• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
10
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

I. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

(2)

Dalam buku pedoman pelaksanaan PTK, desain dalam satu siklus ada beberapa komponen yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian, yaitu : rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini penulis merencanakan dalam tiga siklus dan setiap siklus memiliki kegiatan yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya, setiap proses penelitian merupakan tindak lanjut dari siklus penelitian selanjutnya seperti gambar di bawah ini :

Gambar

5. Siklus Penelitian Kaji Tindak (Hopkins, 1993)

B. Teori Ketuntasan Belajar

(3)

 Tingkat kerumitan  Tingkat kemampuan.

 Tingkat kemampuan dukungan sekolah

Pada penelitian ini peneliti menggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran). KTSP merupakan setrategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif dan prestasi. KTSP merupakan pradigma baru pengembangan kurikulum yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan pelibatan masyarakat proses belajar mengajar di sekolah. Dalam KTSP untuk SD kategori ketuntasan belajar siswa adalah yang mendapat nilai 65 ke bawah perlu diperhatikan dan yang mendapat nilai 65 ke atas telah memenuhi ketuntasan belajar siswa (KTSP 2007). Sedangkan KKM di SD Negeri 2 Pandan Sari untuk mata pelejaran Pendidikan Jasmani adalah 67.

C. Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas (Class Room Action Research)

Rencana, yaitu tindakan apa yang perlu untuk diperbaiki, meningkatkan atau perubahan prilaku dan sikap solusi.

Tindakan, yaitu apa yang dilakukan peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan.

Observasi, yaitu : mengamati hasil yang dilakukan oleh teste.

Refleksi, yaitu : peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil dari berbagai kriteria.

Model proses yang digunakan

(4)

c) Proses peneliti putaran ketiga Model sistem

a) Peneliti putaran pertama.

Jika pada pengenalan konsep nomor lompat jauh menggunakan alat bantu yang dapat diperhatikan siswa, maka hasil belajar penjaskes dapat ditingkatkan. Jika alat bantu dapat meningkatkan hasil belajar siswa maka pengembangan berikutnya akan dilakukan observasi dan evaluasi tentang alat bantu yang sesuai digunakan pada putaran selanjutnya. b) Peneliti putaran kedua.

Jika hasil peneliti putaran pertama menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, maka putaran kedua akan menggunakan alat bantu yang sesuai digunakan pada kelas V, jika keterampilan ini dapat

meningkatkan hasil belajar siswa maka alat alat bantu ini berbentuk 3-4 buah bola.

c) Peneliti putaran ketiga.

Jika putaran kedua menunjukan peningkatan hasil belajar siswa yang lebih baik dari pada pertama, maka tindakan pada putaran ketiga adalah menggunakan alat bantu berupa 3-4 buah bola oleh seorang peraga.

D. Implementasi di kelas

(5)

E. Proses Pembelajaran Keterampilan Gerak Dasar Menolak pada Lompat Jauh.

Tes Awal Siklus Pertama 1. Rencana :

a) Menyiapkan sarana dan prasarana untuk proses pembelajaran. Alatnya yaitu : 5 buah keset.

b) Menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran siklus pertama dan sebagai pendahuluan siswa melakukan pemanasan dengan permainan kejar-kejaran/permainan kucing dan tikus, peregangan, gerakan koordinasi, inti pembelajaran dan evaluasi.

2. Tindakan.

a) Memperkenalkan dan menjelaskan alat yang akan digunakan untuk siklus pertama antara lain : gambar-gambar rangkaian gerakan orang menolak pada lompat jauh.

b) Siswa dibariskan satu berasap, kemudian dipanggil menurut urutan absensi untuk melakukan gerakan menolak.

c) Guru menjelaskan rangkaian gerak menolak pada lompat jauh yang ada pada gambar dengan step by step mulai dari awalan, jalan/lari terus melompat sambil mendorongkan badan ke depan dan jatuhnya pada kedua kaki sebagai tumpuan mendarat langsung berjalan ke arah belakang kembali ke tempat awalan.

(6)

Setelah tindakan dilakukan, lalu melakukan pengamatan, koreksi, diberikan waktu pengulangan dan dinilai/dievaluasi hasil dari pada siklus pertama.

4. Refleksi.

a) Hasil observasi disimpulkan, bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus pertama sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran gerak dasar menolak pada lompat jauh, namun masih terdapat kekurangan.

b) Letak kesulitan siswa yang terjadi pada tes siklus pertama adalah pada saat mengambil awalan dan tolakan melompat.

c) Merencanakan tindakan untuk siklus kedua yang mana peneliti merencanakan untuk menggunakan alat bantu berupa papan kayu yang berbentuk kotak dan diberi warna menarik.

Siklus Kedua

Melihat dari hasil siklus pertama

1. Rencana

a) Mempersiapkan alat-alat yang berkaitan dengan proses

pembelajaran dan instrument yang diperlukan dalam mengevaluasi tindakan.

b) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran siklus kedua.

(7)

a) Memperkenalkan dan menjelaskan alat yang akan digunakan untuk siklus kedua, berupa papan kayu yang berbentuk kotak dan

warnanya yang menarik.

b) Siswa dibariskan menjadi satu berbanjar.

c) Siswa melakukan awalan 3-5 langkah lalu melompat terus

mendorong badan saat di udara kemudian untuk menumpu dengan kedua kaki.

d) Kemudian siswa berjalan untuk menuju ke arah belakang bak lompat.

3. Observasi

Setelah tindakan dilakukan lalu melakukan pengamatan, koreksi, diberikan waktu pengulangan dan dinilai/dievaluasi hasil pada siklus kedua.

4. Refleksi

a) Hasil observasi disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus kedua dengan menggunakan alat bantu 3 5 langkah sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran menolak, namun terdapat kekurangan. Letak kesulitan yang terjadi dari hasil tes siklus kedua yaitu pada kemampuan siswa melakukan rangkaian gerakan menolak mulai dari awalan, lari dan tolakan.

b) Merencanakan tindakan untuk siklus ketiga yang mana peneliti merencanakan untuk menggunakan modifikasi papan tolak yang tetbuat dari box kayu.

(8)

1. Rencana

a) Mempersiapkan alat-alat yang berkaitan dengan proses

pembelajaran dan instrument yang diperlukan dalam mengevaluasi tindakan.

b) Menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran siklus ketiga.

2. Tindakan

a) Memperkenalkan dan menjelaskan alat yang akan digunakan untuk siklus ketiga berupa box yang terbuat dari kayu.

b) Siswa dibariskan menjadi 2 bersap sesuai urutan absen, untuk melihat/ mengamati peragaan gerakan menolak mulai dari gerakan sederhana sampai ke gerakan cepat.

c) Kemudian siswa dipanggil untuk melakukan gerakan menolak dengan benar.

d) Siswa mengambil posisi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

e) Kemudian siswa melakukan gerakan yaitu langkah dan menolak yang mana harus menolak menggunakan kaki terkuat di depan dan kaki lainnya di belakang ke arah posisi yang benar.

3. Observasi

Setelah tindakan diamati, koreksi, diberikan waktu pengulangan dan dinilai/dievaluasi hasil pada siklus ketiga.

(9)

Hasil observasi siklus ketiga didiskusikan dan disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus ketiga dengan menggunakan alat bantu, gerakan lompat jauh gaya jongkok terdapat peningkatan yang sangat signifikan dengan persentase rata-rata diatas 50 %. Untuk ini peneliti beranggapan bahwa peneliti ini dianggap berhasil dan mendapatkan nilai yang memuaskan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tes pengamatan di lapangan, untuk mengumpulkan informasi dan menilai atau mengevaluasi hasil dari proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok. Sedangkan data yang diperoleh dalam penelitian ini tergolong dalam cara data primer, yaitu data yang dikumpulkan dari tangan pertama dan diolah oleh suatu organisasi dan perorangan.

G. Analisis Data

Setelah data terkumpul melalui tindakan disetiap siklus selanjutnya dan dianalisis. Untuk melihat kualitas hasil tindakan disetiap siklus digunakan rumus menurut Subagyio tahun 1987, yaitu :

% 100 N

f P

Keterangan :

P : Persentase keberhasilan.

(10)

References

Related documents

EN7001 Bibliography, Research Methods, and Writing Skills for Postgraduates The module is compulsory for all new postgraduates in the School of English and in the Victorian

gates is needed to define the TCG boundary conditions. It is likely that the WQ inside the canals is quite variable, and a regular sampling campaign is

Although our labs are focused on HMC and human-robot interaction (HRI), we believe these tips can be applied to any number of research contexts for both undergraduate and

The case of Ukraine, in the context of the wider European space, exposed EU governance as one of the greatest mismanagements of the time, whereby the EU had clearly underestimated

Compared to single party regimes, regimes that ban political parties tend to about 2.5% less likely to refrain from using lethal repression against seemingly united social

scale qualitative study for an MA in Clinical Counselling (University of Chester), and its aim is to find out about the experiences of trainee counsellors who have worked with

Connect your DuraSled to a Snap-Con™ GDS to Micro USB 2.0 Adapter and charge both the scanner and the handheld device at the same time! Perfect for charging at home or anywhere

Based on the present study, immunization in the previous season was a strong predictor of influenza vaccination and thus, the Ministry of Health public service announcements and