BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research),
karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan
bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang
diinginkan dapat dicapai.
Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian tindakan kolaboratif, dimana
peneliti bekerja sama dengan rekan sejawat, yaitu Guru Kelas VI SDN 1
Kutadalom. Tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkan
aktivitas pembelajaran di kelas. Semua yang tergabung dalam penelitian ini
terlibat langsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, dan
refleksi. Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini peranannya tidak dominan dan
sangat kecil. Penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang
berkesinambungan. Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi
refleksi, perencanaan, pelaksanaan, dan observasi.
3.1. Setting Penelitian
3.1.1 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran
2011/2012.
3.1.2 Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan
penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini
bertempat di SDN 1 Kutadalom Kecamatan Waylima Kabupaten
Pesawaran.
Subyek penelitian adalah guru sebagai peneliti, teman sejawat sebagai
pengamat, dan siswa-siswa kelas V SDN 1 Kutadalom yang berjumlah 17
orang yang terdiri atas laki-laki 10 orang dan perempuan 7 orang.
3.3. Teknik dan Alat Pengumpulan Data a. Tes
Tes dalam penelitian ini merupakan alat ukur untuk mengetahui hasil belajar
dan tingkat keberhasilan siswa pada setiap kompetensi dasar berdasarkan
indikator. Tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda berjumlah 25 butir,
dan soal uraian berjumlah 5 butir yang harus dijawab secara tertulis.
b. Observasi
Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama
pembelajaran menggunakan strategi LSQ dengan Media Edutainment Game
pada mata pelajaran IPS kelas V. Pengumpulan data aktivitas guru dan
aktivitas guru digunakan lembar observasi yang dilakukan dengan cara
memberi skor pada setiap aspek/indikator yang dilakukan siswa dan guru
selama proses pembelajaran.
Aspek dan indikator penilaian aktivitas belajar siswa yang diamati dalam
penelitian ini adalah:
1. Interaksi siswa dengan guru selama proses pembelajaran, indikatornya
melaksanakan instruksi/perintah guru, mendengarkan penjelasan guru
dengan seksama, dan menghormati dan menghargai guru.
2. Interaksi antarsiswa selama proses pembelajaran, indikatornya
menghargai pendapat teman, berinteraksi dengan teman secara baik, dan
tidak mengganggu teman.
3. Aktivitas siswa dalam kelompok, indikatornya berdiskusi menemukan
hal-hal yang belum dimengerti, bekerja sama dalam memecahkan
masalah dalam kelompok, dan saling mendukung antarsiswa dalam
kelompok.
4. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, indikatornya mengajukan
pertanyaan/ide, mengemukakan pendapat atau menjawab pertanyaan,
5. Motivasi siswa dalam pembelajaran, indikatornya antusias/semangat
dalam mengikuti pembelajaran, tertib dan segera melaksanakan instruksi
dari guru, dan menampakkan keceriaan dalam pembelajaran
Sedangkan aspek penilaian aktivitas guru yang diamati dalam penelitian
ini meliputi 8 aspek. Tiap aspek terdiri dari 3 indikator yang diadopsi
dari IPKG IPKG Pelaksanaan program PKM S-1 Dalam Jabatan FKIP
Universitas Lampung, yaitu:
1. Pra pembelajaran
2. Penguasaan materi pelajaran
3. Pendekatan/strategi pembelajaran
4. Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran
5. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
6. Penilaian proses dan hasil belajar
7. Penggunaan bahasa
8. Kegiatan Penutup
3.4. Validasi data
Untuk kepentingan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik
validitas content (validitas isi). Tes yang diberikan kepada siswa harus
sesuai dengan isi kurikulum dan materi pembelajaran yang disampaikan oleh
guru. Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep IPS tentang
tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang yang telah
dipelajari selama ini. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran.
3.5. Analisis data
Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran
perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis
deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Untuk menganalisis
tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses
evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini
dihitung dengan menggunakan statistik sederhana, yaitu:
1. Data Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa diperoleh dari nilai tes formatif berupa soal pilihan
ganda dan uraian. Soal pilihan ganda sebanyak 25 butir, tiap butir jika
dijawab benar diberi skor 1 sehingga skor maksimal pilihan ganda
adalah 25. Sedangkan soal uraian berjumlah 5 butir. Skor tiap item
disesuaikan dengan tingkat kesukaran dan kompleksitasnya. Skor
maksimal soal uraian adalah 20. Sehingga skor maksimal keseluruhan
adalah 45. Jadi, nilai yang diperoleh peserta didik untuk satu tes formatif
dihitung dengan rumus:
Nilai akhir yang diperoleh siswa merupakan deskripsi tentang tingkat
atau persentase penguasaan kompetensi dasar dalam materi pelajaran
IPS pada penelitian ini. Misalnya, nilai 65 dapat diinterpretasikan siswa
tersebut telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan kompetensi
dasar mata pelajaran IPS pada penelitian ini.
Data hasil belajar siswa setiap siklus akan dianalisis dengan cara sebagai
[image:4.595.151.514.620.738.2]berikut.
Tabel 2. Format lembar analisis hasil belajar siswa
No Nama Siswa PG
Uraian Total Skor Nilai
%
Hasil Belajar Keterangan
1 2 3 4 5
1 2
Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata kelas
Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Persentase ketuntasan
x 100 Skor perolehan
Proses analisis yang dilakukan terhadap data hasil belajar siswa sebagai
berikut:
a. Nilai yang diperoleh siswa berupa nilai tes formatif.
b. Kolom total skor adalah skor pilihan ganda ditambah uraian
c. Kolom Nilai diisi dengan menggunakan rumus:
d. Persentase hasil belajar diisi dengan Nilai dikali 100%.
e. Nilai tertinggi diisi dengan nilai akhir dari semua siswa yang
tertinggi.
f. Nilai terendah diisi dengan nilai akhir dari semua siswa yang
terendah.
g. Rata-rata kelas diisi dengan menjumlahkan nilai akhir semua
siswa dibagi jumlah siswa.
h. Jumlah siswa yang tuntas diisi dengan jumlah siswa yang nilai
akhirnya sudah mencapai batas minimal ketuntasan yang
i. Jumlah siswa yang belum tuntas diisi dengan jumlah siswa yang
nilai akhirnya belum mencapai batas minimal ketuntasan yang
j. Persentase ketuntasan diisi dengan menggunakan rumus:
k. Keterangan diisi dengan kriteria berdasarkan rentangan berikut:
N = Persentase nilai akhir
l. Ketuntasan diisi apabila nilai akhir < 68 berarti belum tuntas, x 100
Jumlah Siswa yang tuntas
Jumlah siswa
x 100 Skor perolehan
2. Data Aktivitas Belajar Siswa
Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dimati dan dicatat dalam
lembar observasi. Data observasi diperoleh dari setiap siklus. Data
observasi aktivitas belajar siswa pada setiap siklus akan dianalisis
[image:6.595.157.510.220.312.2]dengan cara sebagai berikut.
Tabel 3. Format Lembar analisis aktivitas belajar siswa
No Nama Siswa
Aspek yang diamati
Jml. Skor % Aktivitas per siswa Ket
1 2 3 4 5
1 2 3
% Keaktivan Siswa (Klasikal)
Proses analisis yang dilakukan terhadap data aktivitas belajar siswa
sebagai berikut.
1. Setiap siswa memperoleh skor dari aktivitas yang dilakukan sesuai
dengan aspek yang diamati. Skor minimum 0, skor maksimal 3.
[image:6.595.173.513.544.753.2]Kriteria penilaian aktivitas belajar siswa sebagai berikut.
Tabel 4. Aspek dan kriteria penilaian aktivitas belajar siswa
No Aspek Indikator
1 Interaksi siswa dengan guru selama proses pembelajaran
a. melaksanakan instruksi/perintah guru b. mendengarkan penjelasan guru dengan
seksama
c. menghormati dan menghargai guru. 2 Interaksi antarsiswa
selama proses pembelajaran
a. menghargai pendapat teman
b. berinteraksi dengan teman secara baik c. tidak mengganggu teman.
3 Aktivitas siswa dalam kelompok
a. berdiskusi menemukan hal-hal yang belum dimengerti
b. bekerja sama dalam memecahkan masalah dalam kelompok
c. saling mendukung antarsiswa dalam kelompok.
4 Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran
a. mengajukan pertanyaan/ide b. mengemukakan pendapat atau
menjawab pertanyaan
guru dengan baik 5 Motivasi siswa dalam
pembelajaran
a. antusias/semangat dalam mengikuti pembelajaran
b. tertib dan segera melaksanakan instruksi dari guru
c. menampakkan keceriaan dalam pembelajaran
Kriteria penilaian:
- Nilai 3, jika semua (3) indikator masing-masing aspek terpenuhi
- Nilai 2, jika dua indikator masing-masing aspek terpenuhi
- Nilai 1, jika satu indikator masing-masing aspek terpenuhi
- Nilai 0, jika tidak indikator masing-masing aspek terpenuhi
Skor maksimal adalah jumlah semua indikator yaitu 15.
2. Jumlah skor adalah penjumlahan skor setiap aspek yang
diperoleh.
3. Persentase aktivitas per siswa dihitung dengan rumus:
4. Keaktivan diisi dengan jumlah seluruh persentase aktivitas per
siswa dibagi dengan jumlah siswa.
5. Keterangan diisi dengan kriterian berdasarkan rentangan berikut:
< 40% menyatakan Tidak aktif
N= Persentase perolehan skor per siswa
3. Data Aktivitas Guru
Lembar pengamatan aktivitas guru ada 8 aspek yang diamati. Tiap aspek
terdiri dari 3 indikator yang diadopsi dari IPKG Pelaksanaan program
PKM S-1 Dalam Jabatan FKIP Universitas Lampung. Data observasi
aktivitas guru akan dianalisis dengan cara sebagai berikut: x 100%
Skor perolehan
Tabel 5. Format lembar pengamatan aktivitas guru
No Aspek yang diamati Skor Ket
1 Pra pembelajaran
2 Penguasaan materi pelajaran 3 Pendekatan/strategi pembelajaran 4 Pemanfaatan sumber belajar/media
pembelajaran
5 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
6 Penilaian proses dan hasil belajar 7 Penggunaan bahasa
8 Kegiatan Penutup Jumlah skor keseluruhan
% Keaktivan
Proses analisis yang dilakukan terhadap data aktivitas guru sebagai
berikut.
1. Guru memperoleh skor dari tiap aspek yang diamati. Skor
minimum 0, skor maksimal 3. Kriteria penilaian aktivitas guru
[image:8.595.176.515.489.753.2]sebagai berikut.
Tabel 6. Aspek dan kriteria penilaian aktivitas guru
No Aspek Indikator
1 Pra pembelajaran a. Mempersiapkan siswa untuk belajar b. Melakukan kegiatan apersepsisi c. Memberikan motivasi dan menjelaskan
tujan pembelajaran 2 Penguasaan materi
pelajaran
a. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
b. Mengaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan
c. Menyampaikan materi dengan jelas, sesuai dengan hierarki belajar dan karakteristik
3 Pendekatan/strategi pembelajaran
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai
b. Menguasai kelas
c. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
4 Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran
a. Menggunakan media secara efektif dan efisien
media 5 Pembelajaran yang
memicu dan memelihara keterlibatan siswa
a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
b. Menumbuhkan kecerian siswa dalam belajar
c. Menumbuhkan antusiasme siswa dalam belajar
6 Penilaian proses dan hasil belajar
a. Memantau kemajuan belajar selama proses
b. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) c. Memberikan reward/penghargaan
kepada siswa
7 Penggunaan bahasa a. Menggunakan bahasa lisan secara jelas, baik, dan benar
b. Menggunakan bahasa tulis secara jelas, baik, dan benar
c. Menyampaikan pesan dalam dengan gaya yang sesuai
8 Melakukan kegiatan penutup
a. Melakukan refleksi dengan melibatkan siswa
b. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas
Kriteria penilaian:
- Nilai 3, jika semua (3) indikator masing-masing aspek terpenuhi
- Nilai 2, jika dua indikator masing-masing aspek terpenuhi
- Nilai 1, jika satu indikator masing-masing aspek terpenuhi
- Nilai 0, jika tidak indikator masing-masing aspek terpenuhi
Skor maksimal adalah jumlah semua indikator yaitu 24.
2. Jumlah skor perolehan adalah penjumlahan dari skor semua
aspek yang diperoleh.
3. Persentase aktivitas guru dihitung dengan rumus:
4. Keterangan untuk persentase keaktivan diisi dengan kriteria
berdasarkan rentangan berikut:
Jumlah skor perolehan semua aspek
N= Persentase keaktivan
3.6. Indikator kinerja
Indikator kinerja dalam penelitian ini berhasil jika, terjadi peningkatan
yang signifikan terhadap aktifitas dan hasil belajar serta ketuntasan belajar
sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, pada mata
pelajaran IPS tentang tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan
Jepang, menggunakan strategi LSQ dengan media Edutainment Game dari
siklus per siklus.
Peningkatan aktivitas dan hasil belajar serta ketuntasan belajar siswa
menggunakan strategi LSQ dengan media Edutainment Game dikatakan
meningkat secara signifikan, manakala dari hasil evaluasi diakhir tindakan
penelitian (siklus), seluruh siswa atau secara klasikal 85% dari siswa telah
berhasil mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah
ditetapkan untuk mata pelajaran IPS tentang tokoh-tokoh pejuang masa
penjajahan Belanda dan Jepang kelas V SDN 1 Kutadalom Tahun
Pelajaran 2011/2012 sebesar 68. Dan dengan begitu berarti menandai
berakhirnya siklus pelaksanaan program tindakan.
3.7. Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
merupakan suatu bentuk penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri
yang dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti,
seperti guru, siswa, atau kepala sekolah dalam situasi sosial, termasuk
situasi pendidikan.
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,
maka penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh
Hopkins (1993:48) dalam Aqib (2007:31), yang dinamakan Spiral
Tindakan Kelas yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang
tindakan (action) pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).
Siklus ini akan dihentikan jika hasil penelitian ini sudah memenuhi
indikator kinerja yang telah ditetapkan. Siklus spiral dari tahap-tahap
[image:11.595.129.504.398.706.2]penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 6. Siklus Spiral Penelitian Tindakan Kelas
Refleksi Awal
Rencana Tindakan &
Observasi
Refleksi I
Rencana Tindakan &
Observasi
Penjelasan alur di atas adalah:
1. Refleksi
Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau
disadari oleh guru, yang jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi proses
dan hasil belajar siswa. Jadi, dalam tahap ini peneliti mengidentifikasi
masalah yang terjadi di kelas V SDN 1 Kutadalom.
2. Rencana
Sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah,
tujuan perbaikan, dan membuat rencana perbaikan pembelajaran, termasuk
di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. Peneliti
juga menyiapkan media pembelajaran yaitu media Edutainment Game
.
3. Pelaksanaan dan pengamatan/observasi
Pelaksanaan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh
peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa, serta
mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya pembelajaran
menggunakan strategi LSQ dengan media Edutainment Game pada mata
pelajaran IPS tentang tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan
Jepang. Pada tahap pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPS tentang
tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang dibuat dalam tiga
pertemuan. Adapun tahapan tersebut adalah :
Pertemuan ke-1
A. Kegiatan awal
- Apersepsi
- Motivasi
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Mengkondisikan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran
Pada pertemuan ke-1 difokuskan pada pemahaman konsep IPS tentang
tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang. Peneliti
menggunakan strategi Learning Start with a Question (LSQ).
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Siswa dibagi dalam tiga kelompok.
2. Guru membagikan bahan ajar IPS tentang tokoh-tokoh pejuang
masa penjajahan Belanda dan Jepang kepada setiap siswa dalam
kelompok masing-masing.
3. Guru meminta siswa untuk mempelajari bahan ajar tersebut
bersama kelompok masing-masing.
4. Setiap siswa dalam kelompok menentukan bagian mana yang
belum dimengerti dengan menggarisbawahi atau menuliskan
pertanyaan.
5. Secara berkelompok siswa mendiskusikan bagian yang sudah
digarisbawahi atau pertanyaan yang telah dibuat.
6. Pertanyaan yang belum terpecahkan dalam kelompoknya,
kemudian didiskusikan bersama-sama dalam satu kelas.
7. Peserta didik dalam kelompok lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan pendapat terhadap pertanyaan kelompok lain.
8. Pertanyaan yang belum terpecahkan dalam diskusi kelompok
kemudian diinventarisir oleh guru untuk dijelaskan.
9. Guru menjelaskan pertanyaan yang sudah diinventarisir tersebut.
10. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti.
11. Bersama siswa membahas dan menyimpulkan hasil diskusi dan
membimbing siswa untuk memahami materi pelajaran yang sudah
berlangsung.
12. wa yang aktif
dalam diskusi.
1. Guru meminta peserta didik merefleksikan hal-hal yang telah
dipelajari.
2. Guru memberi tugas pengayaan untuk membaca dan
memahami materi pelajaran yang telah dipelajari, serta
menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan
selanjutnya.
Pada tahap ini observer/pengamat melakukan pengamatan untuk
mengamati aktivitas/kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran
menggunakan Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa.
Pertemuan ke-2
A. Kegiatan awal
- Apersepsi
- Motivasi
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Mengkondisikan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran
B. Kegiatan Inti
Pada pertemuan ke-2, difokuskan pada penggunaan media
Edutainment Game pada materi IPS tentang tokoh-tokoh pejuang
masa penjajahan Belanda dan Jepang.
Langkah-langkahnya :
1. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok.
2. Guru menyiapkan 3 (tiga) unit laptop yang berisi media
Edutainment Game tentang tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang yang sudah dibuat sedemikian
rupa seperti game.
3. Guru menjelaskan langkah-langkah dan tujuan bermain game.
4. Secara bergantian peserta didik dalam kelompok diberi
5. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menanyakan hal-hal yang belum dimengerti.
6.
siswa yang mampu mencapai skor tertinggi tiap levelnya.
7. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti
oleh peserta didik.
8. Bersama siswa membahas dan menyimpulkan hasil kegiatan
bermain game dan membimbing peserta didik untuk
memahami materi pelajaran.
C. Kegiatan Akhir
1. Guru meminta peserta didik merefleksikan hal-hal yang telah
dipelajari.
2. Guru memberi tugas pengayaan untuk membaca dan
memahami materi pelajaran yang telah dipelajari, serta
menginformasikan ulangan pada pertemuan selanjutnya.
Pada tahap ini observer/pengamat juga melakukan pengamatan untuk
mengamati aktivitas/kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran
menggunakan Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa.
Pertemuan ke-3
A. Kegiatan awal
- Apersepsi
- Motivasi
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Mengkondisikan siswa agar siap mengikuti ulangan
B. Kegiatan Inti
Pada pertemuan ke-3, diadakan ulangan materi IPS tentang
tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang. Soal-soal uji
kompetensi terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda, dan 5 butir soal
Langkah-langkahnya :
1. Guru menyiapkan dan membagikan lembar soal dan lembar
jawaban.
2. Guru menjelaskan tata tertib ulangan kepada peserta didik.
3. Peserta didik mengerjakan soal-soal tersebut selama 45 menit.
4. Setelah peserta didik mengerjakan ulangan dilakukan koreksi
silang.
5. Guru memberika
(tiga) orang peserta didik yang mendapat nilai tertinggi.
C. Kegiatan Akhir
1. Guru meminta peserta didik merefleksikan hal-hal yang telah
dilaksanakan.
2. Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan selanjutnya.
Pada tahap ini observer/pengamat juga melakukan pengamatan untuk
mengamati aktivitas/kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran
menggunakan Lembar Aktivitas Kegiatan Guru dan Siswa.
4. Refleksi
Pada tahap ini peneliti melihat, mengkaji dan mempertimbangkan hasil
atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar
pengamatan aktivitas guru dan siswa yang diisi oleh pengamat.
Berdasarkan hasil refleksi peneliti bersama observer/pengamat membuat
rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya apabila
3.8. JADWAL PENELITIAN
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Prapenelitian/TesAwal
2 Persiapan
- Identifikasi Masalah - Penyusunan Proposal - Seminar
- Penyusunan Tindakan 3 Pelaksanaan Siklus I
- Perencanaan - Pelaksanaan - Observasi - Analisis Data - Refleksi
4 Pelaksanaan Siklus II - Perencanaan - Pelaksanaan - Observasi - Analisis Data - Refleksi
4 Penyusunan Hasil Laporan 5 Pelaporan
April Mei Juni
No Kegiatan