah
Menurut Slameto (2003 : 64), faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran di sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
c. Faktor Masyarakat
Slameto (2003 : 70-71) berpendapat bahwa masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat, seperti:
1. Kegiatan siswa dalam masyarakat 2. Mass media
3. Teman bergaul
4. Bentuk kehidupan masyarakat
C. Media Video
1. Pengertian Media Video
Media video merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Azhar Arsyad (2013 : 45) mendefinisikan bahwa media video adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melaluli media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik penglihatan maupun pendengaran. Beberapa contoh media video adalah film, video, program dan lain-lain.
27
visual atau disebut media pandang dengar. Seperti program video/televisi pendidikan, dan program slide suara.
Menurut Cheppy Riyana (2007 : 20) media video pembelajaran adalah media yang menyajikan dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang beisi konsep, prinsip, Prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran. Video merupakan bahan pembelajaran tampak dengar (audio visual) yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan/materi pelajaran. Dikatakan tampak dengar kerena unsur dengar (audio) dan unsur visual/video (tampak) dapat disajikan serentak.
Berdasarkan pendapat diatas, peneliti menyimpulkan pengertian media video adalah media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan., Media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Tujuan dan Fungsi Media Video
maka tujuan dari media video adalah untuk menyajikan informasi dalam bentuk yang menyenangkan, menarik mudah dimengerti dan jelas. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indera, terutama telinga dan mata, digunakan untuk menyerap informasi itu. Menurut Cheppy Riyana (2007 : 6) media video pembelajaran sebagai bahan ajar bertujuan untuk :
1. Memperjelas dan mempermudah penyampaian pesan agar tidak terlalu verbalistis
2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera peserta didik maupun instruktur.
3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi.
Menurut Cheppy Riyana(2007 : 8), didalam menggunakan media video ini selain mempunyai tujuan juga mempunyai fungsi sehingga proses dalam pembelajaran akan sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Cheppy Riyana (2007 : 10)Fungsi-fungsi dari media video adalah sebagai berikut:
1. Dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi siswa kepada isi pelajaran.
2. Dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi.
3. Membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca.
3. Karakteristik Media Video
29
Menurut Cheppy (2007 : 9) Karakteristik video pembelajaran yaitu: 1) Clarity of Massage (kejelasan pesan)
Dengan media video siswa dapat memahami pesan pembelajaran secara lebih bermakna dan informasi dapat diterima secara utuh sehingga dengan sendirinya informasi akan tersimpan dalam memory jangka panjang dan bersifat retensi.
2) Stand Alone (berdiri sendiri).
Video yang dikembangkan tidak bergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lain.
3) User Friendly (bersahabat/akrab dengan pemakainya).
Media video menggunakan bahasa yang sedehana, mudah dimengerti, dan menggunakan bahasa yang umum. Paparan informasi yang tampil 23 bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon, mengakses sesuai dengan keinginan.
4) Representasi Isi
Materi harus benar-benar representatif, misalnya materi simulasi atau demonstrasi. Pada dasarnya materi pelajaran baik sosial maupun sain dapat dibuat menjadi media video.
5) Visualisasi dengan media
Materi dikemas secara multimedia terdapat didalamnya teks, animasi, sound, dan video sesuai tuntutan materi. Materi-materi yang digunakan bersifat aplikatif, berproses, sulit terjangkau berbahaya apabila langsung dipraktikkan, memiliki tingkat keakurasian tinngi. 6) Menggunakan kualitas resolusi yang tinggi
Tampilan berupa grafis media video dibuat dengan teknologi rakayasa digital dengan resolusi tinggi tetapi support untuk setiap spech sistem komputer.
7) Dapat digunakan secara klasikal atau individual
Video pembelajaran dapat digunakan oleh para siswa secara individual, tidak hanya dalam setting sekolah, tetapi juga dirumah. Dapat pula digunakan secara klasikal dengan jumlah siswa maksimal 50 orang bias dapat dipandu oleh guru atau cukup mendengarkan uraian narasi dari narator yang telah tersedia dalam program.
4. Keuntungan Media Video
5. Kelebihan dan Kelemahan MediaVideo 1. Kelebihan Media Video
Menurut Rusman (2012 : 220) mengungkapkan beberapa kelebihan yang dimiliki media video, yaitu:
a. Video dapat memberikan pesan yang dapat diterima lebih merata oleh siswa
b. Video sangat bagus untuk menerangkan suatu proses
c. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis dan dapat diulang atau dihentikan seseuai kebutuhan
d. Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
2. Kelemahan Media Video
Daryanto (2010 : 90) mengungkapkan beberapa kelemahan media video pembelajaran, yaitu:
a. Fine details, tidak dapat menampilkan obyek sampai yang sekecil-kecilnya
b. Size information, tidak dapat menampilkan obyek dengan ukuran yang sebenarnya
c. Third dimention, gambar yang ditampilkan dengan video umumnya berbentuk dua dimensi
d. Opposition, artinya pengambilan yang kurang tepat dapat menyebabkan timbulnya keraguan penonton dalam menafsirkan gambar yang dilihat
e. Material pendukung video membutuhkan alat proyeksi untuk menampilkan
f. Untuk membuat program video membutuhkan biaya yang tidak sedikit
Karena video bersifat dapat diulang-ulang maupun diberhentikan, maka guru bisa mengajak berkomunikasi dengan siswa tentang isi/pesan dari video yang dilihat, maupun tanya jawab tentang video yang disimak. Jadi komunikasi tersebut tidak satu arah
31
6. Manfaat Penggunaan Media Video
Manfaat media video menurut Prastowo (2013 : 302), antara lain: 1. Memberikan pengalaman yang tak terduga kepada siswa
2. Memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat
3. Menganalisis perubahan dalam periode tertentu
4. Memberikan pengalaman kepada siswa untuk merasakan suatu keadaan tertentu
5. Menampilkan prestasi studi kasus tentang kehidupan sebenarnya yang dapat memicu diskusi siswa
7. Langkah-langkah Penggunaan Media Video
Menurut Sumarno (2011 : 50) kegiatan yang bisa dilakukan diantaranya diskusi, observasi, latihan dan tes adaptasi. Media pembelajaran video memiliki langkah-langkah dalam penggunaannya, seperti berikut:
1) Tahap Persiapan
Kegiatan yang dilakukan oleh guru pada saat persiapan yaitu: a. Menyiapkan Silabus
b. Guru mempersiapkan RPP
c. Siswa disapa oleh guru dan siswa melakukan doa pembuka d. Guru mempelajari buku petunjuk penggunaan media video
e. Guru menyiapkan dan mengatur peralatan media video yang akan digunakan.
2) Tahap Pelaksanaan
Pada saat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media video, guru perlu mempertimbangkan seperti:
b. Guru memastikan media dan semua peralatan telah lengkap dan siap digunakan
c. Menjelaskan materi pelajaran kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung,
d. menghindari kejadian-kejadian yang dapat mengganggu konsentrasi siswa
3) Tahap Lanjut
Aktivitas ini dilakukan untuk memantapkan pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan dengan menggunakan media video Seperti:
a. Siswa menceritakan pengalaman tentang video yang baru disaksikan\ b. Guru membagi kelompok , tiap kelompok 4-5 orang
c. Siswa berdiskusi tentang materi yang telah dipelajari d. Guru memberikan latihan kepada siswa
e. Siswa membacakan hasil diskusi dari latihan yang diberikan guru
Dengan demikian, langkah-langkah media video seperti dibawah ini:
Gambar 1. Langkah-Langkah Penggunaan Media Video Persiapan media
dan perangkat pembelajaran
Pelaksanaan dalam proses pembelajaran
33
D. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mata pelajaran IPS saat ini menjadi mata pelajaran yang kurang mendapat perhatian di banding mata pelajaran IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia karena IPS tidak diujikan dalam Ujian Akhir Nasional (UAN). Padahal kita mengetahui bahwa semua mata pelajaran saling mendukung dalam menentukan kelulusan siswa. Melalui pelajaran IPS, siswa dapat mengetahui masalah- masalah sosial yang timbul di masyarakat sekitarnya, siswa juga dapat menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah untuk menjalani kehidupan di masyarakat.
Menurut Sapriya (2012 : 7) mata pelajaran IPS merupakan sebuah nama mata pelajaran integrasi dari mata pelajaran sejarah, geografi, dan ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya. Ciri khas IPS sebagai mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah sifat terpadu (integrated) dari sejumlah mata pelajaran dengan tujuan agar mata pelajaran ini lebih bermakna bagi siswa sehingga pengorganisasian materi atau bahan pelajaran disesuaikan dengan lingkungan, karakteristik, dan kebutuhan siswa.
karena yang lebih dipentingkan adalah dimensi pedagogik dan psikologi serta karakteristik kemampuan berpikir siswa yang bersifat holistik.
Menurut Somantri (dalam Sapriya, 2012 : 11) pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu- ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/ psikologis.
Lebih lanjut Sapriya (2012 : 12) mengatakan bahwa IPS di tingkat sekolah pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge),
ketrampilan (skills), sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat digunakan sebagai kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kemasyarakatan agar menjadi warga negara yang baik.
Jadi, berdasarkan pengertian dari beberapa ahli, peneliti dapat menyimpulkan bahwa IPS adalah mata pelajaran yang mengkaji seluruh fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar dengan tujuan pembentukan pribadi yang dapat menguasai pengetahuan, ketrampilan hingga nilai dan sikap sebagai bekal hidup bermasyarakat.
2. Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
35
terhadap kehidupan sosial dan mempunyai demokratis dan bertanggung jawab dalam masyarakat.
Lebih lanjut Rudy (2013 : 51) mengemukakan, mata pelajaran IPS bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial.
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai- nilai sosial dan kemasyarakatan.
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global.
Sardiman (2007 : 150) mendeskripsikan tentang tujuan pembelajaran IPS sebagai berikut:
1) Mengembangkan pengetahuan dasar kesosiologian, kegeografian, keekonomian, kesejahteraan, kesejarahan, dan kewarganegaraan (atau konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan);mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan inkuiri, pemecahan masalah dan keterampilan sosial;
2) Membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan (serta mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa); dan
3) Memiliki kemampuan berkomunikasi, berkompetensi dan kerjasama dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional.
bermasyarakat agar siswa bisa menjadi anggota atau warga masyarakat yang bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya dan juga untuk bangsanya.
3. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pelajaran IPS sekolah dasar harus memperhatikan kebutuhan siswa yang berusia antara 6- 12 tahun. Menurut Piaget (dalam Rudy Gunawan, 2013:50) anak dalam kelompok usia 7- 11 tahun berada dalam perkembangan intelektual atau kognitifnya pada tingkatan konkret operasional. Yang mereka pahami sekarang adalah keadaan sekitar mereka yang nyata dan dekat dengan mereka. Hal-hal atau konsep abstrak seperti masa lalu atau masa depan belum mereka pahami. Padahal banyak hal- hal abstrak seperti waktu, perubahan, kesinambungan (continuity), arah mata angin, lingkungan, ritual, akulturasi, kekuasaandemokrasi, nilai, perasaan, permintaan atau kelangkaan harus diajarkan di sekolah dasar.
Lebih lanjut Rudy Gunawan (2013: 51) mengatakan ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi:
a) Manusia, tempat, dan lingkungan. b) Waktu, keberlanjutan, dan perubahan. c) Sistem sosial dan budaya.
d) Perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
e) IPS sebagai pendidikan global (global education).
37
Tabel 2: Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS Kelas V SD
Standar Kompetensi (SK) Kompetensi Dasar (KD) Semester I
1. Menghargai berbagai peninggalan tokoh sejarah yang berskala Nasional pada masa Hindu-Budha dan Islam, Keragaman dan
Kenampakan, Suku Bangsa serta Kegiatan Ekonomi di Indonesia1
1.1 Mengenal makna peninggalan sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu –Budha dan Islam Di Indonesia
1.2 Menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu-Budha dan Islam di Indonesia
1.3 Mengenal kenampakan alam dan buatan serta pembagian wilayah waktu di indonesia dengan
menggunakan peta/globe/atlas dan media lainnya
1.4 Mengenal keragaman suku dan budaya di Indonesia
1.5 Mengenal jenis- jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia Semester II
2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
2.1 Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang 2.2 Menghargai jasa dan peranan
tokoh perjuangan dalam mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia
2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan
2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan
kemerdekaan Sumber: Silabus kelas V mata pelajaran IPS
tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan KD 2.3 yaitu menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan. Cara yang dapat guru lakukan untuk memperlancar proses pembelajaran yaitu dengan bantuan gambar, bagan, grafik, simbol, peta, gerak tubuh, video, dan lain sebagainya. Guru harus kreatif dan peka terhadap kebutuhan siswa sehingga dapat menerapkan cara yang tepat untuk membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak. Pola yang digunakan guru yaitu dari konsep konkret ke konsep yang abstrak, dari hal yang dekat dan nyata dengan lingkungan siswa ke lingkungan yang luas.
4. Karakteristik Pembelajaran IPS di SD
Ada beberapa karakteristik pembelajaran IPS yang dikaji bersama ciri dan sifat pembelajaran IPS menurut A. Kosasih (1993 : 4) adalah sebagai berikut :
a. IPS merupakan pertautan antara teori dengan ilmu fakta dan sebaliknya (menelaah fakta dari segi ilmu)
b. Penelaahan dan pembahasan IPS tidak hanya dari satu disiplin ilmu saja melainkan komprehensif (meluas) dari berbagai ilmu sosial dan lainnya sehingga berbagai konsep ilmu terintregrasi digunakan untuk menelaah suatu masalah/tema
c. Mengutamakan peran aktif siswa melalui proses pembelajaran inquiry agar siswa mampu mengembangkan kritis, rasional dan analistis
d. Program pembelajaran disusun dengan meningkatkan /hubungan bahan-bahan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan lainnya dengan kehidupan nyata di masyarakat, pengalaman permasalahan, kebutuhan dan memproyeksikannya dengan kehidupan dimasa yang akan datang baik dari lingkungan fisik dan budaya
e. IPS dihadapkan pada konsep kehidupan sosial yang labil (mudah berubah) sehingga titik berat pembelajaran adalah proses internalisasi secara mantap dan aktif pada diri siswa agar memiliki kebiasaan dan kemahiran menelaah permasalahan kehidupan nyata pada masyarakat f. IPS mengutamakan hal-hal artidan penghayatan hubungan antara
39
g. IPS tidak hanya mengutamakan pengetahuan semata juga nilai dan keterampilannya.
Berkaitan dengan atmosfir di sekolah, menurut Hamalik (2010 : 42) ada sejumlah karakteristik yang dapat diidentifikasi pada siswa SD berdasarkan kelas-kelas yang terdapat di SD yaitu:
a) Karakteristik pada Masa Kelas Rendah SD (Kelas 1,2, dan 3) 1. Ada hubungan kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah 2. Suka memuji diri sendiri
3. Apabila tidak dapat menyelesaikan sesuatu, hal itu dianggapnya tidak penting
4. Suka membandingkan dirinya dengan anak lain dalam hal yang menguntungkan dirinya
5. Suka meremehkan orang lain.
b) Karakteristik pada Masa Kelas Tinggi SD (Kelas 4,5, dan 6). 1. Perhatianya tertuju pada kehidupan praktis sehari-hari 2. Ingin tahu, ingin belajar, dan realistis
3. Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus
4. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah.
E. Peneliti yang Relevan
1. SITI QORIAH (2010) Yogyakarta. Hasil penelitian media gambar dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas V MI A1 Ma”arif Bandungan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2010/2011.
2. AULIA RAHMA FAJRINA (2012) Lampung Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dan keaktifan siswa kelas IV SDN 1 Rajabasa Raya tahun Ajaran 2015/2016 meningkat dengan menggunakan media video pada mata pelajaran IPS.
4. KRISTIAWAN (2012) Yogyakarta. Hasil penelitian dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar materi Globalisasi menggunakan media Audio– Visual mata pelajaran PKn kelas IV SDN Kledokan Tahun Pelajaran 2011/ 2012.
Berdasarkan hasil peneliti relevan yang dilakukan oleh peneliti lain tersebut, peneliti juga melakukan penelitian tentang Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Dengan Menggunakan Media Video Pada Siswa Kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan Kabupaten Pesawan Tahun Pelajaran 2018/2019, bahwa ada hubungan yang positif Penggunaan Media Video dan Prestasi Belajar IPS siswa di sekolah. Perbedaan dengan penelitian saya terletak pada waktu dan tempat, persamaannya sama-sama meneliti tentang penggunaan media video pada siswa SD dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPS.
F. Kerangka Pikir
41
pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan penelitian yang akan dilakukan.
Media video merupakan salah satu jenis media audio-visual dan dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Video menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.
Dalam kerangka pikir ini terdiri dari input, proses, dan output. Input
[image:58.595.121.489.411.680.2]merupakan permasalahan rendahnya prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. Sedangkan Output nya yaitu adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Gambar 2: Kerangka Pikir Penelitian
Rendahnya prestasi belajar belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 65
Input
Pembelajaran menggunakan Media Video dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Persiapan media dan perangkat pembelajaran
2. Pelaksanaan dalam proses pembelajaran
3. Tindak lanjut;diskusi, observasi, eksperimen dan latihan
Proses
Adanya peningkatan prestasi belajar pada setiap siklusnya
G. Hipotesis Tindakan
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Peneliti ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) menurut Arikunto (2006 : 104) peneliti tindakan kelas adalah suatu penelitian yang akar masalahnya muncul dikelas, dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Kunandar (2010:43) peneliti tindakan kelas adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktik pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil tindakan-tindakan tersebut. Peneliti dilakukan dengan merancang, melaksanakan, merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipasi bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dikelas melalui suatu tindakan dalam suatu siklus.
1) Perencanaan(Planning) 2) Pelaksanaan(acting) 3) Pengamatan(observing) 4) Refleksi(reflecting)
Berdasarkan pendapat para ahli, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan proses pengkasian berdaur siklus yang terdiri dari empat tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan, yaitu 1)Perencanaan(Planning), 2)Pelaksanaan(acting), 3)Pengamatan(observing),4)Refleksi(reflecting)
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian 1. Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan beralamat di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan yang berjumlah 22 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dengan karakter yang berbeda-beda.
D. Prosedur Penelitian
45
Taggart( dalam arikunto(2006 : 92) bahwa untuk kegiatan penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
SIKLUS I
[image:62.595.152.431.140.432.2]SIKLUS II
Gambar 3. Diagram Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas Sumber:Arikunto(2006:16)
E. Langkah-Langkah Tindakan penelitian
Penelitian ini dilakukan sampai berhasil dengan berbagai kemungkinan perubahan yang dianggap perlu. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, obserasi dan refleksi.
1. Perencanaan
Arikunto (2006 : 18) menjelaskan bahwa dalam tahap penyusunan rancangan ini peneliti menentukan fokus peristiwa yang perlu menjadi perhatian untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan.
PERENCANAAN
REFLEKSI TINDAKAN
OBSERVASI
PERENCANAAN
REFLEKSI TINDAKAN
Berdasarkan uraian di atas maka dalam tahap perencanaan ini guru menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Setelah mengetahui permasalahan yang terdapat dalam kelas maka dengan menggunakan media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 54 Gedong Tataan. Tahap perencanaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Menyiapkan Silabus kelas V
2) Menyusun RPP untuk perencanaan proses pembelajaran. 3) Membuat media video berdasarkan pokok bahasan. 4) Menyiapkan materi yang akan menjadi bahan evaluasi.
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan adalah implementai atau penerapan isi rencana tindakan di kelas yang diteliti. Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun atau menaati apa yang sudah dirumuskan.
47
melakukan presentasi dan mengingatkan siswa tentang aturan dalam pembelajaran serta mengajak siswa mengulang materi yang lalu.
Kegiatan inti meliputi siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang tujuan pembelajaran kemudian siswa diberi penjelasan agar memperhatikan video yang ditayangkan. Kegiatan selanjutnya yaitu siswa melihat video dan melakukan diskusi tentang materi yang ditayangkan lewat video, kemudian siswa membacakan hasil diskusi. Sebelum kegiatan akhir, siswa diberi penegasan oleh guru tentang materi yang baru saja dipelajari dan mengajak siswa membuat kesimpulan dan rangkuman materi.
Pada kegiatan akhir setiap siklus siswa mengerjakan soal evaluasi untuk mengukur prestasi belajarnya. Selanjutnya siswa melakukan refleksi mengenai pelajaran yang baru saja dipelajari. Kegiatan terakhir guru menjelaskan materi yang akan dipelajari selanjutnya.
3. Observasi
4. Refleksi
Kegiatan refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi dilakukan secara terbuka dan fair setelah melakukan tindakan dengan mengkaji dan menganalisis data yang diperoleh saat melakukan tindakan penelitian. Dari analisis data tersebut diidentifikasi dan disimpulkan untuk tindak lanjut perbaikan tindakan.
Apabila hasil dari tindakan siklus pertama belum sesuai dengan tujuan pembelajaran dan dirasa masih perlu diperbaiki maka perlu membuat revisi pada rencana tindakan yang kemudian dibuat kembali rencana tindakan siklus kedua dengan mengacu pada hasil refleksi yang sudah dilaksanakan.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: