III. METODE PENELITIAN
A. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 18 Januari 2010 sampai dengan 8
Februari 2010. Penelitian diawali dengan melaksanakan pretest, uji coba LKS kimia berbasis keterampilan generik sains menggunakan media animasi,
selanjutnya dilakukan post-tes dan pengisian angket. Pengambilan angket dilakukan setelah guru menyelesaikan proses belajar mengajarnya.
B. Alur Penelitian
Berdasarkan uraian model penelitian pengembangan Borg and Gall (2003) hanya dilakukan sampai revisi media animasi kedua tetapi seharusnya setelah dilakukan
revisi media animasi kedua maka tahap selanjutnya adalah implementasi (uji coba utama) menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen lalu dilanjutkan dengan tahap diseminasi. Namun ketuntasan materi untuk penelitian pengembangan skala
kecil seperti yang peneliti lakukan hanya sampai pada revisi media animasi pertama dan cukup sampai temuan dan analisis data kemenarikan dan N-gains,
Alur penelitian ini disusun berdasarkan model penelitian pengembangan Borg and Gall (2003).
[image:2.595.145.471.165.489.2]
Gambar 1. Alur Penelitian
C. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang berfungsi untuk mempermudah pelaksanaan sesuatu. Instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan oleh pengumpul
data untuk melaksanakan tugasnya mengumpulkan data (Arikunto, 1997 : 77). Berdasarkan pada tujuan penelitian dan bagan alur penelitian, dirancang dan
disusun 4 jenis instrumen sebagai berikut:
Analisis kebutuhan (Identifikasi masalah)
pembuatan media pembelajaran berbasisis animasi
Uji ahli
Temuan dan analisis data kemenarikan dan keterlaksanaan media animasi, N-gain
Revisi media animasi pertama
Uji coba terbatas
(Uji coba media animasi, angket siswa, pedoman wawancara,pre-tes dan post-tes)
1. Instrumen uji kesesuaian media animasi berbasis keterampilan generik sains,
dan media pembelajaran menggunakan animasi berupa angket uji kesesuaian yang mencakup uji kemenarikan media animasi dan uji kesesuaian materi
yang diajar.
2. Instrumen uji kemenarikan dan keterlaksanaan media animasi berbasis
keterampilan generik sains berupa angket siswa.
3. Soal pre-tes dan post-tes untuk menjaring pemahaman konsep dan
keteram-pilan generik sains siswa sebelum dan sesudah penerapan media animasi
berbasis keterampilan generik sains.
4. Pedoman wawancara terhadap guru dan siswa untuk mengetahui keunggulan
dan kelemahan pembelajaran menggunakan media animasi berbasis keteram-pilan generik sains.
E. Prosedur Pengumpulan Data
Secara umum model pengembangan ini terdiri atas tiga tahap, yaitu sebagai
berikut:
1. Tahap persiapan
Kegiatan dalam tahap persiapan meliputi:
a. Analisis kebutuhan dan analisis kurikulum. Analisis kebutuhan yang
dimaksud adalah analisis kebutuhan belajar siswa berupa sumber belajar terkait sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
wawancara terhadap guru bidang studi khususnya kimia untuk mengetahui media yang digunakan yang mendukung proses pembelajaran. Selanjut-nya analisis kurikulum yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), dilakukan untuk mendapatkan analisis materi pelajaran. b. Membuat media animasi berbasis keterampilan generik sains.
c. Membuat instrumen penelitian berupa angket uji kesesuaian materi dan
angket uji kemenarikan, angket uji keterbacaan dan keterlaksanaan (angket siswa), soal pre-tes dan post-tes, serta pedoman wawancara untuk
men-jaring data tanggapan guru dan siswa terhadap penggunaan media animasi berbasis keterampilan generik sains .
d. Uji ahli yang bertujuan untuk mengevaluasi kelengkapan materi,
kebenar-an materi, sistematika materi, dkebenar-an berbagai hal ykebenar-ang berkaitkebenar-an dengkebenar-an materi seperti contoh-contoh dan fenomena serta pengembangan soal-soal
latihan. Juga untuk mengevaluasi kualitas produk, kemenarikan, dan efektivitas visual siswa atau pembaca. Uji ahli ini dilakukan oleh 2 orang dosen (1 orang dosen pembimbing dan 1 orang dosen diluar pem-bimbing)
dan 2 orang guru kimia dari SMA Al-Huda Jatiagung Lampung Selatan.
Langkah-langkah dalam uji ahli materi adalah sebagai berikut :
1. Menentukan indikator penilaian untuk validitas media animasi berbasis
keterampilan generik sains.
2. Membuat instrumen uji ahli yang berupa angket uji kemenarikan dan
uji kesesuaian media pembelajaran berbasis animasi. 3. Melaksanakan uji ahli.
5. Melakukan perbaikan berdasarkan analisis hasil uji ahli. 6. Mengkonsultasikan hasil perbaikan.
2. Tahap pelaksanaan (Uji coba terbatas)
Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.1 SMA Al-Huda Jatiagung
Lampung Selatan, yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan, serta dua orang guru kimia SMA Al-Huda Jatiagung
Lampung Selatan.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pre-test and Post-tes Design. (Arikunto, 2002). Di dalamnya terdapat langkah-langkah
yang menunjukkan suatu urutan kegiatan penelitian yaitu:
Pre-tes Perlakuan Post-tes
O adalah Pre-tes dan Post-tes yang berfungsi untuk mengukur pemahaman konsep, dan keterampilan generik sains siswa sebelum dan sesudah uji coba media pembelajaran berbasis animasi. X adalah perlakuan berupa uji coba
penerapan media pembelajaran berbasis animasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Di dalam penelitian ini tes
dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah eksperimen. Tes yang dilakukan sebelum eksperimen disebut pre-test dan sesudah eksperimen disebut post-tes.
Kegiatan dalam tahap pelaksanaan meliputi:
a. Pelaksanaan pretest untuk menjaring pemahaman konsep siswa sebelum
diterapkannya media pembelajaran berbasis animasi. Soal pre-tes terdiri dari 20 soal pilihan berganda dan 5 soal essay.
b. Uji coba penerapan media pembelajaran berbasis animasi disesuaikan
dengan jadwal penyajian materi pokok dan dilaksanakan dalam rentang
waktu yang telah ditentukan. Media animasi diujicobakan pada siswa kelas X.1 SMA Al-Huda Jatiagung Lampung Selatan dengan
menggunakan prosedur sebagai berikut:
1. Melakukan uji kemenarikan dan keterlaksanaan media Pem-belajaran berbasis animasi menggunakan angket siswa yang
telah disusun.
2. Menganalisis hasil uji kemenarikan dan keterlaksanaan untuk mem- peroleh desain media pembelajaran berbasis animasi yang lebih
baik.
3. Melakukan perbaikan berdasarkan hasil uji kemenarikan dan keterlaksanaan.
4. Mengkonsultasikan hasil yang telah diperbaiki.
Hasil evaluasi menggunakan angket siswa ini digunakan untuk merevisi
media pembelajaran berbasis animasi yang dibuat, yang merupakan produk akhir pengembangan.
c. Pelaksanaan post-tes untuk menjaring pemahaman konsep siswa setelah
diterapkannya media pembelajaran berbasis animasi. Soal post-tes terdiri dari 20 soal pilihan berganda dan 5 soal essay yang sama dengan soal
d. Wawancara untuk menjaring data tanggapan guru dan siswa terhadap
penggunaan media pembelajaran berbasis animasi dalam pembelajaran dilaksanakan kepada guru dan siswa setelah penerapan pembelajaran
kimia menggunakan media pembelajaran berbasis animasi.
3. Tahap analisis data
Kegiatan dalam tahap analisis data meliputi:
a. Mengolah angket uji kemenarikan dan keterlaksanaan (angket siswa) dengan cara :
1) Mengkode atau klasifikasi data, bertujuan untuk mengelompokkan jawaban berdasarkan pertanyaan angket. Dalam pengkodean data ini dibuat buku kode yang merupakan suatu tabel berisi tentang substansi-
substansi yang hendak diukur, pertanyaan-pertanyaan yang menjadi alat ukur substansi tersebut serta kode jawaban setiap pertanyaan tersebut dan rumusan jawabannya.
2) Tabulasi data berdasarkan klasifikasi yang dibuat, bertujuan untuk memberikan gambaran frekuensi dan kecenderungan dari setiap
jawaban berdasarkan pertanyaan angket dan banyaknya sampel. 3) Menghitung frekuensi jawaban, berfungsi untuk memberikan
informasi tentang kecenderungan jawaban yang banyak dipilih siswa
dalam setiap pertanyaan angket. Untuk setiap siswa yang memilih satu jawaban maka diberi point satu.
5) Memvisualisasikan data untuk memberikan informasi berupa data
angka-angka yang tersedia (Marzuki, 1997).
6) Menafsirkan data, harga persentase setiap jawaban pertanyaan dalam
angket dapat ditafsirkan dengan menggunakan tafsiran harga
[image:8.595.167.367.236.329.2]persentase jawaban menurut Arikunto (1997 : 155) berikut:
Tabel 2. Tafsiran harga persentase tiap jawaban pertanyaan
Persentase Kriteria 80,1%-100%
60,1%-80% 40,1%-60% 20,1%-40% 0,0%-20%
Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah
7) Menghitung skor jawaban siswa.
Penskoran setiap jawaban siswa dalam kesesuaian adalah:
Tabel 3. Penskoran pada angket keterbacaan dan keterlaksanaan
NO Pilihan Jawaban Skor
1 A 1
2 B 2
3 C 3
4 D 4
9) Menghitung persentase jawaban angket kemenarikan dan keter-laksanaan pada tiap animasi dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
% 100
%
maks in
S S
X (Sudjana, 2002 : 69)
Keterangan : %Xin = Persentase angket-i pada animasi ke-n
[image:8.595.170.385.437.512.2]Smaks = Skor maksimum yang diharapkan
10) Menghitung rata-rata persentase angket kemenarikan dan
keter-laksanaan siswa untuk mengetahui tingkat keterbacaan dan tingkat keterlaksanaan siswa terhadap animasi kimia berbasis keterampilan generik sains dengan rumus sebagai berikut:
n X
Xi in
%
% (Sudjana, 2002 : 67)
Keterangan : %Xi = Rata-rata persentase angket-i
%Xin= Jumlah persentase angket-i pada tiappercobaan
n = Jumlah animasi
11) Menafsirkan persentase angket kemenarikan dan keterlaksanaan untuk
mengetahui kemampuan siswa secara keseluruhan dengan
mengguna-kan tafsiran Arikunto (1997 : 155) : Tabel 4. Tafsiran persentase angket
Persentase Kriteria 80,1%-100%
60,1%-80% 40,1%-60% 20,1%-40% 0,0%-20%
Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah
b. Mengolah data pre-tes dan post-tes siswa dengan cara uji gain
konsep siswa terhadap pokok bahasan larutan elektrolit dan non eleltrolit sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan animasi sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan yang ditetapkan maka pengolahan data
dilakukan dengan tahap sebagai berikut :
1. Menentukan kunci jawaban dari soal-soal yang diberikan. 2. Menentukan skor pada jawaban dengan skor maksimal 40
- Skor pilihan berganda nomor 1-20 = 1 - Skor essay nomor 2a, 2b, 2c, 4b = 1 - Skor essay nomor 1a, 1b = 2
- Skor essay nomor 3, 4a, 5a, 5b = 3
3. Memeriksa jawaban siswa, kemudian mengolah skor yang diperoleh
siswa dengan cara uji gain. Pengujian gain dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar antara sebelum dan sesudah pembelajaran, dihitung dengan rumus :
pre maks
pre post
S S
S S g
Keterangan : Spre = Skor pre-tes
Spost = Skor post-tes (test I + test II)
Smaks = Skor maksimum
Menurut Hake (1998), tingkat perolehan skor dikategorikan atas tiga kategori,
yaitu :
1) Tinggi : g > 0,7
2) Sedang : 0,3 < g < 0,7