• No results found

Text ABSTRACT pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRACT pdf"

Copied!
8
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan usaha telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan. Salah satunya adalah persaingan bisnis yang semakin ketat yang mengakibatkan perubahan Perilaku Konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu produk. Dengan demikian, setiap perusahaan dituntut memahami prilaku konsumen pada pasar sasaran untuk kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Dalam memasarkan produk produsen memberikan nilai lebih pada produk yang ditawarkan pada konsumen dengan harga bersaing. Salah satu produk yang sedang berkembang saat ini adalah sepeda gunung.

(2)

dipakai oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Para produsen sepeda juga memberikan inovasi-inovasi yang baru pada sepeda agar membuat para konsumen tertarik untuk membeli dan menggunakan sepeda. Konsumen sangat berhati-hati dalam memilih produk sepeda, karena sepeda yang mereka pilih menggambarkan faktor sosial dan gaya hidup. Gaya hidup menggambarkan seseorang secara keseluruhan individu yang berinteraksi dengan lingkungan.

Menurut Kotler dan Armstrong (2008) Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang dan menggambarkan bagaimana mereka menghabiskan waktu dan uang nya. Sedangkan faktor sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan didalam status atau penghargaan komunitas yang secara terus-menerus bersosialisasi diantara mereka sendiri baik secara formal dan informal (Kotler dan Keller, 2009).

(3)

Sepeda sangat berkembang pesat di dunia dari tahun ketahun sepeda tidak pernah mengalami pasang surut itu dikarenakan produsen sepeda selalu membuat bermacam-macam bentuk dan kegunaan. Salah satunya adalah sepeda gunung. Sekarang, komponen khusus untuk sepeda gunung telah dikembangkan oleh para produsen menjadi sedemikian sempurna untuk memanjakan para pecinta sepeda gunung. Sepeda gunung dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda gunung juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat.

Para konsumen sepeda gunung di Indonesia pada umumnya sangat tertarik untuk membeli sepada gunung dengan berbagai motif. Diliat dari sisi lain dimana banyak bermunculan komunitas-komunitas sepada yang dapat menampung mereka dalam melakukan berbagai kegiatan dengan sepeda. Hal itu juga yang membuat mereka termotivasi untuk membeli sepeda gunung. Komunitas sepeda sangat berpengaruh bagi para konsumen karena komunitas menunjang bagaimana para konsumen sepeda melakukan suatu kegiatan seperti konvoi bersepeda.

(4)
[image:4.595.151.444.567.665.2]

produk, kaitannya dengan faktor sosial bisa kita lihat dimana seseorang membeli sepeda bisa karna berinteraksi dengan teman yang berada dikomunitas sepeda tersebut. Lalu gaya hidup, seseorang yang bereda di dalam suatu komunitas sepeda itu membeli sepeda untuk menghabiskan waktu libur atau luang nya dengan bersepeda dan kegiatan bersepedanya tersebut memiliki jadwal, tempat dan terorganisir dengan pasti, dibandingkan dengan umum yang membeli sepeda hanya untuk menghabiskan waktu libur dengan keluarganya dan tidak banyak juga yang membeli sepeda karena kebutuhan, lalu kegiatan merekapun tidak memiliki jadwal yang pasti dan tidak terorganisir. Sedangan karateristik produk pada sepeda, rata-rata seseorang yang berada dalam suatu komunitas mereka mengetahui suatu kelebihan sepeda yang akan mereka beli. Dibandingkan dengan umum yang hanya membeli sepeda dan tidak mengetahui kelebihan atau kekurangan sepedanya tersebut. Komunitas juga memiliki struktuk keorganisasian, serketariat, mempunyai visi misi dan juga memiliki kegiatan sosial yang jelas.

Tabel 1.1. Daftar Komunitas Sepeda Gunung Di Bandar Lampung. No Nama Komunitas Jumlah Anggota

1 GAC (Gowes Asik Club) 135

2 BBC 100

3 Bricycle Lampung 25

4 RAKATA 50

5 Paitfaitbreak 40

Sumber: Data diolah (2014)

(5)

komunitas lain yang sejenis. Inilah yang menjadikan GAC lebih unggul dibandingkan dengan komunitas-komunitas lain.

GAC merupakan komunitas sepeda di Bandar Lampung yang fokus pada kepedulian sosial dan lingkungan. Pada saat ini memiliki anggota 135 orang yang tersebar di Bandar Lampung sesuai dengan data kongkret yang terdapat pada sekretaris GAC. Kebanyakan anggota tertarik masuk GAC, karena program kegiatan yang jelas dan terkoordinir. Keanggotaan GAC sendiri terdiri dariberbagai profesi antara lain TNI, POLRI, PNS, Wiraswasta, Dokter, dan umum yang berdomisili di Bandar Lampung. GAC telah melakukan langkah kecil dengan mengkampanyekan kepada masyarakat terutama di Bandar Lampung untuk berolahraga sekaligus mengurangi polusi dengan bersepeda. Langkah GAC tidak hanya mengkampanyekan sepeda, namun juga mempunyai program penyelamatan lingkungan dengan penanaman pohon sebagai bentuk pendukung dalam mengatasi polusi udara.

Komunitas GAC aktif untuk bekerjasama dengan instansi terkait yaitu dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk dapat memberikan informasi kegiatan. Selain kegiatan tersebut komunitas GAC juga melakukan kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan dan Yatim Piatu, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Secara umum sepeda gunung terdiri dari 5 jenis yaitu Cross

Country, All Mauntain, Freeride, Downhill dan Dirtjump namun yang

(6)

sepeda gunung yang banyak digunakan pada club GAC antara lain Polygon, Winm Cycle, Police, Patrol, Orbea, Mossow, Adrenalin, Giant dan Thirll.

Peneliti tertarik melakukan penelitian pada komunitas GAC karena komunitas ini memiliki karakteristik keanggotaan yang heterogen mulai dari segi umur, pekerjaan, pendidikan hingga kelas sosial dan juga responden yang diperoleh mencakup berbagai kalangan serta sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dalam penelitian. Dibandingkan dengan jumlah anggota komunitas sepeda gunung yang lain komunitas GAC memiliki jumlah anggota yang paling banyak.

Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam serta memberi judul skripsi “PENGARUH FAKTOR SOSIAL, GAYA HIDUP, DAN KARAKTERISTIK PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA GUNUNG (studi pada anggota konsumen klub sepeda gowes asik club(GAC) Bandar Lampung)’’.

1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Seberapa besar pengaruh faktor sosial terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung ?

(7)

3. Seberapa besar pengaruh karateristik produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung ?

4. Seberapa besar pengaruh faktor sosial, gaya hidup, dan karakteristik produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung ?

1.3. Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keputusan konsumen dalam membeli sepeda. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor sosial terhadap

keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung.

2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya hidup terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung.

3. Untuk mengatahui besarnya pengaruh karakteristik produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung.

4. Untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor sosial, gaya hidup, karakteristik produk terhadap keputusan konsumen dalam membeli sepeda gunung.

1.4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Praktis

(8)

produk-produk sepeda. Selain itu diharapkan penelitian dapat memberikan informasi bagi pembaca di bidang pemasaran.

2. Manfaat akademik

Figure

Tabel 1.1. Daftar Komunitas Sepeda Gunung Di Bandar Lampung.

References

Related documents

(2011) Apoptosis-related genes confer resistance to Fusarium wilt in transgenic ‘Lady Finger’

The decision by Försäkringskassan (the Swedish National Social Insurance Agency) regarding your pension entitlements is for the year 2008, since it is based upon your most

o Updated report for Pupillography (Both eyes) o Added report template for contact lenses  Improved edge detection on Scheimpflug processing  Added Keratoconus summary. o

Proof that Ger- man money intended for propaganda purposes, handled by the then ambassador through bank transfers from Berlin to accounts with the Greek National Bank, had been put

ABS is proud to represent top-notch feeder cattle to a network of over 100 feedyards. This is done through an alliance with Big Blue Sale Barn. Big Blue is an internet video

Presentation at the Clinical Psychology colloquium meeting at the Indiana University Department of Psychological and Brain Sciences, Bloomington, IN. Using social psychological

Nomograms for predicting the probability of acute kidney injury (AKI) development based on the fitted multiple logistic regression models in patients with urine output

Thus, prior to the final exam, students had not only received three signals pertaining to their and others’ performances in answering microeconomics questions, but they also had three