BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung yang berada di Jalan Soemantri Brojonegoro No.1 Gedung Meneng Bandar Lampung dan PT. Tunas Dwipa Matra yang berada di Jalan Raden Intan No. 65 Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September 2015 sampai bulan Desember 2015.
3.2Metodologi Penelitian
3.2.1 Alir Penelitian
1. Identifikas Masalah
2. Studi literatur
3. Perencanaan - Pengumpulan Data
5. Desain Sistem
5.1 Desain DFD & ERD
5.2. Desain Interface 1 5.3. Desain Interface 2
6. Implementasi 6.1. Implementasi Database
6.2. Pembuatan Program Berbasis Web
6.3. Pembuatan Program Berbasis Mobile
7. Pengujian
8. Analisis Hasil Penelitian
A. Langkah I
B. Langkah II
C. Langkah III
4. Analisis
[image:2.595.115.514.83.649.2]4.1 Analisis Kebutuhan Sistem 4.2 Pengolahan Data Manual
Penjelasan dari diagram alir metodologi penelitian pada Gambar 3.1 adalah sebagai berikut.
A. Langkah I
1. Identifikasi Masalah
Tahapan pertama yang dilakukan pada langkah pertama yaitu identifikasi masalah. Tahap identifikasi masalah merupakan tahapan dasar dimana pada tahapan ini dilakukan pengidentifikasian dan penganalisaan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada pada perusahaan yang akan diteliti. Tahapan ini akan menghasilkan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan juga batasan-batasan permasalahan. Rumusan malasah merupakan kalimat pertanyaan untuk menunjukkan penelitian mengarah pada suatu permasalahan atau isu tertentu. Manfaat penelitian menguraikan manfaat dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penempatan cabang baru PT. Tunas Dwipa Matra berbasis SIG yang dibangun untuk perusahaan dan pengembang. Sedangkan batasan masalah digunakan untuk membatasi pembahasan dan ruang lingkup penelitian.
2. Studi Literatur
B. Langkah II 3. Perencanaan
Tahapan pertama yang dilakukan pada langkah kedua yaitu perencanaan yang meliputi pengumpulan data. Pengumpulan data yang dilakukan berupa data atribut dan data spasial dealer-dealer Honda di Bandar Lampung. Selain itu juga dibutuhkan data kriteria yang menjadi penentu penempatan cabang baru. Pengumpulan data juga dilakukan di Kantor Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung untuk mengetahui jumlah penduduk di Kota Bandar Lampung tiap kecamatan.
4. Analisis
Tahapan berikutnya adalah analisis kebutuhan dasar sistem untuk mengetahui fungsionalitas yang harus ada pada sistem dan pengolahan data manual. Pada tahapan ini dilakukan percobaan perhitungan pengambilan keputusan secara menual atau tanpa bantuan alat/sistem. Hal ini dilakukan untuk mengetahui detail perhitungan pengambilan keputusan sehingga mengurangi kesalahan dalam tahap perancangan sistem.
5. Desain Sistem
antarmuka ini dilakukan untuk merancang tata letak sistem sesuai dengan analisis kebutuhan sistem.
6. Implementasi
Tahapan berikutnya adalah implementasi. Dimulai dengan pembuatan database. Kemudian pembuatan program (koding) sistem berbasis web. Pada sistem berbasis web ini yang akan dibangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Selanjutnya pembuatan program (koding) sistem berbasis mobile
sebagai piranti input data survey yang nantinya data tersebut akan diolah pada sistem berbasis web.
7. Pengujian
C. Langkah III
8. Analisis Hasil Penelitian
Tahap terakhir adalah tahap analisis hasil penelitian. Pada tahap ini dilakukan analisis keseluruhan dari proses penelitian yang telah dilakukan, apakah hasil penelitian dapat mengatasi permasalah yang diuraikan pada tahap awal dan apakah hasil penelitian telah sesuai dengan tujuan penelitian.
3.2.2 Metode Pengembangan Sistem
Penelitian ini dilakukan berdasarkan framework pengembangan sistem yang dipilih yaitu System Development Life Cycle (SDLC). Tahap-tahap yang dilakukan dalam pengembangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penempatan cabang baru PT. Tunas Dwipa Matra berbasis SIG adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan (Pengumpulan Data)
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data. Pengumpulan data yang dilakukan berupa data atribut dan data spasial dealer-dealer Honda di Bandar Lampung. Data tersebut diperoleh dari dokumen PT. Tunas Dwipa Matra. Data atribut berupa nama bisnis unit dealer, alamat, nomor telepon dan kategori, sedangkan data spatialnya berupa koordinat latitude dan longitude dari dealer-dealer Honda di Bandar Lampung.
Biaya.
Jumlah bengkel disekitar lokasi.
Jumlah showroom disekitar lokasi. Jumlah penduduk
Jumlah market disekitar lokasi.
Tipe jalan.
Jarak dengan delaer AHM.
Pengumpulan data juga dilakukan di Kantor Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung untuk mengetahui jumlah penduduk di Kota Bandar Lampung tiap kecamatan.
Metode pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut.
a. Metode Wawancara
Metode Wawancara dilakukan dengan melakukan dialog dengan narasumber untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Wawancara dilakukan dengan
Manager departement IT. Infromasi yang diperoleh adalah data-data atribut yang dibutuhkan untuk membangun sistem. Selain itu diperoleh juga data faktor-faktor penentu lokasi penempatan cabang baru melalui wawancara dengan Manager Marketing.
b. Metode Dokumentasi
dilakukan untuk memperleh data atribut lokasi berupa alamat, nomor telepon, kategori dealer dan data spatial berupa titik-titik koordinat lokasi main dealer
dan retail. Data tersebut terdapat pada database PT Tunas Dwpa Matra. Pengumpulan data juga dilakukan di Kantor Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung untuk mengetahui jumlah penduduk di Kota Bandar Lampung tiap kecamatan.
c. Studi Literatur
Studi literatur yang digunakan yaitu buku-buku, jurnal, dan internet yang menyajikan informasi tentang Sistem Pengambilan Keputusan, Sistem Informasi Geografis, metode SAW, Eclipse, Android dan bahasa pemrograman Java, java script, php dan html.
2. Analisis
Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan dasar sistem untuk mengetahui fungsionalitas yang harus ada pada sistem dan pengolahan data manual. Pada tahap ini dilakukan perhitungan data secara manual menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) menggunakan 7 variabel kriteria yang diperoleh dari data faktor-faktor penentu penempatan cabang PT. Tunas Dwipa Matra yaitu biaya, jumlah bengkel di sekitar lokasi, jumah showroom di sekitar lokasi, jumlah
a. Identifikasi Masalah
Di era persaingan bisnis yang sangat tinggi saat ini, perusahaan dituntut terus melakukan inovasi, salah satunya memperluas pemasaran dengan pembukaan cabang baru untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Pengambilan keputusan pembukaan cabang baru bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan banyak perhitungan terhadap faktor-faktor yang menjadi penentu pemilihan lokasi cabang baru. Kesalahan pada penempatan lokasi cabang baru dapat mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian materi maupun non-materi. Untuk mencegah terjadinya kesalahan penempatan lokasi cabang tersebut serta untuk membantu eksekutif dalam pengambilan keputusan penentuan lokasi cabang baru, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat memberikan gambaran lokasi dan membantu merekomendasikan lokasi untuk penempatan cabang baru.
b. Analisis Kebutuhan sistem
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka Sistem Pendukung Keputusan berbasis SIG yang dibangun harus mampu memenuhi kebutuhan fungsional sebagai berikut.
Sistem dapat menampilkan hasil rekomendasi penempatan cabang
berdasarkan urutan terbaik.
Sistem dapat menampilkan hasil rekomendasi berdasarkan kasus yang
Sistem mampu memetakan dealer-delaer Honda yang ada di Bandar
Lampung dan lokasi hasil survey ke dalam peta Google Maps API. Sistem dapat menampilkan rute dari posisi pengguna ke lokasi survey.
Sistem memiliki admin yang mampu mengolah data dealer-delaer Honda,
mengolah data survey, mengolah data login, mengolah data kasus, mengubah bobot kriteria, dan mengolah data jumlah penduduk.
Sistem berbasis mobile mampu menginputkan hasil survey ke dalam
database.
c. Pengolahan Data Manual
Pada tahap ini dilakukan perhitungan data secara manual menggunakan metode
Simple Additive Weighting (SAW). Terdapat 7 variabel kriteria penentu penempatan cabang PT. Tunas Dwipa Matra yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Manager Marketing yaitu biaya, jumlah bengkel di sekitar lokasi, jumah
showroom di sekitar lokasi, jumlah market di sekitar lokasi, jenis jalan, jarak
dealer Honda terdekat dari lokasi, dan jumlah penduduk. Adapun pembobotan untuk masing-masing variabel kriteria adalah sebagai berikut.
1. Biaya (C1) = 5%
2. Jumlah bengkel di sekitar lokasi (C2) = 10% 3. Jumah showroom di sekitar lokasi (C3) = 10%
4. Jenis jalan (C4) = 10%
5. Jarak dealer Honda terdekat dari lokasi (C5) = 20% 6. Jumlah market di sekitar lokasi (C6) = 10%
Format preferensi di dalam sistem penunjang keputusan ini adalah sebagai berikut.
1) Bobot kriteria dibagi menjadi 5 angka fuzzy, yaitu Very Low (VL), Low (L), Sufficient (S), High (H), dan Very High (VH). Angka fuzzy ini akan di ubah menjadi angka crisp, dimana akan lebih jelas di dalam Tabel 3.1. Tabel 3.1 Angka Fuzzy untuk Bobot Kriteria
[image:11.595.138.517.465.552.2]2) C1, dibagi menjadi 5 angka fuzzy, antara lain very low (VL), low (L), sufficient (S), High (H) dan very high (VH). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Angka Fuzzy untuk Kriteria C1
Range value Fuzzy number Value
Value >= 90 Very low 0
90 > value >= 70 Low 0.25
70 > value >= 50 Sufficient 0.5
50 > value > 25 High 0.75
value <= 25 Very high 1
3) C2, dibagi menjadi 3 angka fuzzy, antara lain low (L), sufficient (S), dan
High (H). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.3.
Very Low 0
Low 0.25
Sufficient 0.5
High 0.75
Tabel 3.3 Angka Fuzzy untuk Kriteria C2
Range value Fuzzy number Value
value <= 2 Low 0.25
5 > value >2 Sufficient 0.5
Value >= 5 High 0.75
4) C3, dibagi menjadi 3 angka fuzzy, antara lain low (L), sufficient (S), dan
[image:12.595.140.515.461.521.2]High (H). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.4.
Tabel 3.4 Angka Fuzzy untuk Kriteria C3
Range value Fuzzy number Value
value <= 2 Low 0.25
5 > value >2 Sufficient 0.5
Value >= 5 High 0.75
5) C4, dibagi menjadi 3 angka fuzzy, antara lain low (L), sufficient (S), dan
High (H). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.5.
Tabel 3.5 Angka Fuzzy untuk Kriteria C4
Range value Fuzzy number Value
Gang Low 0.25
Arteri Sufficient 0.5
Nadi High 0.75
6) C5, dibagi menjadi 3 angka fuzzy, antara lain low (L), sufficient (S), dan
High (H). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.6.
Tabel 3.6 Angka Fuzzy untuk Kriteria C5
Range value Fuzzy number Value
value <= 5 Low 0.25
10 > value >5 Sufficient 0.5
7) C6, dibagi menjadi 3 angka fuzzy, antara lain low (L), sufficient (S), dan
High (H). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.7.
Tabel 3.7 Angka Fuzzy untuk Kriteria C6
Range value Fuzzy number Value
value <= 1 Low 0.25
5> value >1 Sufficient 0.5
Value >= 5 High 0.75
8) C7, dibagi menjadi 5 angka fuzzy, antara lain very low (VL), low (L), sufficient (S), High (H) dan very high (VH). Angka fuzzy ini akan diubah menjasi angka crisp dengan jarak dari setiap nilai ditampilkan seperti di dalam Tabel 3.8.
Tabel 3.8 Angka Fuzzy untuk Kriteria C7
Range value Fuzzy number Value
Value < 40.000 Very low 0
50.000 > value >= 40.000
Low 0.25
60.000 > value >= 50.000
Sufficient 0.5
70.000> value >= 60.000
High 0.75
value >= 70.000 Very high 1
Misalkan terdapat 3 alternatif yaitu A1, A2, dan A3. Tabel 3.9 adalah nilai dari tiap alternatif.
Tabel 3.9 Contoh Nilai Alternatif
No Alternatif C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
1 A1 60 6 4 Nadi 5 2 45.044
2 A2 50 2 1 Nadi 6 1 70.422
Setelah itu nilai dari setiap alternatif diubah ke dalam matrix dengan menggunakan angka crisp yang telah ditetapkan sebelumnya seperti pada Tabel 3.10.
Tabel 3.10 Contoh Nilai Fuzzy Alternatif
No Alternatif C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
1 A1 0.25 0.75 0.5 0.75 0.5 0.5 0.25
2 A2 0.5 0.25 0.25 0.75 0.5 0.25 1
3 A3 1 0.25 0.25 0.5 0.75 0.25 0.5
Setelah itu, setiap nilai dalam matrix akan diubah dengan menggunakan rumus metode SAW pada persamaan 2,1. Berikut adalah matrik hasil normalisasi dengan rumus metode SAW (Tabel 3.11).
Tabel 3.11 Contoh Nilai Hasil Normalisasi Alternatif
No Alternatif C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
1 A1 0.25 1 1 1 0.667 1 0.25
2 A2 0.5 0.333 0.5 1 0.667 0.5 1
3 A3 1 0.333 0.5 0.667 1 0.5 0.5
Karena setiap nilai yang diberikan pada setiap alternatif di setiap kriteria merupakan nilai kecocokan (nilai terbesar adalah terbaik) maka semua kriteria yang diberikan diasumsikan sebagai kriteria keuntungan (benefit).
Selanjutnya digunakan persamaan 2,2 untuk perhitungan perankingan.
V1=(0.25)(0.05)+(1)(0.1)+(1)(0.1)+(1)(0.1)+(0.667)(0.2)+(1)(0.1)+(0.25)(0.35)=
V2=(0.5)(0.05)+(0.333)(0.1)+(0.5)(0.1)+(1)(0.1)+(0.667)(0.2)+(0.5)(0.1)+(1)(0.35
)= 0.7417
V3=(1)(0.05)+(0.333)(0.1)+(0.5)(0.1)+(0.667)(0.1)+(1)(0.2)+(0.5)(0.1)+(0.5)(0.35
)= 0.625
Nilai terbesar ada pada V2 sehingga alternatif A2 adalah alternatif terbaik. Dengan
kata lain alternatif A2 akan terpilih sebagai rekomendasi terbaik untuk lokasi penempatan cabang baru.
3. Desain Sistem
Pada tahap ini dilakukan desain Arsitektur, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Tahapan dilanjutkan dengan perancangan antarmuka (interface) sistem.
a. Desain Arsitektur
Tekologi yang digunakan dalam perancangan sistem adalah Web Service. Web Service merupakan teknologi yang menyediakan integrasi proses dan data. Pada penelitian ini web service dibangun untuk menghubungkan aplikasi mobile
Database
PHP Web ServiceServer
Android Mobile Apllication Manajemen Data
SIG Subsistem Berbasis
Pengetahuan
Manager Manager
Admin
[image:16.595.160.493.87.308.2]Surveyor
Gambar 3.2 Arsitektur Web Service yang terintegrasi dengan sistem
Surveyor menggunakan aplikasi android yang terhubung dengan database melalui teknologi Web Service untuk menginputkan data lokasi survey baru. Kemudia data tersebut akan melalui proses manajemen data yaitu semua proses yang berhubungan dengan mengambil, menyimpan, menampilkan data dari database. Data berupa lokasi survey, data dealer, kecamatan dll. dapat langung ditampilkan kepada Admin. Data lokasi survey baru akan diolah di subsistem berbasis pengetahuan untuk mendapatkan rekomendasi terbaik menggunakan metode SAW yang kemudian dapat ditampikan ke Manager. Selain itu hasil rekomendasi dapat ditampilkan dalam poin-poin pada peta yang kemudian dapat ditampilkan ke Manager.
b. Data Flow Diagram
Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Cabang PT Tunas Dwipa Matra berbasis Sistem
Informasi Geografis Admin
Eksekutif Surveyor
Peta persebaran Hasil Survey
Hasil Rekomendasi Data Dealer Honda
Data Login Data Bobot Kriteria
Data Kecamatan Data Survey
Data dealer Honda Data survey Data kecamatan
Data login Data kriteria
rute
Pilihan Kasus Lokasi pengguna Data survey
Data survey Data Kasus
[image:17.595.135.532.85.265.2]Data Kasus
Gambar 3.3 DFD Level 0 SPK
Diagram level 0 pada Gambar 3.3 menjelaskan aliran data dari Admin, Eksekutif dan Surveyor ke sistem dan dari sistem ke tiga entitas tersebut. Aliran data dari admin ke sistem adalah data dealer Honda, data survey, data kecamatan, data
1.0 Proses Data Master
2.0 Proses Mengolah Data
Survey
3.0 Proses DSS Admin
Surveyor
Eksekutif
Data Dealer Honda
Data Login Data Bobot Kriteria
Data KecamatanData Survey
Data Kasus Data Kasus Data Kriteria Data Login Data Kecamatan Data Survey Data Dealer Honda
Data survey Data survey Pilihan Kasus Lokasi pengguna Peta persebaran Hasil Survey Hasil Rekomendasi rute Tabel_Master Data Master Data Master Tabel_location
Tabel_kasus Data kasus Data survey Data survey Tabel_kecamatan Data Kecamatan Tabel_DSS Data DSS Data DSS
Gambar 3.4 DFD Level 1 SPK
Gambar 3.4 adalah DFD level 1 dari Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Cabang PT. Tunas Dwipa Matra Bandar Lampung Berbasis SIG. Gambar 3.4 dijelaskan sebagai berikut.
1. Admin dapat melakukan proses mengolah data master. Tabel master yang dimaksud berupa tabel location, tabel kecamatan, tabel marker, tabel kategori, tabel login, tabel criteria dan tabel kasus.
2. Surveyor dapat mengolah data survey.
1.5 Mengolah data login 1.1 Mengolah data dealer Honda 1.2 Mengolah data survey 1.3 Mengolah data kecamatan 1.4 Mengubah bobot kriteria Admin Tabel_Marker Tabel_Kriteria Tabel_Kecamatan
Data Dealer Honda
Data survey
Data Kecamatan
Data bobot kriteria
Data Login
Tabel_kategori
Data dealer AHM
Data Dealer AHM Data Kategori Data Kecamatan Data Survey Nama Surveyor Data login Data Login Data Kecamatan Data Kecamatan Data kecamatan Bobot kriteria Data kriteria Data kriteria Data kecamatan Data survey
Data dealer Honda
Data login 1.6 Mengolah data Kasus Data Kasus Data Kasus Tabel_location Tabel_Login Tabel_Kasus kasus Data Survey Data Kasus Data Kasus Tabel_jalan Data Jalan
Gambar 3.5 DFD level 2 Proses Mengolah Data Master
Gambar 3.5 adalah DFD level 2 dari proses mengolah data master. Gambar 3.5 dijelaskan sebagai berikut.
1. Admin dapat mengolah data dealer Honda yaitu data dealer-dealer Honda yang ada di Bandar Lampung.
3. Admin dapat mengolah data kecamatan yaitu kecamatan yang ada di Bandar Lampung beserta jumlah penduduk di kecamatan tersebut.
4. Admin dapat mengubah bobot kriteria. Kriteria yang sudah ditetapkan ada 7 kriteria. Masing-masing kriteria memiliki bobot. Bobot tersebut dapat diubah oleh admin.
5. Admin dapat mengolah data login. 6. Admin dapat mengolah data kasus.
Surveyor
2.1 Menambah data survey
Tabel_location
Tabel_kasus
Data Survey
Data kasus Data survey
Data survey
Tabel_kecamatan
Data Kecamatan Data Survey
2.2 Menghapus data survey
2.3 Mengubah data survey Data Survey
Data Survey Data Survey
Data Survey
Data survey Data survey Data kasus
Data Kecamatan Data survey
Data survey
Gambar 3.6 DFD Level 2 Proses Mengolah data Survey
Gambar 3.6 adalah DFD level 2 dari proses mengolah data survey. Gambar 3.6 dijelaskan sebagai berikut.
2. Sistem menampilkan data survey dari tabel location pada proses menghapus data survey, kemudian surveyor memilih data survey yang ingin dihapus dari tabel location.
3. Sistem menampilkan data survey dari tabel location pada proses mengubah data survey, kemudian surveyor memberikan data survey ke sistem untuk mengganti data pada tabel location. Dalam proses mengubah data tersebut, kasus dan kecamatan diperoleh dari tabel kasus dan tabel kecamatan. Eksekutif 3.1 Menampilkan Peta Persebaran 3.2 Menampilkan hasil survey 3.3 Proses rekomendasi DSS 3.4 Menampilkan rute dari posisi pengguna ke lokasi survey Tabel_location Pilihan Kasus Peta persebaran Data survey Tabel_kasus Hasil survey Pilihan Kasus Tabel_hasil normal Data kasus Data hasilnormal Tabel_matrikafter Tabel_matriknormal Data matrikafter Data matriknormal Data survey kasus Hasil rekomendasi rute Lokasi pengguna Data survey Pilihan Kasus kasus Data matriknormal Data matrikafter Data hasilnormal Data Survey Tabel_Marker
Data dealer Honda
Longitude dan latitude dealer
Tabel_kecamatan
Jumlah penduduk
Gambar 3.7 adalah DFD level 2 dari proses DSS. Gambar 3.7 dijelaskan sebagai berikut.
1. Eksekutif dapat melihat peta persebaran dealer Honda di Bandar Lampung dan lokasi hasil survey.
2. Eksekutif dapat melihat detail dari lokasi hasil survey. 3. Eksekutif dapat melihat hasil rekomendasi dari proses DSS.
4. Eksekutif dapat melihat rute dari lokasi pengguna ke lokasi hasil survey
Admin
1.1.1 Menambah data dealer
Honda
Tabel_Marker
Tabel_kategori
Data Dealer Honda
Data kategori Data Dealer Honda
Data Dealer Honda
Tabel_kecamatan
Data Kecamatan Data Dealer Honda
1.1.2 Menghapus data dealer
Honda
1.1.3 Mengubah data
dealer honda Data
Dealer Honda
Data Dealer Honda Data
Dealer Honda
Data Dealer Honda
Data Dealer Honda Data Dealer Honda Data kategori
Data Kecamatan Data Dealer Honda
Data Dealer Honda
Gambar 3.8 DFD Level 3 Proses Mengolah Data Dealer Honda
Gambar 3.8 adalah DFD level 3 dari proses mengolah data dealer Honda. Gambar 3.8 dijelaskan sebagai berikut.
1. Admin memberikan data dealer Honda untuk proses menambah data
2. Sistem menampilkan data dealer Honda dari tabel marker pada proses menghapus data dealer Honda, kemudian admin memilih data dealer
Honda yang ingin dihapus dari tabel marker.
3. Sistem menampilkan data dealer Honda dari tabel marker pada proses mengubah data dealer Honda, kemudian admin memberikan data dealer
Honda ke sistem untuk mengganti data pada tabel marker. Dalam proses mengubah data tersebut, kategori dan kecamatan diperoleh dari tabel kategori dan tabel kecamatan.
Admin
1.2.1 Menambah data survey
Tabel_location
Tabel_kasus
Data Survey
Data kasus Data survey
Data survey
Tabel_kecamatan
Data Kecamatan Data Survey
1.2.2 Menghapus data survey
1.2.3 Mengubah data
survey Data Survey
Data Survey Data Survey
Data Survey
Data survey Data survey Data kasus
Data Kecamatan Data survey
Data survey
Gambar 3.9 DFD Level 3 Proses Mengolah Data Survey
Gambar 3.9 adalah DFD level 3 dari proses mengolah data survey. Gambar 3.9 dijelaskan sebagai berikut.
2. Sistem menampilkan data survey dari tabel location pada proses menghapus data survey, kemudian admin memilih data survey yang ingin dihapus dari tabel location.
3. Sistem menampilkan data survey dari tabel location pada proses mengubah data survey, kemudian admin memberikan data survey ke sistem untuk mengganti data pada tabel location. Dalam proses mengubah data tersebut, kasus dan kecamatan diperoleh dari tabel kasus dan tabel kecamatan.
Admin
1.3.1 Menambah data kecamatan
Tabel_kecamatan
Data Kacamatan
Data Kacamatan Data Kacamatan Data Kacamatan
1.3.2 Menghapus data kecamatan
1.3.3 Mengubah data
kecamatan Data Kacamatan
Data Kacamatan Data Kacamatan
Data Kacamatan
Data Kacamatan Data Kacamatan Data Kacamatan
Data Kacamatan
Gambar 3.10 DFD Level 3 Proses Mengolah Data Kecamatan
Gambar 3.10 adalah DFD level 3 dari proses mengolah data kecamatan. Gambar 3.10 dijelaskan sebagai berikut.
2. Sistem menampilkan data kecamatan dari tabel kecamatan pada proses menghapus data kecamatan, kemudian admin memilih data kecamatan yang ingin dihapus dari tabel kecamatan.
3. Sistem menampilkan data kecamatan dari tabel kecamatan pada proses mengubah data kecamatan, kemudian admin memberikan data kecamatan ke sistem untuk mengganti data pada tabel kecamatan.
Admin
1.5.1 Menambah
data login
Tabel_Login
Data Login
Data Login Data Login Data Login
1.5.2 Menghapus
data login
1.5.3 Mengubah data
login Data Login
Data Login Data Login
Data Login
Data Login Data Login Data Login
Data Login
Gambar 3.11 DFD Level 3 Proses Mengolah Data Login
Gambar 3.11 adalah DFD level 3 dari proses mengolah data login. Gambar 3.11 dijelaskan sebagai berikut.
1. Admin memberikan data login untuk proses menambah data login ke tabel
login.
3. Sistem menampilkan data login dari tabel login pada proses mengubah data login, kemudian admin memberikan data login ke sistem untuk mengganti data pada tabel login.
Admin
1.6.1 Menambah
data kasus
Tabel_kasus
Data Kasus
Data Kasus Data Kasus Data Kasus
1.6.2 Menghapus
data kasus
1.6.3 Mengubah data
kasus Data Kasus
Data Kasus Data Kasus
Data Kasus
Data Kasus Data Kasus Data Kasus
Data Kasus
Gambar 3.12 DFD Level 3 Proses Mengolah Data Kasus
Gambar 3.12 adalah DFD level 3 dari proses mengolah data kasus. Gambar 3.12 dijelaskan sebagai berikut.
1. Admin memberikan data kasus untuk proses menambah data kasus ke tabel kasus.
2. Sistem menampilkan data kasus dari tabel kasus pada proses menghapus data kasus, kemudian admin memilih data kasus yang ingin dihapus dari tabel kasus.
Eksekutif
3.3.1 Proses perhitungan matrix after
3.3.2 Proses perhitungan matrix normal
3.3.3 Proses perhitungan
hasil normalisasi
Tabel_matriknormal Tabel_location
Tabel_matrikafter
Tabel_hasil normal 3.3.3 Proses
menampilkan hasil rekomendasi Pilihan Kasus
Tabel_kasus
kasus Data kasus
Data survey
Tabel_Marker Longitude
dan latitude dealer
Data matrikafter
Data matrikafter
Data matriknormal Data matriknormal
Data hasilnormalisasi
Data hasilnormalisasi Hasil rekomendasi
Tabel_kecamatan Jumlah Penduduk
Gambar 3.13 DFD Level 3 Proses Rekomendasi DSS
Gambar 3.13 adalah DFD level 3 dari proses rekomendasi DSS. Gambar 3.13 dijelaskan sebagai berikut.
Data longitude dan latitude diperlukan untuk menentukan jarak dari lokasi survey terhadap dealer Honda terdekat. Hasil perhitungan data matriks after, disimpan ke dalam tabel matrixafter.
2. Proses perhitungan matiks normal adalah proses normalisasi mengubah nilai fuzzy hasil survey yang telah disimpan pada tabel matrixafter menggunakan persamaan 2.1 pada Bab 2. Hasil perhitungan kemudian disimpan ke dalam tabel matrixnormal.
3. Proses perhitungan hasil normalisasi adalah proses mengubah angka pada tabel matixnormal menggunakan persamaan 2.2 pada Bab 2. Hasil perhitungan kemudian disimpan ke dalam tabel hasilnormal.
4. Eksekutif dapat melihat hasil rekomendasi lokasi penempatan cabang. Hasil rekomendasi didapat dari tabel hasilnormal yang telah diurutkan mulai dari hasil terbesar dimana hasil terbesar adalah rekomendasi terbaik.
c. Entity Relationship Diagram
Table location
Table login
Table kecamatan Table marker Table kategori
Table kasus Table jalan Table matrixnormal Table matrixafter Table hasilnormal Table kriteria pid nama alamat kecamatan longitude latitude biaya bengkel penjual jalan market jarak email_id created_at nama_case telepon ma_id nama c1 c2 c3 c4 c5 c6 c7 c4 ma_id nama c1 c2 c3 c4 c5 c6 c7 c4 hn_id nama hasil login_id mobile_number name password email_id kid kecamatan Jml_pddk kabupaten kategori latitude longitude Mrk_id nama alamat telepon ktid kriteria bobot id_case nama_case hasil status_case date_close date_open ktg_id kategori jid jalan Memiliki
Memiliki Memiliki Memasukkan
Berada di ditandai
berisi Berada di Memiliki 1 m m m 1 1 m m 1 1 m 1 m 1
1 m m 1
dealer
Location_id
Berikut adalah contoh struktur tabel yang ada pada Gambar 3.14. 1. Tabel Location
[image:30.595.125.520.175.481.2]Tabel ini digunakan untuk menyimpan data hasil survey. Table 3.12 Contoh Struktur Tabel Location
No Atribut Type Length Keterangan
1. Pid int 11 Primary key
2. Nama varchar 30 Unique
3. Alamat varchar 200
4. Kecamatan varchar 20 Foreign key
5. Longitude varchar 50
6. Latitude varchar 50
7. Telepon varchar 12
8. Biaya int 11
9. Bengkel int 11
10. Penjual int 11
11. Jalan varchar 10 Foreign key
12. Market int 11
13. Jarak float
14. Email_id varchar 20 Foreign key
15. Name_case varchar 20 Foreign key
16. Created_at datetime
17. Dealer Varchar 30
2. Tabel Marker
[image:30.595.126.519.556.725.2]Tabel ini digunakan untuk menyimpan data dealer Honda di Bandar Lampung Table 3.13 Contoh Struktur Tabel Marker
No Atribut Type Length Keterangan
1. Mrk_id int 11 Primary key
2. Nama varchar 30
3. Alamat varchar 200
4. Kecamatan varchar 20 Foreign key
5. Tlpn varchar 12
6. Ktg varchar 20 Foreign key
7. Lat varchar 50
8. Lng varchar 50
3. Tabel kecamatan
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data kecamatan di Kota Bandar Lampung beserta jumlah penduduk.
Table 3.14 Contoh Struktur Tabel Kecamatan
No Atribut Type Length Keterangan
1. k_id Int 11 Primary key
2. kecamatan Varchar 20 Unique
3. Jml_pddk int 20
4. Tabel Kategori
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data kategori dealer Honda di Bandar Lampung.
Table 3.15 Contoh Struktur Tabel Kategori
No Atribut Type Length Keterangan
1. ktg_id int 11 Primary key
2. kategori varchar 20 Unique
5. Tabel Kriteria
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data kriteria beserta bobotnya. Table 3.16 Contoh Struktur Tabel Kriteria
No Atribut Type Length Keterangan
1. Ktid int 11 Primary key
2. kriteria varchar 20
3. bobot decimal (2,2)
6. Tabel Login
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data login.
Table 3.17 Contoh Struktur Tabel Login
No Atribut Type Length Keterangan
1. login_id int 11 Primary key
2. Mobile_number varchar 12
3. password varchar 20
4. name varchar 30 Unique
7. Tabel Kasus
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data kasus. Table 3.18 Contoh Struktur Tabel Kasus
No Atribut Type Length Keterangan
1. Case_id Int 11 Primary key
2. Name_case Varchar 30 Unique
3. hasil Varchar 30
4. Status_case Tinyint 1
5. Date_close Datetime
6. Date_open Datetime
8. Tabel Jalan
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data jenis jalan. Table 3.19 Contoh Struktur Tabel Jalan
No Atribut Type Length Keterangan
1. Jid Int 11 Primary key
2. jalan Varchar 20 Unique
9. Tabel Matrixarfer
[image:32.595.125.522.500.676.2]Tabel ini digunakan untuk menyimpan data hasil survey yang sudah diubah ke nilai fuzzy
Table 3.20 Contoh Struktur Tabel Matrixafter
No Atribut Type Length Keterangan
1. Ma_id Int 11 Primary key
2. Nama Varchar 30
3. C1 Float
4. C2 Float
5. C3 Float
6. C4 Float
7. C5 Float
8. C6 Float
10.Tabel Matrixnormal
Tabel ini digunakan untuk menyimpan hasil perhitungan data hasil survey yang sudah diubah ke nilai fuzzy yang telah tersimpan di tabel matrixafter menggunakan persamaan 2,1 pada Bab 2.
Table 3.21 Contoh Struktur Tabel Matrixnormal
No Atribut Type Length Keterangan
1. Ma_id int 11 Primary key
2. Nama varchar 30
3. C1 float
4. C2 float
5. C3 float
6. C4 float
7. C5 float
8. C6 float
9. C7 float
11.Tabel Hasilnormal
Tabel ini digunakan untuk menyimpan hasil perhitungan normalisasi data yang telah tersimpan di tabel matrixnormal menggunakan persamaan 2,2 pada Bab 2.
Table 3.22 Contoh Struktur Tabel Hasilnormal
No Atribut Type Length Keterangan
1. Ma_id Int 11 Primary key
2. Nama Varchar 30
3. C1 Float
4. C2 Float
5. C3 Float
6. C4 Float
7. C5 Float
8. C6 Float
d. Perancangan Antarmuka
Antarmuka Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Cabang PT. Tunas Dwipa Matra Berbasis SIG dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan penggunanya yaitu tampilan untuk eksekutif, admin dan surveyor.
[image:34.595.229.430.280.455.2]1) Halaman Login
Gambar 3.15 adalah rancangan antarmuka untuk Halaman Login sistem berbasis web.
Gambar 3.15 Halaman Login Sistem Berbasis Web 2) Tampilan Eksekutif
a) Halaman dashboard
Gambar 3.16 adalah rancangan antarmuka untuk halaman dashboard
Gambar 3.16 Halaman Dashboard tampilan Eksekutif b) Halaman DSS
[image:35.595.170.509.428.704.2]Gambar 3.17 adalah rancangan antarmuka untuk halaman DSS tampilan eksekutif.
c) Halaman Case
Gambar 3.18 adalah rancangan antarmuka untuk halaman Case
[image:36.595.170.507.167.363.2]tampilan eksekutif.
Gambar 3.18 Halaman Case tampilan Eksekutif 3) Tampilan Admin
a) Halaman dashboard
Gambar 3.19 adalah rancangan antarmuka untuk halaman dashboard
[image:36.595.173.510.506.729.2]tampilan admin.
b) Halaman Table AHM Dealer Honda
Gambar 3.20 adalah rancangan antarmuka untuk halaman Dealer
[image:37.595.168.504.196.414.2]Honda tampilan admin.
Gambar 3.20 Halaman Dealer Honda Tampilan Admin Insert Dealer Honda
[image:37.595.170.502.517.735.2]Gambar 3.21 adalah rancangan antarmuka untuk halaman Insert Dealer Honda tampilan admin.
c) Halaman Table TDM Survey Weighting Criteria
[image:38.595.168.504.196.415.2]Gambar 3.22 adalah rancangan antarmuka untuk halaman Weighting Criteria tampilan admin.
[image:38.595.170.505.518.734.2]Gambar 3.22 Halaman Weighting Criteria Tampilan Admin Survey result
Gambar 3.23 adalah rancangan antarmuka untuk halaman survey result
tampilan admin.
District
Gambar 3.24 adalah rancangan antarmuka untuk halaman district
[image:39.595.170.505.167.384.2]tampilan admin.
Gambar 3.24 Halaman District Tampilan Admin d) Halaman Kasus
[image:39.595.170.504.503.718.2]Gambar 3.25 adalah rancangan antarmuka untuk halaman kasus tampilan admin.
e) Halaman Table Login
Gambar 3.26 adalah rancangan antarmuka untuk halaman table login
[image:40.595.169.504.166.385.2]tampilan admin.
Gambar 3.26 Halaman Login Tampilan Admin 4) Tampilan Surveyor
a) Halaman Login Surveyor
Gambar 3.27 adalah rancangan antarmuka untuk halaman login
[image:40.595.269.409.515.728.2]tampilan surveyor.
b) Halaman Utama Surveyor
[image:41.595.271.408.165.381.2]Gambar 3.28 adalah rancangan antarmuka untuk halaman utama tampilan surveyor.
Gambar 3.28 Halaman Utama Tampilan Surveyor
c) Halaman input data survey
Gambar 3.29 HalamanTampilan Surveyor
4. Implementasi
kecamatan. Sedangkan pada halaman eksekutif terdapat fungsi menampilkan hasil rekomendasi, menampilkan hasil survey dan menampilkan rute dari posisi pengguna ke lokasi hasil survey. Pada sistem ini fungsi utama yaitu menampilkan hasil rekomendasi. Hasil rekomendasi akan disajikan dalam bentuk tabel dan peta persebaran.
Hasil rekomendasi diperoleh dari perhitungan hasil survey terhadap variabel kriteria dan bobot menggunakan metode SAW yang kemudian disimpan ke dalam database dan kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel dan peta pesebaran. Peta persebaran menggunakan Google Maps API dan fungsi geolocation untuk menampilkan posisi pengguna.
Selanjutnya pembuatan program (koding) sistem berbasis mobile sebagai piranti
input data survey yang nantinya data tersebut akan diolah pada sistem berbasis web. Pada aplikasi mobile ini terdapat fungsi input hasil survey. Hasil survey yang di-input-kan dari aplikasi ini akan masuk ke database MySQL yang sama dengan sistem berbasis web.
5. Pengujian
mendefinisikan kasus uji yang menemukan sejumlah jenis kesalahan, dan mengurangi jumlah kasus uji yang harus dibuat. Pengujian EP dapat digunakan untuk mencari kesalahan pada fungsi, dapat mengetahui kesalahan pada interface
dan kesalahan pada struktur data sehingga dapat mengurangi masalah terhadap nilai masukan. Perancangan kasus uji EP berdasarkan evaluasi kelas equivalence
[image:44.595.108.518.327.636.2]untuk kondisi input yang menggambarkan kumpulan keadaan yang valid atau tidak. Rancangan daftar pengujian dapat dilihat pada Tabel 3.23 , Tabel 3.24 dan Tabel 3.25.
Tabel 3.23 Daftar Pengujian Black Box pada sistem untuk General Manager
No. Kelas Uji
Daftar Pengujian
Kasus Uji Hasil yang Diharapkan 1. Login Input data Login Email=
Password = 1234, Klik tombol login
Masuk ke Halaman
dashboard manager
Email=
Password =12345, Klik tombol login
Menampilkan kotak dialog password salah
2. Fungsi pada halaman DSS
Pengujian
infowindow pada
marker dealer
Honda
Mouseover pada
marker dealer
Honda
Menampilkan
infowindow yang sesuai dengan titik
marker Mouseover pada
marker lokasi survey
Menampilkan
infowindow lokasi survey, bukan dealer
Honda Pengujian pada
menampilkan hasil
rekomendasi
Pilih “Kasus 1” pada select option, klik “View
Recomendation”
Tabel 3.23 Daftar Pengujian Black Box pada sistem untuk General Manager
(Lanjutan) No. Kelas
Uji
Daftar Pengujian
Kasus Uji Hasil yang Diharapkan Pilih “Kasus 1”
pada select option
Tidak ada proses yang terjadi
Pengujian pada menampilkan detail lokasi survey
Klik “Detail” pada lokasi survey yang paling
direkomendasikan
Menampilkan detail dari lokasi survey yang paling direkomendasikan Klik “Detail Calculation’ Menampilkan detail perhitungan, bukan detail lokasi survey 3. Fungsi
pada halaman Case Pengujian pada menampilkan hasil survey berdasarkan kasus
Klik “Detail” pada “Kasus 1”
Menampilkan hasil survey “Kasus 1” Klik “Kasus 1” Tidak ada proses yang
[image:45.595.110.517.398.653.2]terjadi
Tabel 3.24 Daftar Pengujian Black Box pada sistem untuk Admin No. Kelas
Uji
Daftar Pengujian
Kasus Uji Hasil yang Diharapkan 1. Login Input data login Email=
Password = 11111 , Klik tombol login
Masuk ke halaman
dashboard admin
Email=
Password = , Klik tombol login
Tidak dapat masuk ke halaman dashboard
admin (Kolom
password harus diisi) 2. Fungsi
pada halaman TDM Marker Insertmarker dealer Mengisi penuh kolom input dengan data sesuai, klik “Insert Data”
Data tersimpan ke database
Kolom input tidak terisi penuh, klik “Insert Data”
Data tidak tersimpan ke database, kolom input tidak boleh kosong
Pengujian Diharapkan Edit marker
dealer
Ubah kategori dealer, klik “Update”
Data tersimpan ke database
Hapus kolom alamat, klik “Update”
Data tidak tersimpan ke database, kolom input tidak boleh kosong
3. Fungsi pada halaman lokasi survey
Insert lokasi survey
Mengisi penuh kolom input dengan data sesuai, klik “Insert Data”
Data tersimpan ke database
Mengetikan huruf pada kolom nomor telepon
Tidak dapat mengetik huruf pada kolom nomor telepon
Edit lokasi survey
Mengubah kasus dan klik “Update Data”
Data tersimpan ke database
Hapus kolom alamat, klik “Update Data”
Data tidak tersimpan ke database, kolom input tidak boleh kosong
4. Fungsi pada halaman bobot kriteria Edit bobot kriteria
Mengubah bobot menjadi 10%, 20%, 15%, 15%, 10%, 20%, 10%
Data tersimpan ke database
Mengubah bobot menjadi 50%, 20%, 15%, 25%, 10%, 20%, 10%
Data tidak tersimpan ke database 4. Fungsi
pada halaman kecamatan
Insert data kecamatan
Kecamatan = Tanjung Senang, Jumlah Penduduk= 83928
Tabel 3.24 Daftar Pengujian Black Box pada sistem untuk Admin (Lanjutan) No. Kelas
Uji
Daftar Pengujian
Kasus Uji Hasil yang Diharapkan Kecamatan = Tanjung Senang, Jumlah Penduduk= jdkasjdkas Tidak dapat mengetikan huruf pada kolom jumlah penduduk Edit data kecamatan Ubah jumlah penduduk= 92201. Klik “Update”
Data tersimpan ke database Ubah jumlah penduduk= csnkcsnk. Klik “Update” Tidak dapat mengetikan huruf pada kolom jumlah penduduk
5. Fungsi pada halaman kasus
Ubah status kasus
Klik edit, ubah
select option status menjadi close, isi
result. Klik “Update”
Status kasus berubah menjadi close
Klik edit. Tidak mengubah select option status. Klik “Update”
Status kasus tidak berubah menjadi
close
6. Fungsi pada halaman surveyor
Insert data surveyor Nama=cindy, email= [email protected], mobile phone= 089637576582, password= 123456, retype password= 123456
Data tersimpan ke database Nama=cindy, email= [email protected], mobile phone= 089637576582, password= 123456, retype password= 1234567
Data tidak tersimpan ke database, muncul kotak dialog
password tidak sama
Tabel 3.24 Daftar Pengujian Black Box pada sistem untuk Surveyor No. Kelas Uji Daftar
Pengujian
Kasus Uji Hasil yang Diharapkan 1. Login Input data lgin Email : [email protected],
pw : gimbal, klik “Login”
Masuk ke halaman utama surveyor Email : [email protected],
pw : klik “Login”
Muncul kotak dialog “Please input correct password” 2. Tambah
data baru
Tambah data koordinat
GPS hidup, Klik “Get Location”
Kolom latitude dan longitude akan terisi koordinat lokasi GPS mati, Klik “Get
Location” Mengalihkan ke halaman kontrol GPS Tambah data lokasi
Mengisi semua kolom dengan benar, klik “Add Data”
Data tersimpan ke database
Nama Lokasi sama dengan data pada database
Data tidak dapat tersimpan ke database 3. Edit data Edit data
lokasi
Mengubah kecamatan, klik “save”
Data tersimpan ke database
Hapus kolom nama lokasi, klik “save”
3.2.3 Jadwal Kegiatan Penelitian
Tabel 3.25 Jadwal Kegiatan Penelitian
Kegiatan
Tahun 2015
September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Pengumpulan Data
2. Analisis
- Analisis Kebutuhan Sistem
- Pengolahan Data Manual
3. Desain sistem dan antarmuka
4. Implementasi a. Implementasi
Database b. Implementasi
sistem web c. Implementasi
sistem mobile
5. Pengujian
3.2.4 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Data Primer
Data Primer yang dibutuhkan berupa data atribut dan spasial dealer Honda di Bandar Lampung dan faktor-faktor penentu lokasi penempatan cabang baru PT. Tunas Dwipa Matra.
2. Data Sekunder