• No results found

Text BAB I pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text BAB I pdf"

Copied!
17
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research),

karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan

bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang

diinginkan dapat dicapai.

Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian tindakan kolaboratif, dimana

peneliti bekerja sama dengan rekan sejawat, yaitu Guru Kelas VI SDN 1

Kutadalom. Tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkan

aktivitas pembelajaran di kelas. Semua yang tergabung dalam penelitian ini

terlibat langsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, dan

refleksi. Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini peranannya tidak dominan dan

sangat kecil. Penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang

berkesinambungan. Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi

refleksi, perencanaan, pelaksanaan, dan observasi.

3.1. Setting Penelitian

3.1.1 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran

2011/2012.

3.1.2 Tempat Penelitian

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan

penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini

bertempat di SDN 1 Kutadalom Kecamatan Waylima Kabupaten

Pesawaran.

(2)

Subyek penelitian adalah guru sebagai peneliti, teman sejawat sebagai

pengamat, dan siswa-siswa kelas V SDN 1 Kutadalom yang berjumlah 17

orang yang terdiri atas laki-laki 10 orang dan perempuan 7 orang.

3.3. Teknik dan Alat Pengumpulan Data a. Tes

Tes dalam penelitian ini merupakan alat ukur untuk mengetahui hasil belajar

dan tingkat keberhasilan siswa pada setiap kompetensi dasar berdasarkan

indikator. Tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda berjumlah 25 butir,

dan soal uraian berjumlah 5 butir yang harus dijawab secara tertulis.

b. Observasi

Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama

pembelajaran menggunakan strategi LSQ dengan Media Edutainment Game

pada mata pelajaran IPS kelas V. Pengumpulan data aktivitas guru dan

aktivitas guru digunakan lembar observasi yang dilakukan dengan cara

memberi skor pada setiap aspek/indikator yang dilakukan siswa dan guru

selama proses pembelajaran.

Aspek dan indikator penilaian aktivitas belajar siswa yang diamati dalam

penelitian ini adalah:

1. Interaksi siswa dengan guru selama proses pembelajaran, indikatornya

melaksanakan instruksi/perintah guru, mendengarkan penjelasan guru

dengan seksama, dan menghormati dan menghargai guru.

2. Interaksi antarsiswa selama proses pembelajaran, indikatornya

menghargai pendapat teman, berinteraksi dengan teman secara baik, dan

tidak mengganggu teman.

3. Aktivitas siswa dalam kelompok, indikatornya berdiskusi menemukan

hal-hal yang belum dimengerti, bekerja sama dalam memecahkan

masalah dalam kelompok, dan saling mendukung antarsiswa dalam

kelompok.

4. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, indikatornya mengajukan

pertanyaan/ide, mengemukakan pendapat atau menjawab pertanyaan,

(3)

5. Motivasi siswa dalam pembelajaran, indikatornya antusias/semangat

dalam mengikuti pembelajaran, tertib dan segera melaksanakan instruksi

dari guru, dan menampakkan keceriaan dalam pembelajaran

Sedangkan aspek penilaian aktivitas guru yang diamati dalam penelitian

ini meliputi 8 aspek. Tiap aspek terdiri dari 3 indikator yang diadopsi

dari IPKG IPKG Pelaksanaan program PKM S-1 Dalam Jabatan FKIP

Universitas Lampung, yaitu:

1. Pra pembelajaran

2. Penguasaan materi pelajaran

3. Pendekatan/strategi pembelajaran

4. Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran

5. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

6. Penilaian proses dan hasil belajar

7. Penggunaan bahasa

8. Kegiatan Penutup

3.4. Validasi data

Untuk kepentingan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik

validitas content (validitas isi). Tes yang diberikan kepada siswa harus

sesuai dengan isi kurikulum dan materi pembelajaran yang disampaikan oleh

guru. Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai,

digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep IPS tentang

tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang yang telah

dipelajari selama ini. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran.

3.5. Analisis data

Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran

perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis

deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Untuk menganalisis

tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses

(4)

evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini

dihitung dengan menggunakan statistik sederhana, yaitu:

1. Data Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa diperoleh dari nilai tes formatif berupa soal pilihan

ganda dan uraian. Soal pilihan ganda sebanyak 25 butir, tiap butir jika

dijawab benar diberi skor 1 sehingga skor maksimal pilihan ganda

adalah 25. Sedangkan soal uraian berjumlah 5 butir. Skor tiap item

disesuaikan dengan tingkat kesukaran dan kompleksitasnya. Skor

maksimal soal uraian adalah 20. Sehingga skor maksimal keseluruhan

adalah 45. Jadi, nilai yang diperoleh peserta didik untuk satu tes formatif

dihitung dengan rumus:

Nilai akhir yang diperoleh siswa merupakan deskripsi tentang tingkat

atau persentase penguasaan kompetensi dasar dalam materi pelajaran

IPS pada penelitian ini. Misalnya, nilai 65 dapat diinterpretasikan siswa

tersebut telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan kompetensi

dasar mata pelajaran IPS pada penelitian ini.

Data hasil belajar siswa setiap siklus akan dianalisis dengan cara sebagai

[image:4.595.151.514.620.738.2]

berikut.

Tabel 2. Format lembar analisis hasil belajar siswa

No Nama Siswa PG

Uraian Total Skor Nilai

%

Hasil Belajar Keterangan

1 2 3 4 5

1 2

Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata kelas

Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Persentase ketuntasan

x 100 Skor perolehan

(5)

Proses analisis yang dilakukan terhadap data hasil belajar siswa sebagai

berikut:

a. Nilai yang diperoleh siswa berupa nilai tes formatif.

b. Kolom total skor adalah skor pilihan ganda ditambah uraian

c. Kolom Nilai diisi dengan menggunakan rumus:

d. Persentase hasil belajar diisi dengan Nilai dikali 100%.

e. Nilai tertinggi diisi dengan nilai akhir dari semua siswa yang

tertinggi.

f. Nilai terendah diisi dengan nilai akhir dari semua siswa yang

terendah.

g. Rata-rata kelas diisi dengan menjumlahkan nilai akhir semua

siswa dibagi jumlah siswa.

h. Jumlah siswa yang tuntas diisi dengan jumlah siswa yang nilai

akhirnya sudah mencapai batas minimal ketuntasan yang

i. Jumlah siswa yang belum tuntas diisi dengan jumlah siswa yang

nilai akhirnya belum mencapai batas minimal ketuntasan yang

j. Persentase ketuntasan diisi dengan menggunakan rumus:

k. Keterangan diisi dengan kriteria berdasarkan rentangan berikut:

    

N = Persentase nilai akhir

l. Ketuntasan diisi apabila nilai akhir < 68 berarti belum tuntas, x 100

Jumlah Siswa yang tuntas

Jumlah siswa

x 100 Skor perolehan

(6)

2. Data Aktivitas Belajar Siswa

Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dimati dan dicatat dalam

lembar observasi. Data observasi diperoleh dari setiap siklus. Data

observasi aktivitas belajar siswa pada setiap siklus akan dianalisis

[image:6.595.157.510.220.312.2]

dengan cara sebagai berikut.

Tabel 3. Format Lembar analisis aktivitas belajar siswa

No Nama Siswa

Aspek yang diamati

Jml. Skor % Aktivitas per siswa Ket

1 2 3 4 5

1 2 3

% Keaktivan Siswa (Klasikal)

Proses analisis yang dilakukan terhadap data aktivitas belajar siswa

sebagai berikut.

1. Setiap siswa memperoleh skor dari aktivitas yang dilakukan sesuai

dengan aspek yang diamati. Skor minimum 0, skor maksimal 3.

[image:6.595.173.513.544.753.2]

Kriteria penilaian aktivitas belajar siswa sebagai berikut.

Tabel 4. Aspek dan kriteria penilaian aktivitas belajar siswa

No Aspek Indikator

1 Interaksi siswa dengan guru selama proses pembelajaran

a. melaksanakan instruksi/perintah guru b. mendengarkan penjelasan guru dengan

seksama

c. menghormati dan menghargai guru. 2 Interaksi antarsiswa

selama proses pembelajaran

a. menghargai pendapat teman

b. berinteraksi dengan teman secara baik c. tidak mengganggu teman.

3 Aktivitas siswa dalam kelompok

a. berdiskusi menemukan hal-hal yang belum dimengerti

b. bekerja sama dalam memecahkan masalah dalam kelompok

c. saling mendukung antarsiswa dalam kelompok.

4 Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran

a. mengajukan pertanyaan/ide b. mengemukakan pendapat atau

menjawab pertanyaan

(7)

guru dengan baik 5 Motivasi siswa dalam

pembelajaran

a. antusias/semangat dalam mengikuti pembelajaran

b. tertib dan segera melaksanakan instruksi dari guru

c. menampakkan keceriaan dalam pembelajaran

Kriteria penilaian:

- Nilai 3, jika semua (3) indikator masing-masing aspek terpenuhi

- Nilai 2, jika dua indikator masing-masing aspek terpenuhi

- Nilai 1, jika satu indikator masing-masing aspek terpenuhi

- Nilai 0, jika tidak indikator masing-masing aspek terpenuhi

Skor maksimal adalah jumlah semua indikator yaitu 15.

2. Jumlah skor adalah penjumlahan skor setiap aspek yang

diperoleh.

3. Persentase aktivitas per siswa dihitung dengan rumus:

4. Keaktivan diisi dengan jumlah seluruh persentase aktivitas per

siswa dibagi dengan jumlah siswa.

5. Keterangan diisi dengan kriterian berdasarkan rentangan berikut:

 < 40% menyatakan Tidak aktif

  

N= Persentase perolehan skor per siswa

3. Data Aktivitas Guru

Lembar pengamatan aktivitas guru ada 8 aspek yang diamati. Tiap aspek

terdiri dari 3 indikator yang diadopsi dari IPKG Pelaksanaan program

PKM S-1 Dalam Jabatan FKIP Universitas Lampung. Data observasi

aktivitas guru akan dianalisis dengan cara sebagai berikut: x 100%

Skor perolehan

(8)
[image:8.595.153.438.119.276.2]

Tabel 5. Format lembar pengamatan aktivitas guru

No Aspek yang diamati Skor Ket

1 Pra pembelajaran

2 Penguasaan materi pelajaran 3 Pendekatan/strategi pembelajaran 4 Pemanfaatan sumber belajar/media

pembelajaran

5 Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

6 Penilaian proses dan hasil belajar 7 Penggunaan bahasa

8 Kegiatan Penutup Jumlah skor keseluruhan

% Keaktivan

Proses analisis yang dilakukan terhadap data aktivitas guru sebagai

berikut.

1. Guru memperoleh skor dari tiap aspek yang diamati. Skor

minimum 0, skor maksimal 3. Kriteria penilaian aktivitas guru

[image:8.595.176.515.489.753.2]

sebagai berikut.

Tabel 6. Aspek dan kriteria penilaian aktivitas guru

No Aspek Indikator

1 Pra pembelajaran a. Mempersiapkan siswa untuk belajar b. Melakukan kegiatan apersepsisi c. Memberikan motivasi dan menjelaskan

tujan pembelajaran 2 Penguasaan materi

pelajaran

a. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran

b. Mengaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan

c. Menyampaikan materi dengan jelas, sesuai dengan hierarki belajar dan karakteristik

3 Pendekatan/strategi pembelajaran

a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

b. Menguasai kelas

c. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan

4 Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran

a. Menggunakan media secara efektif dan efisien

(9)

media 5 Pembelajaran yang

memicu dan memelihara keterlibatan siswa

a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

b. Menumbuhkan kecerian siswa dalam belajar

c. Menumbuhkan antusiasme siswa dalam belajar

6 Penilaian proses dan hasil belajar

a. Memantau kemajuan belajar selama proses

b. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) c. Memberikan reward/penghargaan

kepada siswa

7 Penggunaan bahasa a. Menggunakan bahasa lisan secara jelas, baik, dan benar

b. Menggunakan bahasa tulis secara jelas, baik, dan benar

c. Menyampaikan pesan dalam dengan gaya yang sesuai

8 Melakukan kegiatan penutup

a. Melakukan refleksi dengan melibatkan siswa

b. Membuat rangkuman dengan melibatkan siswa

c. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas

Kriteria penilaian:

- Nilai 3, jika semua (3) indikator masing-masing aspek terpenuhi

- Nilai 2, jika dua indikator masing-masing aspek terpenuhi

- Nilai 1, jika satu indikator masing-masing aspek terpenuhi

- Nilai 0, jika tidak indikator masing-masing aspek terpenuhi

Skor maksimal adalah jumlah semua indikator yaitu 24.

2. Jumlah skor perolehan adalah penjumlahan dari skor semua

aspek yang diperoleh.

3. Persentase aktivitas guru dihitung dengan rumus:

4. Keterangan untuk persentase keaktivan diisi dengan kriteria

berdasarkan rentangan berikut:

   

Jumlah skor perolehan semua aspek

(10)

N= Persentase keaktivan

3.6. Indikator kinerja

Indikator kinerja dalam penelitian ini berhasil jika, terjadi peningkatan

yang signifikan terhadap aktifitas dan hasil belajar serta ketuntasan belajar

sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, pada mata

pelajaran IPS tentang tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan

Jepang, menggunakan strategi LSQ dengan media Edutainment Game dari

siklus per siklus.

Peningkatan aktivitas dan hasil belajar serta ketuntasan belajar siswa

menggunakan strategi LSQ dengan media Edutainment Game dikatakan

meningkat secara signifikan, manakala dari hasil evaluasi diakhir tindakan

penelitian (siklus), seluruh siswa atau secara klasikal 85% dari siswa telah

berhasil mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah

ditetapkan untuk mata pelajaran IPS tentang tokoh-tokoh pejuang masa

penjajahan Belanda dan Jepang kelas V SDN 1 Kutadalom Tahun

Pelajaran 2011/2012 sebesar 68. Dan dengan begitu berarti menandai

berakhirnya siklus pelaksanaan program tindakan.

3.7. Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

merupakan suatu bentuk penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri

yang dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti,

seperti guru, siswa, atau kepala sekolah dalam situasi sosial, termasuk

situasi pendidikan.

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,

maka penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh

Hopkins (1993:48) dalam Aqib (2007:31), yang dinamakan Spiral

Tindakan Kelas yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang

(11)

tindakan (action) pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).

Siklus ini akan dihentikan jika hasil penelitian ini sudah memenuhi

indikator kinerja yang telah ditetapkan. Siklus spiral dari tahap-tahap

[image:11.595.129.504.398.706.2]

penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 6. Siklus Spiral Penelitian Tindakan Kelas

Refleksi Awal

Rencana Tindakan &

Observasi

Refleksi I

Rencana Tindakan &

Observasi

(12)

Penjelasan alur di atas adalah:

1. Refleksi

Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau

disadari oleh guru, yang jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi proses

dan hasil belajar siswa. Jadi, dalam tahap ini peneliti mengidentifikasi

masalah yang terjadi di kelas V SDN 1 Kutadalom.

2. Rencana

Sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah,

tujuan perbaikan, dan membuat rencana perbaikan pembelajaran, termasuk

di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. Peneliti

juga menyiapkan media pembelajaran yaitu media Edutainment Game

.

3. Pelaksanaan dan pengamatan/observasi

Pelaksanaan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh

peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa, serta

mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya pembelajaran

menggunakan strategi LSQ dengan media Edutainment Game pada mata

pelajaran IPS tentang tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan

Jepang. Pada tahap pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPS tentang

tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang dibuat dalam tiga

pertemuan. Adapun tahapan tersebut adalah :

Pertemuan ke-1

A. Kegiatan awal

- Apersepsi

- Motivasi

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

- Mengkondisikan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran

(13)

Pada pertemuan ke-1 difokuskan pada pemahaman konsep IPS tentang

tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang. Peneliti

menggunakan strategi Learning Start with a Question (LSQ).

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Siswa dibagi dalam tiga kelompok.

2. Guru membagikan bahan ajar IPS tentang tokoh-tokoh pejuang

masa penjajahan Belanda dan Jepang kepada setiap siswa dalam

kelompok masing-masing.

3. Guru meminta siswa untuk mempelajari bahan ajar tersebut

bersama kelompok masing-masing.

4. Setiap siswa dalam kelompok menentukan bagian mana yang

belum dimengerti dengan menggarisbawahi atau menuliskan

pertanyaan.

5. Secara berkelompok siswa mendiskusikan bagian yang sudah

digarisbawahi atau pertanyaan yang telah dibuat.

6. Pertanyaan yang belum terpecahkan dalam kelompoknya,

kemudian didiskusikan bersama-sama dalam satu kelas.

7. Peserta didik dalam kelompok lain diberi kesempatan untuk

menyampaikan pendapat terhadap pertanyaan kelompok lain.

8. Pertanyaan yang belum terpecahkan dalam diskusi kelompok

kemudian diinventarisir oleh guru untuk dijelaskan.

9. Guru menjelaskan pertanyaan yang sudah diinventarisir tersebut.

10. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti.

11. Bersama siswa membahas dan menyimpulkan hasil diskusi dan

membimbing siswa untuk memahami materi pelajaran yang sudah

berlangsung.

12. wa yang aktif

dalam diskusi.

(14)

1. Guru meminta peserta didik merefleksikan hal-hal yang telah

dipelajari.

2. Guru memberi tugas pengayaan untuk membaca dan

memahami materi pelajaran yang telah dipelajari, serta

menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan

selanjutnya.

Pada tahap ini observer/pengamat melakukan pengamatan untuk

mengamati aktivitas/kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran

menggunakan Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa.

Pertemuan ke-2

A. Kegiatan awal

- Apersepsi

- Motivasi

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

- Mengkondisikan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran

B. Kegiatan Inti

Pada pertemuan ke-2, difokuskan pada penggunaan media

Edutainment Game pada materi IPS tentang tokoh-tokoh pejuang

masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Langkah-langkahnya :

1. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok.

2. Guru menyiapkan 3 (tiga) unit laptop yang berisi media

Edutainment Game tentang tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang yang sudah dibuat sedemikian

rupa seperti game.

3. Guru menjelaskan langkah-langkah dan tujuan bermain game.

4. Secara bergantian peserta didik dalam kelompok diberi

(15)

5. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

menanyakan hal-hal yang belum dimengerti.

6.

siswa yang mampu mencapai skor tertinggi tiap levelnya.

7. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti

oleh peserta didik.

8. Bersama siswa membahas dan menyimpulkan hasil kegiatan

bermain game dan membimbing peserta didik untuk

memahami materi pelajaran.

C. Kegiatan Akhir

1. Guru meminta peserta didik merefleksikan hal-hal yang telah

dipelajari.

2. Guru memberi tugas pengayaan untuk membaca dan

memahami materi pelajaran yang telah dipelajari, serta

menginformasikan ulangan pada pertemuan selanjutnya.

Pada tahap ini observer/pengamat juga melakukan pengamatan untuk

mengamati aktivitas/kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran

menggunakan Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa.

Pertemuan ke-3

A. Kegiatan awal

- Apersepsi

- Motivasi

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

- Mengkondisikan siswa agar siap mengikuti ulangan

B. Kegiatan Inti

Pada pertemuan ke-3, diadakan ulangan materi IPS tentang

tokoh-tokoh pejuang masa penjajahan Belanda dan Jepang. Soal-soal uji

kompetensi terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda, dan 5 butir soal

(16)

Langkah-langkahnya :

1. Guru menyiapkan dan membagikan lembar soal dan lembar

jawaban.

2. Guru menjelaskan tata tertib ulangan kepada peserta didik.

3. Peserta didik mengerjakan soal-soal tersebut selama 45 menit.

4. Setelah peserta didik mengerjakan ulangan dilakukan koreksi

silang.

5. Guru memberika

(tiga) orang peserta didik yang mendapat nilai tertinggi.

C. Kegiatan Akhir

1. Guru meminta peserta didik merefleksikan hal-hal yang telah

dilaksanakan.

2. Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada

pertemuan selanjutnya.

Pada tahap ini observer/pengamat juga melakukan pengamatan untuk

mengamati aktivitas/kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran

menggunakan Lembar Aktivitas Kegiatan Guru dan Siswa.

4. Refleksi

Pada tahap ini peneliti melihat, mengkaji dan mempertimbangkan hasil

atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar

pengamatan aktivitas guru dan siswa yang diisi oleh pengamat.

Berdasarkan hasil refleksi peneliti bersama observer/pengamat membuat

rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya apabila

(17)

3.8. JADWAL PENELITIAN

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Prapenelitian/TesAwal

2 Persiapan

- Identifikasi Masalah - Penyusunan Proposal - Seminar

- Penyusunan Tindakan 3 Pelaksanaan Siklus I

- Perencanaan - Pelaksanaan - Observasi - Analisis Data - Refleksi

4 Pelaksanaan Siklus II - Perencanaan - Pelaksanaan - Observasi - Analisis Data - Refleksi

4 Penyusunan Hasil Laporan 5 Pelaporan

April Mei Juni

No Kegiatan

Figure

Tabel 2. Format lembar analisis hasil belajar siswa
Tabel 4. Aspek dan kriteria penilaian aktivitas belajar siswa
Tabel 5. Format lembar pengamatan aktivitas guru
Gambar 6. Siklus Spiral Penelitian Tindakan Kelas

References

Related documents

The majority of respondents stated that they often got inadvertently information in the school library (passive attention). The widely used sources of information were magazines. In

and Sousa, L., “Cache-aware Roofline Model: Upgrading the Loft”, IEEE Computer Architecture Letters,

SHB and its employees are not subject to FINRA’s research analyst rules which are intended to prevent conflicts of interest by, among other things, prohibiting certain

Relation of immune status to viral excretion and respiratory illness in volunteers inoculated with Coxsackie A-21 virus.. Prechallenge antibody status None Intermediate

This study compared the Aptima human papillomavirus (HPV) (AHPV; Gen-Probe Incorporated) assay, which detects E6/E7 mRNA from 14 high-risk types, the Hybrid Capture 2 HPV DNA

Real-time PCR amplification results for bla KPC-2 (A) and bla KPC-3 (B), obtained after 40 cycles on the Stratagene Mx3005P multiplex quantitative PCR system. The multiplex

Identification and interroga- tion of highly informative single nucleotide polymorphism sets defined by bacterial multilocus sequence typing databases. Emergence of CC17