PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS REPRESENTASI KIMIA PADA MATERI ASAM BASA
(Skripsi)
Oleh
RIZKA PUSPITA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG
ABSTRAK
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS REPRESENTASI KIMIA PADA MATERI ASAM BASA
Oleh
RIZKA PUSPITA
Rizka Puspita
Karakteristik LKS hasil pengembangan yaitu LKS disertai fenomena berupa gambar dan data yang berbasis representasi kimia. Hasil validasi ahli pada aspek kesesuaian isi, konstruksi, dan keterbacaan diperoleh rata-rata persentase sebesar 87%; 88%; dan 92,86% dengan kriteria sangat tinggi. Hasil tanggapan guru pada aspek kesesuaian isi, keterbacaan, dan kemenarikan sebesar 90%; 88,57%; dan 90% dengan kriteria sanggat tinggi. Hasil tanggapan siswa pada aspek keter-bacaan dan kemenarikan diperoleh rata-rata persentase sebesar 87% dan 89% dengan kriteria sangat tinggi. Berdasarkan hal tersebut, LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS REPRESENTASI KIMIA PADA MATERI ASAM BASA
Oleh
RIZKA PUSPITA
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 17 Agustus 1996, anak ke-dua dari empat bersaudara buah hati Bapak Sirman dan Ibu Maysaroh.
Pendidikan formal diawali di TK Al-Anwar pada tahun 2002, dilanjutkan ke SD Negeri 1 Simpang Sender OKU Selatan pada tahun 2003, SMP Negeri 23 Bandar Lampung pada tahun 2008, dan SMA Negeri 15 Bandar Lampung pada tahun 2012.
PERSEMBAHAN
Ku persembahkan skripsi ini untuk : Ayah dan Ibu,
Yang selalu memberikan dukungan, nasihat, dan lantukan doa yang tiada henti
Keluargaku tercinta,
Yang selalu memberikan dukungan dan semangat
MOTTO
Jika Anda memiliki keberanian untuk memulai, Anda juga memiliki keberanian
untuk sukses.
(David Viscoot)
Prestasi adalah apa yang mampu Anda lakukan. Motivas menentukan apa yang
Anda lakukan. Sikap menentukan seberapa baik Anda melakukannya.
SANWACANA
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Representasi Kimia Pada Materi Asam Basa” sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan. Shalawat serta salam juga semoga selalu tercurah pada Rasullulah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umatnya yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki masih terbatas, maka adanya bimbingan sangat membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Pada kesempatan ini ucapan terima kasih disampaikan kepada: 1. Bapak Dr. H. Muhammad Fuad, M.Hum., selaku Dekan FKIP Universitas
Lampung;
2. Bapak Dr. Caswita, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA;
3. Ibu Dr. Ratu Betta Rudibyani, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kimia;
5. Ibu Dra. Ila Rosilawati, M.Si., selaku Pembimbing II atas kesediaannya untuk memberikan bimbingan, motivasi, saran dan masukan untuk skripsi ini;
6. Ibu Dr. Chansyanah Diawati, M.Si., selaku Pembahas atas masukan dan perbaikan yang telah diberikan;
7. Bapak M. Mahfudz Fauzi S, S.Pd., M.Sc., selaku validator atas masukan, kritik, dan saran, serta motivasi untuk perbaikan produk yang dihasilkan;
8. Kedua orang tua tercinta Bapak Sirman dan Ibu Maysaroh, serta kakak dan adikku atas dukungan dan doanya;
9. Sahabat-sahabat seperjuangan Pendidikan Kimia 2014, khususnya Jariska, Jihan, Hanisa, dan Putriana serta tim skripsi Shinta yang telah saling membantu dan memberikan dukungan;
10. Sahabat KKN Desa Sidoarjo Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi besar harapan semoga skripsi ini dapat bermanfaat.
Bandar Lampung, 06 Juli 2018 Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xvii
I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 6
E. Ruang Lingkup Penelitian ... 6
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 7
A. Media Pembelajaran ... 7
B. Lembar Kerja Siswa ... 9
C. Representasi Kimia ... 11
D. Analisis Konsep ... 14
III. METODOLOGI PENELITIAN ... 20
A. Desain Penelitian ... 20
B. Sumber Data ... 21
C. Teknik Pengumpulan Data ... 21
D. Instrumen Penelitian... 21
F. Langkah-Langkah Penelitian ... 25
G. Teknik Analisis Data ... 31
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 35
A. Hasil Penelitian dan Pengumpulan Informasi ... 35
B. Hasil Perencanaan Produk... 40
C. Hasil Pengembangan Produk ... 41
D. Hasil Validasi Ahli ... 46
E. Hasil Uji Coba Lapangan Awal ... 52
F. Karakteristik LKS ... 55
G. Kendala-Kendala dalam Pengembangan Produk ... 59
V. SIMPULAN DAN SARAN ... 61
A. Simpulan ... 61
B. Saran ... 62
DAFTAR PUSTAKA ... 63
LAMPIRAN ... 66
1. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran ... 67
2. Angket Analisis Kebutuhan Guru ... 90
3. Persentase Analisis Kebutuhan Guru ... 94
4. Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 98
5. Persentase Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 101
6. Tabulasi Hasil Validasi Ahli terhadap Aspek Kesesuaian Isi ... 104
7. Persentase Hasil Validasi Ahli terhadap Aspek Kesesuaian Isi ... 109
8. Tabulasi Hasil Validasi Ahli terhadap Aspek Konstruksi ... 113
9. Persentase Hasil Validasi Ahli terhadap Aspek Konstruksi LKS ... 118
10. Tabulasi Hasil Validasi Ahli terhadap Aspek Keterbacaan ... 122
11. Persentase Hasil Validasi Ahli terhadap Aspek Keterbacaan ... 124
12. Tabulasi Hasil Tanggapan Guru terhadap Aspek Kesesuaian Isi ... 125
13. Persentase Hasil Tanggapan Guru terhadap Aspek Kesesuaian Isi ... 130
14. Tabulasi Hasil Tanggapan Guru terhadap Aspek Konstruksi ... 134
15. Persentase Hasil Tanggapan Guru terhadap Aspek Konstruksi ... 139
16. Tabulasi Hasil Tanggapan Guru terhadap Aspek Keterbacaan... 143
17. Persentase Hasil Tanggapan Guru terhadap Aspek Keterbacaan ... 145
19. Persentase Hasil Tanggapan Siswa terhadap Aspek Keterbacaan ... 149
20. Tabulasi Hasil Tanggapan Siswa terhadap Aspek Kemenarikan ... 150
21. Persentase Hasil Tanggapan Siswa terhadap Aspek Kemenarikan... 153
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Analisis konsep asam basa ... 16
2. Rancangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa ... 28
3. Penskoran pada angket berdasarkan skala Likert ... 32
4. Tafsiran persentase angket ... 33
5. Kriteria validasi analisis persentase ... 34
6. Hasil validasi ahli terhadap LKS yang dikembangkan ... 46
7. Hasil tanggapan guru terhadap LKS hasil pengembangan ... 53
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Tiga level representasi yang digunakan dalam kimia ... 12
2. Alur penelitian dan pengembangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa... 24
3. Hasil studi lapangan penggunaan LKS dengan responden guru ... 36
4. Hasil studi lapangan sumber LKS dengan responden guru ... 37
5. Hasil studi lapangan kesesuaian LKS dengan KI-KD kurikulum 2013 revisi dengan responden guru ... 37
6. Hasil studi lapangan perlu diadakannya pengembangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa responden guru... 38
7. Hasil studi lapangan kendala penggunaan LKS responden siswa ... 38
8. Hasil studi lapangan kemenarikan LKS dengan responden siswa ... 39
9. Hasil studi lapangan adanya representasi kimia dalam LKS dengan responden siswa ... 39
10. Hasil studi lapangan perlu diadakannya pengembangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa dengan responden siswa ... 40
11a. Wacana LKS 1 sebelum revisi ... 47
11b. Wacana LKS 1 sesudah revisi ... 47
12a. Wacana LKS 2 penggalan 1 sebelum revisi ... 48
12b. Wacana LKS 2 penggalan 1 sesudah revisi ... 48
xvii
13b. Representasi submikroskopik pada LKS 2 penggalan 1 sebelum
revisi ... 49
14a. LKS 4 penggalan 1 sebelum revisi ... 50
14b. LKS 4 penggalan 1 setelah revisi ... 51
15a. Cover depan sebelum revisi ... 52
15b. Cover depan sesudah revisi ... 52
16. Representasi makroskopik pada LKS 1 tahap mengamati ... 56
17. Representasi makroskopik pada LKS 1 tahap mengumpulkan data ... 57
18. Representasi submikroskopik pada LKS 2 tahap mengamati ... 57
19. Representasi simbolik pada LKS 3 ... 58
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kimia merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Topik-topik kimia tidak semuanya dapat diamati secara langsung, sebagian besar topiknya bersifat abstrak dan teoritis sehingga kimia dianggap sulit untuk dipahami baik konsep maupun penerapannya (Sunyono, 2015). Pada kurikulum 2013 revisi terdapat kompetensi pengetahuan KD 3.10 yaitu menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan dan kompetensi keterampilan KD 4.10 yaitu menganalisis trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam. Dalam rangka mencapai KD 3.10 dan KD 4.10 maka materi yang diberikan kepada siswa adalah asam basa (Kemendikbud, 2016).
2
basa belum optimal, dimana sebanyak 60% siswa belum tuntas ulangan harian dan Tasker & Dalton (2008) menyatakan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dan kesalahpahaman dalam kimia dikarenakan model yang digunakan pada tingkat molekular tidak memadai atau tidak akurat. Oleh sebab itu, representasi kimia sangat penting dalam pembelajaran kimia terutama representasi submikros-kopik karena dapat membantu siswa memahami materi kimia yang bersifat abstrak. Dengan demikian, pembelajaran kimia sebaiknya dilakukan dengan melibatkan tiga level representasi (Chittleborough & Treagust, 2007).
Johnstone (Treagust, 2003) membagi representasi ke dalam tiga level, yaitu: (1) level makroskopik yaitu fenomena kimia yang dapat dilihat dengan menggunakan panca indra; (2) level submikroskopik yaitu fenomena kimia yang terjadi pada tingkat partikular sehingga tidak bisa dilihat; (3) level simbolik meliputi persama-an kimia, persamapersama-an matematik, grafik, dpersama-an mekpersama-anisme reaksi. Untuk menerap-kan ketiga level representasi tersebut diperlumenerap-kan suatu media dalam pembelajaran. Berdasarkan fungsinya media dibagi menjadi dua yaitu sebagai alat untuk me-nanamkan konsep dan pembawa informasi. Media yang digunakan harus tepat agar dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan serta di-harapkan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk mengaplikasikan ketiga level representasi tersebut adalah lembar kerja siswa (LKS).
3
yang dilakukan di empat SMA yang meliputi tiga SMA Negeri yaitu SMAN 5 Bandar Lampung, SMAN 14 Bandar Lampung, SMAN 15 Bandar Lampung, dan 1 SMA Swasta yaitu SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung. Responden penelitian ini terdiri dari 1 guru kimia dan 10 siswa kelas XI IPA dari setiap sekolah. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru, sebanyak 50% guru menyatakan menggunakan LKS dalam pembelajaran materi asam basa dan sisanya tidak menggunakan LKS dalam proses pembelajaran dengan alasan buku cetak yang gunakan sudah dapat membantu siswa dalam memahami konsep. Sebanyak 50% guru menyatakan bahwa LKS yang digunakan bersumber dari penerbit dan sisa-nya mesisa-nyatakan LKS dibuat sendiri melalui modifikasi dari berbagai sumber. Kesesuaian LKS dengan kurikulum 2013 revisi, seluruh guru menyatakan bahwa LKS yang digunakan belum sesuai dengan KI dan KD kurikulum 2013 revisi. Terkait dengan tiga level representasi kimia, seluruh guru menyatakan bahwa LKS yang digunakan telah memuat representasi makroskopik, 50% guru menyata-kan belum memuat representasi submikroskopik, dan seluruh guru menyatamenyata-kan belum memuat representasi simbolik. Selain itu, seluruh guru pula menyatakan bahwa LKS yang digunakan belum disertai gambar-gambar yang mendukung dalam memahami konsep serta kurangnya kemenarikan tampilan LKS. Keseluruhan guru kimia yang diwawancarai tersebut menyatakan setuju jika dikembangkan LKS berbasis representasi kimia.
4
belum memuat representasi submikroskopik, dan 40% siswa menyatakan belum memuat representasi simbolik. Sebanyak 70% siswa menyatakan tampilan LKS belum menarik dikarenakan tidak ada perpaduan warna di dalam LKS serta isi LKS masih memuat ringkasan materi dan latihan-latihan soal. Sebanyak 85% siswa setuju jika dikembangkan LKS berbasis representasi kimia.
Keberadaan LKS berbasis representasi kimia memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang telah dilaku-kan oleh Puspa (2017) dan Jannah (2017) yaitu pengembangan LKS berbasis rep-resentasi kimia pada materi ikatan kimia dan pada materi interaksi antar partikel menyatakan bahwa media LKS berbasis representasi kimia dilihat dari aspek ke-menarikan dan keterbacaan memiliki kategori sangat tinggi sehingga dapat mem-permudah siswa untuk memahami materi pelajaran. Selain itu, berdasarkan pe-nelitian yang dilakukan oleh Herawati (2013) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa pada pembelajaran multiple representasi lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional pada materi laju reaksi dan Susanto (2015) menyatakan bahwa perangkat pembelajaran kimia dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis multiple representasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi reaksi reduksi oksidasi layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
Bedasarkan fakta di atas, maka perlu dilakukan penelitian yang berjudul
“Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Representasi Kimia pada Materi
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana respon guru terhadap LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan?
2. Bagaimana respon siswa terhadap LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan?
3. Bagaimana karakteristik LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan
4. Apa sajakah kendala-kendala yang ditemui dalam menghasilkan LKS ber-basis representasi kimia pada materi asam basa?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan respon guru terhadap LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan.
2. Mendeskripsikan respon siswa terhadap LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan.
3. Mendeskripsikan karakteristik LKS berbasis representasi pada materi asam basa yang dikembangkan.
6
D. Manfaat Penelitian
Pengembangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa ini di-harapkan dapat memberikan manfaat bagi :
1. Siswa
LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa ini diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep asam basa dan menumbuhkan minat belajar siswa pada pembelajaran kimia.
2. Guru
Pengembangan LKS ini diharapkan dapat dijadikan media pembelajaran untuk membantu siswa memahami konsep asam basa dan sebagai referensi dalam pembelajaran materi kimia lainnya.
3. Sekolah
LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa ini dapat menambah referensi media pembelajaran di sekolah dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada pembelajaran kimia di sekolah.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Penelitian yang dilakukan adalah pengembangan lembar kerja siswa berbasis representasi kimia pada materi asam basa.
2. Representasi kimia dibagi menjadi tiga level yaitu level makroskopik, submikroskopik, dan simbolik (Treagust, 2003).
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari kata medium secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association Of Education and Communication Technology/ AECT) mendefinisikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses pe-nyaluran informasi sedangkan Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektivitas program instruksional (Arsyad, 2004). Menurut Sadiman (2002), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkanpesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupasehingga proses belajar terjadi.
Sutirman (2013) mengidentifikasi delapan manfaat media dalam pembelajaran, yaitu :
8
f. Pembelajaran dapat berlangsung dimana dan kapan saja.
g. Sikap positif siswa terhadap materi belajar dan proses belajar dapat di-tingkatkan.
h. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.
Menurut Fadiawati dan Syamsuri (2016), berdasarkan fungsinya media dibagi menjadi dua bagian yaitu : (1) Pembawa informasi, seperti papan tulis, kapur, spidol, mistar, komputer, dan LCD. Media ini digolongkan sebagai sarana yang membantu dalam pembelajaran; (2) Alat untuk menanamkan konsep, seperti model molekul untuk menjelaskan materi ikatan kimia, peralatan laboratorium untuk menentukan zat yang bersifat asam atau basa, lembar kerja siswa, bahkan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari misalnya jeruk, cuka, air aki, sabun, dan kapur untuk menjelaskan asam basa.
Menurut Ibrahim (2001) dalam Santyasa (2007), tiga kelebihan kemampuan media yaitu:
1. Kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampil-kan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat di-simpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
2. Kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai ke-perluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
3. Kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Sementara itu, Oemar Hamalik (1986) dalam Umar (2013) mengelompokkan media berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis, yaitu :
9
b. Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan dalam wujud visual.
c. Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan media ini dibagi ke dalam dua jenis :
1. Audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam, seperti film sound slide.
2. Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak, seperti film, video cassete dan VCD.
Penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran merupakan salah satu solusi masalah terkait dengan minat dan motivasi belajar siswa. Penggunaa media yang tepat dapat meningkatkan perhatian siswa pada topik yang akan dipelajari, minat dan motivasi belajar siswa, serta diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih baik sehingga pada akhirnya prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan. Oleh karena itu penggunaan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran harus dipilih yang sesuai dan dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampai-kan. Dengan demikian diharapkan mampu memacu pengembangan aspek kogni-tif, afekkogni-tif, dan psikomotor siswa. Salah satu media yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah lembar kerja siswa (Emda, 2011)
B. Lembar Kerja Siswa
10
Menurut Sudjana (Djamarah dan Zain, 2000) fungsi dari LKS adalah sebagai berikut :
1. Sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif. 2. Sebagai alat bantu untuk melengkapi proses belajar mengajar supaya lebih
menarik perhatian siswa.
3. Untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian-pengertian yang diberikan guru.
4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya men-dengarkan uraian guru tetapi lebih aktif dalam pembelajaran.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan pada siswa. 6. Untuk mempertinggi mutu belajar mengajar, karena hasil belajar yang
di-capai siswa akan tahan lama, sehingga pelajaran mempunyai nilai tinggi.
Menurut Arsyad (2004) penggunaan LKS dalam proses pembelajaran dapat memberikan manfaat yaitu :
1. Memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga proses belajar se-makin lancar dan meningkatkan hasil belajar.
2. Meningkatkan motivasi siswa dengan mengarahkan perhatian siswa se-hingga memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya.
3. Penggunaan media dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. 4. Siswa akan mendapatkan pengalaman yang sama mengenai suatu peristiwa
dan memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.
11
menangkap apa yang diisyaratkan dalam LKS; (3) Syarat teknis, dalam syarat teknis menekankan pada penyajian LKS yaitu tulisan, gambar, dan penampilan dalam LKS. Gambar dan penampilan LKS yang menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar serta tidak menimbulkan kesan jenuh bagi siswa.
C. Representasi Kimia
Mc Kendree (Nakhleh, 2008) mendefinisikan representasi sebagai struktur yang berarti dari sesuatu: suatu kata untuk suatu benda, suatu kalimat untuk suatu keadaan hal, suatu diagram untuk suatu susunan hal-hal, suatu gambar untuk suatu pemandangan. Hughes (Chittleborough, 2004) mendefinisikan kata representasi yaitu sesuatu yang mewakili yang lain. Sesuatu yang diwakili memiliki banyak makna termasuk untuk melambangkan, untuk mendeskripsikan atau menggambar-kan suatu pemikiran.
Johnstone (Treagust, 2003) membagi representasi ke dalam tiga level, yaitu : 1. Level makroskopik yaitu diperoleh melalui fenomena nyata yang dapat dilihat
dengan menggunakan panca indra. Contohnya perubahan warna, suhu, pH larutan, pembentukan gas, dan endapan yang dapat diobservasi ketika suatu reaksi kimia berlangsung.
12
3. Level simbolik digunakan untuk menjelaskan fenomena makroskopis yang meliputi aljabar dan bentuk komputasi seperti persamaan kimia, persamaan matematis, grafik, dan mekanisme reaksi.
Fenomena kimia yang digambarkan melalui tiga level representasi yaitu makros-kopik, simbolik, dan submikroskopik memilki hubungan satu sama lain. Ahli kimia biasanya menjelaskan fenomena makroskopik menggunakan level represen-tasi simbolik dan level represenrepresen-tasi submikroskopis pula menggambarkan karak-teristik dan perilaku partikel dengan menggunakan representasi simbolik. Hubungan ketiga level representasi tersebut diilustrasikan sebagai berikut.
Makroskopik
[image:30.595.232.450.376.473.2]Simbolik Submikroskopik
Gambar 1. Tiga level representasi yang digunakan dalam kimia (Johnstone dalam Treagust, 2003).
merepresen-13
tasikan level simbolik, dan (4) ketidakmampuan untuk ‘bergerak’ antara ketiga level representasi.
Selain itu Cheng (2009) pula menyatakan bahwa berdasarkan studi literatur dalam pendidikan sains dalam dua dekade terakhir yang menjadi fokus utama adalah pemahaman siswa terhadap sains, tidak terkecuali dalam bidang kimia. Ada dua interpretasi yang saling terkait tentang kegagalan siswa dengan konten pengetahu-an ypengetahu-ang sudah ada, yaitu: (1) siswa tidak dapat menghubungkpengetahu-an pengetahupengetahu-an yang ada dengan informasi baru dan /atau tidak memiliki pengetahuan prasyarat yang memadai, (2) siswa tidak dapat saling mengaitkan tingkat representasi makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Salah satu contohnya, ditemukan bahwa kemampuan siswa dalam menyetarakan persamaan kimia merupakan pemahaman yang diperoleh siswa tingkat simbolik, namun siswa belum mampu untuk menggambarkan secara akurat reaksi tersebut pada tingkat submikroskopis.
Fenomena kimia pada level makroskopik dapat direpresentasikan melalui kegiatan praktikum. Menurut Tsaparlis (2009), melalui kegiatan praktikum dapat me-numbuhkan minat siswa, mengajarkan keterampilan laboratorium, meningkatkan pembelajaran pengetahuan ilmiah, memberikan wawasan ke dalam metode ilmiah dan mengembangkan keahlian dalam menggunakannya serta mengembangkan sikap ilmiah seperti keterbukaan pikiran dan obyektivitas.
14
bekerja bersama membantu siswa menyusun suatu pemahaman yang lebih dalam tentang suatu topik yang dipelajari.
D. Analisis Konsep
Markle dan Tieman (Fadiawati, 2011) mendefinisikan konsep sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh ada. Mungkin tidak ada satupun definisiyang dapat mengungkapkan arti dari konsep. Konsep dapat didefinisikan melaluisuatu anali-sis konsep yang dapat menghubungkan antara satu konsep dengankonsep yang lainnya. Herron (Fadiawati, 2011) menjelaskan bahwa analisis konsep adalah suatu prosedur yang dikembangkan untuk menolong pendidik dalam merencana-kan urutan-urutan pengajaran bagi pencapaian konsep. Analisis konsep dilakukan melalui tujuh langkah, yaitu menentukan nama ataulabel konsep, definisi konsep, jenis konsep, atribut kritis, atribut variable, posisikonsep, contoh, dan non contoh.
Menurut Herron (1977) konsep-konsep kimia dapat dikelompokkan berdasarkan atribut-atribut konsep menjadi 6 kelompok, yaitu :
1. Konsep konkrit, yaitu konsep yang contohnya dapat dilihat, misalnya gelas kimia, tabung reaksi, spektrum.
2. Konsep abstrak, yaitu konsep yang contohnya tak dapat dilihat, misalnya atom, molekul, inti.
3. Konsep dengan atribut kritis yang abstrak tetapi contohnya dapat dilihat, misalnya unsur, senyawa.
15
5. Konsep yang melibatkan penggambaran simbol, misalnya lambang unsur, reaksi kimia, persamaan reaksi.
6. Konsep yang menyatakan suatu sifat, misalnya elektropositif, elektronegatif, eksplosif, dan konsep-konsep yang menunjukkan atribut ukuran meliputi ukuran massa, ukuran konsentrasi, dan ukuran muatan listrik.
16 Tabel 1. Analisis konsep asam basa
Label Konsep
Definisi Konsep Jenis
Konsep
Atribut Posisi Konsep Contoh Non Contoh
Kritis Variabel Super
kordinat
Koordinat Subordinat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Larutan Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih dan masing-masing zat tidak dapat dibedakan lagi secara fisik.
Konsep Konkrit
Campuran homogen Dua zat atau lebih
Jenis Zat Komposisi zat
Campuran Koloid
Suspensi Asam Basa Netral Elektrolit Nonelektrolit Larutan HCl Larutan NaOH Buih detergen Asam menurut Arrhenius
Asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan dalam air dapat melepaskan ion H+
Konsep Abstrak dengan contoh konkret Melepaskan ion H+ di pelarut air
Konsentrasi ion H+
Larutan elektrolit Basa menurut Arrhenius Kekuatan Asam Derajat Keasaman (pH) Larutan HCl Larutan CH3COOH
Larutan NaCl
Basa menurut Arrhenius
Basa adalah zat yang melepaskan ion –OH dalam pelarut air menurut Lewis. Konsep Abstrak dengan contoh konkret Melepaskan ion OH -dipelarut air Konsentrasi OH- Larutan elektrolit Asam menurut Arrhenius Kekuatan Basa Larutan NaOH Larutan NH4OH
Larutan C6H12O6
Asam menurut Bronsted-Lowry
Asam adalah spesi yang mendonorkan proton Konsep Abstrak dengan contoh konkret Spesi yang mendonor-kan proton Pemindahan proton Larutan elektrolit Basa menurut Bronsted-Lowry Kekuatan Asam Derajat Keasaman (pH) HCN dengan basa konjugasi CN
-NH3 dengan
asam konjugasi NH4 + Basa menurut Bronsted-Lowry
Basa adalah spesi yang menerima proton Konsep Abstrak dengan contoh konkret Spesi yang menerima proton Pemindahan proton Larutan elektrolit Asam menurut Bronsted-Lowry Kekuatan Basa
NH3 dengan
asam konjugasi NH4+
H2O dengan
17
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Asam menurut Lewis
Asam adalah zat yang menerima pasangan elektron Konsep Abstrak dengan contoh konkret Zat yang menerima pasangan elektron Serah terima pasangan elektron Larutan elektrolit Basa menurut Lewis Kekuatan Asam Derajat Keasaman (pH)
BF3 CO2
NH3
Basa menurut Lewis
Basa adalah zat yang melepaskan pasangan elektron Konsep Abstrak dengan contoh konkret Zat yang melepaskan pasangan elektron Serah terima pasangan elektron Larutan elektrolit Asam menurut Lewis Kekuatan Basa CO2 NH3 BF3 Kekuatan Asam Basa
Kemampuan spesi asam atau basa untuk
menghasil-kan ion H+ atau –OH dalam air yang bergantung pada derajat keasaman (pH), derajat ionisasi, besarnya tetapan ionisasi asam maupun basa
Konsep Abstrak
Ion H+ atau OH- yang di-hasilkan dalam air Derajat keasaman Derajat Ionisasi Ka Kb Konsentrasi ion H+ Konsentrasi ion -OH Larutan Asam Larutan Basa Konsentrasi pH, pOH, dan pKw
Tetapan Kesetimbang an Air (KW)
Derajat Ionisasi Tetapan Ionisasi Asam (Ka) Tetapan Ionisasi Basa (Kb) Asam Kuat = H2SO4
Basa Kuat = NaOH
Asam Kuat =
CH3COOH
Basa Kuat = NH4OH
pH Derajat keasaman suatu
larutan yang bergantung pada konsentrasi ion H+
Konsep Abstrak Contoh Konkrit Derajat Keasaman (pH) Konsentra si ion H+
Konsentrasi Ion H+ Nilai pH Asam Basa Arrhenius pOH pKw
pH HCl 0,1 M = 1
pH CH3COOH
0,1 M = 1
pOH Parameter untuk
menyata-kan konsentrasi
–OH, pOH berkaitan
dengan pH dan tetapan kesetimbangan air Konsep Abstrak Contoh Konkrit Konsentra si ion -OH pKw
Konsentrasi Ion –OH Nilai pOH Asam Basa Arrhenius pH pKw pOH NaOH 1 M = 2
pH CH3COOH
[image:35.842.90.805.99.509.2]18
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Tetapan Kesetimba ngan Air Tetapan kesetimbangan adalah untuk kesetimbangan air Konsep Abstrak Kesetimbang an Air Konsentrasi Ion H+
Kesetimba ngan larutan
Ka Kb
pKw Kw pada
suhu 250C = 1 x 10-4
Ka Asam Asetat = 1 x 10-3
pKw Besaran yang
menyatakan hubungan pH dan pOH larutan
Konsep Abstrak
Hubungan pH dan pOH larutan pH pOH Tetapan Kesetim-bangan Air (Kw) pH pOH
pKw =14 pH
CH3COOH
0,1 M = 3
Asam Kuat Asam yang dapat terioni-sasi sempurna dalam larutan Konsep Abstrak Ionisasi Sempurna Jenis Larutan Asam Kekuatan Asam Basa Asam lemah Basa Kuat Basa Lemah
HCl CH3COOH
Asam Lemah
Asam yang dapat terioni-sasi sebagian,
konsentrasi ion H+ hanya dapat diten-tukan jika tetapan ionisasi asam (Ka) juga diketahui
Konsep Abstrak
Ionisasi sebagian Konsentra si ion H+ Ka Jenis Larutan Asam Kekuatan Asam Basa Asam Kuat Basa Kuat Basa Lemah
CH3COOH HCl
Basa Kuat Basa yang dapat terionisasi sempurna dalam larutan-nya Konsep Abstrak Ionisasi Sempurna Jenis Larutan Asam Kekuatan Asam Basa Asam Lemah Asam Kuat Basa Lemah
NaOH NH4OH
Basa Lemah
Basa yang dalam larutan-nya terionisasi sebagian, konsentrasi ion –OH hanya dapat ditentukan jika tetapan ionisasi (Kb) juga diketahui. Konsep Abstrak Ionisasi sebagian Konsentra si ion OH -Kb Jenis Larutan Asam Kekuatan Asam Basa Asam Kuat Asam Lemah Basa Kuat
NH4OH NaOH
Derajat Ionisasi
Istilah yang digunakan untuk menyatakan perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat mula-mula Konsep Abstrak Perbanding-an jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat mula-mula Jumlah Zat Mengion Jumlah Zat Mula-mula Larutan Elektrolit Kekuatan Asam Tetapan Ionisasi Asam (Ka) Tetapan Ionisasi Basa (Kb) Derajat Ionisasi Larutan HCl mendekati 1 Derajat Ionisasi CH3COOH
[image:36.842.90.800.102.507.2]mendekati 1
19
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Tetapan Ionisasi Asam (Ka)
Tetapan kesetimbangan untuk ionisasi asam lemah Konsep Abstrak Ionisasi asam lemah Nilai tetapan kesetimbang an asam lemah Larutan Elektrolit Kekuatan Asam Tetapan Ionisasi Basa (Kb) Derajat Ionisasi Ka Asam Asetat 1,8 x 10-5
Kb larutan amonia 1,8 x 10-5
Tetapan Ionisasi Basa (Kb)
Tetapan kesetimbangan untuk ionisasi basa lemah Konsep Abstrak Ionisasi basa lemah Nilai tetapan kesetimbang an basa lemah Larutan Elektrolit Kekuatan Asam Tetapan Ionisasi Asam (Ka) Derajat Ionisasi Kb Amonia 1,8 x 10-5
Ka Asam Asetat 1,8 x 10-5
Indikator Asam Basa Alami
[image:37.842.157.793.98.338.2]III. METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Borg & Gall dalam Sukma-dinata (2011), terdapat 10 langkah dalam pelaksanaan Research and Development. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut : penelitian dan pengumpulan informasi (research and information collecting); perencanaan (planning); pe-ngembangan produk (develop premilinary from of product); uji coba lapangan awal (premilinary field testing); revisi hasil uji coba (main field testing); uji coba lapangan (main field testing); revisi produk hasil uji coba lapangan (operasional product revision); uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing); revisi produk akhir (final product revision); disminasi dan pendistribusian
(dissemination and distribution).
21
B. Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran kimia dan siswa kelas XI IPA di SMA Bandar Lampung. Pada tahap studi pendahuluan, data diperoleh dari 4 guru kimia kelas XI dan 40 siswa kelas XI IPA dari 3 SMA Negeri dan 1 SMA Swasta yaitu SMA N 5, SMA N 14, SMA N 15, dan SMA Al-Azhar 3. Pada uji coba lapangan awal, data diperoleh dari 1 guru kimia kelas XI dan 10 siswa kelas XI IPA dari SMA N 15 Bandarlampung.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui intrumen berupa angket. Pada penelitian ini, pengumpulan informasi dilakukan pada tahap studi lapangan dan tahap uji coba lapangan awal. Pada tahap studi lapangan, dilakukan penye-baran angket terhadap guru kimia dan siswa kelas XI IPA di 3 SMA Negeri dan 1 SMA Swasta di Bandar Lampung. Pada uji coba lapangan awal, dilakukan pe-nyebaran angket beserta produk LKS kepada guru kimia dan siswa IPA untuk mengetahui tanggapan guru dan tanggapan siswa terhadap LKS berbasis repre-sentasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen pada studi lapang-an, instrumen pada validasi ahli, dan istrumen pada studi uji coba pendahuluan. 1. Instrumen pada studi lapangan
22
a. Angket untuk guru
Lembar angket guru digunakan untuk mengetahui fakta-fakta di lapangan terkait (1) penggunaan media belajar khususnya LKS, (2) pemahaman guru terkait pem-belajaran berbasis representasi kimia, (3) LKS yang digunakan dibuat sendiri oleh guru atau dari penerbit, (4) LKS yang digunakan membangun konsep atau tidak, (5) mengetahui LKS seperti apa yang diharapkan oleh guru sebagai media belajar yang akan digunakan oleh siswa.
b. Angket untuk siswa
Lembar angket untuk siswa digunakan untuk mengetahui fakta-fakta di lapangan terkait (1) penggunaan media belajar khususnya LKS, (2) LKS yang digunakan telah berbasis representasi kimia atau belum, (3) LKS yang digunakan mem-bangun konsep atau tidak (4) LKS yang digunakan memilki tampilan yang me-narik atau belum.
2. Instrumen validasi ahli
a. Instrumen validasi aspek kesesuaian isi
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian isi LKS dengan kompeten-si inti (KI) dan kompetenkompeten-si dasar (KD), indikator, materi, dan kesesuaian ikompeten-si dengan pembelajaran representasi kimia.
b. Instrumen validasi aspek konstruksi
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian konstruksi LKS hasil pengembangan dengan tahap pembelajaran yang berbasis representasi kimia. c. Instrumen validasi aspek keterbacaan
23
kimia pada materi asam basa baik dari segi ukuran, jenis huruf serta penggunaan bahasa.
3. Instrumen pada uji coba
Pada tahap uji coba lapangan awal digunakan instrumen berupa angket tanggapan guru dan siswa terhadap LKS yang dikembangkan. Berikut penjelasan mengenai angket tanggapan guru dan siswa:
a. Angket tanggapan guru
Angket tanggapan guru terdiri atas aspek kesesuaian isi, konstruksi, dan keter-bacaan. Aspek-aspek tersebut sesuai dengan yang tertuang di dalam instrumen validasi ahli.
b. Angket tanggapan siswa
24
E. Alur Penelitian
[image:42.595.123.549.151.703.2]Adapun alur penelitian yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 2
Gambar 2. Alur penelitian pengembangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa ( dimodifikasi dari Puspa, 2017)
Analisis Kebutuhan
Studi Literatur Studi Lapangan
a. Analisis KI dan KD b. Analisis konsep c. Pembuatan indikator d. Pengembangan silabus e. Pembuatan RPP f. Mengkaji tentang
teori-teori LKS dan representasi kimia
a. Analisis kebutuhan guru dan siswa mengenai LKS yang digunakan
b. Analisis LKS yang digunakan oleh guru dan siswa
Rencana Pengembangan Produk
Pengembangan Produk Awal
Revisi LKS Hasil Uji Coba Uji Coba Lapangan LKS berbasis representasi kimia
pada materi asam basa Validasi Ahli
Respon Guru dan Siswa
LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang telah direvisi
1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi
2. Perencanaan Produk
3. Pengembangan Produk Awal
5. Revisi Hasil Uji Coba 4. Uji Coba Lapangan
25
F. Langkah-Langkah Penelitian
Berdasarkan alur penelitian diatas dapat dijelaskan langkah-langkah penelitian yang dilakukan sebagai berikut :
1. Penelitian dan pengumpulan informasi
Penelitian dan pengumpulan data ini bertujuan untuk mengumpulkan data terkait situasi dan kondisi dilapangan yang digunakan sebagai bahan perbandingan awal atau bahan dasar untuk mengembangkan produk. Tahap penelitian dan pengum-pulan data terdiri atas studi literatur dan studi lapangan.
a. Studi literatur
Studi literatur dilakukan dengan cara menganalisis KI-KD, indikator, analisis kon-sep, silabus, dan RPP, serta mengkaji teori mengenai LKS dan produk penelitian sejenis yang berbentuk dokumen-dokumen hasil penelitian. Hasil dari kajian akan menjadi acuan dalam pengembangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa.
b. Studi lapangan
Studi lapangan bertujuan untuk mengetahui fakta-fakta dilapangan mengenai penggunaan LKS berbasis representasi kimia di sekolah. Pada studi lapangan di-lakukan dengan pemberian angket kepada 1 guru kimia dan 10 siswa kelas XI IPA pada tiap sekolah. Pemberian angket dilakukan pada 4 SMA yang ada di
26
2. Perencanaan produk
Tahap perencanaan ini meliputi penentuan tujuan penggunaan produk, penentuan pengguna produk, penentuan komponen-komponen produk dan cara pengembang-annya. Tujuan dari penggunaan produk LKS berbasisrepresentasi kimia pada materi asam basa ini adalah (1) sebagai media pembelajaran yang membantu siswa dalam memahami konsep asam basa pada tiga level representasi kimia yaitu makroskopik, submikroskopik, dan simbolik, (2) sebagai referensi bagi guru kimia untuk mengembangkan LKS berbasis representasi kimia pada materi kimia yang lain. Level makroskopik menampilkan fenomena kimia yang dapat dilihat dengan menggunakan panca indra seperti perubahan warna pada kertas lakmus, pH larutan, dan pengukuran trayek pH dengan indikator alami. Level submikros-kopik menggambarkan fenomena kimia pada tingkat partikular seperti pergerakan ion atau molekul dalam larutan untuk menjelaskan teori asam basa. Level sim-bolik seperti persamaan reaksi dan persamaan matematik pH. Pengguna dari produk ini adalah siswa SMA.
Komponen-komponenpada produk ini terdiri atas tiga bagian yaitu (1) pendahu-luan yang berisicover luar, cover dalam, kata pengantar, daftar isi, lembar KI-KD, indikatorpencapaian, serta petunjuk umum penggunaan LKS, (2) isi yang berisi identitas LKS, dan tahapan dalam LKS, (3) penutup berisi daftar pustaka dan cover belakangLKS.
27
28 Tabel 2. Rancangan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa
LKS Ke-
Penggalan
Ke- Sub Materi
Indikator Representasi
Kimia
Indikator Pencapaian Kompetensi
(1) (2) (3) (4) (5)
1 1 Penentuan sifat asam dan basa
Representasi makroskopik
Menganalisis data hasil percobaan berupa perubahan warna pada kertas lakmus untuk membedakan asam dan basa
2 1 Teori asam basa Arrhenius
Representasi submikroskopik
Mengamati perbedaan gambar submikroskopik asam dan basa Arrhenius
Representasi simbolik
Menuliskan persamaan reaksi asam basa Arrhenius dalam pelarut air
2 Konsep pH Representasi simbolik
Menuliskan rumus pH
3 Konsep pOH dan pKw
Representasi simbolik
- Menuliskan rumus pOH
- Menuliskan hubungan pH, pOH, dan pKw 3 1 Kekuatan asam
basa dan derajat ionisasi
Representasi submikroskopik
-Menyimpulkan perbedaan gambar submikroskopik asam kuat dan asam lemah berdasarkan banyaknya ion H+ yang terinosasi dalam larutan pada konsentrasi yang sama
-Menyimpulkan perbedaan gambar submikroskopik basa kuat dan basa lemah
berdasarkan banyaknya ion OH- yang terinosasi dalam larutan pada konsentrasi yang sama
Representasi simbolik
Menghitung derajat ionisasi larutan asam kuat, asam lemah, basa kuat, dan basa lemah
2 Kesetimbangan asam dan basa
Representasi simbolik
- Menuliskan rumus tetapan kesetimbangan asam lemah (Ka)
- Menuliskan hubungan antara tetapan kesetimbangan asam (Ka) dengan [H+] - Menuliskan hubungan antara tetapan kesetimbangan asam (Ka) dengan derajat
29
(1) (2) (3) (4) (5)
- Menuliskan rumus tetapan kesetimbangan basa lemah (Kb)
- Menuliskan hubungan antara tetapan kesetimbangan basa (Kb) dengan [OH-] - Menuliskan hubungan antara tetapan kesetimbangan basa (Kb) dengan derajat
ionisasi (α) 4 1 Teori asam basa
Bronsted-Lowry
Representasi submikroskopik
Mengamati perbedaan gambar submikroskopik asam dan basa Bronsted-Lowry
Representasi simbolik
Menuliskan persamaan reaksi asam basa Bronsted-Lowry dalam pelarut air atau pelarut nonpolar
2 Teori asam basa Lewis
Representasi simbolik
Menuliskan persamaan reaksi asam basa Lewis untuk mengetahui zat yang mengalami serah-terima pasangan elektron
5 1 Penentuan trayek pH asam basa dengan meng-gunakan indikator alami
Representasi makroskopik
[image:47.842.92.756.98.329.2]-Menganalisis data hasil percobaan berupa perubahan warna yang terjadi pada larutan yang mempunyai pH 2-12 dari masing-masing indikator alami yang di uji untuk menentukan trayek pH indikator tersebut.
30
3. Pengembangan produk awal
Pengembangan produk awal ini berupa draf kasar LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa. Setelah LKS dikembangkan, selanjutnya produk tersebut divalidasi oleh validator yangmemahami mengenai LKS dan materi asam basa. Aspek yang divalidasi yaitukesesuaian isi, kontruksi, keterbacaan, kemenarikan.
4. Uji coba lapangan awal
Setelah LKS divalidasi oleh ahli, selanjutnya dilakukan uji coba pada minimal 3 guru kimia dan 20 siswa kelas XI IPA di beberapa sekolah yang telah dilakukan studi lapangan. Proses uji coba dilakukan dengan pemberian instrumen berupa angket dan pemberian produk awal yang telah dibuat untuk mengetahui tanggap-an guru terhadap kesesuaitanggap-an isi, kemenariktanggap-an, dtanggap-an keterbacatanggap-an produk, serta untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap kemenarikan dan keterbacaan produk.
5. Revisi hasil uji coba
31
G. Teknik Analisis Data
1. Teknik anlisis data hasil wawancara dan angket pada studi lapangan
Teknik anlisis data hasil wawancara dan angket pada studi lapangan dilakukan dengan cara :
a. Mengklasifikasi data, bertujuan untuk mengelompokkan jawaban berdasarkan pertanyaan angket.
b. Melakukan tabulasi data berdasarkan klasifikasi yang dibuat, bertujuan untuk memberikan gambaran frekuensi dan kecenderungan dari setiap jawaban berdasarkan pertanyaan angket dan banyaknya responden
c. Menghitung frekuensi jawaban. Hal ini bertujuan untuk memberikan infor-masi tentang kecenderungan jawaban yang banyak dipilih oleh siswa dan guru setiap pertanyaan angket.
d. Menghitung persentase jawaban. Hal ini bertujuan untuk melihat besarnya persentase jawaban dari setiap pertanyaan, sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis sebagai temuan. Berikut rumus yang digunakn untuk meng-hitung persentase jawaban responden pada setiap item :
% Jin = 100%
Keterangan : % Jin= Persentase pilihan jawaban-i
∑Ji = Jumlah responden yang menjawab jawaban-i
N = Jumlah seluruh responden (Sudjana, 2005)
2. Teknik analisis data angket hasil validasi ahli, tanggapan guru, dan siswa
32
a. Mengklasifikasi data. Hal ini bertujuan untuk mengelompokkan jawaban berdasarkan pertanyaan angket.
b. Melakukan tabulasi data berdasarkan klasifikasi yang dibuat. Hal ini ber-tujuan untuk memberikan gambaran frekuensi dan kecenderungan dari setiap jawaban berdasarkan pertanyaan angket dan banyaknya responden.
[image:50.595.133.377.306.396.2]c. Memberi skor jawaban responden. Penskoran jawaban responden berdasar-kan skala Likert.
Tabel 3. Penskoran pada angket berdasarkan skala Likert
No Pilihan Jawaban Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1
d. Mengolah jumlah skor jawaban responden
Pengolahan jumlah skor (∑ S) jawaban angket adalah sebagai berikut : 1. Skor untuk pernyataan Sangat Setuju (SS)
Skor = 5 x jumlah responden 2. Skor untuk pernyataan Setuju (S)
Skor = 4 x jumlah responden
3. Skor untuk pernyataan Kurang Setuju (KS) Skor = 3 x jumlah responden
4. Skor untuk pernyataan Tidak Setuju (TS) Skor = 2 x jumlah responden
33
e. Menghitung persentase jawaban angket pada setiap item dengan mengguna-kan rumus sebagai berikut:
% Xin= 100%
Keterangan :
% Xin = Persentase jawaban angket-i ∑S = Jumlah skor jawaban
Smaks = Skor maksimum (Sudjana, 2005)
f. Menghitung rata-rata persentase angket untuk mengetahui tingkat kelayakan dan keterbacaan LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa dengan rumus sebagai berikut:
% Xi=
Keterangan :
% Xi = Rata-rata persentase angket-i ∑%Xin = Jumlah persentase angket-i
n = Jumlah pertanyaan angket (Sudjana, 2005)
[image:51.595.135.352.602.697.2]g. Menafsirkan presentase angket dengan menggunakan tafsiran Arikunto (2008)
Tabel 4. Tafsiran persentase angket No Persentase (%) Kriteria 1 80,1 – 100 Sangat tinggi 2 60,1 – 80 Tinggi
3 40,1 – 60 Sedang
4 20,1 – 40 Rendah
34
[image:52.595.134.484.181.255.2]h. Menafsirkan kriteria validasi ahli analisis persentase produk hasil validasi ahli dengan menggunakan tafsiran Arikunto (2010)
Tabel 5. Kriteria validasi analisis persentase
Persentase Tingkat kevalidan Keterangan
76-100 Valid Layak/tidak perlu direvisi
V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan sebagai berikut :
1. Struktur LKS ini terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. LKS ini juga memuat tiga level representasi kimia yaitu makroskopik, submikro-skopik, dan simbolik.
2. Hasil validasi ahli terhadap LKS yang dikembangkan pada aspek konstruksi, kesesuaian isi, dan keterbacaan sebesar 88%; 87%; dan 92,86% yang di-kategorikan sangat tinggi dan dinyatakan valid serta layak digunakan sebagai media pembelajaran.
3. Hasil tanggapan guru terhadap produk LKS yang dikembangkan berdasarkan aspek konstruksi, kesesuaian isi, dan keterbacaan diperoleh persentase sebesar 90%; 90%; dan 88,57% yang dikategorikan sangat tinggi dan dinyatakan valid.
62
5. Kendala dalam pengembangan LKS ini diantaranya keterbatasan waktu yang diberikan oleh sekolah pada saat melakukan uji coba lapangan awal karena mendekati waktu libur semester, sehingga banyak siswa yang tidak hadir dalam memberikan tanggapan terhadap produk yang dikembangkan dan siswa kurang efektif dalam mengisi angket.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan bahwa:
1. LKS berbasis representasi kimia pada materi asam basa yang dikembangkan hanya dilakukan sampai uji coba lapangan awal sehingga diperlukan peneliti-an lebih lpeneliti-anjut untuk menguji efektivitas LKS secara luas.
2. Pemilihan warna molekul perlu dipertimbangakan, seharusnya sesuai dengan aturan yang ada agar tidak terjadi miskonsepsi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2008. Evaluasi Program Pendidikan. Bumi Aksaara, Jakarta. ---. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka
Cipta, Yogyakarta.
Arsyad, A. 2004. Media Pengajaran. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Cheng, M. 2009. Toward a Better Utilization of Diagram in Research into the
Use of Representative Levels in Chemical Education. Springer, UK. p 55-74.
Chittleborough, G.D. 2004. The Role of Teaching Model and Chemical Representations in Developing Students’ Mental Models of Chemical Phenomena. Thesis. Curtin University Technology.
Chittleborough, G. D and Treagust D.F. 2007. The Modeling Ability of Non-Major Chemistry Students and Their Understanding of the Sub-Microscopic Level. Chemistry Education Research and Practice, 8, (3), 274-292.
Djamarah, S.B dan Zain, A. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta, Jakarta
Emda, A. 2011. Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran Biologi di Sekolah. Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, XII (1), 149-162.
Fadiawati, N. 2011. Perkembangan Konsepsi Pembelajaran tentang Struktur Atom dari SMA hingga Perguruang Tinggi. Disertasi (tidak diterbitkan). UPI, Bandung.
Fadiawati, N dan Syamsuri, M.M.F. 2016. Merancang Pembelajaran Kimia di Sekolah Berbasis Hasil Riset Pengembangan. Media Akademi, Yogyakarta. Gilbert, J.K. and Treagust, D.F. 2008. Multiple Representations in Chemical
64
Herawati, R.F., Mulyani, S., dan Redjeki, T. 2013. Pembelajaran Kimia berbasis Multiple Representasi Ditinjau dari kemampuan Awal terhadap Prestasi Belajar Laju Reaksi Siswa SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Kimia, 2 (2), 38-43.
Herron, J.D., Cantu, L.L., Ward, R., and Srinivasan, V. 1977. Problem
Associated with Concept Analysis. Science Education, 61 (2), 185-199. Jannah, R. 2017. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Representasi
Kimia pada Materi Interaksi Antar Partikel. (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Kemendikbud. 2016. Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Mata Pelajaran Kimia. Kemendikbud, Jakarta.
Lestari, N.D. 2014. Pengaruh Pembelajaran Kimia Menggunakan Motode Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Team Assisted Individualization (TAI) Dilengkapi Media Animasi terhadap Prestasi
Belajar Siswa pada Materi Asam Basa Kelas XI Semester Ganjil SMK Sakti Gemolong Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Kimia, 3, (1), 44-50.
Majid, A. 2007. Perencanaan Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Nakhleh, M.B. and Postek, B. 2008. Learning Chemistry Using Multiple External
Representations. Springer, USA. p. 209-231
Puspa, N.W. 2017. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Representasi Kimia pada Materi Ikatan Kimia. (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Rizkiana, F. 2016. Pengaruh Praktikum dan Demonstrasi dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Materi Asam Basa ditinjau dari kemampuan Awal. Jurnal Pendidikan, 1, (3), 354-362. Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., dan Rahardjito. 2002. Media
Pendidikan : Pengertian dan Pemanfaatannya. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Santyasa, I.W. 2007. Landasan Konseptual Media Pembelajaran. Makalah Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar. Universitas Pendidikan Ganesha
65
Sukmadinata, N.S. 2011. Metode PenelitianPendidikan. Remaja Rosdakarya, Bandung
Sunyono. 2015. Model Pembelajaran Multipel Representasi. Media Akademi, Yogyakarta.
Susanto, H., Suyatno, dan Madlazim. 2015. Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Kimia menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis multiple Representasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Reaksi Reduksi Oksidasi di Kelas X SMA. Jurnal Universitas Negeri Surabaya, 4 (2), 572-578.
Sutirman. 2013. Media & Model-model Pembelajaran Inovatif. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Tasker, R and Dalton, R. 2008. Visualizing the Molecular World-Design, Evaluation, and Use of Animations. Springer, USA. p. 103-131 Treagust, D.F., Chittleborough, G., and Mamiala, T.L. 2003. The Role of
Submicroscopic and Symbolic Representations in Chemical Explanations. International Journal of Science Education, 25 (11), 1354.
Tsaparlis, G. 2009. Learning at the Macro Level: The Role of Practical Work. Springer, Greece. p 109-136.
Umar. 2013. Media Pendidikan: Peran dan Fungsinya dalam Pembelajaran. Jurnal Tarbawiyah, 10 (2).