• No results found

Text 1 COVER pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text 1 COVER pdf"

Copied!
15
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu penelitian tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu pembelajaran yang dilakukan dikelas. PTK berfokus pada kelas atau pada program belajar mengajar di kelas. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi didalam kelas. Selain itu, penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian yang dilakukan oleh guru kelas disebut penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).

(2)

pelaksan

( Dimodifikasi dari Wardhani )

3. 2. Setting Penelitian 3.2.1 Setting tempat

Tempat dalam penelitian ini dilakukan di SDN 08 Metro Timur yang terletak di Jl. Stadion 24a Tejosari, Metro Timur.

3.2.2 Setting waktu

[image:2.595.143.507.72.513.2]

Waktu dalam penelitian ini pada bulan Desember 2011 minggu pertama, dan penelitian ini dilakukan selama 5 bulan.

Gambar : prosedur PTK

(Dimodifikasi dari Wardhani)

Obsevasi

Refleksi Perencanaan

Perencanaan

Refleksi

Observasi Pelaksanaan

Perencanaan

Refleksi

Observasi Pelaksanaan

Siklus I

(3)

3.2.3 Subyek Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas IV A SDN 08 Metro Timur. Subyek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV A SDN 08 Metro Timur Tahun Pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 33 siswa yang terdiri dari 14 siswa perempuan, 19 siswa laki-laki, dan 1 orang guru kelas.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Peneliti mengumpulkan seluruh data yang diperoleh berdasarkan instrumen penelitian yang dilakukan dengan berbagai teknik pengumpulan data, antara lain:

3.3.1 Teknik tes, merupakan prosedur atau cara untuk mengumpulkan data yang berupa nilai-nilai siswa, sehingga guru mengetahui hasil belajar siswa.

3.3.2 Teknik non tes, merupakan prosedur atau cara pengumpulan data aktivitas siswa dan kinerja guru dengan menggunakan lembar observasi.

3.4 Alat Pengumpulan Data

Data yang akan dikumpulkan pada penelitian ini terdiri atas data aktivitas siswa, tes hasil belajar dan kinerja guru.

(4)

3.4.2 Lembar panduan observasi, instrument ini dirancang peneliti dan berkolaborasi dengan guru kelas. Lembar observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa dan data kinerja guru selama penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran IPS melalui model cooperative learning tipe NHT.

3.5 Teknik Analisis Data

Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang menunjukkan proses dengan memberikan pemaknaan sesuai dengan masalah penelitian, yaitu kinerja guru, aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran IPS dalam penelitian tindakan kelas menggunakan model cooperative learning tipe NHT. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan

untuk mendeskripsikan kualitas belajar siswa dalam hubungannya dengan penguasaan materi yang diajarkan oleh guru berupa tes hasil belajar.

3.5.1 Analisis kualitatif, akan digunakan untuk menganalisis data aktivitas belajar siswa dan kinerja guru.

Nilai analisis aktivitas belajar siswa dan kinerja guru, diperoleh dengan rumus:

N = X 100

Keterangan :

N = nilai yang dicari

R = skor mentah yang diperoleh siswa SM = skor maksimum

100 = Bilangan tetap

(5)

3.5.2 Analisis kuantitatif, digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa diperoleh dengan rumus :

N

x

x

Keterangan :

x = nilai rata-rata

= jumlah semua nilai hasil

N = jumlah siswa (adaptasi dari Purwanto, 2008: 103)

3.5.3 Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal, diperoleh dengan rumus :

ketuntasan klasikal = X 100 %

[image:5.595.164.491.473.574.2]

Diadopsi dari Purwanto (2008: 12)

Tabel 1. Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar siswa dalam %

Tingkat Keberhasilan (%) Arti

86-100% 71-85% 56-70% 41-55% 32-40%

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

Sangat Kurang Diadopsi dari Purwanto (2008: 12)

3.6 Indikator Keberhasilan

3.6.1 Ada peningkatan aktivitas guru dan siswa khususnya pada mata pelajaran IPS pada setiap siklusnya.

(6)

3.6.3 Tingkat keberhasilan belajar siswa dengan rata-rata mencapai 75% ke atas atau masuk kategori baik.

3.7 Urutan Penelitian Tindakan Kelas Siklus I

3.7.1 Tahap Perencanaan

a) Menetapkan materi pelajaran, yaitu materi kelas IV yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SDN 08 Metro Timur dan sesuai dengan SK dan KD.

b) Menyiapkan SK, KD, silabus dan pemetaan.

c) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

d) Menyiapkan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

e) Menyusun alat tes, yaitu tes objektif untuk setiap siklus.

f) Menyusun instrument penelitian, baik untuk siswa maupun guru. g) Menetapkan cara refleksi yang dilakukan oleh tim peneliti, yaitu

guru dan peneliti sebagai observer secara bersama-sama, dan dilakukan setiap akhir tindakan pada setiap siklusnya.

3.7.2 Tahap Pelaksanaan a) Kegiatan Awal

Melalui apersepsi guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan tujuan untuk membawa siswa dalam kondisi siap untuk mengikuti pelajaran dan menerima materi yang akan

(7)

dan guru melakukan tes awal untuk mengetahui tentang pengetahuan awal siswa sebelum materi diberikan.

b) Kegiatan Inti

1) Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 3-5 orang dan masing-masing siswa diberi nomor antara 1 sampai 5.

2) Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa

manfaat koperasi, makna simbol koperasi serta hak kewajiban .

3) Siswa berdiskusi bersama tentang materi koperasi yaitu makna simbol koperasi serta hak dalam kelompoknya dan menyatukan pendapatnya terhadap jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan meyakinkan setiap anggotanya mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

4) Guru memanggil satu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk satu kelas, begitu seterusnya.

5) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang sudah maju.

6) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.

(8)

c) Kegiatan Akhir

Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari, sekaligus menindaklanjuti dengan membagi lembar kerja siswa untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan dan guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.

3.7.3 Observasi

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

a) Mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru untuk melihat kesulitan-kesulitan dan kebaikan kebaikan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.

b) Melakukan pengamatan terhadap penggunaan model cooperative learning tipe numbered heads together dalam mata pelajran IPS

kelas IV A SDN 08 Metro Timur.

c) Memberi tanda check list pada lembar observasi setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi selama penelitian dalam proses pembelajaran IPS.

3.7.4 Refleksi

a) Menganalisis hasil penemuan yang didapatkan pada saat melakukan tahap observasi

(9)

c) Melakukan refleksi terhadap kesesuaian model cooperative learning tipe NHT dalam proses pembelajaran.

d) Melakukan refleksi terhadap tes hasil belajar.

e) Kelemahan-kelemahan yang ada pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II.

Siklus II

3.7.5 Tahap Perencanaan

a) Mendata hasil yang sudah diperoleh pada siklus 1

b) Merancang perbaikan untuk proses pembelajaran pada siklus II berdasarkan refleksi pada siklus I.

c) Menyiapkan pemetaan, SK, KD, dan silabus.

d) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

e) Menyiapkan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

f) Menyusun alat tes, yaitu tes objektif untuk setiap siklus.

g) Menyusun instrument penelitian, baik untuk siswa maupun guru. h) Menetapkan cara refleksi yang dilakukan oleh tim peneliti, yaitu

guru dan peneliti sebagai observer secara bersama-sama, dan dilakukan setiap akhir tindakan pada setiap siklusnya.

3.7.6 Tahap Pelaksanaan a) Kegiatan Awal

(10)

usaha koperasi serta membandin

dan guru melakukan tes awal untuk mengetahui tentang pengetahuan awal siswa sebelum materi diberikan.

b) Kegiatan Inti

1) Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 3-5 orang dan masing-masing siswa diberi nomor antara 1 sampai 5.

2) Guru mengajukan pertanyaan tentang materi koperasi tentang

kepada siswa . 3) Siswa berdiskusi bersama tentang materi koperasi tentang

mengkategorikan modal dan usaha koperasi serta dalam kelompoknya dan menyatukan pendapatnya terhadap jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan meyakinkan setiap anggotanya mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

4) Guru memanggil satu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk satu kelas, begitu seterusnya.

(11)

6) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.

7) Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. c).Kegiatan Akhir

Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari, sekaligus menindak lanjuti dengan lembar kerja siswa untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa terhadap materi pelajaran yang telah dilakukan dan guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.

3.7.7 Observasi

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

a) Mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru untuk melihat kesulitan-kesulitan dan kebaikan-kebaikan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.

b) Melakukan pengamatan terhadap penggunaan model cooperative learning tipe NHT dalam mata pelajaran IPS kelas IV A SDN 08

Metro Timur.

c) Memberi tanda check list pada lembar observasi setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi selama penelitian dalam proses pembelajaran IPS.

3.7.8 Refleksi

(12)

b) Menganalisis keberhasilan dan kekurangan dalam menggunakan model cooperative learning tipe NHT dalam mata pelajaran IPS. c) Melakukan refleksi terhadap kesesuaian model cooperative

learning tipe NHT dalam proses pembelajaran yang diperoleh dari

hasil lembar panduan observasi.

d) Melakukan refleksi terhadap tes hasil belajar.

e) Kelemahan-kelemahan yang ada pada siklus II, akan diperbaiki pada siklus III.

Siklus III

3.7.9 Tahap Perencanaan

a) Mendata hasil yang sudah diperoleh pada siklus II.

b) Merancang perbaikan untuk proses pembelajaran pada siklus III berdasarkan refleksi pada siklus II.

c) Menyiapkan SK, KD , silabus dan pemetaan.

d) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

e) Menyiapkan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

f) Menyusun alat tes, yaitu tes objektif untuk setiap siklus.

g) Menyusun instrumen penelitian, baik untuk siswa maupun guru. h) Menetapkan jenis data yang dikumpulkan dengan respon terhadap

(13)

i) Menetapkan cara refleksi yang dilakukan oleh tim peneliti, yaitu guru dan peneliti sebagai observer secara bersama-sama, dan dilakukan setiap akhir tindakan berakhir pada setiap siklusnya.

3.7.10 Tahap Pelaksanaan a) Kegiatan Awal

Melalui apersepsi guru melakukan tanya jawab kepada siswa dengan tujuan untuk membawa siswa dalam kondisi siap untuk mengikuti pelajaran dan menerima materi yang akan diajarkan, -jenis koperasi, menentukan pentingnya usaha bersama melalui koperasi dan menggambarkan koperasi sekolah , dan guru melakukan tes awal untuk mengetahui tentang pengetahuan awal siswa sebelum materi diberikan.

b). Kegiatan Inti

1) Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 3-5 orang dan masing-masing siswa diberi nomor antara 1 sampai 5.

2) Guru mengajukan pertanyaan tentang materi koperasi tentang -jenis koperasi, menentukan pentingnya usaha bersama melalui koperasi dan menggambarkan koperasi sekolah kepada siswa .

(14)

meyakinkan setiap anggotanya mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

4) Guru memanggil satu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk satu kelas, begitu seterusnya.

5) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang sudah maju. 6) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum

dipahami.

7) Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. c). Kegiatan Akhir

Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari, sekaligus menindak lanjuti dengan lembar kerja siswa untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa terhadap materi pelajaran yang telah dilakukan dan guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.

3.7.11 Observasi

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

a) Mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru untuk melihat kesulitan-kesulitan dan kebaikan-kebaikan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.

b) Melakukan pengamatan terhadap penggunaan model cooperative learning tipe NHT dalam mata pelajran IPS kelas IV A SDN 08

(15)

c) Memberi tanda check list pada lembar observasi setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi selama penelitian dalam proses pembelajaran IPS.

3.7.12 Refleksi

a) Merefleksi proses pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe NHT.

b) Merefleksikan hasil belajar siswa dengan penggunaan model cooperative learning tipe NHT dalam pembelajaran IPS.

c) Menganalisis hasil penemuan yang didapatkan pada saat melakukan tahap observasi

Figure

Gambar : prosedur PTK
Tabel 1. Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar siswa dalam %

References

Related documents

In this study, it was observed that the self-leadership levels of volleyball players were high, there was no significant difference between personal information variables

Prankerd (19), on the other hand, has reported observing a loss of about 50%o of erythrocyte cho- lesterol and total lipid phosphorus in HS erythro- cytes incubated for 48 hours

The information required included the sample volume used, extraction method, DNA elution volume, PCR method, PCR target, PCR template input volume, PCR total reaction volume,

A number of human clinical specimens received due to in- conclusive results that were positive for InfA and swInfA but negative for swH1 were subsequently confirmed as positive for

that experimental restoration of miR-1 expression in ccRCC cells leads to suppression of Caprin1, CDK4 and CDK6, cell cycle arrest at G1/S checkpoint and disrupted proliferation

tion, a significant difference in the magnitude of the cardiac output response obtained when blood volume was either normal or increased; cardiac output was approximately twice as

This study compared the Aptima human papillomavirus (HPV) (AHPV; Gen-Probe Incorporated) assay, which detects E6/E7 mRNA from 14 high-risk types, the Hybrid Capture 2 HPV DNA

The potency of the individual anti-insulin se- rum was judged to be adequate when 0.2 ml of undiluted anti-insulin serum inhibited the effect of at least 17 mU of beef