• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
55
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN

BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR

SEJARAH SISWA KELAS X-1 DI

SMA XAVERIUS PRINGSEWU

TAHUN AJARAN 2018/2019

(Skripsi)

Oleh

ROBERTUS FEBRIMA YULIANTO

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR

SEJARAH SISWA KELAS X-1 DI SMA XAVERIUS PRINGSEWU

TAHUN AJARAN 2018/2019 Oleh:

Robertus Febrima Yulianto

Pendidikan memiliki peranan penting bagi suatu negara yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, baik dari segi intelektual, mental, maupun spiritual. Pendidikan menjadi suatu keharusan bagi setiap individu agar mampu mengikuti perubahan global yang terjadi. Dalam pendidikan formal diharuskan guru mampu bekerasam dengan siswa untuk meningkatkan hasil belajar, dengan meningkatnya hasil belajar tercapailah tujuan pendidikan yang diaharapkan. Guru dituntut untuk kreatif dalam melakukan proses pembelajaran dengan cara melakukan pendekatan – pendekatan pendidikan dan menerapkan model – model pembelajaran guna tercapainya tujuan pendidikan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa sajakah pengaruh dari Metode Pembelajaran Brainstorming terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X-1 di SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran 2018/2019? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka dalam penelitian tujuan yang akan dicapai yaitu untuk mengetahui Pengaruh Metode Pembelajaran Brainstorming terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran 2018/2019.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan penulis dengan judul pengaruh penerapan metode pembelajaran Brainstorming terhadap hasil belajar siswa kelas X-1 pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA XAVERIUS PRINGSEWU diperoleh kesimpulan “ Adanya pengaruh yang signifikan dari hasil belajar dalam menggunakan metode pembelajarn Brainstormingterhadap hasil belajar kognitif siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA XAVERIUS PRINGSEWU.

(3)

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN

BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR

SEJARAH SISWA KELAS X-1 DI

SMA XAVERIUS PRINGSEWU

TAHUN AJARAN 2018/2019

Oleh:

Robertus Febrima Yulianto

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIDKAN

Pada

Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)
(5)
(6)
(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis mengawali pendidikan formal di TK Fransiskus Pringsewu pada tahun

(1997-1999), dilanjutkan di SD Fransiskus Pringsewu pada tahun (1999-2005),

kemudian dilanjutkan di SMP Xaverius Pringsewu tahun (2005-2008), dan

dilanjutkan di SMA Xaverius Pringsewu (2008-2011). Pada tahun 2011 penulis

diterima di Universitas Lampung, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, di Program Studi Pendidikan

Sejarah melalui jalur Ujian Mandiri.

Pada semester VI penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa

Gedung Cahya Kecamatan Ngambur dan menjalani Program Pengalaman

Lapangan (PPL) di SMP Negeri 2 Ngambur.

Penulis bernama Robertus Febrima Yulianto, dilahirkan di

Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung,

pada tanggal 21 Februari 1993 sebagai anak pertama dari

dua saudara, dari pasangan Bapak Petrus Tri Haryanto dan

(8)

Motto

“Just because something doesn’t do what you

planned it to do doesn’t mean it’s useless”

Thomas Alva Edison

“Jika kamu tidak pernah mencoba kamu

tidak akan pernah tahu”

(9)

PERSEMBAHAN

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas anugerah, rahmat dan nikmat yang tak terhitung.

Kupersembhakan karya ini dengan hormat, dan sayangku kepada :

Untuk Ibu ku tercinta Ibu Sukamti yang telah membesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang, memperjuangkan segalanya hanya untuk kesuksesan ku dan Bapak ku P. Tri

Haryanto yang telah membimbing dan membesarkan ku. Terima kasih atas segalanya, terima kasih untuk setiap tetesan keringat yang tidak pernah terhitung banyaknya,

Terima kasih pada saudaraku : Marcellinus Julian Finlando

Terimakasih atas doa, semangat, dan kasih sayang yang selalu diberikan.

Bapak Ibu dosen, Bapak/Ibu guru, sahabat, dan teman-teman yang telah mengukir sebuah sejarah dalam kehidupanku.

(10)

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan rahmat

dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang

berjudul “PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X-1 DI SMA XAVERIUS PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2018/2019”

Penulisan skripsi ini sebagai syarat untuk menyelesaikan studi tingkat Sarjana

Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Lampung.

2. Bapak Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

3. Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Keuangan Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

4. Ibu Drs. Riswanti Rini, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan

(11)

5. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si, Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

6. Bapak Drs. Syaiful. M, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

7. Bapak Drs. Syaiful M., M.Si. Pembimbing I sekaligus Pembimbing

Akademik yang telah banyak membimbing dan mengarahkan serta

memberi motivasi, semangat yang sangat penulis rasakan hingga akhirnya

penulis dengan lancar menyelesaikan skirpsi ini dengan baik.

8. Bapak Muhammad Basri, S.Pd, M.Pd. sebagai Pembimbing II, terimakasih

atas segala masukan, dukungan, motivasi, dan saran dalam penyusunan

skripsi ini

9. Bapak Henrry Susanto, S.S, M.Hum. sebagai Penguji, terimakasih atas

dukungan, masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

10.Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan

Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Lampung, Bapak Drs. Syaiful M., M.Si., Bapak Drs. Ali

Imron, M.Hum., Ibu Dr. Risma Sinaga., M.Hum, Bapak Muhammad

Basri, S.Pd, M.Pd, Bapak Hendry Susanto, S.S, M.Hum., Ibu Yustina Sri

Ekwandari, S.Pd, M.Hum., Bapak Suparman Arif, S.Pd, M.Pd., Ibu

Myristica Imanita, S.Pd, M.Pd., Bapak Chery Saputra, S.Pd, M.Pd dan

Bapak Marzius Insani, S.Pd. M.Pd beserta para pendidik di Unila yang

(12)

11.Bapak Petrus Risdianto, Kepala sekolah SMA Xaverius Pringsewu

terimakasih telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan

penelitian.

12.Teruntuk seluruh kawan seperjuangan angkatan 2011 kelas ganjil dan

genap. Terkhusus untuk sahabat – sahabat yang terlah mendapingi,

memberi solusi, saran, dan motivasi kepada penulis.

13.Teruntuk orang yang terkasih Angella Dela Dwi Chyntia yang telah

memberi dukungan dan semangat dalam penyusunan kepada penulis.

14.Semua pihak yang telah banyak membantu penulis yang tidak bisa

disebutkan satu persatu.

Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang telah

diberikan, semoga menjadi berkah bagi kita semua.

Bandar Lampung, 2018 Penulis,

(13)

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ABSTRAK HALAMAN PERSETUJUAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 9

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka ... 10

1. Konsep Pengaruh ... .10

2. Konsep Metode Brainstorming ... 10

3. Konsep Hasil Belajar ... 13

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... .15

C. Kerangka Pikir ... .16

D. Paradigma ... . 16

E. Hipotesis Penelitian ... . 17

III. Metode Penelitian A. Metode Penelitian ... . 18

B. Desain Penelitian ... . 19

C. Lokasi dan Waktu Penelitian ... . 19

D. Populasi dan Sampel ... . 19

E. Langkah-langkah Penelitian ... 21

F. Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional ... . 23

1. Variabel Penelitian ... . 23

2. Definisi Operasional Variabel ... .23

(14)

1. Tes ... 24

2. Observasi ... 24

3. Dokumentasi ... 24

4. Kepustakaan ... 25

H. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ... .26

I. Uji Instrumen Penelitian ... .27

1. Uji Validitas Instrumen ... .27

2. Uji Reliabilitas ... .28

3. Tingkat Kesukaran ... .28

4. Daya Pembeda ... .29

J. Teknik Analisis Data ... .30

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 33

1. Gambaran Umum Tempat Penelitian ... 33

B. Pelaksanaan Pembelajan ... 36

C. Data Hasil Penelitian ... 38

D. Analisis Data Hasil Penelitian ... 41

E. Pembahasan ... 50

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 53

B. Saran ... 54

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Data Pra Penelitian (Hasil Mid Semester) ... .4

2. Tabel Jumlah Populasi Siswa Kelas X-1 ... 20

3. Tabel Jumlah Sampel Siswa ... 21

4. Interpretasi Koefisien Korelasi ... 32

5. Tabel Data Hasil Kemampuan Awal... 39

6. Tabel Hasil Kemampuan Akhir ... 40

7. Daftar Distribusi Frekuensi Data ... 42

8. Uji Normalitas Data Posttest Hasil Belajar ... 43

9. Daftar Distribusi Frekuensi Data ... 45

10. Uji Normalitas Data Posttest Hasil Belajar ... 46

11. Hasil Uji Linieritas ... 48

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Foto

2. Uji Normaliats Data Posttest Kelas Eksperimen

3. Uji Normaliatas Pretest Kelas Eksperimen

4. Reabilitas

5. Tingkat Kesukaran

6. Validitas

7. RPP

8. Soal Test Kemampuan Awal

9. Soal Test Kemampuan Akhir

10. Rencana Judul

11. Kombing

12. Pengesahan

12. Surat Penelitian

14. Surat Keterangan Dari Sekolah

15. Rekomendasi Pembahas

16. Surat Perpanjangan

(17)

1

I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Hal ini karena pendidikan merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat.Pendidikan

adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia.

Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk

mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka

melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan (Soekidjo Notoatmodjo

2003:16).

Pendidikan dilakukan secara sadar dan terencana dalam mewujudkan proses

pembelajaran agar siswa aktif mengembangkan potensi diri dan keterampilan yang

dimiliki sebagai bekal kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pendidikan dapat

membantu mengarahkan siswa menjalani kehidupan sebagai makhluk beragama dan

makhluk sosial dengan baik.

(18)

2

dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” (Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 Pasal 1).

Sesuai dengan tujuan pendidikan yang termuat dalam Undang-undang RI No.20

Tahun 2003 Pasal 1 yang intinya adalah suasana dan proses pembelajaran agar

peserta didik dapat mengembangkan segala kemampuan yang dimiliknya seperti

kemampuan kognitif, kemampuan apektif, dan kemampuan spikomotorik untuk

menjadi bekal dikehidupan bermasyarakat.

Untuk mencapai tujuan nasional pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan

pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan formal dapat diperoleh di sekolah,

sedangkan pendidikan non formal dapat diperoleh dari kegiatan di luar sekolah.

Dalam pendidikan formal seperti di sekolah, dipelajari bermacam-macam mata

pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari di sekolah adalah sejarah.

Pembelajaran sejarah merupakan suatu hal yang harus diperhatikan lagi terkait

dengan tingkat keberhasilan dan pencapaian dari proses belajar disekolah.

Pembelajaran sejarah adalah suatu peristiwa yang mengandung berbagai aspek

kehidupan agama, budaya, politik, sosial, dan ekonomi. Sejarah merupakan disiplin

ilmu yang memiliki peranan penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan sosial.

“Pengajaran sejarah disekolah bertujuan agar siswa menyadari adanya keragaman pengalaman hidup pada masing-masing masyarakat dan adanya cara pandang yang berbeda terhadap masa lampau untuk memahami masa kini dan membangun pengetahuan serta pemahaman untuk menghadapi masa yang akan datang” (Depdiknas 2003, dalam Isjoni, 2007:72).

Sebagai sarana pendidikan, pengajaran sejarah termasuk pengajaran normatif, karena

tujuan dan sasarannya lebih dutujukan pada segi-segi normatif yaitu segi nilai dan

(19)

3

pengajaran sejarah siswa mampu mengembangkan kompetensi untuk berpikir secara

kronologis dan memiliki pengetahuan tentang masa lampau yang dapat digunakan

untuk memahami dan menjelaskan proses perkembanagan dan perubahan masyarakat

serta keragaman sosial budaya dalam rangka menemukan dan menumbuhkan jatidiri

bangsa ditengah-tengah kehidupan masyarakat dunia.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh seseorang dalam suatu pembelajaran

maka dibutuhkan tenaga pengajar atau dikenal sebutan guru. Dalam proses

belajar-mengajar peran guru sangat penting bagi peserta didik, guru memegang teguh dalam

keberhasilan menyampaikan sebuah materi pelajaran, guru dituntut dapat menyajikan

materi dengan menarik dan bisa dicerna oleh peserta didik dengan mudah.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru adalah membaca karakter peserta didik

dengan mengenal apa yang disukai peserta didik dan apa yang tidak disukai oleh

peserta didik. Dalam hal tersebut guru dituntut kreatif dan inovatif dalam

penyampaian materi pelajaran, guru dapat berkreasi dan menciptakan hal-hal baru

dalam proses pembelajaran. Salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh guru agar

pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai yaitu dengan menerapkan model

pembelajaran yang tepat. Berdasarkan prapenelitian yang dilakukan oleh peneliti di

SMA Xaverius Pringsewu, peneliti masih masih menemukan proses pembelajaran

sejarah yang belum maksimal serta tujuan pembelajaran sejarah yang belum tercapai

dengan baik. Hal tersebut yang mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah.

Keberhasilan seorang guru dalam penyampaian materi dapat dilihat dari beberapa

(20)

4

dijadikan tolak ukur keberhasilan seorang guru dalam proses pembelajaran dapat

dilihat dari nilai yang diperoleh oleh siswa dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

Nilai yang diperoleh oleh siswa berasal dari pengerjaan tes yang telah ditentukan oleh

guru di dalam kelas. Dengan nilai hasil belajar bisa dijadikan target pencapaian

sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Berdasarkan prapenelitian pendahuluan yang telah peneliti lakukan di SMA Xaverius

Pringsewu serta mendapat keterangan yang dari guru bidang studi, peneliti

mendapatkan nilai hasil belajar kognitif pada mata pelajaran sejarah siswa kelas X-I

pada ulangan harian tahun pelajaran 2018/2019. Nilai tersebut diperoleh dari nilai

[image:20.612.130.435.435.706.2]

Mid Semester siswa kelas X-I, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel. 1.1 Hasil nilai ulangan tengah semester pada Mata Pelajaran Sejarah Semester Ganjil Siswa Kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran 2018/2019

No. Nama Siswa Nilai Mid

1. Andreas Vandry Ardana 80

2. Bella Arvinia 85

3. C. Sindi Prasetiani 95

4. Dito Firmansyah 75

5. Eduardus Yuvens Kurniawan 75

6. Elisabet Darmayani 95

7. Ema Fiana Manik 75

8. Fidella Fifi Milanti 95

9. Gerardus Satya Dharma Nusantara 80

(21)

5

11. Harly Paska Wiguna 75

12. I Gede Satria jaya 75

13. Irene Indah Yunita 75

14. Juan Krisna 75

15. Kevin Nugroho 75

16. Ludowikus Soni Kristian 75

17. Luwisa Prasheni W. 85

18. Maria Adelin Dea Erlinda 95

19. Maria Natalia 80

20. Maria Widayati 100

21. Maria Yohviana Yuniar 75

22. Marthinus Famitrio Yudhanar 75

23. Sesillia Adila Novenia 80

24. Stefanus Dwi Aji Setiawan 75

25. Stevani Vania W.A 90

26. Stevanus Bima Fernando 75

27. Thereisa Fira Piska 75

28. Vinsensius Dendi Yunanda 95

29. Yohanes Yorico Agasta 100

Sumber: Data guru bidang studi mata pelajaran sejarah kelas X-1

Berdasarkan hasil belajar kognitif siswa tersebut menyatakan bahwa pemahaman

(22)

6

Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru untuk

menunjang kegiatan pembelajaran di dalam kelas siswa untuk lebih berperan penting

dalam proses pembelajaran salah satunya yaitu metode Pembelajaran Brainstorming.

Brainstorming merupakan metode yang sangat membantu dalam menghadapi kendala

pembelajaran seperti ini. Pada metode pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi

pengaruh yang positif untuk meningkatkan hasil belajar afektif, dilihatdari sudut

pandang keaktifan dan sikap kritisnya. Guru dalam Metode Pembelajaran

Brainstorming hanya berperan sebagai fasilitator dan memberikan kebebasan

berpendapat bagi para siswa, akan tetapi guru membimbing dan mengarahkan siswa

ke arah materi ajar yang dipelajari. Guru tidak diperkenankan untuk langsung

mengadili gagasan-gagasan yang keluar dari benak mereka, sehingga akan terkumpul

banyak gagasan-gagasan dari siswa.

Metode Brainstorming juga berguna untuk mengukur sampai sejauh mana

pemahaman para siswa tentang materi ajar yang sudah disampaikan tanpa melakukan

evaluasi terlebih dahulu, sehingga dapat mempengaruhi pada hasil belajar kognitif

siswa. Metode Brainstorming ini akan sangat maksimal jika dibantu dengan media

pembelajaran. Menurut S.B. Djamarah (2010:121) media merupakan alat bantu apa

saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai suatu tujuan

pengajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan pada Metode

Brainstorming ini adalah media visual. Dengan menggunakan media visual yang

berupa gambar para siswa diharapkan memiliki banyak sekali gagasan-gagasan yang

(23)

7

dimanfaatkan untuk Kurikulum 2013 yang sedang kita jalani di dunia pendidikan

negeri kita ini.

Berdasarkan latar belakang diatas, hasil belajar X-1 SMA Xaverius Pringsewu

dengan menggunakan metode ceramah siswa tersebut menyatakan bahwa

pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru tidak diterima dengan

baik, hal tersebut mempengaruhi nilai yang diperoleh siswa. Ada siswa yang

mencapai nilai standar (KKM). Dengan menggunakan metode Brainstorming dituntut

untuk kerjasama, menghargai pendapat teman dan siswa bagaimana harus belajar agar

materi ajar dapat dikuasai. Peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul

“Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming Terhadap Hasil Belajar

Sejarah Siswa Kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran 2018/2019.”

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu:

Apa sajakah pengaruh dari Metode Pembelajaran Brainstorming terhadap hasil

belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X-1 di SMA Xaverius

(24)

8

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka dalam penelitian tujuan yang akan

dicapai yaitu untuk mengetahui Pengaruh Metode Pembelajaran Brainstorming

terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu Tahun

Ajaran 2018/2019.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai

berikut.

1. Bagi guru, dengan penelitian ini dapat memberikan strategi baru pada guru

dalam menerapkan metode pembelajaran Brainstorming agar cara mengajar

guru dapat diterima dengan baik oleh siswa dan tidak lagi didominasi oleh

guru saat proses belajar-mengajar.

2. Bagi siswa, dengan penerapan metode ini diharapkan agar siswa lebih mudah

mempelajari serta memahami tentang materi pelajaran khususnya pelajaran

sejarah.

3. Bagi peneliti, dengan penelitian ini akan menambah wawasan bagi peneliti

tentang cara mengajar yang baik dengan menerapkan metode pembelajaran

(25)

9

E. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah

1. Ruang Lingkup Ilmu

Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan khususnya

mata pelajaran sejarah.

2. Ruang Lingkup Objek

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah metode

pembelajaran Brainstorming terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X-1 di

SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran 2018/2019.

3. Ruang Lingkup Subjek

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitiannya adalah siswa kelas

X-1 SMA Xaverius Pringsewu tahun ajaran 20X-18/20X-19.

4. Ruang Lingkup Wilayah

Wilayah yang akan menjadi tempat penelitian adalah di SMA Xaverius

Pringsewu.

5. Ruang Lingkup Waktu

Waktu yang akan digunakan pada penelitian ini adalah pada tahun 2018/2019

(26)

REFERENSI

Abdurahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta

Arends dalam Trianto.2007. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: prenada media group

Arikunto. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sutrisno

(27)

10

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka 1. Konsep Pengaruh

Menurut Dendy Sugiono (2008: 849) “ pengaruh merupakan daya yang ada atau

yang timbul dari sesuatu (baik benda ataupun manusia) yang ikut membentuk

watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Sementara itu, Surakhmad (1982:

7) menyatakan bahwa pengaruh merupakan kekuatan yang muncul dari suatu

benda atau manusia dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahaan

apa-apa yang ada disekelilingnya. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan

bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu,

baik itu benda maupun manusia serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga

mempengaruhi apa apa yang ada disekelilingnya. Pada penelitian ini Metode

Brainstorming digunakan untuk melihat pengaruh hasil belajar kognitif siswa.

2. Konsep Metode Brainstorming

Metode Brainstorming biasa juga disebutkan dengan metode sumbang saran.

Metode Brainstorming ini merupakan teknik mengajar yang dilaksanakan oleh

guru dengan cara melontarkan suatu masalah kepada siswa di ruangan kelas,

(28)

11

pendapatnya dari tiap-tiap siswa. Metode Brainstorming ini sangat

memungkinkan untuk mengembangkan masalah tersebut menjadi lebih luas,

bahkan dapat menjadi masalah baru. Oleh karena itu Metode Branstorming ini

dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari

sekelompok manusia dalam waktu yang relatif singkat. ( Roestiyah 2001).

Metode Brainstorming ini pertama dipopulerkan oleh Alex F. Osborn yang

tertulis di dalam bukunya yang berjudul “Applied Imagination”. Beberapa ahli

juga mengatakan bahwa Metode Brainstorming merupakan bentuk metode

diskusi guna menghimpun gagasan-gagasan, informasi, pengetahuan, dan

pengalaman dari tiap-tiap peserta didik. Metode Brainstorming ini hanya

menghasilkan gagasan, sehingga mendorong munculnya banyak

gagasan-gagasan.

Dalam Metode Brainstorming terdapat tahapan-tahapan yang dilalui, yaitu

sebagai berikut :

a. Pemberian informasi dan motivasi

Pada tahap ini guru memberikan materi ajar dan latar belakangnya, lalu

mengajak siswa agar aktif dan memberikan tanggapanya.

b. Identifikasi

Siswa diajak memberikan sumbang saran dan gagasan sebanyak-banyaknya

dan ditampung tanpa dikritik secara langsung.

c. Klasifikasi

Mengklasifikasi berdasarkan kriteria yang disepakati oleh kelompok.

(29)

12

d. Verifikasi

Meninjau kembali gagasan-gagasan yang telah di klasifikasikan. Setiap

gagasan diuji relevansinya dengan masalah yang dibahas. Apabila terdapat

kesamaan gagasan maka yang diambil yang relevan dengan pembahasan.

e. Konklusi

Guru memimpin para siswa untuk menyimpulkan butir-butir alternatif

pemecahan masalah yang disetujui atau disepakati bersama. Brainstorming

memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan pada metode

pembelajaran lainnya dalam hal pengumpulan pendapat dan berfikir secara

kritis, walaupun begitu tidak menutup kemungkinan terdapat kelemahan pada

metode pembelajaran ini. Roestiyah (2001:74-75), mengemukakan beberapa

keunggulan dan kelemahan Metode Brainstorming sebagai berikut.

I. Keunggulan Metode Brainstorming antara lain:

1. Siswa berfikir untuk menyatakan pendapat.

2. Melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis.

3. Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan

dengan masalah yang diberikan oleh guru.

4. Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran.

5. Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang sudah

pandai atau dari guru.

6. Terjadi persaingan yang sehat.

7. Anak merasa bebas dan gembira.

(30)

13

9. Meningkatkan motivasi belajar.

II. Kelemahan Metode Brainstorming antara lain:

1. Memerlukan waktu yang relatif lama.

2. Lebih didominasi oleh siswa yang pandai.

3. Siswa tidak segera tahu apakah pendapat yang dikemukakannya itu

pandai atau dari guru.

Kelemahan di atas bisa diatasi jika guru atau pemimpin kelompok bias membaca

situasi dan menguasai kelas dengan baik untuk mencari solusi. Guru harus bisa

menjadi penengah dan mengatur situasi dalam kelas sebaik mungkin dengan cara

benar-benar menguasai materi yang akan disampaikan dan merencanakan kegiatan

belajar dengan baik.

3. Konsep Hasil Belajar Siswa

“Hasil belajar (achievement) merupakan realisasi atau pemekaran dari

kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil

belajar seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku yang diperlihatkan

oleh seseorang merupakan hasil belajar” (Sukmadinata, 2007:102).

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar dapat dikaitkan sebagai output dari suatu input seperti yang dikemukakan oleh A. J. Romizowski bahwa hasil belajar merupakan keluaran (outputs) dari suatu sistem pemerosesan masukan (input). Masukan dari sistem tersebut berupa bermacam-macam informasi, sedangkan keluarannya adalah perbuatan atau kinerja (performance). Menurut Benjamin S. Bloom hasil belajar yang kognitif, efektif, dan psikomotorik (Asep Jihad dan Abdul Haris, 2008:14).

(31)

14

hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 3).

“Ada tiga ranah hasil belajar, yaitu kognitif, efektif dan psikomotorik” (Winkel, 1999).

Menurut Bloom dalam Dimyati, ada tiga taksonomi yang dipakai untuk mempelajari jenis perilaku dan kemampuan interaksi akibat belajar, yaitu:

a. Ranah Kognitif, terdiri dari enam jenis perilaku, yaitu: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

b. Ranah Afektif, terdiri dari lima perilaku, yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian dan penentuan sikap, organisasi, dan pembentukan pola hidup. c. Ranah Psikomotor, terdiri dari tujuh jenis perilaku, yaitu persepsi, kesiapan,

gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan komplek, penyesuaian gerakan, dan kreativitas

(Dimyati, 2002:26).

Berdasarkan penjelasan di atas, sesuai dengan judul penelitian Pengaruh Metode

Pembelajaran Brianstorming Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata

Pelajaran Sejarah Kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran 2018/2019.

Hasil belajar kognitif seperti yang telah dijelaskan diatas merupakan kemampuan

yang hendak dicapai pada pembelajaran dengan metode pembelajaran

Brainstorming. Sehingga setelah penerapan metode pembelajaran Brainstorming

siswa memahami enam kemampuan pada ranah kogitif tersebut yang ditampakkan

dalam suatu perbuatan yang dapat diamati dan diukur. Perbuatan tersebut yaitu

dengan menjawab soal-soal tes yang menunjukkan adanya kemampuan pada enam

ranah kognitif yang meliputi:

(32)

15

2. Pemahaman (comprehension): mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali, dan memperkirakan.

3. Aplikasi: mengubah, menghitung, mendemonstrasikan, menemukan, memanipulasi, memodifikasi, mengoprasikan, meramalkan, menyiapkan, menghasilkan, menghubungkan, menunjukan, memecahkan, dan menggunakan.

4. Analisis: merinci, menyusun diagram, membedakan, mengidentifikasikan, mengilustrasikan, menyimpulkan, menunjukan, menghubungkan, memilih, memisahkan, dan membagi.

5. Sintesis: mengategorikan, mengombinasikan, mengarang, menciptakan, membuat desain, menjelaskan, memodifikasikan, mengoprasikan, menyusun, membuat rencana, mengatur kembali, merekontruksikan, menghubungkan, mereorganisasikan, merevisi, menuliskan kembali, menuliskan, menceriratakan.

6. Evaluasi:menilai, membandingkan, menyimpulkan, mempertentangkan, mengkritik, mendeskripsikan, mebedakan, menerangkan, memutuskan, menafsirkan, menghubungkan, dan membantu.

(Arikunto, 2007:137)

Berdasarkan uraian di atas, penulis berpendapat bahwa setelah melakukan

aktifitas pembelajaran, peserta didik memperoleh sesuatu yang baru adalah hasil

belajar. Hasil belajar tersebut diperoleh setelah melakukan tes.

B. Penelitian Yang Relevan

Judul Skripsi: Pengaruh Metode Pembelajaran Brainstorming Dengan Menggunakan

Media Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA N1

Sukoharjo Kelas X Tahun Ajaran 2015/2016, nama peneliti: Dani Frengki

(33)

16

C. Kerangka Pikir

Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada

pembelajaran tersebut. Pembelajaran yang sering ditemui disekolah biasanya masih

menggunakan metode ceramah yang berpusat pada guru. Dari hasil observasi

disekolah, hal ini yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam mengikuti

pembelajaran dan berakibat masih rendahnya hasil belajar sisiwa. Dalam kegiatan

pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas hendaknya yang efektif dan

menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian model

pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode

pembelajaran Brainstorming merupakan salah satu dari berbagai metode

pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam mengaktifkan siswa dalam belajar.

D. Paradigma

Keterangan:

X : Metode Brainstorming

Y : Hasil Belajar

- - - : Garis Pengaruh

(34)

17

E. Hipotesis

Menurut Suharsimi Arikunto Hipotesis adalah Suatu jawaban yang bersifat sementara

terhadap suatu permasalahan sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi

Arikunto, 2010 : 10).

Sedangkan menurut Sugiono yang dimaksud dengan hipotesis yaitu jawaban

sementara terhadap rumusan penelitian, dimana rumusan penelitian dinyatakan dalam

bentuk pertanyaan (Sugiono, 2013 : 96). Berdasarkan penjelasan tersebut dapat

disimpulkan hipotesis adalah jawaban sementara dari permasalahan yang diuji

kebenarannya dalam penelitian dengan cara mengumpulkan data-data berupa fakta

dan data pendukung. Hipotesis atau jawaban sementara yang diajukan dalam

penelitian ini adalah :

Hipotesis :

H0 : Tidak ada pengaruh dari metode pembelajaran Brainstorming terhadap

peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah kelas X-1SMA

Xaverius Pringsewu.

H1 : Ada pengaruh terhadap hasil belajar dengan menggunakan metode

(35)

REFERENSI

Arikunto.2012.Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta:Bumi Aksara

Badudu,J.S Dan Zain,2001,Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta:Pustaka Sinar Harapan

Depdiknas.2003.Peraturan Menteri Nasional No.20 Tahun 2003 Tentang Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta:Depdiknas

Dewey dalam Trianto, 2007. Model Pembelajaran PBI. (http://dell-reko.blogspot.com/2012/06/model-pbi.html diunduh tanggal 20 Agustus 2018)

Djamarah,Bahri Syaiful Dan Zain, Aswan, 2006, strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta

Hamalik. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung . PPS UPI dan Remaja Rosdakarya

Isjoni.2007. Pembelajaran Sejarah Pada Satuan Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Musa, Nurfitri.1988. Metodologi Penelitian. Jakarta :Fajar Agung

(36)

18

III. METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Dalam sebuah penelitian memerlukan suatu cara atau metode yang digunakan untuk

menjelaskan tata cara pelaksanaan dalam penelitian tersebut serta untuk memecahkan

masalah yang akan diteliti.

“Metode adalah suatu cara utama yang di gunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis dengan menggunakan tehnik serta alat tertentu” (Suracmad, 1978:121).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental

design. Pengertian dari metode Quasi Experimental design adalah “pemilihan subjek

penelitian subjek penelitian, penelitian tidak selalu dapat melakukan pemilihan subjek

secara random (individu dual random). Dalam penetapan random (random

assignment), peneliti tidak memungkinkan memilih dan memilah subjek sesuai

dengan rancangan. Akan tetapi, peneliti terpaksa harus menerima kelas atau

kelompok subjek yang telah ditentukan oleh sekolah sesuai dengan kebijakan

sekolah” (Punaji Setyosari,2010:176). Berdasarkan penjelasan diatas, metode

penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah guna mendapatkan jawaban

(37)

19

B. Desain Penelitian

Pada desain penelitian ini menggunakan desain rancangan serial waktu (time series).

Dengan menggunakan pretest untuk menguji tingkat pengetahuan/kestabilan sebelum

mendapatkan perlakuan. Setelah diketahui sebelum diberikan perlakuan, lalu

diberikan perlakuan atau treatment.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Dalam penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Lokasi

yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah SMA Xaverius Pringsewu.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

“Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam

satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset

khusus” (Santoso dan Tjiptono, 2002:79).

“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristiktertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk

(38)

20

sebagai orang saja, tetapi bisa juga objek dan benda-benda alam yang lain”

(Sugiyono, 2013:117).

Berdasarkan penjelasan populasi di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah

sekumpulan orang atau objek dalam suatu kelompok yang dijadikan sumber

pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan populasi dari siswa kelas X-1 SMA

Xaveius Pringsewu tahun ajaran 2018/2019.

Tabel data populasi siswa kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu Tahun Ajaran

[image:38.612.115.423.310.414.2]

2018/2019

Tabel 3.1 Jumlah Populasi Siswa Kelas X-1 No Kelas

Siswa Jumlah Total Perempuan Laki-Laki

1 X-1 15 14 29

Sumber : TU SMA Xaverius Pringsewu

2. Sampel

“Sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik

tertentu yang bisa disebut dengan teknik sampling” (Ridwan, 2005:11).

“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi

tersebut” (Sugiono, 2012:11). “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik

yang dimiliki oleh populasi tersebut” (Sugiono, 2012:11). Dalam penelitian ini

peneliti menggunakan teknik sampel jenuh. “Sampling dikatakan jenuh (tuntas) bila

(39)

21

populasi yang yang telah ditentukan akan dijadikan sampel pada saat penelitian.

[image:39.612.115.520.187.303.2]

Berikut sampel yang telah ditentukan :

Tabel 3.2 Jumlah Sampel Siswa Kelas X-1 Sebagai Eksperimen dan Sebagai Kelas Kontrol

No Kelas Siswa Jumlah Total Keterangan

Perempuan Laki-Laki

1 X-1 15 14 29

Kelas

Eksperimen

Sumber : Hasil pengolahan sampel yang dilakukan oleh peneliti

E. Langkah-langkah Penelitian a. Pra Penelitian

Kegiatan yang dilakukan pada pra penelitian adalah sebagai berikut.

a. Mengadakan observasi langsung ke sekolah tempat diadakanya penelitian, untuk

mendapatkan informasi tentang keadaan kelas yang akan ditetapkan sebagai

populasi dan sampel penelitian.

b. Melakukan wawancara dengan guru mendapatkan informasi mengenai sistem

pembelajaran yang diterapkan di kelas X-1 yang akan diteliti tersebut.

c. Menetapkan sampel penelitian untuk kelas eksperimen dengan teknik simple

random sampling.

d. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan

(40)

22

b. Pelaksanaan Penelitian

1. Menyusun dan menetapkan materi pembelajaran yang akan digunakan dalam

penelitian

2. Menyusun silabus dan Rencana pelaksanaan Pembelajran (RPP)

3. Membuat instrument Penelitian

4. Melakukan validasi instrument

5. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas

6. Menganalisis data

7. Membuat kesimpulan

c. Pelaksanaan Pembelajaran

1. Melakukan perkenalan dengan siswa

2. Memberikan motivasi dan memaparkan materi yang akan di pelajari dalam

proses pembelajaran serta cara dalam proses pembelajaran

3. Membagi siswa kedalam kelompok kecil sebagai kelompok diskusi

4. Membagi permasalahan yang harus dipecahkan dan didiskusikan

perkelompok siswa

5. Pemaparan hasil diskusi kelompok serta melakukan tanya jawab dengan

kelompok yang memaparkan hasil diskusi

6. Membagikan soal evaluasi pembelajaran kepada siswa untuk mengetahui hasil

belajar kognitif siswa

(41)

23

F. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

“Variable ialah sesuatu yang berbeda atau bervariasi, penekanan kata sesuatu

diperjelas dalam definisi kedua yaitu simbol atau konsep yang diasumsikan

sebagai seperangkat nilai-nilai” (Jonathan Sarwono, 2006:53). Dari penjelasan

variable tersebut, dapat dikatakan terdapat dua variable dari penelitian ini yaitu:

a. Variable bebas : model pembelajaran kolaboratif tipe group investigation

dengan pendekatan saintifik.

b. Variable terikat : Hasil belajar siswa.

2. Definisi Operasional Variabel

Menurut Young, dikutip oleh Koentjaraningrat dalam buku metode penelitian

“definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang

dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah

konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku

atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya

oleh orang lain” (Jonathan Sarwono, 2006:67).

G. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar sejarah siswa kelas

(42)

24

1. Tes

Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau

mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah

ditentukan (Arikunto, 2011: 52). Tes yang dimaksud dalam penelitian ini adalah

tes untuk mengukur hasil belajar siswa dalam bidang aspek kognitif pada mata

pelajaran sejarah. Tes yang digunakan berupa tes formatif pilihan ganda yang

berjumlah 20 soal yang terbagi delam 6 ranah kognitif yaitu pengetahuan C1,

pemahaman C2, penerapan C3, analisis C4, sintesis C5, dan evaluasi C6. dan

dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan. Soal tes memiliki bobot masing –

masing sesuai dengan aspek kognitif. Tujuan utama dilakukan tes adalah untuk

mengetahui pengaruh hasil belajar setelah mengikuti proses pembelajaran

dikelas, yaitu dengan menggunakan Metode Brainstorming.

2. Observasi

“Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu suatu proses

pengamatan dan ingatan” (Sutrino Hadi, 2001:224). Untuk mendapatkan data

yang relevan dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan teknik observasi

langsung. Penelitian ini tersebut melakukan observasi langsung di SMA

Xaverius Pringsewu.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan cara dokumentasi. Dokumentasi

(43)

25

ada. Dokumentasi dilakukan dengan cara pengambilan data yang sudah ada.

Dalam penelitian ini, pengambilan data dari SMA Xaverius Pringsewu.

4. Kepustakaan

Dalam penelitian ini, digunakan teknik untuk mendapatkan data-data yang

berhubungan dengan penulisan dalam penelitian ini, seperti: teori yang

mendukung, konsep-konsep dalam penelitian, serta data-data yang diambil dari

berbagai referensi.

H. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

1. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi awal

2. Kegiatan yang dilakukan dalam observasi awal adalah melihat kondisi

lapangan atau tempat penelitian seperti jumlah siswa, banyak kelas, serta cara

guru dalam mengajar.

3. menentukan populasi dan sampel penelitian.

4. Menyusun dan menetapkan materi pelajaran yang digunakan dalam penelitian.

5. Menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

6. Menyiapkan instrumen tes penelitian.

7. Melakukan validasi instrumen.

8. Menguji coba instrumen yang telah disiapkan.

(44)

26

10.Melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

11.Mengadakan test akhir (posttest) di kelas.

12.Menganalisis data.

13.Membuat kesimpulan.

2. Langkah-Langkah Pelaksanaan Pembelajaran

Langkah-langkah pada pelaksanaan pembelajaran ini adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah guru pada awal

pembelajaran memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi, menyiapkan

tujuan pembelajaran dan bertanya sedikit kepada siswa tentang

pengetahuannya tentang apa saja yang telah diketahui siswa sebelumnya.

2. Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti guru menjelaskan dengan menggunakan metode

pembelajaran Brainstorming yaitu proses pembelajaran yang menuntut siswa

mampu aktif berdiskusi dalam suatu kelompok. Pada kegiatan ini guru hanya

menjelaskan sedikit tentang materi yang akan dibahas, kemudian guru

membagi siswa dalam beberapa kelompok diskusi dan masing-masing

kelompok mendapatkan satu materi untuk didiskusikan dan disajikan di depan

kelas. Setiap siswa mempunyai peran masing-masing dalam kelompok.

(45)

27

Pada kegiatan akhir pembelajaran guru membimbing siswa untuk

bersama-sama menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari serta memberikan

kesempatan kepada siswa untuk menanyakan sesuatu tentang

hal yang belum dipaham.

I. Uji Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan adalah dalam bentuk tes

berupa pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan data

yang akurat, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini harus validitas dan

reliabilitas.

1. Uji Validitas Instrumen

“Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan

dan kecermatan suatu instrumen pengukuran (tes) dalam melakukan fungsi

ukurnya” (Saifuddin Azwar, 1996:173). Validitas yang digunakan dalam penelitian

ini menggunakan validitas isi, pengujian validitas isi tidak melalui analisis

statistika tetapi menggunakan analisis rasional, validitas isi sangat penting dalam

proses pembelajaran, untuk mengukur kemampuan siswa dalam hasil belajar. Tes

dikatakan valid dengan kategori sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator

berdasarkan guru. Validias isi dapat diusahakan dibicarakan terlebih dahulu secara

mendalam pada waktu sebelum melaksanakan tes. Penelitian ini, soal yang akan

diberikan terhadap siswa dikonsultasikan terhadap guru mata pelajaran sejarah

(46)

28

sesuai dengan kemampuan siswa menjawab terhadap tes yang diberikan berupa

tabel yang harus diisi dengan cara ceklis. Penilaian terhadap hasil pembelajaran

ini, menunjukkan telah memenuhi validitas isi.

2. Uji Reliabilitas

“ Reliabilitas adalah suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang

tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian

reliabilitas tes, berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Atau seandainya

hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti”

(Suharsimi Arikunto, 2008:86).

Keterangan: r₁₁ = reliabilitas yang dicari

n = banyaknya item

= jumlah varians skor tiap-tiap item

= varians total

(Suharsimi Arikunto, 2008:109).

3. Tingkat Kesukaran

Di dalam istilah evaluasi, indeks kesukaran ini diberi simbol P (p besar), singkatan

dari kata “proporsi”. Dengan demikian maka soal dengan P = 0,70 lebih mudah

jika dibandingkan dengan P = 0,20. sebaliknya soal dengan P = 0,30 lebih sukar

(47)

29

Rumus mencari P adalah :

P =

Keterangan :

P : indeks kesukaran

B : banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul

JS : jumlah seluruh siswa peserta tes

(Suharsimi Arikunto, 2008:208).

4. Daya Pembeda

“Daya pembeda soal, adalah kemampuan sesuatu soal untk membedakan antara

siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh

(berkemampuan rendah). Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda

disebut indeks diskriminasi, disingkat D (d besar). Seperti halnya indek kesukaran

indeks diskriminasi (daya pembeda) ini berkisar antara 0,00 sampai 1,00”

(Suharsimi Arikunto, 2008:211).

Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah :

D =

= PA – PB

Keterangan :

D : indeks diskriminasi J : jumlah peserta tes

JA : banyaknya peserta kelompok atas

JB : banyaknya peserta kelompok bawah

BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan

benar

BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu

dengan benar

PA : proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P

sebagai indeks kesukaran)

PB : proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

(48)

30

J. Teknik Analisis Data

Tujuan analisis data adalah untuk memberikan makna atau arti yang digunakan untuk

menarik suatu kesimpulan dari masalah yang ada. Teknik analisis data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitian kuantitatif. Data yang

dianalisis merupakan nilai siswa yang diperoleh setelah adanya tes.

Untuk menghitung nilai yang dicapai siswa dihitung menggunakan rumus:

Jumlah skor jawaban yang diperoleh

Nilai siswa = X 100

Jumlah skor maksimal

(Arikunto, 2007:236)

Setelah nilai siswa Kelas X-1 SMA Xaverius Pringsewu diketahui, maka untuk

selanjutnya nilai tersebut dianalisis guna mengetahui ada tidaknya pengaruhyang

signifikan moetode pembelajaran Brainstorming terhadap hasil belajar sejarah. Pada

penelitian ini, analisis data yang penulis gunakan untuk mengetahui adanya pengaruh

signifikan metode pembelajaran Brainstorming terhadap hasil belajar sejarah yaitu

uji-t. Menurut Siregar, dalam penerapan uji-t ada beberapa persyaratan yang harus

terpenuhi. Dari beberapa persyaratan uji-t, diketahui bahwa data peneliti telah

memenuhi persyaratan tersebut. Persyaratan dalam uji-t meliputi:

1. Bila permasalahan lebih dari satu variabel, maka variabel terikat

(dependent) datanya harus bersifat interval atau rasio. Sedangkan untuk

variabel bebas (independent) datanya harus berbentuk nominal atau

(49)

31

2. Untuk menggunakan uji-t, data diasumsikan berdistribusi normal.

3. Data berjenis probability sampling (setiap unsur kesempatan yang sama

untuk dipilih menjadi sampel dari suatu populasi).

(Siregar, 2013: 194)

Rumus uji-t yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh yaitu:

Keterangan:

B = Selisih data pertama dan kedua

SB = Simpangan dari B

n = Jumlah Sampel

(Sudjana, 2005:242)

Setelah diketahui t hitung maka dibandingakan dengan t tabel. Jika t hitung yang

diperoleh lebih dari (>) t tabel, hal tersebut menunjukan adanya pengaruh.

Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh dengan menghitung koefisien

korelasi. Koefisien korelasi dapat diketahui dengan rumus product momen:

r =

Keterangan:

r = Koefisien korelasi pearson

∑xy = Jumlah hasil dari X dan Y setelah dikalikan B

t = SB

n∑xy – (∑x)(∑y)

(50)

32

∑x = Jumlah skor X ∑y = Jumlah skor Y ∑x2

= Jumlah kuadrat dari skor X ∑y2

= Jumlah kuadrat dari skor Y n = Jumlah sampel

(Arikunto, 2013:87)

[image:50.612.112.456.252.483.2]

Untuk mengetahui interpretasi besarnya pengaruh terlihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,800 – 0,100 Sangat tinggi

0,600 – 0,800 Tinggi

0,400 – 0,600 Cukup

0,200 – 0,400 Rendah

0,00 – 0,200 Sangat rendah

(51)

REFERENSI

Nurhadi 2004. Pembelajaran Kontekstual(Contextual Teaching And Learning/CTL) Dan Penerapannya Dalam KBK. Malang. Universitas negeri malang

Oemar Hamalik. 2007. Dasar-dasar pegembangan kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya. hlm. 30

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) No. 19 Th. 2005(Biro Hukum BPK-RI, 2006: 12)

Rusman 2012. Model – Model Pembelajaran. Depok : PT Rajagrafindo Persada

Siregar Syofian. 2012. Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara

Soemantri. 2001. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

(52)

53

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan penulis dengan

judul pengaruh penerapan metode pembelajaran Brainstorming terhadap hasil

belajar siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA XAVERIUS PRINGSEWU

diperoleh kesimpulan “ Adanya pengaruh yang signifikan dari hasil belajar

dalam metode pembelajarn Brainstormingterhadap hasil belajar kognitif siswa

pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA XAVERIUS PRINGSEWU dengan taraf

signifikan sebesar 0,47 jika dimasukkan dalam kriteria koefesien korelasi

tergolong dalam kriteria cukup”. Berdasarkan perhitungan diatas maka dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar

menggunakan metode Brainstormingdengan hasil belajar kognitif siswa.

Hubungan yang positif ini memiliki arti bahwa metode brainstorming ini

memberikan manfaat yang baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang

berarti semakin maksimal penggunaan metode pembelajaran

(53)

54

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis memberikan beberapan masukan

sebagai berikut:

1. Untuk menerapakan model pembelajaran dengan menggunakan maslah dapat

menggunakan metode pembelajaran Brainstorming

2. Siswa diharapkan dapat menerapkan sikap toleransi, saling menghormati, dan

menghargai pendapat dan masukan orang lain.

3. Guru diharapkan lebih kreatif dalam pemilihan model pembelajaran untuk

materi-materi tertentu

4. Guru diharapkan dapat memotivasi siswa untuk berfikir kritis dalam

(54)

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta

Arends dalam Trianto.2007. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: prenada media group

Arikunto. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sutrisno

Arikunto.2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:Rinika Cipta

Arikunto.2007.Menejemen Penelitian.Jakarta:Rinika Cipta

Arikunto.2012.Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta:Bumi Aksara

Badudu,J.S Dan Zain,2001,Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta:Pustaka Sinar Harapan

Depdiknas.2003.Peraturan Menteri Nasional No.20 Tahun 2003 Tentang Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta:Depdiknas

Dewey dalam Trianto, 2007. Model Pembelajaran PBI.

(http://dell-reko.blogspot.com/2012/06/model-pbi.html diunduh tanggal 20 Agustus 2018)

Djamarah,Bahri Syaiful Dan Zain, Aswan, 2006, strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta

Hamalik. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung . PPS UPI dan Remaja Rosdakarya

Isjoni.2007. Pembelajaran Sejarah Pada Satuan Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Musa, Nurfitri.1988. Metodologi Penelitian. Jakarta :Fajar Agung

(55)

Nurhadi 2004. Pembelajaran Kontekstual(Contextual Teaching And Learning/CTL) Dan Penerapannya Dalam KBK. Malang. Universitas negeri malang

Oemar Hamalik. 2007. Dasar-dasar pegembangan kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya. hlm. 30

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) No. 19 Th. 2005(Biro Hukum BPK-RI, 2006: 12)

Rusman 2012. Model – Model Pembelajaran. Depok : PT Rajagrafindo Persada

Siregar Syofian. 2012. Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara

Soemantri. 2001. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sudijono, Anas. 2008. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Raja Grafindo Persada.

Sudjana. 2005.Metoda Statistika. Bandung: Transito

Sugioyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: alfabeta.

Suryanto. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka

Figure

Tabel. 1.1 Hasil nilai ulangan tengah semester pada Mata Pelajaran Sejarah Semester
Tabel 3.1  Jumlah Populasi Siswa Kelas X-1 Siswa
Tabel 3.2   Jumlah Sampel Siswa Kelas X-1 Sebagai Eksperimen dan Sebagai    Kelas Kontrol
Tabel 3.3 Interpretasi Koefisien Korelasi

References

Related documents

The SOP templates provided on this website are developed based on a format following the National Academy of Science (NAS) Laboratory Chemical Safety Summary Sheets (LCSS). As such

ƒ We aim to create an exhibition which enables visitors to get one step ahead to see business opportunities for the post digitalization era.. ƒ The latest digital

Executive Committee of Chicago Westside NAACP Youth Council President and Members of Illinois Council for Exceptional Children Club Soccer Coaches.. AT OPRF,

Finding a set of optimal solutions (for comparison) with these algorithms is problematic and time-consuming. The multi-objective modularity optimisation is further complicated by

Papers have been presented in international academic conferences and seminars including: World Congress of the International Sociological Association, Human

monest form of the disorder, under which circum- stances a group of C-21 methyl steroids account for the major portion of the urinary metabolites (19, 20). In the hypertensive

The F/P/T Network is proposing all Provinces and Territories and all components of the health and emergency social services sectors adopt an all-hazards, all agencies program

Форми проведення семестрового контролю та критерії оцінювання Навчальні досягнення студентів із дисципліни «Основи фотосправи, відеозйомки і