3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas diartikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati, merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas (Kunandar, 2010: 10).
3.2 Setting Penelitian a. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Labuhan Ratu, dengan jumlah 37 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.
b. Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Labuhan Jalan Beringin No. 59 Labuhan Ratu Kecamatan Kedaton Bandar Lampung.
c. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Desember tahun 2011 sampai bulan April tahun 2012.
a. Sumber Data
Sumber data yang akan diambil merupakan data kuantitatif yang berupa hasil tes tertulis pembelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD N 2 Labuhan Ratu Bandar Lampung dan data kualitatif yang berupa hasil penilaian aktivitas siswa dan kinerja guru pada setiap siklus.
b. Alat Pengumpulan Data
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dan lembar observasi.
a) Tes tertulis yang diberikan kepada siswa pada setiap akhir pelaksanaan siklus.
b) Lembar observasi yang digunakan oleh teman sejawat untuk mengamati aktivitas siswa maupun kinerja guru saat pembelajaran dilaksanakan/ berlangsung.
c) Dokumentasi, digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas belajar siswa dan juga aktivitas kinerja guru selama proses pembelajaran.
3.4 Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan cara mengumpulkan data untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dan kinerja guru. Sedangkan analisis kuantitatif untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan penguasaan materi yang akan diajarkan guru.
1. Analisis Kualitatif
a) Rumus analisis aktivitas belajar siswa
100
SM
Keterangan:
NP = Nilai yang dicari atau diharapkan R = Skor mentah yang diperoleh
SM = Skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan 100 = Bilangan tetap
Adaptasi dari Purwanto (2002)
b) Rumus analisis kinerja guru selama proses pembelajaran
Skor akhir =Jumlah skor yang diperolehJumlah skor maksimal × 100%
Keterangan:
86% - 100% = Baik sekali
71% - 85% = Baik
56% - 70% = Cukup
41% - 55% = Kurang
32% - 40% = Sangat Kurang
Adaptasi dari Departemen Pendidikan Nasional (dalam www.sdn-cisarua
.sch.id/....guru....guru..../265-penilaian-kinerja-guru.html. tanggal akses 12
Maret [email protected]).
2. Analisis Kuantitatif
Analisis data yang digunakan untuk membuktikan adanya peningkatan hasil belajar pada pelajaran IPA di dalam penelitian ini adalah dengan melihat hasil nilai siswa selama pelaksanaan siklus. Penjelasan mengenai analisis data ini sebagai berikut:
= ∑∑ ×
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya persentase peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Labuhan Ratu yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika oleh siswa dari tiap siklus. Serta tercapainya Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) sekolah yaitu > 78% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 65.
3.6 Prosedur Penelitian
Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif. Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas berupa suatu siklus atau daur ulang berbentuk spiral (a spiral of steps) yang setiap langkahnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan beberapa kali. Sebagaimana diterangkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan study yang sistematis serta dilakukan dalam upaya memperbaiki praktik-praktik dalam pembelajaran dengan melakukan tindakan praktis serta refleksi dari tindakan tersebut. Selanjutnya kegiatan refleksi (reflect) melalui diskusi antarpeneliti yang akan menghasilkan rencana perbaikan tindakan pada siklus berikutnya. Prosedur penelitian yang digunakan berbentuk siklus (cycle) yang mengacu pada model kegiatan penelitian tindakan kelas oleh Arikunto (2007: 16) yaitu setiap langkah/siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan pertama dilakukan pada tahap perencanaan (planning). Dilanjutkan dengan tindakan (action) disertai dengan pengamatan (observing). Selanjutnya kegiatan refleksi (reflect). Siklus tindakan dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut.
Siklus I Siklus II
Gambar 1. Diagram kegiatan penelitian tindakan kelas diadaptasi dari Arikunto (2007: 16)
3.7 Tindakan dan Langkah Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas dua siklus kegiatan, dan dalam setiap siklus kegiatan terdiri dari dua kali pertemuan yang akan dilaksanakan sebagai berikut:
Siklus I
1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan akan ditetapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Menyiapkan silabus, rencana perbaikan pembelajaran dan bahan ajar. b. Menyiapkan instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi untuk
kegiatan guru dan siswa, lembar kerja siswa, dan alat evaluasi. c. Menentukan materi.
2. Pelaksanaan (Action) a) Pertemuan 1
Materi pembelajaran pada siklus I pertemuan 1 dengan pokok bahasan
siklus I pertemuan 1 adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal
a. Kegiatan membuka pelajaran. b. Guru melakukan apersepsi.
Pelaksanaan
Observasi
Refleksi
Pelaksanaan
Observasi
[image:5.595.187.444.88.205.2]c. Guru memotivasi siswa untuk belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari.
d. Guru mengemukakan tujuan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pembelajaran. e. Guru membagi siswa ke dalam 6 kelompok, berdasakan nilai
kognitif siswa, 1 siswa dengan nilai tinggi, 2 siswa dengan nilai sedang dan 2 siswa dengan nilai rendah. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang yang heterogen.
2) Kegiatan Inti Pelajaran
a. Guru meminta siswa duduk dalam kelompoknya masing-masing. b. Guru mengemukakan lingkup materi Mengenal Bilangan Bulat
yang akan dipelajari.
c. Guru membagikan LKS yang berisi permasalahan kepada setiap kelompok yang akan dikaji dan didiskusikan.
d. Siswa mencari informasi untuk menjawab LKS tersebut dari contoh dan model yang telah diberikan dan buku-buku matematika yang tersedia.
e. Guru mengawasi dan memonitor serta bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok.
f. Persentasi hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau guru.
g. Guru membahas soal-soal yang ada di dalam LKS yang belum dapat dipecahkan oleh siswa.
3) Kegiatan Penutup
a. Di akhir pertemuan pembelajaran, guru menyampaikan kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah dibahas bersama.
b. Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa. c. Berdoa dan salam.
3. Pengamatan (Observation)
Dalam kegiatan tahap observasi ini guru meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengadakan pengamatan secara cermat pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Untuk mengetahui aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa yaitu dengan mencatat nilai hasil belajar yang diperoleh dari evaluasi hasil belajar matematika setelah siklus tindakan dilaksanakan.
4. Refleksi (Reflection)
Hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan refleksi adalah membahas sesuatu yang terjadi dalam siklus I pertemuan 1 yang dilakukan oleh peneliti baik itu kelebihan maupun kelemahan atau kekurangan. Bila itu adalah kelemahan atau kekurangan yang dilakukan oleh peneliti dalam siklus I pertemuan 1, maka dilakukan perbaikan pada perencanaan tindakan untuk siklus I pertemuan 2. Sedangkan kebaikan yang sudah dilakukan pada siklus I pertemuan 1 perlu dipertahankan untuk pertemuan kedua dan untuk seterusnya dijadikan contoh atau acuan dalam melaksanakan pembelajaran di masa yang akan datang.
1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan akan ditetapkan hal-hal sebagai berikut: a. Menyiapkan silabus, rencana perbaikan pembelajaran dan bahan
ajar.
b. Menyiapkan instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi untuk kegiatan guru dan siswa, lembar kerja siswa, dan alat evaluasi.
c. Menentukan materi.
2. Pelaksanaan (Action)
Materi pembelajaran pada siklus I pertemuan 2 dengan pokok
pembelajaran dalam siklus I pertemuan 2 adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal
a. Kegiatan membuka pelajaran. b. Guru melakukan apersepsi.
c. Guru memotivasi siswa untuk belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari.
d. Guru mengemukakan tujuan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
2) Kegiatan Inti Pelajaran
a. Guru meminta siswa untuk duduk dalam kelompoknya masing-masing.
b. Guru mengemukakan lingkup materi Penjumlahan Bilangan Bulat yang akan dipelajari.
c. Guru membagikan LKS yang berisi permasalahan kepada setiap kelompok yang akan dikaji dan didiskusikan.
d. Siswa mencari informasi untuk menjawab LKS tersebut dari contoh dan model yang telah diberikan dan buku-buku matematika yang tersedia.
e. Guru mengawasi dan memonitor serta bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok.
f. Persentasi hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau guru.
g. Guru membahas soal-soal yang ada di dalam LKS yang belum dapat dipecahkan oleh siswa.
h. Siswa membuat rangkuman dari materi yang telah dipelajari. i. Siswa mengumpulkan LKS yang telah dikerjakan.
j. Guru memberikan evaluasi kepada siswa berupa soal yang harus dikerjakan di sekolah.
k. Guru dan siswa bersama-sama membahas soal evaluasi yang telah dikerjakan oleh siswa sebelumnya.
a. Di akhir pertemuan pembelajaran, guru menyampaikan kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah dibahas bersama.
b. Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa. c. Berdoa dan salam.
3. Pengamatan (Observation)
Dalam kegiatan tahap observasi ini guru meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengadakan pengamatan secara cermat pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Untuk mengetahui aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa yaitu dengan mencatat nilai hasil belajar yang diperoleh dari evaluasi hasil belajar matematika setelah siklus tindakan dilaksanakan.
4. Refleksi (Reflection)
Siklus II
1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan akan ditetapkan hal-hal sebagai berikut: a. Menyiapkan silabus, rencana perbaikan pembelajaran dan bahan
ajar.
b. Menyiapkan instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi untuk kegiatan guru dan siswa, lembar kerja siswa, dan alat evaluasi.
c. Menentukan materi.
2. Pelaksanaan (Action) a) Pertemuan 1
Materi pembelajaran pada siklus II pertemuan 1 dengan pokok
Penyampaian materi
pembelajaran dalamsiklus II pertemuan 1 adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal
a. Kegiatan membuka pelajaran. b. Guru melakukan apersepsi.
c. Guru memotivasi siswa untuk belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari.
d. Guru mengemukakan tujuan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
dengan nilai sedang dan 2 siswa dengan nilai rendah. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang yang heterogen.
2) Kegiatan Inti Pelajaran
a. Guru meminta siswa duduk dalam kelompoknya masing-masing.
b. Guru mengemukakan lingkup materi Pengurangan Bilangan Bulat yang akan dipelajari.
c. Guru membagikan LKS yang berisi permasalahan kepada setiap kelompok yang akan dikaji dan didiskusikan.
d. Siswa mencari informasi untuk menjawab LKS tersebut dari contoh dan model yang telah diberikan dan buku-buku matematika yang tersedia.
e. Guru mengawasi dan memonitor serta bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok.
f. Persentasi hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau guru.
g. Guru membahas soal-soal yang ada di dalam LKS yang belum dapat dipecahkan oleh siswa.
h. Siswa membuat rangkuman dari materi yang telah dipelajari.
i. Siswa mengumpulkan LKS yang telah dikerjakan. 3) Kegiatan Penutup
a. Di akhir pertemuan pembelajaran, guru menyampaikan kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah dibahas bersama.
3. Pengamatan (Observation)
Dalam kegiatan tahap observasi ini guru meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengadakan pengamatan secara cermat pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Untuk mengetahui aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa yaitu dengan mencatat nilai hasil belajar yang diperoleh dari evaluasi hasil belajar matematika setelah siklus tindakan dilaksanakan.
4. Refleksi (Reflection)
Hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan refleksi adalah membahas sesuatu yang terjadi dalam siklus II pertemuan 1 yang dilakukan oleh peneliti baik itu kelebihan maupun kelemahan atau kekurangan. Bila itu adalah kelemahan atau kekurangan yang dilakukan oleh peneliti dalam siklus II pertemuan 1, maka dilakukan perbaikan pada perencanaan tindakan untuk siklus II pertemuan 2. Sedangkan kebaikan yang sudah dilakukan pada siklus II pertemuan 1 perlu dipertahankan untuk pertemuan kedua dan untuk seterusnya dijadikan contoh atau acuan dalam melaksanakan pembelajaran di masa yang akan datang.
b) Pertemuan 2
1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan akan ditetapkan hal-hal sebagai berikut:
b. Menyiapkan instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi untuk kegiatan guru dan siswa, lembar kerja siswa, dan alat evaluasi.
c. Menentukan materi.
2. Pelaksanaan (Action)
Materi pembelajaran pada siklus II pertemuan 2 dengan pokok
pembelajaran dalam siklus II pertemuan 2 adalah sebagai berikut:
1) Kegiatan Awal
a. Kegiatan membuka pelajaran.
b. Guru melakukan apersepsi dengan cara memberikan pertanyaan: -15 (-1 + 2) = n, berapakah nilai n?
c. Guru memotivasi siswa untuk belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari.
d. Guru mengemukakan tujuan pembelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
2) Kegiatan Inti Pelajaran
a. Guru meminta siswa duduk dalam kelompoknya masing-masing.
b. Guru mengemukakan lingkup materi Operasi Hitung Campuran yang akan dipelajari.
d. Siswa mencari informasi untuk menjawab LKS tersebut dari contoh dan model yang telah diberikan dan buku-buku matematika yang tersedia.
e. Guru mengawasi dan memonitor serta bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok. f. Persentasi hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari
kelompok lain atau guru.
g. Guru membahas soal-soal yang ada di dalam LKS yang belum dapat dipecahkan oleh siswa.
h. Siswa membuat rangkuman dari materi yang telah dipelajari.
i. Siswa mengumpulkan LKS yang telah dikerjakan.
j. Guru memberikan evaluasi kepada siswa berupa soal yang harus dikerjakan di sekolah.
k. Guru dan siswa bersama-sama membahas soal evaluasi yang telah dikerjakan oleh siswa sebelumnya.
3) Kegiatan Penutup
a. Di akhir pertemuan pembelajaran, guru menyampaikan kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah dibahas bersama.
b. Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa. c. Berdoa dan salam.
3. Pengamatan (Observation)
cermat pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Untuk mengetahui aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran. Sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa yaitu dengan mencatat nilai hasil belajar yang diperoleh dari evaluasi hasil belajar matematika setelah siklus tindakan dilaksanakan.
4. Refleksi (Reflection)