• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
49
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PRA-RANCANGAN PABRIK BAHAN BAKAR PADAT

DARI LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT

KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

Tugas Khusus

(Prarancangan Rotary Dryer (RD-101))

(Skripsi)

Oleh :

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

MANUFACTURE OF SOLID FUEL FROM PALM OIL SOLID WASTE CAPACITY 25.000 TONS/YEAR

(Design of Rotary Dryer (RD-101))

Oleh Teti Selfiana

Solid Fuel plant with raw materials Palm Kernel Oil, Empty Fruit Bunch and Molasses will be build in Simpang Pematang village, Mesuji, Lampung. Establishment of this plant in Simpang Pematang village due to raw material resources, transportation, labors and also environmental condition.

This plant will produce 25.000 tons/year, with time of operation 24 hours/day, and 330 days on a year. The raw material which use are Palm Kernel Oil 5.574,6 kg/hour, Empty Fruit Bunch 10.093,751 kg/hour and molasses 290,40 kg/hour.

This plant has utility units which the function are for water supply, steam, power generation, air supply, and fuel supply. The bussines entity of this plant is limited liability company (PT) and using line and staff structure with 163 labors.

From financial annalyze:

Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 92.088.247.673

Working Capital Investment (WCI) = Rp 4.846.749.878

Total Capital Investment (TCI) = Rp 96.934.997.551

Break Even Point (BEP) = 42,94 %

Shut Down Point (SDP) = 25,2 %

Pay Out Time before taxes (POT)b = 2,6 tahun

Pay Out Time after taxes (POT)a = 3,1 tahun

Return on Investment before taxes (ROI)b = 27,92 %

Return on Investment after taxes (ROI)a = 21,63 %

Discounted Cash Flow (DCF) = 30,01 %

(3)

ABSTRAK

PRARANCANGAN PABRIK BAHAN BAKAR PADAT DARI LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

(Pra-rancangan Rotary Dryer (RD-101))

Oleh Teti Selfiana

Pabrik Bahan Bakar Padat dari Limbah Padat Kelapa Sawit, akan didirikan di Desa Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung. Pabrik ini berdiri dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, sarana transportasi yang memadai, tenaga kerja yang mudah didapatkan dan kondisi lingkungan.

Pabrik direncanakan memproduksi Bahan Bakar Padat sebanyak 25.000 ton/tahun, dengan waktu operasi 24 jam/hari, 330 hari/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah Limbah Padat kelapa sawit berupa Cangkang Sawit sebanyak 5.574,6 kg/jam, Tandan Kosong Kelapa Sawit sebanyak 10.093,75 kg/jam dan Molasses sebanyak 290,40 kg/jam.

Penyediaan kebutuhan utilitas pabrik Bahan Bakar Padat berupa pengadaan air, steam, listrik, udara instrumen, dan kebutuhan bahan bakar. Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) menggunakan struktur organisasi line dan staff dengan jumlah karyawan sebanyak 163 orang.

Dari analisis ekonomi diperoleh:

Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 92.088.247.673

Working Capital Investment (WCI) = Rp 4.846.749.878

Total Capital Investment (TCI) = Rp 96.934.997.551

Break Even Point (BEP) = 42,94 %

Shut Down Point (SDP) = 25,2 %

Pay Out Time before taxes (POT)b = 2,6 tahun

Pay Out Time after taxes (POT)a = 3,1 tahun

Return on Investment before taxes (ROI)b = 27,92 %

Return on Investment after taxes (ROI)a = 21,63 %

Discounted Cash Flow (DCF) = 30,01 %

(4)
(5)
(6)
(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Lampung Tengah pada tanggal 25

februari 1995, sebagai putri sulung dari tiga bersaudara, dari pasangan Bapak Tukijo dan Ibu Sawiyem.

telah menyelesaikan pendidikan sebelumnya di Sekolah

Dasar SD N 02 Brabasan pada tahun 2006, Sekolah Menengah Pertama di SMP N 01 Tanjung Raya pada tahun 2009, dan Sekolah Menengah Atas di SMA N 1

Tanjung Raya pada tahun 2012.

Pada tahun 2012, penulis terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung melalui jalur Penerimaan Mahasiswa

Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP). Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan yaitu, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEMIA) FT Unila sebagai Anggota Departemen Kesekretariatan periode

2014-2015, dan Sekretaris Devisi Komisi II DPM FT Unila periode 2014-2015.

Pada tahun Agustus 2015, penulis melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Kebangsaan di desa Dayang Suri, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Provisinsi Riau. Pada tahun 2016, penulis juga melakukan Kerja Praktek di PT.

(8)

Dan pada tahun 2016-2017, penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Waktu Reaksi dan Kecepatan Pengadukan Pada Sintesis -Terpineol

dari Terpentin Menggunakan katalis Asam Sulfat” di Laboratorium Kimia

(9)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan maka apabila telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sesungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada

Tuhanlah hendaknya kamu berharap (Qs. Alam Nasyrah: 7,9)

Alhamdulillah…. dengan ridha-Mu ya Allah…..

Tugas Akhir ini telah selesai, sebuah langkah usai sudah. Namun itu bukan akhir dari perjalanan ku, melainkan awal dari sebuah perjalanan.

Ibu…… Ayah……

Tiada cinta yang paling suci selain kasih sayang ayah dan ibu Setulus hatimu Ibu, searif arahanmu ayah

Doamu hadirkan keridhaan untukku, diantara perjuangan dan tetesan do’a malammu

dan sebait do’a telah merangkul diriku, Kini diriku telah selesai dalam studiku Dengan kerendahan hati yang tulus, bersama keridhaan-Mu ya Allah,

Kupersembahkan karya tulis ini untuk yang termulia, Ayah dan Ibu. Sahabat-sahabatku, …,

Terima kasih…. Semoga persahabatan kita menjadi persaudaraan yang abadi Selamanya. Serta terima kasih kepada semua pihak yang telah menyumbangkan bantuan dan

do’a dari awal hingga akhir yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Kesuksesan bukanlah suatu kesenangan, bukan juga suatu kebanggaan, Hanya suatu perjuangan dalam menggapai sebutir mutiara keberhasilan…

(10)

MOTTO

Bukanlah suatu aib jika kamu gagal dalam suatu usaha,

yang merupakan aib adalah jika kamu tidak bangkit dari kegagalan itu

(Ali bin Abu Thalib)

And said your Lord,

Semua berawal dari niat. Maka perbaikilah niat mu maka kau akan

mendapatkan apa yang kau inginkan.

(11)

SANWACANA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat, kasih, karunia dan kekuatan-Nya sehingga Tugas Akhir ini yang berjudul “Prarancangan Pabrik Bahan Bakar Padat dari Limbah Padat Kelapa Sawit

Kapasitas 25.000 Ton/Tahun” dapat diselesaikan dengan baik.

Selama penyusunan Tugas Akhir ini, banyak pihak yang telah membantu penulis sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu pada

kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Suharno , M.Sc., Ph.D selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Lampung.

2. Bapak Ir.Azhar, M.T., selaku ketua jurusan Teknik Kimia Universitas

Lampung sekaligus Dosen Pembimbing 1, yang telah memberikan pengarahan, masukan, bimbingan, kritik dan saran dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.

3. Ibu Panca Nugrahaini F., S.T., M.T. Selaku Dosen Pembimbing II atas ilmu, saran, masukan dan pengertiannya dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.

Semoga ilmu bermanfaat yang diberikan dapat berguna dikemudian hari. 4. Ibu Dr. Elida Purba, S.T.,M.Sc., selaku Dosen Penguji II yang telah

(12)

5. Ibu Dr.Lilis Hermida, S.T.,M.Sc., selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan saran dan kritik, atas semua ilmu yang penulis dapatkan.

6. Ibu Dr. Herti Utami, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing penelitian atas

ilmu dan bimbingannya dalam penelitian ini

7. Seluruh Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung, atas

semua ilmu dan bekal masa depan yang akan selalu bermanfaat.

8. Ayahanda Tukijo, S.Pd., dan Ibunda Sawiyem atas do’a, dukungan serta cintanya selama ini.

9. Alip Tania Putri, selaku teman seperjuangan dalam suka dan duka yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, semoga

Allah SWT membalas jasa dan kebaikannya selama ini.

10.Sahabat- sahabatku, Mbak Ditta, Yuliana, Nuraini, Kiky Rizky, Aroh, Rizky Apriyani, Rani Isnaini, Septiana PS, dan Dian Rahma, yang telah memberikan

dukungan, semangat serta cintanya selama ini.

11.Sahabat-sahabat ku di kampus, Yohanna Fransisca, Ulfah Nur Khikmah, Reni Rukma, Siti Khoiriah, Dwi Derti, dan banyak lagi atas motivasi dan do’a serta

dukungan dan segala semangatnya yang telah mengiringi perjalanan kuliah penulis dalam suka dan duka. Semangat menuju sukses sahabat.

12.Teman-teman angkatan 2012, kakak-kakak dan adik tingkat serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberi semangat dan dukungan selama ini.

(13)

Penulis menyadari Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Semoga Tugas Akhir ini dapat berguna dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan

Bandar Lampung, Februari 2018

Penulis

(14)

DAFTAR ISI

Halaman

COVER ... i ABSTRAK ... v SANWACANA ... x DAFTAR ISI ...

DAFTAR GAMBAR I.PENDAHULUAN 1 4 4 5 9 12

II. PEMILIHAN DAN DESKRIPSI PROSES

21

24 40

xiii xvii xxiv DAFTAR TABEL ........

.........

...

A. Latar Belakang ...

B. Kegunaan Produk

C. Kelebihan Bahan Bakar Padat...

D. Ketersediaan Bahan Baku...

E. Lokasi Pabrik ...

F. Analisis Pasar...

A. Macam-macam Proses...

B. Tinjauan Proses ...

(15)

III. SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK

IV. NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI

V. SPESIFIKASI PERALATAN

VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

xiv

xiv

A. Spesifikasi Bahan Baku ... 43

B. Spesifikasi Produk A.Neraca Massa ... 46

... 45

B. Neraca Energi ... 61 A. Alat Proses ... 66

B. Alat Utilitas ... 90

A. Unit Penyedia Air B. Unit Penyedian Steam C. Unit Penyediaan Udara Instrumen ... 148

... 147

... 133

... 148

E. Unit Pembangkit dan Pendistribusian Listrik ... 149

D. Unit Penyedia Hot Gas F. Unit Pengadaan Bahan Bakar... 150 G. Laboratorium ... 150

H. Pengelolahan Limbah ... 154

(16)

VII. Tata Letak Pabrik

VIII. Sistem Manajemen dan Operasi Perusahaan

... 183

... 190 ... 194

IX. Investasi dan Evaluasi Ekonomi

X. Kesimpulan dan Saran

173 xv

xv

... 165

A. Lokasi Pabrik ... 158

B. Tata Letak Pabrik

C. Tata Letak Peralatan

... 162

A. Bentuk Perusahaan

C. Tugas dan Wewenang ... 176

D. Pembagian Jam Kerja Karyawan ... 180

B. Struktur Organisasi Perusahaan ... ... 170

E. Penggolongan Karyawan dan Jumlah Karyawan

G. Kesejahteraan Karyawan

H. Manajemen Produksi

F. Status Karyawan dan Sistem Penggajian ...189

A. Investasi ... 198

B. Evaluasi Ekonomi ... 202

C. Discounted Cash Flow (DCF)

D. Penentuan Tingkat Resiko Pabrik ... 208

210 ... 206

(17)

... 211

Daftar Pustaka

Lampiran A (Neraca Massa) Lampiran B (Neraca Energi)

Lampiran C (Spesifikasi Peralatan Proses) Lampiran D (Utilitas)

Lampiran E (Investasi dan Evaluasi Ekonomi)

Lampiran F (Tugas Khusus, Perancangan Reaktor (R-201))

xvi

xvi

(18)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1.1. Perbandingan Bahan Bakar Padat ... 5

1.2. Data limbah padat kelapa sawit dalan Ton produksi dan luas lahan ... 6

1.3. Data Produksi dan Luas lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Mesuji Lampung ... 7

1.4. Data Ketersediaan Limbah Padat Kelapa Sawit di Kabupaten Mesuji Lampung ... 8

1.5. Total Bahan Baku ... 8

1.6. Wialayah Potensi Pengembangan Komoditi Kelapa Sawit di Provinsi Lampung ... 10

1.7. Data Kebutuhan Bahan Bakar Padat ... 12

1.8. Jumlah Kebutuhan Bahan Bakar Padat ... 14

1.9. Jumlah Produksi dalam Negeri Bahan Bakar Padat... 15

1.10. Jumlah Produksi Bahan Bakar Padat ... 16

1.11. Data Ekspor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada tahun 2010- 2015... 17

1.12. Data Impor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada tahun 2010-2015 ... 18

2.1. Mol Bahan Baku dan Produk Pada Proses ... 25

2.2. Harga Bahan Baku dan Produk Pada Proses ... 25

(19)

xvi

2.4. Nilai Entalpi (ΔH°f) dan ΔGof ... 31

2.5. Konstanta Kapasitas Panas Masing-Masing Komponen pada Proses Pirolisis ... 32

2.6. Kapasitas Panas Padatan dengan Metode Godman... 33

2.7. Kapasitas Panas untuk Proses Fast Pirolisis ... 33

2.8. Kapasitas Panas untuk Proses Medium Pirolisis... 34

2.9. Kapasitas Panas untuk Proses Slow Pirolisis ... 35

2.10. Perbandingan Proses ... 38

2.11. Perekat Organik pada Bahan Bakar Padat ... 39

3.1. Spesifikasi TKKS ... 43

3.2. Spesifikasi CKS ... 44

3.3. Spesifikasi Perekat ... 45

3.4. Standar Bahan Bakar Padat ... 45

4.1. Neraca Massa di Hammer Mill (HM-101) ... 47

4.2. Neraca Massa di Belt Conveyor (BC-101) ... 47

4.3. Neraca Massa di Bucket Conveyor (B-101) ... 48

4.4. Neraca Massa di Silo CKS (SC-101) ... 48

4.5. Neraca Massa di Break Cutter (BC-101) ... 49

4.6. Neraca Massa di Belt Conveyor (BC-101) ... 49

4.7. Neraca Massa di Press (EP-101) ... 50

4.8. Neraca Massa di Belt Conveyor (BC-101) ... 50

4.9. Neraca Massa di Rotary Dryer (EP-101) ... 51

4.10. Neraca Massa di Belt Conveyor (BC-101) ... 51

(20)

xvii

4.12. Neraca Massa di Hopper (HP-101) ... 52

4.13. Neraca Massa di Reaktor (R-201) ... 53

4.14. Neraca Massa di Cooler (CS-201) ... 54

4.15. Neraca Massa di Scrap Conveyor (SC-201) ... 54

4.16. Neraca Massa di Mixing (M-201) ... 55

4.17. Neraca Massa di Screw Conveyor (SC-301) ... 56

4.18. Neraca Massa di Briqqute Machine (BM-301) ... 57

4.19. Neraca Massa di Belt Conveyor (BC-301) ... 58

4.20. Neraca Massa di Tunel Dryer (TD-301) ... 59

4.21. Neraca Massa di Belt Conveyor (BC-301) ... 60

4.22. Neraca Massa di Packaging Machine(L-301) ... 60

4.23. Neraca Panas di Rotary Dryer (RD-101) ... 60

4.24. Neraca Panas di Reaktor(RE-201) ... 61

4.25. Neraca Panas di Cooler (CR-201) ... 62

4.26. Neraca Panas di Mixing (M-201) ... 63

4.27. Neraca Panas di Tunel Dryer (TD-301) ... 64

5.1. Spesifikasi Stockpile ... 66

5.2. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 67

5.3. Spesifikasi Hammer Mill (HM-101) ... 67

5.4. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 68

5.5. Spesifikasi Bucket Elevator (BE-101) ... 69

5.6. Spesifikasi Silo (S-101) ... 69

5.7. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 70

(21)

xviii

5.9. Spesifikasi Stockpile TKKS ... 71

5.10. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 72

5.11. Spesifikasi Break Cutter (BC-101) ... 72

5.12. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 73

5.13. Spesifikasi Press (P-101) ... 73

5.14. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 74

5.15. Spesifikasi Rotary Dryer (RD-101) ... 74

5.16. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 75

5.17. Spesifikasi Bucket Elevator (BE-101) ... 76

5.18. Spesifikasi Reaktor (R-201) ... 77

5.19. Spesifikasi Cooler (SC-201) ... 78

5.20. Spesifikasi Scrap Conveyor (BC-201) ... 79

5.21. Spesifikasi Bucket Elevator (BE-201) ... 79

5.22. Spesifikasi Molases Tank (ST – 201) ... 80

5.23. Spesifikasi Pump (P-201) ... 81

5.24. Spesifikasi Mixing (M-201) ... 82

5.25. Spesifikasi Briquette Machine (BM-301) ... 83

5.26. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-301) ... 84

5.27. Spesifikasi Tunnel Dryer (TD-301) ... 85

5.28. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-101) ... 86

5.29. Spesifikasi Packer Machine (L-101) ... 86

5.30. Spesifikasi Cyclone (CY – 101) ... 87

(22)

xix

5.32. Spesifikasi Air Heater (HE-301) ... 89

5.33. Spesifikasi Blower (BL-101) ... 89 5.34. Spesifikasi Blower (BL-301) ... 90

5.35. Spesifikasi Bak sedimentasi (BS – 401) ... 90 5.36. Spesifikasi Tangki Alum (ST – 401) ... 91 5.37. Spesifikasi Tangki Soda Kaustik (ST – 402) ... 92

5.38. Spesifikasi Tangki Kaporit (ST – 403) ... 93 5.39. Spesifikasi Clarifier (CL – 401) ... 94

5.40. Spesifikasi Sand Filter (SF-401) ... 95 5.41. Spesifikasi Tangki Air Filter (ST – 404) ... 96 5.42. Spesifikasi Tangki H2SO4 (ST-405) ... 97

5.43. Spesifikasi Tangki Dispersant (ST-406) ... 98 5.44. Spesifikasi Tangki Inhibitor (ST-407) ... 99

5.45. Spesifikasi Cooling Tower (CT – 401) ... 100 5.46. Spesifikasi Cation Exchanger (CE-401) ... 101 5.47. Spesifikasi Anion Exchanger (AE – 401) ... 102

5.48. Spesifikasi Tangki Penyimpanan Air Demin (ST – 408) ... 103 5.49. Spesifikasi Tangki Hidrazin (ST-501) ... 104

5.50. Spesifikasi Deaerator (DA – 501) ... 105 5.51. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-401) ... 106 5.52. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402) ... 107

5.53. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-403) ... 108 5.54. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-404) ... 109

(23)

xx

5.56. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-406) ... 111

5.57. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-407) ... 112 5.58. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-408) ... 113

5.59. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-409) ... 114 5.60. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-410) ... 115 5.61. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-411) ... 116

5.62. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-412) ... 117 5.63. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-413) ... 118

5.64. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-414) ... 119 5.65. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-415) ... 120 5.66. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-416) ... 121

5.67. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-417) ... 122 5.68. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-501) ... 123

5.69. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-502) ... 124 5.70. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-503) ... 125 5.71. Spesifikasi Boiler (BO-501) ... 126

5.72. Steam Blower (BS– 501) ... 127 5.73. Spesifikasi Air Compressor (AC-601) ... 127

5.74. Spesifikasi Air Dryer (AD-601) ... 128 5.75. Spesifikasi Air Blower 601 (BL – 601) ... 129 5.76. Spesifikasi Air Blower 602 (BL – 602) ... 129

5.77. Spesifikasi Air Blower 603 (BL – 603) ... 130 5.78. Spesifikasi Air Blower 604 (BL – 604) ... 130

(24)

xxi

5.80. Spesifikasi Burner (B-801) ... 131

5.81. Spesifikasi Cyclon (CY-801) ... 132 6.1. Kebutuhan Air Umum ... 134

6.2. Kebutuhan Air Untuk Pembangkit Steam (Boiler Feed Water) ... 136 6.3. Kebutuhan Air Untuk Cooling Tower ... 136 6.4. Tingkatan Kebutuhan Informasi dan Sistem Pengendalian ... 156

6.5. Pengendalian Variabel Utama Proses ... 157 7.1. Wilayah Potensi Pengembangan Komoditi Kelapa Sawit di Prov.insi

Lampung ... 159 7.2 Perincian Luas Area Pabrik Bahan Bakar Padat ... 162 8.1. Jadwal Pembagian Jam Kerja Karyawan Shift ... 182

8.2. Jumlah Karyawan ... 183 8.3. Jumlah Operator Berdasarkan Jenis Alat Proses ... 185

8.4. Jumlah Operator Berdasarkan Jenis Alat Utilitas ... 186 8.5. Perincian Jumlah Karyawan Berdasarkan Jabatan ... 187 9.1. Fixed Capital Investment ... 199

9.2. Manufacturing Cost ... 201 9.3. General Expenses ... 202

(25)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Lokasi Pabrik Google-Maps, 2016. ... 9 Gambar 1.2. Grafik data kebutuhan bahan bakar padat di Provinsi Lampung

dari tahun 2010-2015. ... 13 Gambar 1.3. Grafik data produksi dalam negeri bahan bakar padat di dari

tahun 2012-2015 ... 15

Gambar 1.4. Grafik data Ekspor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada Tahun 2010-2015 ... 17

Gambar 1.5. Grafik data Impor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada Tahun 2010-2015 ... 18 Gambar 7.1 Peta Lokasi Pabrik Bahan Bakar Padat ... 158

Gambar 7.2 Tata Letak Pabrik Bahan Bakar Padat ... 165 Gambar 7.3 Tata Letak Peralatan Pabrik Bahan Bakar Padat... 168

(26)

1

I.

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara berkembang yang diharapkan mampu bersaing dengan negara-negara industri di dunia. Peningkatan yang sangat pesat baik secara kualitas maupun kuantitas juga terjadi dalam sektor industri. Dan

adanya peningkatan ini berkaitan dengan pendirian pabrik yang mana dapat meningkatkan produksi dalam negeri, dan menyeimbangkan struktur ekonomi.

Namun, disisi lain ketersediaan bahan bakar fosil sebagai pemasok utama sumber energi nasional semakin mahal dan terbatas hal ini akan mempengaruhi ketahanan energi nasional yang akan berdampak pada berbagai

bidang salah satunya adalah perkembangan di sektor industri.

Untuk menjaga ketahanan energi nasional perlu dipikirkan pengembangan

bahan bakar alternatif yang murah, mudah dalam pengadaan, serta dapat diproduksi secara masal. Terdapat beberapa jenis bahan bakar alternatif salah satunya adalah Bahan Bakar Padat atau dalam hal ini Biobriket. Biobriket

terbuat dari sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami pengkarbonan dan pemampatan dengan daya tekan tertentu. Bahan bakar briket memiliki

(27)

2

diperoleh dari sumber yang tidak dapat diperbaharui. Biomassa sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar padat dapat berasal dari berbagai sumber diantaranya tanaman perkebunan atau limbah pertanian, peternakan, hutan dan

bahkan dapat berasal dari sampah. Ketersediaan biomassa yang melimpah menjadikananya sebagai sumber energi yang ramah lingkungan karena berasal

dari bahan organik non fosil. Karena itu pengembangan energi alternatif yang berasal dari biomassa tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi

lingkungan.

Di Indonesia sendiri bahan baku Bahan Bakar Padat sangat melimpah dan mudah didapatkan salah satunya adalah biomassa yang berasal dari

perkebunan dan industri kelapa sawit. Kelapa sawit (Elaeis guenensis jacq) adalah jenis tumbuhan industri penghasil minyak goreng, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel), yang mana sangat banyak ditanam di

Indonesia terutama di pulau Sumatera, Kalimantan, Riau dan Papua. Menurut Biro Pusat Statistika (BPS) diperoleh data bahwa luas lahan perkebunan

kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2014 adalah 10.465.02 ha dengan total produksi sebesar 29.344.48 ton. Lampung sebagai sektor pendirian pabrik bahan bakar padat merupakan salah satu provinsi yang memiliki kawasan

perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 158.05 ha dengan total produksinya sebesar 447.98 ton. Diperkirakan jumlah nya akan terus

meningkat melihat banyaknya kawasan hutan dan areal perkebunana lain yang dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Sejalan dengan semakin meningkatnya produksi kelapa sawit dari tahun ke

(28)

3

berupa limbah padat. Umumnya limbah padat industri kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan. Penanganan limbah secara tidak tepat akan

mencemari lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengolah dan meningkatkan nilai ekonomi limbah kelapa sawit. Limbah kelapa sawit adalah

sisa-sisa hasil tanaman kelapa sawit yang tidak termasuk dalam produk utama pengolahan kelapa sawit baik berupa limbah padat maupun limbah cair. Limbah padat kelapa sawit dapat berupa tandan kosong, cangkang, batang

sawit, pelepah dan fiber (sabut). Diketahui untuk 1 ton produksi minyak kelapa sawit akan mampu menghasilkan limbah berupa tandan kosong kelapa

sawit sebanyak 23% atau 230 kg, limbah cangkang (shell) sebanyak 6,5% atau 65 kg, wet decanter solid (lumpur sawit) 4 % atau 40 kg, serabut (fiber) 13% atau 130 kg serta limbah cair sebanyak 50% (Haryanti, dkk : 2014).

Sedangkan limbah padat dari peremajaan tanaman sawit dihasilkan limbah batang sawit 78,48 ton/ha tanaman dan pelepah 14,47 ton/ha tanaman.

Produk Bahan Bakar Padat atau biobriket yang berasal dari limbah padat industri kelapa sawit memiliki prospek yang dapat diandalkan, karena pemanfaatan limbah padat kelapa sawit menjadi Bahan Bakar Padat sangat

menguntukan bagi pemilik industri kelapa sawit, limbah padat yang ada akan dapat ditangani secara optimal dan mencagah dari terjadinya pencemaran

lingkungan. Berdasarkan pada kegunaan bahan bakar padat (bioberiket) yang luas dan ketersedian bahan baku yang tinggi di Indonesia. Maka selain dapat mengurangi limbah padat yang ada, pendirian pabrik ini akan memberikan

(29)

4

baru, sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia terumtama di Kabupaten Mesuji, Lampung sebagai tempat pendirian pabrik. Disamping itu pendirian pabrik ini diharapkan

mampu mencegah terjadinya krisi energi nasional.

Kegunaan bahan bakar padat atau biobriket antara lain:

1. Bahan bakar untuk keperluan industri, seperti industri pupuk, semen, pembangkit listri Tarahan, industri Krakatau stell dan lain-lain.

2. Digunakan sebagai bahan bakar baik untuk keperluan rumah tangga maupun usaha di bidang kuliner, dan peternakan.

Bahan bakar padat berasal dari biomassa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Cangkang Sawit (CKS) memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan bahan bakar padat yang berasal dari batu bara,

diantarnya:

1. Menyediakan sumber bahan bakar murah dan ramah lingkungan. Bahan

bakar padat yang berasal dari biomassa di jual dengan harga Rp 7.500,-/Kg dan bahan bakar padat yang beras dari batu bara dijual dengan harga Rp. 7.700,-/Kg.

2. Menyediakan sarana yang baik dalam mengkonversi limbah pertanian menjadi benda yang memiliki nilai ekonomi.

3. Proses ini membantu dalam memecahkan masalah penumpukan limbah biomassa.

B. Kegunaan Produk

(30)

5

[image:30.595.132.511.206.521.2]

Dan berikut ini adalah data perbandingan kualitas bahan bakar padat biomassa dengan bahan bakar padat batu bara, yang di tampilkan pada tabel 1.1..

Tabel 1.1. Perbandingan Bahan Bakar Padat

Karakteristik Arang Sawit Arang Batu Bara

Ukuran Partikel 2 – 8 mm 1 – 15 mm

Kandungan Air 1% - 2% 5% - 8%

Abu

Limbah abu

5% - 8% Bukan Limbah B3

12% - 14% Limbah B3

Zat Terbang 7% - 16% 2% - 6%

Karbon Tetap 70% -85% 80% - 85%

Nilai Kalori 7200 - 7600 kcal/kg 6500 - 6800 kcal/kg

Sulfur (S)

Fosfor (P)

0,10%

0,02%

0,60%

0,05%

Sumber: Arganda Mulia, 2010.

Bahan baku pembuatan bahan bakar padat adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Cangkang Sawit (CKS), yang mana ketersediaan sangat

Lampung. Berikut ini adalah data ketersediaan bahan baku limbah padat

kelapa sawit di Kabupaten Mesuji Lampung.

(31)

6

[image:31.595.132.556.188.387.2]

Untuk 1 Ton produksi kelapa sawit dan luas lahan perkebunan kelapa sawit akan dihasilkan limbah padat sebesar:

Tabel 1.2. Data limbah padat kelapa sawit dalan Ton produksi dan luas lahan

Bahan Baku Limbah Limbah Kandungan Air

/Ton Produksi (%) /ha Lahan (%)

Batang Sawit - 78,48 -

Pelepah - 14,47 -

Pangkasan - 10,4 -

Tandan Kosong Kelapa Sawit 23 - 67

Cangkang 6,5 - 12

Serabut 13 - 37

Sumber : Direktorat Pengelolahan Hasil Pertanian, 2016.

Tabel 1.3. dan Tabel 1.4. adalah data yang digunakan untuk menentukan

(32)
[image:32.595.134.568.142.391.2]

7

Tabel 1.3. Data Produksi dan Luas lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Mesuji Lampung

Kecamatan

Swadaya Perusahaan Milik Swasta

Luas Areal (ha)

Produksi

(Ton) Perusahaan

Luas Areal (ha)

Produksi (Ton)

Wayserdang 6.888 297 PT BNIL 3.864,80 92.755,2

Simpang

Pematang 3.805 8.5 PT SIP 5.205,88 133.79,116

Panca Jaya 1.546,2 5 3.448 PT BS MI 2.212,28 39.821,04

Tanjung Raya 3.631 3.679

Mesuji 537 456

Mesuji Timur

Rawajitu Utara 1.175 7.8

Total 21.663,25 321.222,16 11.282.96 132.576, 24

Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Mesuji, 2016.

Berdasarkan data pada tabel 1.3. maka ketersediaan limbah padat kelapa sawit

di Kabupaten Mesuji pada tahun 2016 dapat di lihat pada tabel 1.4.. Ketersediaan limbah padat ini di perkirakan terus meningkat seiring dengan

(33)
[image:33.595.46.578.154.387.2]

8

Tabel 1.4. Data Ketersediaan Limbah Padat Kelapa Sawit di Kabupaten Mesuji Lampung

Bahan Baku Limbah/Ton

Produksi (%)

Limbah/ ha Lahan

Swadaya (Ton)

Perusahaan Milik Swasta

(Ton)

Total

Batang Sawit 78,48 1.700.131,86 88.548.670,08 90.248.801,94

Pelepah 14,47 313.467,2275 16.326.443,12 16.639.910,35

Pangkasan 10,4 225.297,8 11.734.278,4 11.959.576,2

Tandan Kosong Kelapa Sawit 23 73.881,0968 30.492,5352 104.373,632

Cangkang 6,5 30.879,4404 18.617,4556 49.496,896

Serabut 13 41.758,8808 17.234,9112 58.993,792

Sehingga total bahan baku dari limbah padat kelapa sawit yakni Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Cangkang Sawit (CKS) berdasarkan data di atas seperti yang terlihat pada tabel 1.4.. Dimana jumlah CKS yang tersedia

telah dikurangi sebanyak 25% dari kegunaannya sebagai bahan bakar boiler di industri sawit itu sendiri dan data pada tabel 1.5. adalah data bahan baku

pada kondisi kering.

Tabel 1.5. Total Bahan Baku

Bahan Baku % Ketersediaan Bahan Jumlah Bahan Total

TKKS 35 104.373,632 36.530,77

CKS 63 49.496,896 18.583,044

[image:33.595.131.514.634.747.2]
(34)

9

Lokasi geografis dari suatu pabrik akan mempengaruhi kegiatan pabrik tersebut, baik terhadap proses produksinya maupun distribusi produknya.

Sehingga, perkembangan dan kelangsungan hidup pabrik tersebut akan terpengaruh juga. Secara singkat dapat dikatakan bahwa orientasi dalam

[image:34.595.132.531.303.570.2]

menentukan lokasi pabrik yaitu untuk mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin. Banyak faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam menentukan lokasi suatu pabrik.

Gambar 1.1. Lokasi Pabrik Google-Maps, 2016.

Pabrik bahan bakar padat atau Biobriket ini direncanakan akan didirikan di Desa Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung. Daerah ini merupakan

daerah yang dekat dengan sumber bahan baku. Oleh karena itu, daerah ini merupakan tempat yang strategis untuk dijadikan sebagai lokasi pendirian pabrik Bahan Bakara Padat.

Lokasi Pabrik

(35)

10

Lokasi ini dipilih dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut : 1. Ketersedian Bahan Baku

Lokasi pabrik sebaiknya dekat dengan penyediaan bahan baku, untuk

menghemat biaya transportasi. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan bahan bakar padat adalah TKKS dan CKS yang di peroleh dari

perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mesuji, Lampung. Selain itu berdasarkan data BPS Provinsi Lampung tahun 2016, daerah dengan potensi tertinggi pengembangan perkebunan kelapa sawit di

[image:35.595.147.464.416.726.2]

Lampung adalah Kabupaten Mesuji yang dapat dilihat pada table 1.6..

Tabel 1.6. Wialayah Potensi Pengembangan Komoditi Kelapa Sawit di Provinsi Lampung

Nama Daerah Luas Lahan (ha)

Kabupaten Lampung Barat 2.007

Kabupaten Lampung Selatan 4.169

Kabupaten Lampung Tengah 11.714

Kabupaten Lampung Timur 2.805

Kabupaten Lampung Utara 8.571

Kabupaten Mesuji 22.231

Kabupaten Pesawaran 511

Kabupaten Pringsewu 1.005

Kabupaten Tanggamus 174

Kabupaten Tulang Bawang 10.018

Kabupaten Tulang Bawang Barat 5.612

Kabupaten Way Kanan 14.872

Kota Bandar Lampung 30

Kota Metro 3

(36)

11

2. Transportasi mudah dan lancer

Dekat dengan jalan raya lintas timur sumatera sehingga memudahkan dalam proses pemasaran dan mobilitas pabrik.

3. Utilitas cukup tersedia

Utilitas seperti kebutuhan air dipasok dari Sungai Mesuji. Sementara itu,

untuk kebutuhan listrik diperoleh dari sumber pembangkit listrik PLN maupun swasta.

4. Tenaga kerja mudah diperoleh

Tenaga kerja termasuk hal yang sangat menunjang dalam operasional pabrik, tenaga kerja untuk pabrik ini dapat direkrut dari masyarakat sekitar

pabrik dan tenaga ahli yang berasal dari daerah sekitar pabrik dan luar daerah. Tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang produktif dari berbagai tingkatan baik yang terdidik maupun yang belum terdidik.

5. Keadaan lingkungan masyarakat yang mudah beradaptasi

Di Kabupaten Mesuji sudah berdiri beberapa pabrik sehingga, pendirian pabrik di kawasan ini tidak akan menimbulkan masalah lingkungan dan

(37)

12

Berikut ini adalah data peluang kapasitas produksi bahan bakar padat yang mana digunakan untuk kebutuhan industri. Seperti yang terdapat pada data di

bawah ini:

[image:37.595.55.571.251.448.2] [image:37.595.62.572.501.703.2]

1. Data Kebutuhan Bahan Bakar Padat

Tabel 1.7. Jumlah Kebutuhan Bahan Bakar Padat

Tahun PLTU Tarahan PT. Krakatau Steel PT. Pupuk Sriwijaya

PT. Semen Baturaja

PT. Indah Kiat Pulp and Paper

2010 274.131,5 911.297,3 531.310,2 239.191,5 528.410,9

2011 315.093,7 922.365,7 562.233 298.169,4 562.139,3

2012 362.176,7 933.568,5 594.955,6 371.689,7 598.020,5

2013 416.295 944.907,4 629.582,6 463.337,9 636.192

2014 478.500 956.384 666.225 577.584 676.800

2015 550. 000 968.000 705.000 720.000 720.000

Tabel 1.7.1. Data Kebutuhan Bahan Bakar Padat

Tahun PT

indocement PT Semen Indonesia PT Petrokimia gresik PT Cemindo Gemilang PT Semen padang

2010 288000 720000 2592000 108000 -

2011 344966.4 863064 2734560 129362.4 760000

2012 356234.4 1034555 2884961 154950.3 910328

2013 426697.5 1240121 3043634 185599.4 1090391

2014 511098.3 1486533 3211033 222311 1306070

2015 576000 1781907 3387640 266284.1 1564411

(38)

13

Dari data pada tabel 1.7., dan tabel 1.7.1. kemudian dibuat kurva dan dilakukan regresi untuk memprediksi jumlah kebutuhan Bahan Bakar Padat pada tahun 2022.

Gambar 1.2. Grafik data kebutuhan bahan bakar padat dari tahun 2010-2015.

Dengan melakukan regresi pada setiap kurva dari gambar 1.2. maka didapatkan persamaan garis sesuai dengan trendlinenya. Setelah itu,

dengan menggunakan persamaan tersebut dapat diketahui jumlah kebutuhan Bahan Bakar Padat pada tahun 2022. Sebagai contoh pada unit PLTU Tarahan yang ada di Lampung. Didapatkan persamaan garis linier =

54962x + 206998 dengan R² = 0,9898 kemudian dari persamaan tersebut dimasukkan nilai x = 13, artinya tahun 2022 berada pada tahun ke 13.

Sehingga didapatkan jumlah kebutuhan bahan bakar padat di PLTU

0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000

0 2 4 6 8

J um la h (T o n) Tahun Ke-

Kebutuhan Bahan Bakar Padat

PLTU Tarahan

PT Krakatau Steel

PT PUSRI

PT semen Baturaja

PT indah Kiat Pulp and paper

PT indocement

PT Semen Indonesia

[image:38.595.152.528.162.427.2]
(39)

14

Tarahan pada tahun 2022 adalah sebesar 921.504 Ton. Untuk data lengkap terkait dengan total kebutuhan bahan bakar padat pada tahun 2022 di

[image:39.595.152.478.215.538.2]

tampilkan pada tabel 1.8..

Tabel 1.8. Jumlah Kebutuhan Bahan Bakar Padat

Perusahaan Produksi

PLTU Tarahan 921.504

PT. Krakatau Steel 1.047.150

PT. Pupuk Sriwijaya 944.687

PT. Semen Baturaja 1.349.917

PT. Indah Kiat Pulp and Paper 984.008

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 962.428

PT. Semen Indonesia Persero Tbk 3.192.328

PT Petrokimia Gresik 4.067.481

PT Cemindo Gemilang 476.575

PT Semen Padang 2.930.342

Total 16.876.420

Sehingga total kebutuhan Bahan Bakar Padat di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 16.876.420 Ton.

2. Data produksi dalam negeri bahan bakar padat

Untuk memperkirakan jumlah produksi dalam negeri dari Bahan Bakar Padat di tahun 2022, kami mencari data perusahaan di Indonesia yang

(40)
[image:40.595.56.561.112.268.2]

15

Tabel 1.9. Data Produksi dalam Negeri Bahan Bakar Padat

Tahun PT Bukit Asam PT Saraswanti Anugerah Makmur

PT Briket Sulawesi Tengah

PT Alus Ensomeku

2012 1025000 - - -

2013 1100000 160000 - 1800

2014 1177000 200000 24000 3600

2015 1500000 440000 27000 5000

Dari data pada tabel 1.9., kemudian dibuat kurva dan dilakukan regresi

untuk memprediksi jumlah produksi Bahan Bakar Padat pada tahun 2022.

Gambar 1.3. Grafik data produksi dalam negeri bahan bakar padat di dari tahun 2012-2015.

Dengan melakukan regresi pada setiap kurva dari gambar 1.3. maka

didapatkan persamaan garis sesuai dengan trendlinenya. Setelah itu,

0 200000 400000 600000 800000 1000000 1200000 1400000 1600000

0 1 2 3 4 5

K a pa sit a s P ro du k si (T o n) Tahun Ke-

PT Bukit Asam

PT. Saraswanti Anugerah Makmur

Briket Sulawesi Tengah

[image:40.595.150.514.345.623.2]
(41)

16

dengan menggunakan persamaan tersebut dapat diketahui jumlah produksi dalam negeri Bahan Bakar Padat pada tahun 2022. Sebagai contoh pada PT Bukit Adam yang ada di Lampung. Didapatkan persamaan garis linier =

62.000x2 - 159.800x +1.000.000 dengan R² = 0,9773 kemudian dari persamaan tersebut dimasukkan nilai x = 10, artinya tahun 2022 berada

pada tahun ke 10. Sehingga didapatkan jumlah produksi bahan bakar padat di PT Bukit Adam pada tahun 2022 adalah sebesar 5.602.000 Ton. Untuk data lengkap terkait dengan total produksi dalam negeri bahan bakar padat

pada tahun 2022 di tampilkan pada tabel 1.10..

Tabel 1.10. Jumlah Produksi Bahan Bakar Padat

Perusahaan Produksi (Ton)

PT Bukit Asam 5.602.000

PT Saraswati Anugerah 6.080.000

PT Briket Sulawesi Tengah 45.000

PT Alus Ensomeku 5.000

Total 11.732.000

Jadi total produksi dalam negeri bahan bakar padat di Indonesia adalah

sebesar 11.732.000 Ton.

3. Data Kebutuhan Ekspor dan Impor Bahan Bakar Padat

[image:41.595.151.463.379.551.2]
(42)

17

[image:42.595.149.410.193.318.2]

dan data Impor Bahan Bakar Padat (Biobriket) di beberapa negara pada table 1.12.

Tabel 1.11. Data Ekspor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada tahun 2010- 2015

Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia, 2010-2014

Gambar 1.3. Grafik data Ekspor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada Tahun 2010-2015. 0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 180000

0 1 2 3 4 5 6

J um la h (T o n) Tahun Ke- Ekspor Bahan Bakara Padat

Tahun X Jumlah (Ton/Tahun)

2010 1 71.255.09

2011 2 109.489,7

2012 3 133.144,5

2013 4 135.485,4

2014 5 157.557,6

[image:42.595.149.514.373.635.2]
(43)

18

[image:43.595.148.446.233.378.2]

Dari table 1.10. didapakan persamaan grafik y = -452,08x2 + 22.573x + 53911 dengan R2 = 0.965, sehingga pada tahun 2022 kebutuhan ekspor Bahan Bakar Padat (Biobriket) mencapai 281.325,3Ton/Tahun.

Tabel 1.12. Data Impor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada tahun 2010- 2015

[image:43.595.151.523.430.692.2]

Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia, 2010-2015

Gambar 1.4. Grafik data Impor Bahan Bakar Padat (Biobriket) pada Tahun 2010-2015. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000

0 1 2 3 4 5 6 7

J um la h (T o n) Tahun Ke Impor Bahan Bakar Padat

Tahun X Jumlah (Ton/Tahun)

2010 1 1.418,383

2011 2 2.609,725

2012 3 2.865,406

2013 4 2.895,534

2014 5 3.260,279

(44)

19

Dari table 1.11. didapakan persamaan grafik y = -92,928x3 – 925,48x2 + 3131,3x – 862,59 dengan R2 = 0,996, sehingga pada tahun 2022 kebutuhan ekspor Bahan Bakar Padat (Biobriket) mencapai 116.576Ton/Tahun.

4. Analisis Peluang dan Pasar

Kapasitas berdirinya suatu pabrik dapat dilihat dari besarnya produksi dan kebutuhan akan produk yang dipasarkan. Dimana untuk mengetahuinya dilakukan dengan cara mengurangi jumlah produk yang dibutuhkan untuk

konsumsi terhadap jumlah produksi.

PKPP = JK + IMP - EKS –PDN

PKPP = Peluang Kapasitas Pendirian Pabrik Pada Tahun Pendirian (Ton). JK = Jumlah Kebutuhan Produk Pada Tahun Pendirian (Ton).

EKS = Jumlah Ekspor Produk Pada Tahun Pendirian (Ton).

IMP = Jumlah Impor Produk Pada Tahun Pendirian (Ton).

PDN = Jumlah Produksi Dalam Negeri Produk Pada Tahun Pendirian (Ton).

Berdasarkan data-data yang telah didapatkan maka Peluang Kapasitas Pendirian Pabrik Bahan Bakar Padat di Indonesia pada tahun 2022 adalah

PKPP = 16.876.420 + 116.576-281.325,3 -11.732.000 PKPP = 979.671 Ton

(45)

20

(46)

X. SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang telah dilakukan terhadap Prarancangan Pabrik Bahan Bakar Padat dari Limbah Padat Kelapa Sawit

dengan kapasitas 25.000 ton/tahun dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak 27,92% dan sesudah

berhenti berproduksi karena merugi.

4. Interest Rate of Return (IRR) sebesar 30,01%, lebih besar dari suku bunga bank saat ini, sehingga investor akan lebih memilih untuk menanamkan modalnya ke pabrik ini daripada ke bank.

pajak sebesar 22,63%.

2. Pay Out Time (POT) sesudah pajak 3,1 tahun.

3. Break Even Point (BEP) sebesar 42,94% dan Shut Down Point (SDP)

(47)

211

Berdasarkan pertimbangan hasil analisis ekonomi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Prarancangan Pabrik Bahan Bakar Padat dari Limbah

Padat Kelapa Sawit dengan kapasitas 25.000 ton/tahun layak untuk dikaji lebih lanjut dari segi proses maupun ekonominya.

(48)

DAFTAR PUSTAKA

Arganda Mulia. 2010. Energi Alternatif Biomassa.Indonesia.

Brownell, L.E., Young, E.H. 1959. Process Equipment Design Vessel Design. Michigan.

Coulson, J.M., and Richardson, J.F. 1989. An Introduction to Chemical Engineering. Allyn and Bacon Inc. Massachusets.

Direktoran Pengelolaan Hasil Pertanian. 2016.

Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Mesuji. 2016.

Fogler, A.H., Scott. 1999. Elements of Chemical Reaction Engineering. Prentice Hall International Inc. New Jersey.

Geankoplis, C.J. 2003. Transport Processes and Unit Operations, 4nd ed. Prentice-Hall International. Tokyo.

Haryanti, dkk. 2014. Pemrosesan Kelapa Sawit. Jakarta.

Himmeblau, David. 1996. Basic Principles and Calculation in Chemical Engineering. Prentice Hall Inc. New Jersey.

Judd, Barry Thomas. 1985. European Patent Application. European Patent Office. London.

Kern, D.Q. 1950. Process Heat Transfer. McGraw Hill International Book Company. Singapura.

Kirk, R.E., Othmer, V.R. 1999. Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons Inc. New York.

KLH Jepang, Indonesia. 2013. Panduan Penanganan Air Limbah di Pabrik PKS. Indonesia

Perry, R.H., Green, D. 1997. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook, 7th ed. McGraw Hill Companies Inc. USA.

(49)

Smith, J.M., Van Ness, H.C., Abbott, M.M. 2001. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics, 6th ed. McGraw-Hill Book Company, Inc. New York.

Ullrich, G.D. 1984. A Guide to Chemical Engineering Process Design and Economics. John Wiley & Sons. New York.

Walas, S.M. 1988. Chemical Process Equipment, 3rd ed. Butterworths series in chemical engineering. USA

Yaws, C.L. 1999. Chemical Properties Handbook. McGraw Hill Companies Inc. USA

www.bps.go.id, Data Import Briqquete 04 November 2016. www.che.com, CE indeks, 15 Agustus 2016.

www.icis.com, Harga Bahan Kimia, 05 November 2016. www.osha.gov, Harga bahan kimia, 05 November 2016. www.pln.co.id, Tarif listrik, 05 November 2016.

www.alibaba.com, Harga bahan kimia, 05 November 2016.

Figure

Tabel 1.1. Perbandingan Bahan Bakar Padat
Tabel 1.2. Data limbah padat kelapa sawit dalan Ton produksi dan luas lahan
Tabel 1.3. Data Produksi dan Luas lahan Perkebunan Kelapa Sawit di
Tabel 1.4. Data Ketersediaan Limbah Padat Kelapa Sawit di Kabupaten
+7

References

Related documents

(1) For the purpose of enabling the collection of income tax from employees by instalments, where an employee receives a source deduction payment from an employer, the employer,

For evaluation of the quality of life of patients with inserted PEG tube an original survey was used, where parents/carers answered 8 questions about the quality of life for both,

For example, after you launch ANSYS Meshing from the Mesh cell in a Fluid Flow (Polyflow) analysis system that has a valid geometry, the Mesh cell appears as Update Required because

and if they all look strong I will enter on the second candle and as long as PA doesent close below the yellow line, I'll stay the trade until it's yelling "get

To v e y, for keyboard, or for SATB recorders, or for strings; Passacaglia and Fugue in c for piano four hands; Chorales with Descant for melody instrument and piano; Cello Suites I,

Dalam kasus kecelakaan transportasi laut sebagian besar kecelakaan yang Dalam kasus kecelakaan transportasi laut sebagian besar kecelakaan yang terjadi adalah

§ 2-10 of the Articles of Association, the Election Committee shall propose candidates to the Annual General Meeting for its vote on members and deputy members to the Board

As a result, King’s death “was more a crucifixion than an assassination” and that the general public preferred civil rights leaders like King, who “had become a celebrity capable